RSS

Arsip Tag: agama itu bijaksana

Paham Henotheisme (kemunduran persepsi) tuhan yg menang..

November 2016..

Memahami tentang ilahi sebagai sebuah persepsi, tentu merupakan sebuah kebersadaran akan Ilahiah itu sendiri..Seperti juga analogi yg terkenal trntang bagaimana seekor gajah diraba2 oleh mereka yg buta..Yang secara jelas menunjukkan bahwa tuhan adalah sebuah misteri, ktika para buta menggunakan egonya dalam menilai ilahi, maka tetap saja tidak ada kesepakatan yg bijak memahami ilahi itu sendiri, lah orangnya buta..dan kita juga buta meraba2..Namun hilangkan saja ego, maka bersedialah memahamiNya secara lebih dalam..

Cara memandang tuhan ilahi the supreme one, berdasarkan persepsi masing2 secara kolektif atau individu dapat disimak pada konsep berikut:

Monotheism adalah memandang tuhan adalah satu2Nya yg maha Kuasa Esa..tidak ada yg kedua, Hanya IA semata..

Monism pantheism adalah memandang tuhan ilahiah berada dimana2 merasuk kemana2 shingga seluruhNya sebenarnya adalah Ilahi semata..Pertiwi angin langit api semesta adalah IA jua..Terkadang konsep ini “licin” kesadaran dri seseorang agar tidak merosot adalah hal yg bijak..

Panentheism yaitu berada di dalam Ilahi tuhan, yg Maha besar mahima dan sesungguhnya kita berada di dalamNya..

Politheism..tuhan yg banyak, yg sejatinya mrupakan konsep purba dlam hindu adalah manifest Ilahi brahman dimana tuhan punya banyak Nama dan Tetap ESa..

Yg terakhir yg dibahas adalah tuhan dipandang sbagai konsep henotheism, dimana sebagai pndangan tuhan adalah pemenang dri tuhan lainnya, ini adalah pandangan terendah dan mengerikan krna hrus ada akan terjadi peperangan fisik dan batin..Pandangan yg sangat merendahkan keEsaan Tuhan itu sendiri, serta memandang tuhan yg banyak sbagai politheism..dan jua mrasakan bahwa tuhan yg satu2Nya itu adalah hrus menang dari tuhan yg lain..

Bisa berawal dari monohteism yg kaku doktrin tentang penentangan keberagaman tnpa memandang konsep monism panentheism yg ada sebetulnya di setiap agama..Kemudian masuk pada henotheism dimana hanya satu tuhan dan memandang tuhan lainnya sbagai hal yg salah, tentu hrus berperang mereka untuk menunjukkan bahwa ego mereka ttg tuhan sya yg paling sempurna, lalu berapa ada tuhan??

Pada akhirnya Mereka terjebak pada ego mereka sendiri, lupa hakikat mereka pda pnyebaran kebahagiaan ilahi..Dan akhirny Merendahkan tuhan itu sendiri yg sebetulnya merupakan konsep universalitas semata.

Apatah dosa dalam menduakan ilahi??

.Dan smoga kebijaksanaan dri seluruh pnjuru hadir..

Swaha..

Gwar nov..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 November 2016 in agama, filosofi

 

Tag: , , , ,

Korelasi antara Catur Warna dan Catur Marga..

tara yantra

Seperti telah diketahui bahwa Warna yang ada di setiap mahlukNYA di bagi menjadi empat yang utama. Artinya adalah itu menjadi bagian tersendiri yang tiada dipisahkan pada kehidupan yang sosial. Dikatakan pula pada

manawadharmasastra II-18 :

tasmidece ya acarah parampyakramagatah,

warnamam santralanam sa sadacara ucyate..

Artinya adalah bahwa Adat istiadat yang diturunkan dalam urutan yang wajar dari sejak dulu kala diantara empat golongan utama masyarakat serta suku-suku campruran yang ada,dinamai “Adat istiadat orang-orang Bijaksana”..

Jadi dengan demikan berarti bahwa tidak ada suatu ketidakbijaksaan bagi para leluhur yang menciptakan adat istiadat tersebut sebaai sesuatu yang memiliki kharisma tersendiri..

Namun batasan terpenting dari empat golongan itu,sangatlah universal adanya, maka tercantum di sarasamuscaya bahwa itu melibatkan tanggung jawab yang sangat besar dan beban itu selayaknya disetujui diri sebagai kebenaran..

Sarasamuscaya 61.

raja bhirur brahmanah sarvahakso vaicyo’nihavan, hinahvarno’lasasco, vidvanacilo vrttahinah kulinah bhrasto brahmanah stri ca dusta

Hana pwa mangke kramanya, ratu wedi-wedi, brahmana sarwabhaksa, waica nirutsaha ring krayawikrayadi karma, sudra alemen sewaka ring sang triwarna, pandita dussila, sujanma anasar ring maryadanya, brahmana tan satya, stri dustra dussila

Artinya adalah Jika hal yang demikian keadaannya ; raja yang pengecut, brahmana yang doyan makanan, waisya yang tidak ada kegiatan dalam pekerjaan berniaga, berjual beli dan sebagainya, sudra enggan, tidak suka mengabdi pada tri warna, pandita yang bertabiat jahat, orang yang berkelahiran utama nyeleweng dari hidup sopan santun, brahmana yang curang dan wanita yang bertabiat nakal dan berlaku jahat.

Tetapi filsafat tat twam asi akan trus mengumandangkan kebersamaan yang indah dan mendamai, sprti disebutkan bhagawadgita..

Bhagawadgita V-18..

widya-winaya-sampanne brahmane gawi hastini suni caiwa swa pake ca panditah sama-darsinah..

artinya adalah Oati, orang bijak melihat dengan pandangan sama. baik seorang brahmana yang terpeajar dan rendah seekor sapi seekor gajah atau bahkan seekor anjing atau seseorang yang berkelahiran hina..

silakan cek link ini untuk memperjelas..

https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/06/03/warna-yang-terdapat-pada-setiap-diri-umat/

Lalu dalam hindu sendiri,dikatakan terdapat 4 jalan atau catur marga yang disesuaikan dengan siapa bagaimana serta apa yang cocok bagi IA itu. Tentu saja Maya dunia (sattwika rajasik tamasik) akan selalu ikut ambil bagian mempengaruhi setiap jalan jejak langkah penuh makna manusia itu sendiri..

Marga yang pertama adalah

****Bhakti Marga****,—–Secara jelas bahwa seorang bhakta adalah pengabdi sejati yang artinya melayani tuhan secara tulus iklas

Seorang bhakta secara jelas di sunting pada percakapan suci bhagwadgita XII..Dan dijelaskan di itu adalah bahwa seorang bhakta dikatakan sebagai berikut :

Bhagawadgita XII-10

abhyase ‘py asamartho’si mat-karma-paramobhawa, ma-artham api karmani siddhim awapsyasi..

Artinya : Bila engkau juga tak mampu melakukan ini, maka jadikanlah dirimu sebagai orang yang melayani diri_KU; bahkan dengan melakukan kegiatan demi untuk-ku saja, engkau akan mencapai kesempurnaan..

Dalam hal ini adalah bahwa seorang bhakta akan melayani tuhan sesembahannya dengan tulus iklas, tentu saja itu akan dipengaruhi oleh Sattwikam shingga menjadi kebahagiaan yang bajik dan bijak..

Setiap dari sebuah yadnya akan ada berbagai tinjauan akan struktur sosial, alam itu akan memilij semua itu dalam yadnya..Melayani semua itu terluapkan pada keseluruhan warna, dan seorang brahmana adalah seorang bhakta yang menyomyakan sarana upacara menuju yang dituju. Dan semua itu akan memiliki berbagai kedudukan sesuai yang tergenerasikan dan tertuju pada penghormatan di seluruh makna yang ada…

****Karma Marga**,**

Secara jelas bahwa karma marga disunting pada bhagawadgita bagian III..Karma Marga adalah jalan yang diibaratkan seperti seorang pekerja yang meleburkan hasil kerjaNya kepada yang menjaga dan menjadi sesembahan para Karmin. Di bhagawadgita disebutkan :

BG-III-8

niyatam kuru karma twam karma jyayo hyakarmanah,sarira yatrapi ca te na prasidhyed akarmanah.

Artinya : Lakukan kegiatan yang diperuntukkan bagimu, karena kegiatan kerja lebih baik dari pada tanpa kegiatan (pngruh tamasika) dan memelihara kehidupan fisik sekalipun tak dapat dilakukan tanpa kegiatan kerja..

Maka seorang karmin akan sangat dekat denga waisya ketika melaksanakan itu untuk mencari menemukan kesejahteraan dan kebahagiaan duniawi yang dicari dengan baik dan benar untuk mencapai karma yang baik.. Dan selain golongan waisya, maka tiga golongan lain tentu saja tetap untuk mencari amertha,mertha dari seluruh kewajiban mereka..Hal ini juga sangat erat hubungannya dengan catur asrma grehasta. Dimana tanggung jawab untuk menjaga kebahagiaan adalah denggan mencari artha dengan sokongan dharma itu sendiri.Tidak ada yang sebenarnya lepasdari kegiatan kerja karmin..

****Jnana Marga****

Jalan pengetahuan suci untuk mengenal panca sraddha secara mendalam.. Bagaimana panca sraddha itu diwujudkan sebagai filsafat hindu yang mendalam dan wajib oleh seorang jnanin mengupasnya untuk kemudian diberikan pemahamannya kepada seluruh umat yg memerlukan. Maka seorang jnanin juga seorang bhakta yang melayani untuk memberikan pengetahuan suci itu kepada yang semuanya.Jnana marga dapat dipahami bhgwdtita bagian IV..

BG. IV-19

yaysa sarve samarambhah kama sankalpa warjitah,

jnanagni dadha karmanam tam ahuh panditam buddha.

Artinya : Ia yang melakukan kegiatan yang seluruhnya bebas dari pamrih, yang kegiatan kerjanya dibakar oleh apai kebijaksanaan (jnana), oleh para bijak disebut Ia sebagai orang yang terpelajar..

Maka bahwa seorang jnanin yang memahami panca sraddha akan masuk pada wilayah masing-masing dari itu. Brahman maka diketahui oleh jnanin tentang pelajaran brahma widya, Atman kemudian diketahui oleh IA sebagai pengetahuan Atma Widya, ter masuk sampai manunggalnya Moksah di dunia dan di alam nanti..Semua itu adalah selayaknya dimiliki seorang jnani dengan pengetahuan itu sendiri.

Ada tiga cara untuk mengetahui pengetahuan suci, yaitu anumana pramana prtyaksa pramana agama pramana, maka ketika itu dikombinasikan, akan menjadi suatu bahan tersendiri untuk senantiasa membuat NYA tersenyum bahagia..

Seorang Jnanin adalah pula seorang Brahmana yang melayani umatnya,dan Weda yang dikatakan sebagai aje wera, sebenarnya tidak terlalu perlu ditakuti. Karena bagi mereka yang telah menerima eka jati atau pewintenan saraswati dan pewintenan lainnya,Hendaknya senantiasa mempelajari weda itu sendiri, dan bahkan sambil lalu mengagumi keagunganNYA mengamali ajaran sucinya dan menjadi tauladan dari seluruh lingkungan terdekat bahkan ke luar lingkungan..

Ilmu lain seperti ilmu artha sastra sangat layak dipertimbangkan sebagai bagian ekonomi umat, cara untuk mempertahankan diri, serta kebersamaan yang berkeadilan sosial..Manawdhramsastra dan kitab2 suci lelontaran lain, akan sangat bermanfaat ketika moral makna dalamnya dikombinasikan diakulturasi kan di sikretiskan untuk kejayaan hindu itu sendiri..

*****Raja Marga*****

Raja marga adalah sebuah jalan kontemplasi, ini biasanya dikatakan sebagai jalan dri sanyasin bhiksuka, Namun belakangan ini jalan meditasi serta jalan kontempasli adalaha jalan indah untuk melepaskan diri dari belenggu MAYA(KU) itu sendiri. Jalan ini sangatlah baik, namun selayaknya dilaksanakan di ruangan yang tenang dan ruangan yang sunyi senyap, agar panca tan matra tidak ditangkap oleh panca buddhindriya dan tidak mempengaruhi panca karmendrya.Dan khusyuk menemukan atmaning rahsya di sekeliling citta sebagai alam bawah sadar yang dalam. Raja marga seperti tapa yoga samadhi adalah jalan menuju kemoksaan itu sendiri. Di saat menyatu IA pada hyang disembahnya, akan menuju pada kewaskitaan itu sendiri..

Jalan ini adalah jalan berkat, dan sungguh harus mengalami pengalaman mental yg tidaklah mudah..Maka berbagai itu maya yg mereka lampaui, maka pengalaman itu akan mencapai kepada planet-planet keindahan surga di ketiga dunia. Menurut sloka bgwadgita 8-8 sbagai berikut :

BG 8-8

abyasa yoga yuktina, cetasa nanya-gamina, patamam purusam divyam yati parthanucintayam…

Artinya adalah Orang yang bersemadi kepada KU sebagai Kepribadian Tuhan yang maha esa, dengan pikirannya senantiasa tekun ingat kepada-KU, dan tidak pernah menyimpang dari jalan itu, dia lah yang pasti mencapai kepadaKU wahai partha..

Maka dari ini, dikatakan bahwa raja marga adalah jalan yang menuju kewasikataan dan persatuan pula kepadaNYA hyang ilahiah. Jalan ini dapat dilihat pada para pelaku spiritual, yang supranatural dan dekat dengan alam ghaib serta mampu menggunakan itu untuk kebermafaatan. Wilayah ini termasuk pada para balian atau yg memiliki berkat-berkat keindahaan para Hyang mereka suhun, dan ngiring. Dalam berbagai warna, ini ada dimana mereka diberikan jalan yang tentunya dirasa berat bagi yang lain, tetapi sangat penuh iklas dan insyaf pada seluruh kualitas yang disembah itu..

Mereka terlepas dari warna apa pun, dan mereka melayani tuhanNYA sebagai bhakta, melakukan kerja karmin yng iklas, secara intuisi mngalami jnana yg sesuai serta dekat dengan pengetetahuan suciNYa..Weda sendiri sangatlah dianjurkan untuk membacanya dengan dasar yang kuat, namun itu bukanlah halangan yang besar..Ketika ingin mencari kebenaran dari weda, apakah itu kebenaran yang suci, yang benar atau yang melepaskan diri dari Maya(ku), maka sesungguhnya pun niat suci itu terus menerus akan memberikan kedamaian dari purifikasi atma widyaning rahasya…

Sarasamuscya…niat suci dikatakan sebagai berikut..

Ketika mereka yang mencari kama artha moksa kadangkalanya tiada berhasil, namun ketika mereka bermanacika berdasarkan dharma, maka itu akan terlaksana walau hanya diimajinasikan sahaja..

Artinya adalah bahwa niat suci untuk melakukan dan melaksanakan dharma di weda atau menyebarkan dan mengkontemplasikan diri pada saat mewacakang weda maka itu adalah sebuah kebercukupan. Dan niat suci itu dikalikan berlipat-lipat jua, bahwa mereka yang meyakini weda dan bisa memahaminya adalah sebuah kebahagiaan paling sejati. Namun weda sendiri akan menantang mereka untuk tidak percaya dahulu, tetapi menyerahkan semua pada KALA (waktu) untuk membersihkan hati menuranikan rahsa untuk menjadikan mereka sebagai wedantis yang diagungkan alam semesta..

Maka berbahagialah wahai para dharma raksaka.Berbahagialah wahai itu yang meyakini (KU)-Weda. Bahwa dengan itu engkau mendapatkan berkat, kejayaan, kerahayuan, kesejatian sebagai pejuang Dharma, dan sebagai para Bijaksanawan yang hakiki…

Satywam eva Jayate..

Gwar…Sang penyair…

sumber bhgwdgita

sarasamuscaya

wrsapatti tattwa

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Mei 2014 in agama, doa

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Ngiring sesuhunan IDA hyang Kalki Avatar..

Sambhawami yuge yauge..

Hari krushna hari kalkya

Hari kalkya hari khrusna

Khrusna khrusna hari hari

 kalkya kalkya hare hare.

kalki_the_tenth_avatara_the_ten_incarnations_of_pg56

Aum Aku datang dari jaman ke jaman untuk menegakkan dharma..

Aku datang dari jaman ke jaman untuk menyelamatkan dharma dari adharma

Aku datang dari jaman ke jaman untuk menyelamatkan dunia

Aku hadir sebagai krisna, dan aku ada sebagai rama pula

Aku lahir dari jaman ke jaman untuk menjadi penyelamat seluruh manusia..

Ida sesuhunan kalki avatar, sebenarnya adalah jawaban atas semua kegusaran dari kaum yang merasa berjalan di atas kebenaran…

Ida sesuhunan kalki avatar berada pada mereka yang dipingit untuk mempelajari kebenaran dari seluruh wadah apa pun…

Ida sesuhunan kalki avatar sebenarnya adalah raja keadilan yang tegas tanpa pandang siapa, tetapi memliki ratu keadilan yang memahami kemauan para penikmat kebenaran…

Ida sesuhunan kalki avatar adalah semua ramalan yang ada dan benar dari seluruh dunia tentang hari akhir..

Ida sesuhunan kalvatar juga berada pada mereka yang berjalan di kebenaran dengan nama nama yang lain dan indah

esa sat wiprah bahuda wadanti..

sesungguhnya esa IA dan mereka yang bajik bijak menyebut IA esa dengan nama lainnya..

Ida sesuhunan kalki avatar akan menjadi keadilan bagi mereka yang melakukan ritualnya masing-masing secara benar dan baik sekaligus bajik

Ida sesuhunan kalki avatar akan diragui oleh mereka yang hanya berjalan di tempat akan kemampuan kebenaran mereka

Ida sesuhunan kalki avatar akan diyakini baik dulu, nanti dan akan datang cepat atau lambat

Ida sesuhunan kalki avatar akan hanya hadir pada setiap malam, tapi akan hadir pada setiap nafas yang terhembus

Ida sesuhunan kalki avatar akan menanyai mereka yang lupa akan jumlah nafas mereka ketika mereka ragu akan kebenaran mereka sendiri

Ida sesuhunan kalki avatar akan membuat jiwa mereka lenyap tetapi masih dalam kehidupan

Ida sesuhunan kalki avatar akan membuat mereka merasakan apa yang mereka lakukan sebelumnya baik itu bajik atau tidak, tetapi IA bukan di itu dan itu tidak terdapat IA

Salam gwar..

https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/10/29/perwujudan-dan-sujud-pada-suatu-kekuatan-agung-akhir-jaman-kalvatar/

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 24 April 2014 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , ,

Kembali Menuju “Aku”..sebuah perjalanan(kah)?

Buddhi

Sangkan Paraning Dumadi

Perjalanan menuju kata “Aku”. Terkadang bisa dianggap sebagai sesuatu yang abstrak,seabstrak jiwa yang melayang-layang mencari tempat akhirnya. Seperti sebuah pemahaman atau ilmu “Sangkan Paraning Dumadi”. Bagaimana mengenal diri,bagaimana mengenal “Aku” dan kembali menuju pulang. Ataukah menemukan jalan itu dulu, lalu berjalan menuju rumahNya.

Hanya sebuah filosofi saja, namun seperti melihat pemahaman psikologi barat dari Freud,bahwa manusia memiliki ID,memiliki Ego,memiliki SUper ego. Namun jika ditelaah maka itu adalah jalan keluar dari rumah itu sendiri. Mengapa?Apakah ID sebagai sesuatu “AKU”, sebagai kembali ke fitrahnya sebagai manusia?(islam), atau mungkin sebagai awal keluar dari sarang sendiri yang sebenarnya nyaman dan damai menuju dunia dan kemelekatannya.

ID adalah seperti freud itu dikatakan sebagai nafsu kebinatangan, nafsu atau insting yang membuat manusia memiliki sifat kebinatangan. Tidak semua buruk semisalnya seperti insting untuk membela diri, insting untuk tetap hidup, serta mungkin insting untuk membela yang ia miliki (anak, keluarga, rumah,dsb). Dan dengan itu lalu manusa memiliki EGO, ego yang menjadikan Ia itu memiliki kepribadian, keinginan, serta ambisi termasuk sifat-sifatnya bagaimana memandang dunia atau lingkungan yaitu terbentuk dari sekumpulan ego dan membentuk super ego. Manusia didesak dan menyediakan dirinya beradaptasi dengan super ego tersebut. Dapat dikatakan manusia menjadi bagian dunia dan bahkan dipaksakan untuk menerima dunia, lalu apakah itu hendaknya manusia memanusiakan dirinya?

Lalu memetik dari wraspatti tattwa yang telah terangkum di blog ini, maka bahwa manusia itu terciptakan dari panca maha butha dan dari dalam adalah memiliki citta (intuisi), memiliki manas, buddhi, ahamkara (ego), lalu panca tan matra, panca buddhindriya, serta kemudian panca karmendriya. dua yang terakhir adalah termasuk indrea manusia untuk merasakan dan mengecap dunia. Ke dalam lagi adalah ahamkara atau ego serta buddhi. dimana ahamkara adalah sifat ke “Aku”an manusia identitas manusia, yang mencerminkan dia bahwa ia manusia, buddhi sebagai akal untuk mengenal buruk dan baik. serta manas untuk berpikir lalu citta adalah cikal bakal atau mungkin alam bawah sadar manusia, alam yang terhubung dengan kekuatan semesta, bagian manusia yang memiliki memori-memori tersendiri akan fitrah akan bagaimana sejogjanya manusia sebagai mahluk tuhan.

Manusia dengan seringnya menyangkal kebenaran dari semesta, dari dunia dari apa itu keterjadian dunia. Sehingga menemukan sebuah jalan yang “benar” menjadi sangat bias dan apakah itu benar atau salah akan menjadi memori pada cittanya. Citta dapat pula dikatakan sebagai simbolisme atma yang terhubung dengan Para atma di semesta ini. Bahkan merupakan suatu ananda (sebuah kebahagiaan)sebuah jalan  sebuah ananda marga itu sendiri.Pertanyaannya mengapa bisa bahagia?Padahal dunia pun (bukan semesta) memberikan kebahagiaan tersendiri, memberikan kenikmatan, dan kepuasan. Namun apakah itu jalan pulang????iya memang, jika kemelekatan itu pada (maya) selalu mengada. Begitu susah terkadang dalam melepaskan kemelekatan, melepaskan keinginan, melepaskan ambisi, dan nafsu. Namun manusia dikatakan hidup karena ada itu semua. Kematian manusia telah menjadi ada jika kehampaan dan ketidakmelekatan itu terjadi. Apakah itu “ananda”?

Kemelekatan akan selalu ada dan menjadikan manusia itu menjejak di dunia. Namun ketidakmelekatan bisa membawa kepada sebuah ananda pada pemahaman baru akan penjejakan akan dunia itu sendiri.Maksudnya adalah menjadi manusia yang tidak melekat namun menjadi lepas akan itu sendiri. Kemelekatan akan citta bisa menjadi jawaban tersendiri akan penguasaan ahamkara, manas, dan meningkatkan buddhi indriya. Dan yang terakhir adalah melepas itu semua.

Yaps melepas itu semua pada bahwa ketidak “aku”an itu sendiri. Ketidaktahuan akan siapa “aku” itu. Menuju suatu kehampaan dan ketidakhampaan itu sendiri. Dimana buddhi berproses, buddhi berevolusi menjadi jenjang-jenjang yang tidak terbayangkan dan ananda itulah yang membuat segalanya sempurna. Kembali ke ciita, kembali ke asal, dan pada dasarnya “Aku” bukan siapa-siapa.

gwar mei 2013

sedikit bacaan:

wraspati tattwa

Sigmund freud

“Bukan siapa-siapa” A.Brahm

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Mei 2013 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , ,

..Kafir, Nastika, Carwaka-Hedonism, Atheism, Agnotism-Kapitalsim,Sosialism,Nusantaraism..

budak budak jaman

budak budak jaman

Mengenal suatu tinjauan akan makna, pemahaman serta keberadaan dari berbagai kata-kata yang menuju pada keekslusfian, dan bahkan suatu kebebrokan atas yang bernama mentalitas, prilaku radikal serta filsafati liar dan  hanya memandang kedogmatisan, kegalauan rahysa, kedunguan, serta keberhalaan dunia. Maka dalam paham itu bisa diambil suatu benang merah tersendiri yang membuka sedikit suksmaning ati untuk mengubah dan mendekeontruksi atau pula merekontruksi, baik itu fikir, baik itu laku, baik itu paradigma yang lebih menuju sikap keuniversalitasan rahasia magis sebuah KEKUATAN AGUNG….

I. KAFIR NASTIKA CARWAKA.

Bahwa dari beberapa kata atau istilah di atas, maka akan terbuka sedikit kesamaan, atau bahkan meleburkan suatu motivasi spiritual (bukan ambisi) untuk lebih memahami (prtyaksa,anumana,agama pramana) secara filsafati, secara susila (etika), atau bahkan secara upacara(ritualisme).

Sebagai bahasan bagaimana sifat kekafiran yang berasal dari filsafat islam, yang sebenarnya adalah meniadakan atau membungkam mereka-mereka yang memberhalakan Tuhan (Allah), menyekutukan Allah, membuat Allah sebagai nomor dua. Jika itu dilihat dari Shallow Thinking (Pemikiran yang dangkal), maka jelas berarti bahwa dewa-dewa, patung, pohon, inkarnasi, atau dan sebagainya sebagai keberhalaan. Bahkan ada atau terdapat ayat yang memotong kepala kafir, darah kafir halal, atau kekerasan lainnya. Namun mereka lupa jika bahwa berkata Al Quran adalah keniscayaan yang abadi, maka jaman akan menuju suatu perubahan sendiri akan semiotika Ayat2 tersebut. Seperti sbagaimana ditafsirkan oleh Nurcholis Madjid (mendalamkan hakikat ayat fitna), atau Gusdur yang mengemukakan pandangan universalitas, serta Gusmus yang mengkritik dengan mehakikatkan universalitas dalam tubuh islam itu sendiri.

Sebagai contoh jika kepala dipotong akan menggambarkan penghilangan ego, darah kafir halal artinya kafir itu layak untuk disadarkan (dalam bentuk dirinya sendiri), yang menerbayangkan kesucian muslim berada pada mereka juga. Lalu apa kafir itu sendiri???bahwa kafir adalah mencakup semuanya, jika ingin menyemuakan kafir, artinya bahwa diri adalah kafir pula. Bahwa diri adalah yang tidak atau lupa bahwa mereka masih memberhalakan Allah dalam wilayah mengagungkan Uang mengagungkan Harta, mengagunggkan kekuasaan, bahkan menindas yang tidak sejalan dan melupakan hakikat mereka sebagai manusia itu sendiri.

Sama seperti nastika yang tidak atau melihat mereka yang tidak mempercayai sebagai orang yang MERUGI. Bahwa memang mereka tidak percaya akan weda, namun hanya sebatas itu, sebatas pada pembicaraan debat, pembicaraaan hakikat, pembicaraan argumentasi pemahaman,dan menceritakan serta mengsinkretis pemahaman menjadi yang bersolusi. Rugi dalam artian bahwa mereka telah meninggalkan kebenaran yang bijak. Tapi itu hanya pengingatan, dan tetap bahwa mereka tergantung diri mereka.

Untuk Carwaka dapat dilihat sebagai suatu filsafat bagi mereka yang menjadi budak2 dari jaman, dari nafsu, dari ketidak benaran dan memuaskan diri mereka selagi mereka masih hidup dan meninggalkan filsafati Tuhan itu sendiri.

2.Hedonism-Atheism- Agnotism

Tiga dari suatu istilah di atas, sangat mengarah dan dekat dengan Keagamaan, Religiusitas, dan bahkan sebuah spiritualitas. Artinya adalah bahwa mereka menjadi seperti itu adalah apakah karena kehendak jaman, apakah karena kekurang mengertian kritikal mereka, atau pula karena kebencian mereka terhadap jaman itu sendiri.

Untuk yang memahami hedonism, adalah mereka yang bergerak persis sama sebagai carwaka yang hanya hidup untuk memuaskan nafsu mereka keinginan mereka akan dunia ini sbagai produk dari kemajuan jaman. DImanja mereka sampai mereka tidak ingat akan kemanusiaan mereka, lupa bahwa mereka adalah manusia, mereka ada agen-agen kebenaran, mereka adalah pejalan yang hampa, serta tunduk pada kedunguan indera mereka. Sehingga pada akhirnya mereka jatuh ke lobang atheisme. Yaitu tidak percaya akan Tuhan dan kekuatan gaib angkasa atau bumi. Mereka yang menjadi budak jaman, sebagai budak di neraka, sebagai budak yang akan nanti mendapatkan penghukuman serta melupakan etika (susila) yang luhur dan jatuh terjerembab pada lubang kegilaan. Intinya adalah menganggap tuhan telah mati, namun mereka hanya tertawa tanpa tau maksudnya.

Menuju pemahaman Agnotis dan atheism, adalah haruslah melihat berbagai faktor2 yang mengenalkan mereka pada filsafati tersebut. Maksdunya adalah apakah kerena dogmatisme yang hanya mengumpulkan jenasah2 korban peperangan idelatis agamais atau bahkan peperangan ekonomis yang secara langsung tidak langsung mennyebabkan kesenjangan atau juga kematian yang tragis bagi mereka yang kurang akan produk primer, makanan (kelaparan),papan (homeless), serta kegilaan lainnya.

3. Kapitalism (zionism),Sosialism,Nusantaraism.

Kemajuan jaman tidak lepas pula dari paham keberekonomian itu sendiri dalam menuju suatu kesejahteraan secara kolektif yang dibatasi pemborderan wilayah negara atau NKRI. Maksudnya adalah karakterisitik, idealistik dari kenusantaraan adalah sangat berbeda dengan dunia itu sendiri. Nusantara yang plural, universal, serta ramah tamah akan menjadi hal yang akan “hilang” lenyap “sirna kertaning bumi”..lenyap dimakan jaman atau apa pun itu, bahkan domgmatisme keras kepala dari apa yang dikatakan produk2 lain.

Maksudnya islam nusantara berbeda dengan arab, hindu nusantara berbeda dengan india, kristen nusantara berbeda dengan eropa, dan sebagainya. Itu lah yang membentuk karakteristik bangsa dan kekhasan dari setiap suku ras di nusantara ini. Kekuasaan kapitalis adalah bisa, namun pada akhirnya yang membobrokan alam dan lainnya adalah fakta, seperti lumpur lapindo, atau pengucapan sumpah penggantungan diri yang jika dibiarkan atau pembiarannya mengakibatkan amarah serta kemeledakan sabar akan arti revolusianism. Bahwa sukarno pun berkata Revolusi belum selesai.

Ada yang ingat pancasila???????

Hanya sedikit yang tau bahwa sangat salah memaksakan agama pada butir2 sila pertama, sangat salah bertindak biadab pada butir2 sila kedua, sangat salah mengagungkan golongan dibanding negara seperti butir ketiga, atau kedunguan dan kebodohan wakil rakyat yang memperkaya diri seperit butir ke keempat, dan kesederhanaan serta un materialism sila kelima.

Kelupaan itu mengakibatkan jatuhnya mereka ke lobang yang disebut lobang tidak diterima bumi tidak dihargai langit (yg dekat dengan kafir), yang tidak mempercayai kebhinekaan tunggal ika (dkat dngan nastika), yang mengabdi dan membudaki diri pada nafsu dunia (kapitalism)..seperti carwaka…

SAMPAIIII KAPAAAN?????????

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Februari 2013 in agama, budaya, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Orang Beragama adalah orang Gila (Freud)

Memang benarkah seperti itu? atau apakah berbeda dengan apa-apa yang terjadi di kenyataan?

Yaps benarlah bahwa memang orang beragama dikatakan sebagai orang yang neurosis seperti yang dikatakan oleh sigmund freud ahli psikologis penemu psikoanalais. Ada beberapa dasar mengapa orang beragama dikatakan sebagai seorang neurosis :

1. Bahwa orang beragama dikatakan memiliki sifat kekanakan yang berhubungan dengan hubungan ayah(bapa) dan anak. Dimaksudkan bahwa Tuhan sebagai suatu faktor yang berkuasa, dan memiliki pengetahuan Maha Tahu akan menjadi seseorang yang melindungi dan memberi kekuatan perlindungan atas ketakutan dan  ketidakberdayaan anak dengan kasih sayang dan menentramkan. Maka itulah yang menciptakan suasana nyaman (surga) dari anak(manusia) itu. Maka sikap tentram itu menjadikan halusinasi surga akan pemahaman tuhan sebagai anak.

2.Menurutnya satu-satunya cara untuk meninggalkan kekanak-kanakan bahwa dengan memahami dan mempelajari sains dan teknologi.

3. Agama adalah tempat untuk berlindung dari jaman, apakah ia manyatakan bahwa beragama seperti”katak dalam tempurung”?.

4.Dan ia juga menyatakan bahwa orang-orang kekanakan akan pergi mengadu kepada Bapa (Tuhan), jika terkena berbagai kesulitan-kesulitan yang ada di dunia. Seperti anak kecil yang mengadu kepada ayahnya sebagai mental defense.

 

 

 

 

 

Yaps seperti itulah, bahkan penelitian anehnya membuktikan bahwa nyatanya orang yang berpengetahuan lebih, tidak mementingkan keagamaan itu sendiri. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hanya orang bodoh yang perlu agama…hmmmmm…

Jika dalam hindu sendiri, maka pengetahuan itu lahir dan diberikan sendiri yaitu,hari raya saraswati. Dan Ganesha sebagai suatu simbol pengetahuan, sangat jelas terpampang di banyak institusi pendidikan.

Sebenarnya dalam berbagai kehidupan yang diceritakan oleh kitab suci adalah semakin terbelenggu dengan keduniawian, maka semakin jauh pula dari kelepasan (Moksa). Atau bahkan mungkin persatuan dengan ilahi manunggaling kawulo gusti, aham brahman asmi. Hal itu terkadang seperti sebuah ekstasi yang benar-benar membuat lupa diri atau tidak menapak dunia dan terbang tinggi. Ini mungkin resiko yang perlu diwaspadai bagi mereka yang telah masuk dalam lingkaran semesta yang juga memabukkan. Namun untungnya dalam Hindu, ada berbagai pakem-pakem keseimbangan yang disarankan dijalankan. Yaitu Tri hita karana (palemahan, pawongan, parahyangan), dan pula catur asrama (brahmacari,grehasta,wanaprasta,sanyasin).Di mana dalam wilayah grehasta yg terpenting adalah melaksankan kewajiban keluarga, dan nantinya jika sudah pantas melepas duniawi,maka masuk ke tahap selanjutnya.

Untuk bahasan pengetahuan, maka ada Catur marga, dan kecocokan jalan itu dekat dengan jnana marga.Sbagai wilayah yg mmbahas jalan pengetahuan tentang dharma yang membebaskan.

Dari keyakinan serta pengetahuan akan jaman-jaman yang ada,maka jaman ini termasuk jaman Kaliyuga. Jaman dimana yang berpegang teguh pada dharma hanya tersisa 25 persen. Yang lainnya adalah wilayah adharma yang terbelenggu sad ripu, sad atatayi, atau tidak berpegang pada satya dan sbagainya.Jadi dapat dikatakan adalah ketidakwarasan manusia lebih banyak. Tapi saya belum dapat mengecek berapa jumlah pasien psikiater, atau malah mereka merasa waras.

Kegilaan itu sebenarnya tidak terlepas dari slogan tiga gila, yaitu gila kekuasaan, gila harta, dan gila wanita. Bahkan itu secara tidak sadar dimiliki oleh mereka. Ketidak sadaran pada belenggu-belenggu duniawi dan material serta kemoralitasan yang berlaku umum. Ini menciptakan ketidakberadaban, dan mungkin pula energi-energi negatif yang terkumpul,akan menghasilkan bola energi penghancuran dunia,seperti yang dipahami energi menuju semesta sesuai dengan pola energi kebanyakan manusia di dunia. Apakah itu menciptakan pralaya???Ah.berpikir terlalu abstrak,pepohonan saja semakin berkurang, dengan banyaknya perang-perang yang ada sudah cukup memberi bukti nyata. Dan anehnya adalah karena dendam-dendam masa lalu yang meng-ego dan mengeras menjadi batu, entah perebutan wilayah atau bahkan perang urat syaraf Agama,SUku dan Ras, benar membawa ke jaman yang kurang berkenan dan penuh biadab. Yah sejarah terkadang membekas sangat dalam, namun pula ayat-ayat ketetapan yang teryakini dari sumber suci agama, kiranya perlu dipertimbangkan tentang penafsirannya.

Dalam masa ini,ilmu diharapkan memberi suatu kemanfaatan tersendiri dan mengandung nilai norma serta moralitas, srehingga kegunaan ilmu memang betul-betul menyentuh dan memperbaiki dunia itu sendiri. Aksiologi dari pemahaman dalam  ilsafat ilmu itu tentunya memberi harapan akan sisi kemanusiaan ilmu itu sendiri.

Kembali pada kata gila, maka Sri Khrisna pernah bersabda,ketika ditanya mengapa kau seperti orang gila atas segala yang kau katakan? Maka Sri Khrisna berkata ” Kalian Aku Mereka semuanya adalah orang gila, Tapi bedanya kalian gila kekuasaan, dan Mereka gila Harta dan gila wanita,Dan aku juga Gila,tetapi gila kepada Tuhan.”

dari berbagai sumber..

gwar 18-11-2012..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 November 2012 in agama, budaya, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

Berjapa Shiwa pada jaman Akhir(kaliyuga)!!!…

shiva anataraja

Untuk pertama,disebutkanlah bagaimana bumi terbentuk dan berlanjut dengan berbagai perubahan jaman, menjadi jaman yang sekarang ini.

Diyakini pula bagi semua, bahwa jaman ini adalah jaman kaliyuga ..yaitu jaman dengan 75% negatif dan 25% positif.. Hal ini sungguh pun berbeda dengan jaman2 yang lainnya…Jika dilihat satu persatu ada jaman kertha yuga yaitu 100 persen baik..dan jaman dwapara yuga, 75 persen baik dan 25% tidak baik. Dan yang terakhir adalah jaman traita yuga keseimbangan..

Nah berdasarkn riwayat tahun yang ada di  purana memang bervariasi…tapi jika sudah berbivcara keyakinan bahwa kiamat telah dekat maka ..penghancuran adalah bukan hal yang mustahil bagi siapa pun saja dan golongan apa pun itu…Universalitas itu memang menjadi suatu kenyataan hidup sesungguhnya baik sekarang atau di kemudian harinya..Mengapa sekarang adalah suatu jaman penghabisan?Karena dalam keyakinan spirit bahwa dapat dikatakan rumor-rumor serta ramalan2 tentang akhri jaman baik dari suku maya ataupun dari ramalan seperti mama lauren, dpat disadari atau tidak memang semesta menuju ke arah tertentu. Barangkali sikap optimistis dari suatu jaman keemasan dapat dikatakan bukan suatu hal yang mustahil..

Namun sebagai seorang pengabdi saiwa atau pula sebagai seorang Hindu, maka dapat dijelaskan bagaimanakah cara yang indah untuk selalu menetapkan dan mempertahankan optimisme tersebut?..Dalam bukunya Bapak Jendra menyebutkn bgaimana cara mengurangi atau mempercepat karma baik pada jaman kaliyuga ini..Bisa dijelaskan pula pada jaman kaliyuga dikatakan walaupun banyak kejahatan (75%) namun karena berlebihnya kekirian menyebabkan perbuatan, perkataan, pemikiran (wak kay mana) sedikit dalam koridor subhakarma akan menjadi berlipat ganda.Jadi sedikit berbuat subha karma maka akan ditulis secara berkali-kali lipat.berpahalanya.

Japa sebenarnya adalah suatu cara untuk melakukan doa seterusnya baik diucapkan dan dihatikan.. Japa menjadi sedemikian bermakna, karena sesungguhnya japa bisa dilaksanakn oleh siapa pun juga dan sampai kapab pun juga. Banyak berbagai mantra yang bisa diambil atau dirapalkan yang sesuai dengan keyakinan ia sendiri..Sebagai misal japa Ganesha (om gan ganapataye), japa Gayatri mantram , dan ada juga japa yang mengagungkan Dewa Saiwa, yang lain juga japa Hare Khrisna atau hare rama…

Sesuai dengan judul yang ada, maka bertepatan denga kedatangan hari kiamat yang sudah di gerbang pintu kebenarn, maka sbagai pemuja Saiwa, bisa diisyratkan untuk bagaimana menjadi penyejuk dengan sujud kepada Saiwa dalam bentuk “Lingga” atau sebagai Pelebiur atas segalanya. Terdapat Japa yang diyakini akan menjadi suatu pembebasan di stiap harinya dari segala permasalahan hidup dan sekaligus mempercepat karma agar terealisasi.

Jadi japa yang bsa saya siarkan adalah dua mantra dari Saiwa.yaitu Mahamrytunjaya Mantram…

http://www.youtube.com/watch?v=ClxgIS-_X_g

Mantra ini adalah mantra yang jika dirapalkan berfungsi untu membebaskan diri dari permasalahan dann godaan-godaan serta mencari soluisi atas permasalahan itu sendiri….

Japa kedua adalah mantram Thiruuu neelaam kantam…Yaitu mantram saiwa yang berarti Leher hitam Saiwa, yang didapatkan karena mereguk racun di sebuah danau untuk menjernihkan danau itu sendiri dari kotoran yang dikotori kaum raksasa..

http://www.youtube.com/watch?v=8E0JwSl9f3k&feature=related

Dengan melakukan japa di setiap kesempatan, maka manfaat yang diperoleh adalah sesuai dengan apa2 yang teryakini..Mantram Thiruu neelam kantam memiliki fungsi sebagai peleburan karma..Bukan sebagai suatu yang menghilangkan karma, namun sebagai mempercepat datangnya hasil perbuatan itu sendiri..

Ada dua keputusan yang terjadi, Jika dahulu banyak berbuat buruk maka dengan mantram ini adalah dengan seterusnya akan memberikn pahala buruk itu sendiri (mempercepat), dan bisa membuat karma seebagai kekosongan dan iklas serta insyaf mengambl hasil buruk .

Keputusan yang kedua adalah jika banyak berbuat kebajikan dan kebaikan yang sesuai, maka mantram yang dijapakan ini bisa mempercepat datangnya muzijast dan rejeki yang sesuai dengan dharma atau kebaikan yang ada..

Yaps itu saja, semoga bermanfaat kedepannya sebagai pemuja Saiwa serta abdi Saiwa yang sempurna..

Om Siwa Narayana, Om sada Siwa, Om Ksama Sampurna ya Namo namah Swaha…

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Oktober 2012 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: