Tag: agama itu bijaksana

Paham Henotheisme (kemunduran persepsi) tuhan yg menang..

November 2016.. Memahami tentang ilahi sebagai sebuah persepsi, tentu merupakan sebuah kebersadaran akan Ilahiah itu sendiri..Seperti juga analogi yg terkenal trntang bagaimana seekor gajah diraba2 oleh mereka yg buta..Yang secara jelas menunjukkan bahwa tuhan adalah sebuah misteri, ktika para buta menggunakan egonya dalam menilai ilahi, maka tetap saja tidak ada

Korelasi antara Catur Warna dan Catur Marga..

Seperti telah diketahui bahwa Warna yang ada di setiap mahlukNYA di bagi menjadi empat yang utama. Artinya adalah itu menjadi bagian tersendiri yang tiada dipisahkan pada kehidupan yang sosial. Dikatakan pula pada manawadharmasastra II-18 : tasmidece ya acarah parampyakramagatah, warnamam santralanam sa sadacara ucyate.. Artinya adalah bahwa Adat istiadat yang

Ngiring sesuhunan IDA hyang Kalki Avatar..

Sambhawami yuge yauge.. Hari krushna hari kalkya Hari kalkya hari khrusna Khrusna khrusna hari hari  kalkya kalkya hare hare. Aum Aku datang dari jaman ke jaman untuk menegakkan dharma.. Aku datang dari jaman ke jaman untuk menyelamatkan dharma dari adharma Aku datang dari jaman ke jaman untuk menyelamatkan dunia Aku

Kembali Menuju “Aku”..sebuah perjalanan(kah)?

Sangkan Paraning Dumadi Perjalanan menuju kata “Aku”. Terkadang bisa dianggap sebagai sesuatu yang abstrak,seabstrak jiwa yang melayang-layang mencari tempat akhirnya. Seperti sebuah pemahaman atau ilmu “Sangkan Paraning Dumadi”. Bagaimana mengenal diri,bagaimana mengenal “Aku” dan kembali menuju pulang. Ataukah menemukan jalan itu dulu, lalu berjalan menuju rumahNya. Hanya sebuah filosofi saja, namun seperti

..Kafir, Nastika, Carwaka-Hedonism, Atheism, Agnotism-Kapitalsim,Sosialism,Nusantaraism..

Mengenal suatu tinjauan akan makna, pemahaman serta keberadaan dari berbagai kata-kata yang menuju pada keekslusfian, dan bahkan suatu kebebrokan atas yang bernama mentalitas, prilaku radikal serta filsafati liar dan  hanya memandang kedogmatisan, kegalauan rahysa, kedunguan, serta keberhalaan dunia. Maka dalam paham itu bisa diambil suatu benang merah tersendiri yang membuka

Orang Beragama adalah orang Gila (Freud)

Memang benarkah seperti itu? atau apakah berbeda dengan apa-apa yang terjadi di kenyataan? Yaps benarlah bahwa memang orang beragama dikatakan sebagai orang yang neurosis seperti yang dikatakan oleh sigmund freud ahli psikologis penemu psikoanalais. Ada beberapa dasar mengapa orang beragama dikatakan sebagai seorang neurosis : 1. Bahwa orang beragama dikatakan

Berjapa Shiwa pada jaman Akhir(kaliyuga)!!!…

Untuk pertama,disebutkanlah bagaimana bumi terbentuk dan berlanjut dengan berbagai perubahan jaman, menjadi jaman yang sekarang ini. Diyakini pula bagi semua, bahwa jaman ini adalah jaman kaliyuga ..yaitu jaman dengan 75% negatif dan 25% positif.. Hal ini sungguh pun berbeda dengan jaman2 yang lainnya…Jika dilihat satu persatu ada jaman kertha yuga

WordPress.com.