RSS
Galeri

Nama Tuhan Menyelamatkanku

19 Nov
Raka dan Ayu berteman akrab, yang selalu bermain dan belajar bersama.
Suatu ketika Raka pergi ke rumah Ayu, dia memperhatikan bahwa sebelum tidur Ayu seperti sedang bergumam untuk beberapa waktu. Dia tidak mengerti apa dan mengapa Ayu sedang bergumam. Ketika ditanya tentang hal itu, Ayu berkata, “Aku sedang mengucapkan (mengulang-ulang) Nama Tuhan selama lima menit. Aku juga mengulangi Nama itu selama lima menit begitu aku bangun tidur. “
Raka terkejut dan tidak mengerti mengapa seseorang harus mengulangi Nama Tuhan berkali kali. Ayu menjawab, “Ibuku mengatakan bahwa Tuhan selalu bahagia dan jika kita mengulangi Nama-Nya, kita pun merasa bahagia.”
Keesokan paginya, Raka memperhatikan bahwa Ayu memperdengarkan pengulangan nama Tuhan selama lima menit begitu dia terbangun. Ibu Ayu pun juga sedang melantunkan hal itu saat sedang sarapan. Raka merasa bahwa dia juga harus melantunkan nama Tuhan. Jadi, dia bertanya kapan dan apa yang harus dia nyanyikan. Ayu menjawab, “Raka , kau bisa mencoba menyebut dan melantunkan nama dewa Kuldevata (favorit) mu. Kau juga bisa bernyanyi saat sedang takut, misalnya saat berada di ruangan yang gelap atau saat kamu sedang sendiri, dan lain-lain, karena Nama Tuhan akan melindungimu. ”

Saat malam hari tiba, ayah Raka datang menjemputnya untuk melihat sirkus. Raka sangat senang pergi ke circus bersama orang tua dan adik laki-lakinya. Mereka menikmati banyak atraksi yang berbeda, mengunjungi banyak toko dan membeli banyak mainan .

Tak lama kemudian malam telah semakin larut dan anak-anak lapar. Jadi, mereka pergi makan di warung terdekat. Entah bagaimana, salah satu kios terbakar dan dalam waktu singkat api mulai menyebar.

Raka dan keluarganya mulai lari menghindari api. Mereka bisa melihat banyak orang di sekitar mereka, panik dan lari. Ayah Raka membawa adik laki-laki nya dan berteriak pada Raka untuk berpegangan pada tangan ibunya. Saat mereka hendak keluar dari warung yang berapi-api, seseorang menabrak Raka dan mendorongnya mundur. Raka kehilangan pegangan di tangan ibunya dan terjatuh. Saat dia berdiri, dia tidak bisa melihat kedua orang tuanya. Dia tersesat dan ketakutan.

Entah bagaimana, dia berhasil mencapai pintu keluar dan diperhatikan oleh salah satu petugas pemadam kebakaran, yang membimbing dan mengarahkan orang agar selamat. Petugas pemadam kebakaran bertanya kepada Raka di mana orang tuanya berada. Raka mulai menangis dan tidak bisa mengatakan apapun. Petugas pemadam kebakaran kembali menanyakan nama dan alamatnya kepadanya, tapi Raka sangat ketakutan sehingga dia tidak dapat mengingat apapun.

Petugas pemadam kebakaran kemudian dengan lembut menyuruh Raka untuk tenang dan berpikir. Tiba-tiba, Raka mengingat kata-kata ibu Ayu, “Nama Tuhan akan melindungimu” Dia memejamkan mata dan dengan fokus dan penuh konsentrasi melantunkan Japa nama Dewa favoritnya. Sambil bernyanyi dia tidak bisa memikirkan hal lain dan dalam beberapa menit, Raka mulai merasakan perbedaannya. Semua ketakutannya hilang dan faktanya, dia merasa tenang, meski berada dalam situasi itu. Saat dia membuka matanya, dia mengingat semuanya dan memberi tahu namanya dan nomor telepon ayahnya. Dalam waktu singkat, mereka bisa menemukan orang tuanya dan Raka bersatu dengan mereka. Saat dia memeluk ibunya, Raka berkata ‘Nama Tuhan menyelamatkanku!’
Om Namah Shivaya
Om Namo Bhagavate Vasudevaya Namah
Om Namo Shiva Bhudaya

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 November 2017 in Tak Berkategori

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: