RSS
Galeri

Sebuah Kajian : Apakah Aswatama adalah Nabi Ibrahim?

24 Nov

Aswatama anak seorang Brahmana yang bernama Pendeta Drona, yang menjadi gurunya pangeran Kuru (Pandawa dan Korawa). Aswatama beribukan Dewi krepi, yang menurut legendanya adalah jelmaan Bidadari Wilotama. Diberi nama Aswatama karena bentuk telapak kaki nya mirip telapak kaki kuda (tidak punya jari-jari kaki), dan berambut seperti rambut kuda. hal ini dikarenakan, ketika awal mengandung dirinya, Konon Dewi Krepi/Wilotama sedang beralih rupa menjadi Kuda Sembrani dalam upaya menolong Bambang Kumbayana ( nama Resi Drona sewaktu muda), menyeberangi lautan.

Dalam dunia wayang Aswatama dikenali dengan ciri-ciri : bermata kedondongan putih, berhidung mancung serba lengkap, berketu udeng dengan garuda membelakang, bersunting kembang kluwih panjang, berkalung putran berbentuk bulan sabit, bergelang, berpontoh, dan berkeroncong. Berkain, tetapi tidak bercelana panjang dan bentuk telapak kakinya seperti telapak kaki kuda (tidak punya jari-jari kaki) dan bersurai

Aswatama memiliki sifat pemberani, cerdik dan pandai mempergunakan segala macam senjata. Aswatama belajar ilmu perang bersama para pangeran Kuru di bawah bimbingan ayahnya sendiri yaitu Resi Drona. Ia memiliki keterampilan dalam ilmu perang, terutama mempergunakan sejata panah dan kemampuannya hampir sama dengan Arjuna. Ia mendapat pusaka yang sangat sakti dari ayahnya bernama Cundamanik.

Ia juga merupakan salah satu dari tujuh Ciranjiwin, yaitu manusia berumur panjang. Saat perang Bharatayudha berakhir, hanya ia bersama Kertawarma dan Krepa yang bertahan hidup. Oleh karena dipenuhi dendam atas kematian ayahnya, ia menyerbu kemah Pandawa saat tengah malam dan melakukan pembantaian membabi buta dan penyerbuan itu dilakukan setelah perang diumumkan berakhir.

Pada perang Bharatayuddha, Pandito Dronacarya, ayah Aswatama gugur karena siasat para Pandawa. Mereka sengaja membunuh gajah yang bernama Hestitama, agar Begawan Drona menjadi kehilangan semangat hidup (Resi Drona mengira yang tewas adalah Aswatama puteranya). Untuk membalas dendam atas kematian ayahnya, Setelah perang Bharatayudha berakhir, Aswatama menyelundup ke dalam istana Hastinapura. Ia berhasil membunuh Drestadyumna (Pembunuh ayahnya), Pancalawa (anak-anak Drupadi), dan Srikandi.

Setelah membunuh kelima anak Drupadi dan ksatriya lainnya, Aswatama berlindung kepertapaan Maharsi Byasa/Wiyasa (di jawa disebut Abiyoso). Pandawa memburu dan terjadilah pertarungan antara Arjuna dan Aswatama. Dalam pertarungan itu, Aswatama memanggil senjata “Brahmasta” begitu juga dengan Arjuna, takut akan kehancuran dunia, Maharsi Wiyasa (Bhagawan Abiyasa) meminta keduanya agar segera menarik senjatanya kembali.

Arjuna berhasil melakukannya, tetapi Aswatama kurang pandai menguasai senjata itu sehingga tidak bisa menariknya. Ia kemudian diberi pilihan agar senjata itu menyerang target lain untuk dihancurkan. Masih dengan penuh rasa dendamnya, Aswatama mengarahkan senjata itu ke rahim Utari, menantu Arjuna, istri Abimanyu.

Senjata itu membakar janin dalam kandungan Utari, Namun Kresna berhasil menghidupkan kembali janin yang dikandung Utari. Oleh Sri Krisna dikatakan bahwaAswatama akan kena karma akibat perbuatannya. Aswatama tersadar dari perbuatan khilafnya, Aswatama menyerahkan batu permata berharga (Manik) yang terletak di dahinya kepada Sri Krisna, yaitu permata yang membuatnya tidak takut terhadap segala senjata, penyakit, atau rasa lapar, dan membuatnya tak takut terhadap para Dewa,Danawa, dan Naga. Aswatama mohon supaya tidak dikutuk oleh Sri Krisna, tetapi Sri Krisna mengatakan bahwa itu bukan kutukan melainkan buah karma atas apa yang telah dilakukan selama hidupnya. Atas perlindungan dan jaminan Bhagawan Abiyoso, Aswatama diampuni. Aswatama kemudian melakukan penebusan dosa mengembara kearah barat ditanah padang nan tandus di gurun pasir disemenanjung Arvasthan dan hidup selama 1000 tahun sebagai pertapa yang mengembara.

Aswatama bukan brahmana lagi, meskipun beliau keturunan Brahmana atau berasal dari Brahmana. Aswatama anak Brahmana Bhagawan Dronacarya, selama hidupnya sampai perang Bharatayudha berakhir memilih hidup sebagai Ksatriya membela pihak Kurawa dalam perang di Kuruksetra tahun 3138 SM. Setelah tersadar dari kekhilafan, atas jaminan dan bimbingan Maharesi Wiyasa, kemudian melakukan penebusan dosa, pergi dari Hastina pura menuju kerah barat. Ditempatnya yang baru Aswatama menjalani hidup sebagai seorang pertapa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha pengasih lagi maha Pengampun.

Aswatama mengasingkan diri di suatu tempat yang masih asing. Penduduk setempat menyebut Aswatama sebagai orang KAURA/KURU/KORA. Kata WA dalam bahasa sansekerta berarti keturunan, seperti Pandawa, artinya keturunan Pandu dan Kaurawa berari keturunan Kuru/Kaura. Bahasa yang dipakai oleh Aswatama bahasa-nya orang Kuru/Kaura/Kora/KAURAN, yang oleh penduduk setempat disebut bahasa dari seberang atau bahasa asing ( HEBREW). Aswatama bagi orang setempat disebut orang Asing (=muhajirin)

Di tempat pengasingannya Aswatama kembali menjalani hidup sebagai seorang Brahmana. dan mendirikan Kuil pemujaan didaerah yang sangat kering, tandus dan panas, Daerah itu Ibaratnya seperti Padang Pagangsaran di lintasan Sorga dan Neraka di kadewatan sana. Di tempatnya yang baru Aswatama mengasingkan diri melakukan penebusan dosa, dia bisa hidup tenteram beranak pianak di sana. Meskipun diawal-awal pengasingan dirinya berbagai macam cobaan dihadapi-nya dengan tabah.

NABI ABRAHAM atau NABI IBRAHIM :

Abraham Pergi dari Negerinya karena mau di bakar oleh kaumnya. Orang tuanya penjual patung berhala (perlu diteliti lagi apakah Orang tua biologisnya atau orang tua angkatnya). Istri yang selalu menemaninya dipengasingan bernama Sarah , disertai keponakannya bernama Nabi Lut, Abraham berumur panjang konon sampai1000 tahun, mendirikan Ka’abah meninggalkan jejak kaki di Ka’abah, meninggalkan batu hitam Hajar Aswad. Menurut ceritera orang, bahasa yang digunakan oleh Nabi Ibrahim adalah bahasa Hebrew yang artinya seberang. Pendudk asli arab menyebut Nabi Ibrahim sebagai orang KAURUN = Muhajirin yang artinya Emigran, yaitu orang yang meninggalkan negerinya.

Masjid Baittullah disebut juga Masjidil Harram, dan sangat populer disebut Ka’abah. Para jemaah melakukan tawaup 7 kali mengelilingi Ka’abah, melempar jumrah, mengambil air zam-zam

IBRAHIM = ABRAHAM = ASWATAMA ??? Apa ya…..?

ABRAHM dalam bahasa sansekerta artinya dari Brahma atau bisa juga berarti Bukan Brahmana lagi atau Mantan Brahmana atau keturunan Brahmana tetapi tidak melaksanakan kewajiban sebagai Brahmana.

Abrahm mungkin julukan untuk Aswattama, ini hanya mungkin lhoh, karena Aswatama tidak melaksanakan kewajibannya sebagai Brahmana dan memilih hidup sebagai Ksatriya sebagai prajurit di Hastinapura. Makanya orang menyebut Aswataama dengan sebutan ABRAHM. Atau mungkin juga Aswatama saat itu telah total menjadi Brahmana kembali, sehingga dipanggil Brahmana, atau Brahmin, tetapi karena di-eja dalam bahasa arab atau lidah bahasa Arab kata Brahmana atau Brahmin menjadi Abraham atau Ibrahim. he..he ini hanya mengira…ngira saja. perlu pembuktian ilmiah yaaaa.

Beberapa kesamaan yang mendukung sehingga banyak yang berpendapat bahwa Aswatama=Abraham/Ibrahim

1. Nama Sarah adalah mirip nama Saraswati,sakti/kekuatan dewa brahma, nama Abrahm artinya dari Brahma, sehingga sangat wajar kalau istrinya disebut saras dari kata Saraswati.

2. Nabi Lut, keponakan Nabi Abrahm mirip dengan nama Lottama, kerabat dari Aswatama yang memakai nama legenda leluhurnya Bidadari Nilottama/Wilottama, seperti diketahui dalam perang di Kurusetra selain Aswatama yang masih hidup, adalah Kertawarma dan paman Aswatama yaitu Kripacarya semuanya meninggalkan Hastinapura melakukan penebusan dosa menjadi pertapa. Hal ini juga dilakukan oleh Kelima Pandawa setelah menyerahkan tahta kepada Parikesit th 3102 SM (menurut perhitungan kalender masehi tepat tanggal 18 februari th 3102 SM), kelima pandawa pergi meninggalkan Istana Hastinapura menuju Puncak Gunung Himalaya melakukan penebusan Dosa.

3. Aswatama selalu mengenakan kalung dengan liontin berbentuk Bulan Sabit. Bulan Sabit merupakan hiasan pengikat rambut Dewa Siwa. Saat ini Bulan sabit merupakan lambang Negara di hampir diseluruh negara Arab.

4. Para Ilmuwan mesti secara transparan meneliti tapak kaki Nabi Ibrahim yang tersimpan di Mekah. apakah ada gambaran jari-jari nya layaknya kaki manusia normal apa tidak ?, Karena telapak kaki Aswatama tidak ada jari-jarinya. Telapak kaki Aswatama dempet seperti kaki kuda. Kalau ada jari kakinya berarti itu bukan tapak kaki Aswatama. Artinya Aswatama tidak sama dengan Ibrahim seperti yang diklaim selama ini.

5. Di dahi-nya Aswatama terdapat Manik/batu permata yang oleh Sri Krisna kesaktian batu tersebut dicabut dan dilepaskan dari dahi-nya Aswatama. Meski sudah tidak bertuah lagi batu tersebut merupakan hadiah dari ibunya bidadari Nilottama, sehingga kemanapun beliau pergi selalu dibawanya. Kemungkinan batu permata/manik tersebut = Hajar Aswad. Dulunya batu itu berwarna merah menyala seperti mirah delima dan berupa perhiasan kecil di dahi, tetapi karena tuahnya sudah dicabut, batu tersebut berubah dan lama-kelamaan menjadi Hitam. Namun hal ini perlu diteliti kembali karena ukuran dari batu yang tertempel di dahi dengan Hajar Aswad. Sejauh catatan sejarah, ada bukti yang menunjukkan bahwa kabah tersebut sebagai candi Hindu dan batu hitam sebagai tempat shiv lingga. Diceritakan Ada seorang raja Tamil yang besar dengan nama cheraman nayanar. Dia adalah pemuja Siwa yang agung. Dia memutuskan untuk mencatat semua kuil Siwa di dunia. Jadi, dia pergi ke semua kuil shiva dan mencatatnya. Dalam pencariannya untuk mendata kuil shiv, dia pergi ke Indonesia, Malaysia, Arabia, Asia Tengah dan India untuk merekam semua kuil shiv di sana. Demikian juga, dia mengunjungi Mekah dan dia telah meriwayatkan pertemuannya dengan nabi mohammed. Sesuai dengan perjanjiannya dia berkewajiban untuk membangun masjid pertama di India selatan. Akhirnya, dia meninggal dalam perjalanan untuk mendaki kailash. Dia telah mencatat semua pertemuannya dengan kuil Siwa dalam lagu nayanar. Orang orang Tamil menggunakan lagu-lagu ini untuk memuja Shiva. Selain itu, ada lagi lempeng tembaga dari zaman raja besar vikramaditya yang menjelaskan Mekah berada di bawah kendalinya. Ia juga mengatakan, dia adalah pemuja Siwa yang hebat dan ini menjelaskan bagaimana dia membangun sebuah kuil besar di Mekah. Pelat tembaga ini saat ini tersedia di Turki agar publik dapat melihat.

6. Tradisi yang dilakukan oleh Ibrahim sama dengan kebiasaan yang dilakukan oleh penduduk di Bharatawarsa, yaitu melakukan Pradaksina (mengelilingi tempat Suci sebanyak 7 kali), Dalam kisah Ganesa dan Kartekiya, Dewa Siwa menguji kedua putranya untuk mengelilingi Dunia, Ganesa sangat cerdik, hanya berkeliling 7 kali disekitar Dewa Siwa, sementara Kartekya keliling Dunia, Dan Ganesa ada dipihak yang benar karena Siwa adalah pusatnya alam semesta. Jadi mengelilingi Siwalinggam atau tempat suci sebagai perujudan stananya pusat dunia sangat umum dilakukan oleh Umat Hindu baik di India maupun di Indonesia.

Praktek mengambil 7 langkah yang dikenal sebagai Saptapadi diasosiasikan dengan upacara perkawinan Hindu dan pemujaan api. Upacara puncak dalam perkawinan Hindu yang menggabungkan pasangan pengantin mengelilingi api suci sebanyak empat kali (tapi kemudian disalah artikan oleh nenek moyangnya Muhammad menjadi 7 kali). Mengingat “Makha” atau Mekah itu artinya API. Ketujuh tawaf itu membuktikan bahwa Mekah dahulunya dibangun sebagai pusat pemujaan Dewa Api.

7. Suku bangsanya Ibrahim disebut suku Kuraisi/Quraisi; sangat mirip dengan kata Kururesi, yaitu seorang Kuru yang menjadi pendeta/resi/brahmana. Dalam kamus bahasa sansekerta ada kata : Kuruksetra = tempat peperangan bangsa Kuru, Kurawa=keturunan Kuru, Kururesi=seorang resi dari Kuru=Brahmana dari Kuru=Pendeta dari Kuru.

8. Masjid Baitulah disebut juga Masdijil Harram, kata Harram mirip dengan kata HAIRAM atau HARERAM, Japamantra yang selalu dilantunkan oleh Umat Hindu sekte Waisnawa : HAIRAM….HAIRAM …HARERAM….HARERAM….atau HARIRAM…HARIRAM

9. Ciri lainya bahwa Ibrahim membawa tradisi Hindustan adalah kebiasaan kaum Kuarisi bertahanut/bermeditasi/bertafakur di tempat sepi seperti di Goa-Goa atau di Hutan-hutan, karena di timur tengah tidak ada hutan maka Goa adalah pilihan yang paling tepat.

10. Nabi Muhamad sebelum menerima Wahyu, juga punya kebiasaan bermeditasi/bertahanut/bertafakur di Goa. Tempat yang menjadi kebiasaan Nabi Muhamad bertahanut/bermeditasi adalah GOA HIRA.

11. Kata KAURUN mirip dengan KAURU yaitu asal Aswatama dan tempat Aswatama menjadi Prajurit perang di pihak KAURAWA.

12. Dalam melaksanakan ritual tersebut para penyembah berhala memakai pakaian yang disebut Ihram yang dipakai untuk menutup tubuh dengan dua helai kain putih yang tidak dijahit, di mana sehelai diselubungkan di sekeliling bahu dan yang sehelai lagi diselubungkan di sekeliling pinggang. Sedangkan kepala, kedua belah tangan dan kaki tidak boleh tertutup. Pakaian ini jelas sekali adalah pakaian umat Hindu kuno dalam berziarah ke kuil mereka. Penggunaan pakaian tersebut dimaksudkan agar mereka datang dalam dalam keadaan putih bersih.

13. Mengenai Arab : Arabia itu adalah kata singkatan. Kata aslinya yang bahkan masih digunakan saat ini adalah Arbashtan, asal katanya adalah Arvasthan. Seperti dalam bahasa Sang-Sakerta, huruf “V” diganti jadi huruf “B” seperti pada kata devata menjadi debata kemudiana menjadi dewata.

Arva dalam bahasa Sangsakerta berarti “kuda”. Arvasthan berarti “Tanah Kuda”, dan kita tahu bahwa Arabia memang terkenal akan kuda2nya.

14. Pusat ibadah yakni Mekah juga berasal dari bahasa Sangsakerta. Kata Makha dalam bahasa Sangsakerta berarti “api persembahan”. Karena penyembahan terhadap “Api Veda” dilakukan di seluruh daerah Asia Barat di jaman pra-Islam, dengan demikian Makha itu merupakan tempat yang memiliki kuil untuk menyembah api.

15. Naskah Raja Vikramaditya yang ditemukan di dalam Kaba di Mekah merupakan bukti yang tidak dapat disangkal bahwa Jazirah Arabia merupakan bagian dari Kekaisaran India dimasa lalu, dan dia yang sangat menjunjung tinggi Dewa Shiva lalu membangun kuil Shiva yang bernama Kaba. Naskah penting Vikramaditya ditemukan tertulis pada sebuah cawan emas di dalam Kaba di Mekah, dan tulisan ini dicantumkan di halaman 315 dari buku yang berjudul `Sayar-ul-Okul’ yang disimpan di perpustakaan Makhtabe-Sultania di Istanbul, Turki.

KESIMPULAN

Perlu ada penelitian lebih lanjut, dengan melepaskan diri dari keterikatan terhadap Agama tertentu atau keyakinan tertentu, dan murni ilmiah untuk membuktikan bahwa Nabi Ibrahim adalah Aswatama yang pergi meninggalkan negerinya karena terkoyak perang saudara.

Sumber Referensi :

1. http://betal-boyz.blogspot.com/2012/03/photos-of-hajar-aswat-hajar-nya.html
2. http://mahabharata-adiparwa.blogspot.com/2010/07/konflik-timur-tengah-berawal-dari-jaman.html
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Aswatama

4. http://www.hadisukirno.com/artikel-detail?id=81

5. https://ahmadsamantho.wordpress.com/2012/03/03/photos-of-hajar-aswat-hajar-nya-aswatama/.

6. https://www.quora.com/Whats-the-history-behind-the-Black-Stone-in-Mecca-Saudi-Arabia.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 November 2017 in Tak Berkategori

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: