Tag: atman

Berkesadaran ATman, Sebuah Pujam dan Kepasrahan akan Kehendak Brahman..

Om asatoma sad gamaya, Tamasoma jyotir gamaya, Mrtyorma amrtam gamaya.. Om siddhi shanti linggam sarira, Ya namo nama swaha.. Dalam kehidupan di dunia, jelas dibedakan bahwa ada pemahaman tentang kesadaran kepada entitas brahman, dan atau kesadaran akan kehidupan yg terbelenggu materialitas dunia.. Memang tidak mungkin ketika sebuah kesadaran dalam waktu

Atman yang Tidak Terbagi (sebuah analisa)

Om parama siva, sada siva, siva narayanam.. Aum ang ung mang namah.. Semoga semua terberkati.. Shanti.. Hindu dengan panca sraddha Nya, yang menjadi keyakikan awal dalam menapaki segala kehidupan yg berbahagia. Tentu ini adalah sebuah pemahaman dan kebersadaran yang tinggi, untuk selalu memercayai rasa-rasa itu.. Brahman sebagai Hyang maha kuasa,

Sad Ripu dalam Bhagawadgita dan Hubungannya pada Maya..

Om saba ta a i na ma siwaya.. Om tryambakam ya jamahe.sugandhim pusti wardhanam.Uvarikmwa Bandanhat Mrtyormuksiyah mamrtat.. Semua ujian¬†ini, Hanya padaMu Aku brsujud untuk diberi kekuatan menyingkapNYA… Sad ripu, adalah enam golongan atau sifati dari diri yang menjadi musuh utama dan selalu menjadi bagian kehidupan sampai itu menuju kematian itu

Sekilas tentang Atman yang Lekat pada Kemoksaan…

— Om sadasiwa, siwa narayanam, om namasiwaya.. Semoga “ini” hanya sembah kepadaMu oh hyang kuasa.. ….Atman…. Mendengar sederet kata atman, artinya adalah bahwa pemahaman tentang itu (atman) adalah menuju sebuah sraddha yang lekat pada 5 dasar keyakinan hindu. Hikayat atau hakikat tentang atman, pada dasarnya adalah sebuah cerita tentang kekekalan

Neti-neti..bahwa Definisi-Nya tidak dapat dibingkai

Tuhan…Tuhan yang memiliki semesta serta merupakan poros perputaran Sthiti, Utpetti, dan Pralina adalah yang segalanya.Artinya adalah Ia saking besar serta maha luasnya, tidak dapat terbingkai oleh satu definisi mutlak akan diriNya. Dan bahwa Ia yang penguasa, tidak dapat dibingkai oleh sederet kata-kata yang pas. Neti-Neti, bahwa Brahman, Sang Hyang Widhi

Berjapa Shiwa pada jaman Akhir(kaliyuga)!!!…

Untuk pertama,disebutkanlah bagaimana bumi terbentuk dan berlanjut dengan berbagai perubahan jaman, menjadi jaman yang sekarang ini. Diyakini pula bagi semua, bahwa jaman ini adalah jaman kaliyuga ..yaitu jaman dengan 75% negatif dan 25% positif.. Hal ini sungguh pun berbeda dengan jaman2 yang lainnya…Jika dilihat satu persatu ada jaman kertha yuga

Pantheisme…Imanen….coba resapi, benar damai..

Pantheisme dapat dikatakan sebagai suatu pemahaman dimana Tuhan meresapi segala mahluk…hal ini dapat dihubungkan pada sisi bagaimana membahas atman sebagai percikan dari Tuhan… Yapz atman adalah memang sebagai bagian dari Tuhan…jadi ada Tuhan dalam diri setiap mahluk hidup, yang menghidupi dan menjadikan mahluk hidup itu berhayat..Jika sebenarnya diresapi, manusia yang

Manunggaling Kawulo Gusti serta Kaitan dalam Moksa..

ajaran sebagai moksa sebagai tujuan akhir manusia HIndu..sangatlah merupakan pedoman dalam melaksanakan berbagai tautan-tautan hidup…sebagai ciri bahwa moksa telah tercapai adalah bersatunya Atman dengan Brahman yang ditandai dari meresapi segala sifatNya dan tidak memikirkan segala sifat yang memiliki unsur keduniawian …. seperti pada sifat kawulo manuggaling gusti dimana terjadi suatu

WordPress.com.