RSS
Galeri

Sapta Resi yang Berstana di Bintang Tujuh

20 Nov
SERI PURANA
Brahma Purana (Bagian 4)
“…Untuk melanjutkan proses penciptaan, Brahma melahirkan seorang pria dan seorang wanita dari tubuhnya sendiri. Pria itu bernama Svayambhuva Manu dan wanita itu bernama Shatarupa. Manusia adalah keturunan Manu. Itulah alasan mereka dikenal sebagai manava. Manu dan Shatarupa Memiliki tiga putra bernama Vira, Priyavrata dan Uttanapada. Anak Uttanapada adalah Dhruva yang agung. Dhruva melakukan meditasi yang sangat sulit (tapasya) Tiga ribu tahun. Brahma sangat senang terhadap bakti sang Dhruva, sehingga Brahma memberikan anugrah Dhruva kehidupan yang kekal dan ditempatkan di langit sebagai bintang kutub , di dekat rasi bintang yang dikenal sebagai Stana saptarshi atau “Bintang Tujuh”.
Catatan :

1. Manu adalah manusia pertama dalam Hindu. Keturunan dari manu disebut manava. Sama seperti keturunan Pandu disebut Pandava, Keturunan Wangsa Kuru disebut Kurava. Dalam berbagai penelitian yang salah satunya dilakukan oleh peneliti linguistik asal India ditemukan kaitan yang sangat erat antara bahasa Yunani dengan Bahasa Sankrit yang kemudian berkembang menjadi bahasa Tamil. Penelitian tentang hubungan genetik antara bahasa Yunani dan bahasa Tamil memiliki hubungan hubungan erat khususnya kata-kata umum dalam kosa kata inti dari kedua bahasa tersebut. Salah satu kata tersebut adalah kata ‘man’. Di Tamil, ‘mann’ மண் berarti ‘bumi, tanah’. Orang yang hidup di ‘mann’ (bumi) atau orang yang terlahir dari ‘mann’ adalah ‘maanudan’ (dengan bumi).
‘Maanudan’ adalah bentuk ‘pria’. Dalam bahasa Tamil ‘laki-laki’ disebut ‘aan’ ஆண் yang berarti ‘orang yang memerintah’. Sekarang istilah ‘aan’ juga ditemukan dalam bahasa Yunani sebagai ‘Andro’. Kata ini berkembang seperti

maanudan

> mannithan> manithan மனிதன் yang merupakan ‘man’

, Kata

‘manithan’ ini sesuai dengan bahasa Sanskerta sebagai ‘manushan> manush’, yang akhirnya menjadi kosakata Bahasa Indonesia Manusia .

2. Dalam Hindu, Sapta Resi dalam manvantara 1 menduduki posisi yang sangat terhormat dan BERSTANAKAN di tujuh 🌟 bintang yang kemudian disebut sebagai Gugus Bintang Ursa Majoris. Ursa Majoris terlihat sebagai tujuh bintang terang di belahan langit utara yang berguna bagi kapal dan perahu sebagai patokan saat berlayar pada malam hari. Selain itu, kumpulan bintang ini populer juga di Nusantara karena kemunculannya menjadi penanda dimulainya waktu tanam padi. Asterism tujuh bintang paling terang di Ursa Mayor juga dikenal dengan nama Bintang Biduk. Gugus bintang “Bintang Tujuh”, juga dikenal sebagai Lintang Kartika oleh masyarakat Jawa.

3. Druva yang kemudian dianugerahi panugrahan BERSTANAKAN di Bintang Kutub, Atau disebut sebagai Polaris (α UMi / α Ursae Minoris / Alpha Ursae Minoris, kadang disebut juga sebagai Bintang Utara atau Bintang Kutub) adalah bintang paling terang di rasi Ursa Minor. Bintang ini terletak sangat dekat dengan kutub langit utara.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 November 2017 in Tak Berkategori

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: