RSS
Galeri

THE BIG BANG THEORY

24 Nov

Sebelum segalanya ada dan tercipta, tidak ada apa-apa, yang ada hanyalah “sesuatu”. Sesuatu itu adalah bentuk energi kebiruan yang sangat dalam, serta memiliki kesadaran. Dalam dunia spiritual, Energi dengan kesadaran disebut sebagai JIWA. Jiwa ini tak berbentuk, tidak berbau, tanpa jenis kelamin, abadi, dan tak terbatas. Inilah yang disebut dalam Spiritualisme Hindu sebagai ” BHAGAWAN”.

Jiwa ini kemudian berkembang dengan sendirinya, menjadi ibu sekaligus menjadi ayah bagi semesta. Jika dilihat sebagai laki – laki / Ayah Semesta (Purusha) jiwa yang berwarna kebiruan ini kemudian disebut sebagai “MULA DATTA”. Sedangkan Jika dilihat sebagai perempuan / Ibu Semesta, jiwa ini disebut sebagai “ADI PARA SHAKTI”, atau, “Energi pertama dan Utama yang ada.”

MULA DATTA (mula adalah awal, DATTA adalah pemberi/ donor) kemudian terbelah menjadi dua. Paruh pertama adalah bentuk energi yang sangat stabil. Ini kemudian disebut sebagai “Sthanu Shakthi”. Bentuk energi yang sangat tenang dan stabil ini tiada lain adalah Siwa. Jika “Shava” atau sawa berarti, sesuatu yang tidak bisa bergerak (mayat). Sedangkan “Shiva” berarti sesuatu yang tidak pernah bisa dipindahkan (tetap) – “Energi Stabil”. Separuh energi yang kedua disebut “Renu Shakthi”. Energi Ini terus bergetar, terus bergerak dan bersifat sangat “Radio aktif”. Bentuk energi yang terus bergerak ini tiada lain adalah Wisnu. “Vish” atau “Vishw” berarti ada pada semua & dan ada dimana-mana. “Wisnu” berarti energi yang ada dalam segala hal dan ada dimana – mana.

Dengan demikian

energi yang stabil, dan energi yang sangat tidak stabil selalu mengalami gesekan. Pada suatu titik kedua Energi akan kembali Mula Datta, kemudian mengalami siklus pembelahan kembali ke dua bentuk energi yang berbeda, dan kemudian akan bersatu kembali. Saat itulah “Wisnu”, energi yang mengalir ke mana-mana dan dimana mana mulai memikirkan tentang ciptaan. Pergerakan energi ini berbentuk cairan dan disebut sebagai “Brahma”. Seorang anak mendapatkan kehidupan dari ibunya, melalui tali yang menghubungkan pusar ke ibunya. Dan teratai, adalah simbolisme kesadaran. Brahma sering digambarkan duduk di atas teratai bermunculan dari pusaran perut Vishnu.

Saat energi stabil dan tidak stabil menemukan keseimbangan atau dengan kata lain saat “Sthanu Shakthi”, dan “Renu Shakthi” mengalami keseimbangan, dan karena Renu shakti atau Bisnis adalah bentuk energi yang selalu bergerak dan ada dimana mana maka dengan demikian, Wisnu akan memiliki “Avatara” menduplikasi energinya , sementara Siwa tidak, Siwa tetap menjadi bentuk energi yang stabil. Wisnu tidak bisa, bertahan dalam satu bentuk / posisi untuk waktu yang lama. Karena dasar dari Renu Shakti bahwa energi ini akan terus bergerak dan berubah.

Dalam bahasa Sansekerta hal terkecil atau atom disebut sebagai Anu. Setiap benda dan makhluk hidup dan keseluruhan ciptaan memiliki Anu atau atom. Dan dalam Anu atau Atom terdapat 3 unsur pembentuk Atom yang disebut sebagai “paramanus”
1. Energi yang stabil (proton) yang berada di tengah inti Anu / Atom. Ini mengapa Siwa dalam konsep Nawa Sanga berada di tengah. Karena Proton ada dalam Inti Atom.
2. Energi yang tidak stabil (elektron) atau Renu Shakti.
3. Dan energi yang netral (neutron). Selain itu, ada (330 juta) bentuk energi, yang mewujud pada ketiga bentuk energi ini agar tetap stabil. Kumpulan wujud wujud bentuk energi ini kemudian menjadi “Maha Anu” dan kemudian dalam Hindu disebut sebagai Dewa / Dewi. Hal inilah yang menjadi konsep dan cara membedakan mengapa “Bhagawan” berbeda dengan “Dewa”.

Brahma, energi yang netral, akan melebur sekali dalam 100 tahun. Saat itulah kedua energi utama yakni Stanu dan Renu Shakti akan ini kehilangan keseimbangan, dan bersatu kembali menjadi Mula Datta. Dalam Veda disampaikan, ini adalah Brahma pertama yang pernah ada. Dan ia telah melewati 50 tahun pertamanya. Di Saat ini, merupakan hari 1 di pagi hari di tahun ke 51 … dan ada banyak waktu kuantum seperti Kalpa, manvantara, Yuga dan lain-lain. Kita berada di Kaliyuga dalam siklus yuga ke 28 dari “Manvantra ini. Meskipun, setiap kali Yuga berubah, terjadi gangguan kecil di antara energi yang terjadi, dan ada kerusakan ringan dalam proses penciptaan.

Bahkan dalam kutipan Sloka lontar Purusha Suktha beberapa baris berbunyi
“Athyadhishta dasaangulam. Purusha ye vedaguma Yath Bhootham Yath Bhavyam..”.
“Dia ada dimana-mana, dan Dia bisa sekecil sepuluh ANGULA, yaitu renu shakthi ini , dia ada di mana-mana, dan hadir bahkan di tingkat atom! Ia adalah Vishnu .

Dalam kutipan Shri Rudra Namakam tertuliskan :
“Namoooo Jyeshtacha Kanishtayacha” …”
Sthanushekthi ini adalah energi terbesar bahkan pada tingkat yang begitu kecil (atomik).”
Hal yang pasti tentang hal ini adalah tentang shiva. Kita tidak bisa memindahkan energi ini, jika kita mencoba melakukannya, hanya akan ada kehancuran saja.
“Mrutyave Swaha Mrutyavee SwahaaAA”
Tidak diragukan lagi bahwa hanya Dialah yang mengakhiri penciptaan, apakah itu satu kehidupan, ataukah seluruh alam semesta, energi stabil ini sendiri berhak mengambil apa yang telah diberikan (yaitu hidup)! Pada akhirnya, energi inilah yang akan menghancurkan ” Brahma” dan mengakhiri penciptaan, untuk semesta yang baru, untuk kehidupan yang lebih baik….

Referensi :

1. Speaking Trees ; Sarwagna Kumar

2. http://www.mediacenterimac.com/the-big-bang-genesis-of-lord-shiva-3/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 November 2017 in Tak Berkategori

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: