RSS

Arsip Tag: cadu sakti

Lima wajah Shiva(tantra) Sebagai Simbolisme Tattwa.

OM asatoma sad gamaya, tamasoma jyotir gamaya,
Mrityorma amrtam gmaya, ksma smpurna ya namo nama swaha..
Prama siwa sadasiwa siwa tattwa..

Siva seperti juga bagian dari tri murti dengan brhma wisnu di murti lainya, yg memiliki fungsi kualitasNYa sebagai pelebur..Shiva sendiri adalah yg melebur segalanya dan termasuk juga dunia kecil kita ini..Di jaman akhir Kali, yg mengisyaratkan awal mulai pralaya..Pralaya yg membawa pada perubahan besar dari kali yuga menuju kertha yuga, atau pralaya maha besar (maha pralaya)..

Dalam konsep shiva sidhanta, maka berturut2 berdasarkan tri guna maya yg diciptakanNYA terdiri dari…

Paramasiva atau nirguna brahman..
Yaitu saat IA belum melingkupi dirinya dengan guna sattwik rajasik tamasik, dimana IA acintya nirwikara, sunyi senyap, diam serta memiliki potensi yang besar dalam kediamannya…ketika disebutkan sebagai paratman, atau tempat berpulangnya atman yg terjebak di badan kasar apa pun sebagai suskma sarira, maka (bhgdgita bab 2) IA kekal, abadi, tidak berawal tidak berakhir, tempat berpulang, tidak berubah, tidak terbasahkan air, tidak terkeringkan angin, tidak terbakarkan api, suci, neti neti..Maka IA adalah yang nirguna brahman parama siva..

SAguna brahman atau sada siva..
Adalah saat IA menghendaki membalut diriNYa serta mencipta maya tri guna, sattwik rajasik tamasik..ketika itu terlaksana maka tercipta semua dan IA memiliki empat shakti, cadu shakti..yaitu
Wibhu sakti..maha mengada,..prabhu sakti..maha Raja,..jnana sakti Maha pengetahuan, krya sakti, maha karya..dan keempat itu adalah yg mnjadikan IA mencipta segalanya serta memelihara dan begitu pula melebur semuanya..maka dengan itu lahir pula purusha prkerti dari ardenareswari.yang mghasilkan dunia beserta isinya, panca maha butha sebagai dasarnya.apah bayu teja pertiwi akasa…

Siva tattwa adlah saat IA dipuja puji sbagai suatu jalan hidup kebenaran..dalam hal ini termasuk di segala penjuru dewata nawa sangha…Beliau berada di tengah dimana di utara adalah wisnu, di selatan adalah brahma, di timur adalah iswara, di barat maha dewa…
Timur laut bersabda sang hyang shyambu, tenggara maheswara, barat laut Sangkara, barat daya Rudra..
Dalam Bhatara Shiva, maka Beliau disebutkan pula memiliki 5 wajah yang juga sebagai sebuah peringatan, aturan laksana, serta juga penghukuman..

Disebutkan pada shivatantris, bahwa shiva memiliki lima wajah, dan kelima-limanya tersebut memiliki berbagai sifati serta kualitas tersendiri..Satu wajah diapit dua wajah di kanan dan dua wajah di kiri…
image

Wajah pertama paling kanan disebut “Dakshineswara”, yang dapat diibaratkan perkataan Beliau, “Dengarkanlah AKU.Ini akan Baik untukmu. Kalian harus berkelakuan dengan cara ini. Ikutilah Aku. Ikutilah jalan ini. Jangan terlibat dalam tindakan yg tidak tepat, tetapi ikutilah jalan moralitas dan kebaikan”..Wajah ini seperti menyiratkan bahwa ini awal peringatan kepada umat, atau sebuah saran untuk mengikuti jalan yg bermoral..

Wajah paling kiri disebut “Vamadeva” sangat berbeda sifati dan bertolak belakang, dikatakan sebagai wajah penghukum, seperti sang ratu adil yamadipati, yg siap menghukum siapa yg salah..Perkataan Beliau ibaratnya, “Engkau anak yg tak berguna, mengapa kau lakukan hal seperti itu?AKu akan menghukummu dngan keras.”…Sebagai penghukum yg memberikan hukuman setimpal dngan perbuatannya..

Wajah yg bersebelahan dengan Dakshineswara disebut sebagai “Ishana”. DIA mengatakan bahwa,”Lihatlah anakku, ikutilah jalan ini. Jika kamu mengikuti jalan yang lain, itu hanya akan membawamu pada penderitaan. Jangan membuat k3salahan seperti itu. Prkerti tidak pernah memaafkanmu. Hasilnya adalah bencana”..Jadi bahwa berangsur pada wajah di paling kanan yg memperingatkan, maka ada saran kedua untuk menuju pada jalan yg paling baik..

Wajah di sebelah vamadewa adalah wajah shiva yg bernama “Kalagni”..Wajah ini dikatakam sebagai peringatan paling akhir dan tegas keras serta bergemuruh.. Ibarat yg disebutkannya sebagai berikut ” Hukuman keras sedang menantimu, tulangmu akan patah bodoh! Perbuatan tak berharga apa yg kamu lakukan?” Disini betul bhwa kamu atau manusia telah melksanan sesuatu yg buruk, dan hndaknya sadar dengan hardikan dri wajah Kalagni ini..

Lalu wajah ditengah adlah yg paling diingini oleh seluruhnya. Wajah lembut yg menjadi buaian bhakta yg paling IA cintai..Wajah itu adalah “Kalyanasundaram”..IA ibaratnya berkata sebagai berikut…”Datanglah duduklah anakku..Duduk di sampingku, semoga engkau baik2 saja”..Seperti seorang ayah yg bijak dan mencintai anak2nya sedemikian rupa..takkan ada godaan dan seperti sirna semua yg terbebankan dalam ujian dunia itu sendiri..

Maka benarlah, petunjuk, saran dan sujud, keberkatan dan kebersujudan, hardikkan dan peringatan, serta yg terakhir kemurkaan dan hukuman…adalah makna berturut-turut dari 5 wajah shiva itu. Tentunya begitu pula seorang ayah yg memberikan kesemuanya sbagai tanda cinta kasih serta kedisiplinan sadhana kepada anaknya yg sadhu serta memaknai dharma secara mendalam…

Santi rahayu jihwani…
Manahing suhci nirmala rahga..
Suksmaning manah…
Om nama sivaya..om..

Sumber utama :tantra jalan pembebasan(shri anandamurti)..
Dan sumber lainnya..

Gwar okt 2014…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Oktober 2014 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , , ,

Sekilas tentang Atman yang Lekat pada Kemoksaan…

LotusYogaWomanArtYinYan

Om sadasiwa, siwa narayanam, om namasiwaya.. Semoga “ini” hanya sembah kepadaMu oh hyang kuasa..

….Atman….
Mendengar sederet kata atman, artinya adalah bahwa pemahaman tentang itu (atman) adalah menuju sebuah sraddha yang lekat pada 5 dasar keyakinan hindu. Hikayat atau hakikat tentang atman, pada dasarnya adalah sebuah cerita tentang kekekalan dari brahman (tuhan) sebagai sumber dari atman..

Membicarakan atman itu juga lekat dengan bagaimana tuhan sebagai nirguna serta sekaligus saguna brahman. Dalam wrspatti tattwa disebutkan bahwa nirguna brahman atau parama siwa adalah saat kekosongan kehampaan dari Tuhan itu sendiri dan tidak terlekat pada tiga sifat dasar yaitu sattwam rajas dan tamas triguna.

Tuhan dalam kehampaan ini sebagai acintya, IA yg tidak terpikirkan.Dikatakan Sifat dari Parama siwa tattwa adalah sebagai berikut :
Apremaya (tidak terbayangkan),
Ananta(tidak terbatas),
Anidesya (tidak dapat diberikan batasan),
Anaupamya (tidak dapat dibandingkan),
Anamaya (tidak dapat kena penyakit, suci),
Suksma(tidak dapat dilihat),
Sarwagita (memenuhi segalanya),
Dhruwa (kokoh tidak bergerak stabil),
Avyaya (utuh tidak pernah berkurang),
Iswara (guru yg mengatur segalanya).
Dan selanjutnya IA memberikan maujud pada diriNya sendiri, dengan memberikan pengaruh tri guna itu kepadaNYA. Pada saat dipengaruhi oleh guna, IA menjadi saguna brahman yang bersifat yang MAUJUd.

IA dikatakan saguna brhman atau sadasiwa adlah saat Tuhan sebagai Cetana melebur bersama acetana( ketidaksadaran) Ketika IA dalam wujud Saguna brahman, maka memiliki 4 sakti atau sifat, yaitu Cadu Sakti. Maka dengan ini Beliau memiliki :
1. Wibhu Sakti : Maha ada.
2. Prabhu Sakti : Maha Kuasa
3. Jnana Sakti : Maha tahu.
4. Kriya Sakti : Maha Karya
Dengan KemahaKaryaAnNya timbul pula mahluk hidup (manusia) yang berpikir, manusia yang terliputi tri guna dan terpengaruh, namun juga menciptakan tri guna itu sendiri. Timbullah alam pikiran yang menjadi dasar untuk berprilaku dan menjadi tolak ukur akan kemana nanti manusia setelah menjalani kehidupan yang sekejap ini. Atman yang berasal dari langsung cetana akan lupa asalnya dan terpengaruh oleh ketidak sadaran.

Atman sebagai tempat terdalam dan tersembunyi dilapisi beberapa lapisan, yaitu budhhitattwa, ahangkara tattwa… Buddhitattwa adalah bagian yang berada sebagai hasil dari tri guna..buddhi itu dibagi menjadi empat dengan pahalanya:
1.Dharma buddi adalah perbuatan mulya, tapa, yadnya, dana punia, yoga, meninggalkan keluarga hidup dari sedekah. Pahala dari dharma buddhi adalah ketika dharma lahir dari budhi maka orang mencapai surga dan bersenang-senang disana, IA menjadi dewa dan mendapatkan kekuatan lainnya.
2. Jnana Buddhi adalah pengindraan langsung, menarik kesimpulan, ajaran-ajaran agama dari orang yg telah mempelajarinya. Pahala dari Jnana budhi adalah melalui pengetahuan yang benar orang akan mencapai empat kekuatan dan mencapai moksah.
3. Vairagya Buddhi adalah ketidak terikatan terhadap kesenangan, baik yang dilihat, didengar pada badan yang sehat. Pahala dari Vairagya buddhi adalah mereka akan mencapai prakertiloka (dunia material) dan mengalami kesenangan seperti orang tidur dan setelah lama akan lahir sebagai dewayoni.
4. Aiswarya Buddhi adalah keseimbangan dalam kesenangan bhoga (makanan) kesenangan kecil, upabhoga (kesenangan sandang), paribhoga (memiliki istri) dengan asiwarya orang menikmati kesenangan tanpa gangguan. Dengan anima dan kekuatan lain orang lahir menjadi dewa sebagai pahala aiswarya .

Ahamkara(ego) adalah yang sangat melekat dan berpengaruh terhadap buddhi, apalagi dengan keterpengaruhan dari tri guna tattwa.
Ahamkaralah yang berhubungan langsung dengan indra dan memiliki serta membentuk keinginan-keinginan yang sesuai guna yg ada.
Ahamkara yang terliputi sattwa dominan akan memiliki keinginan untuk menjadi lebih bijak dan memikirkan dharma secara mendalam, ketika itu diliputi oleh keinginan rajasikam,maka apa yang diinginkannya menjadi sebuah perilaku atau perbuatan.
Ahamkara tamasikam, arttinya keinginan jahat dan kemalasan, gelap, ketika ditambahkan dengan rajasikam, maka ambisi untuk berbuat jahat dan culas akan terlaksana. Jadi dapat dipastikan bahwa pengaruh dari tri guna sangatlah tinggi untuk memperoleh hasil dari tujuan agama itu sendiri.

Atman yang lupa akan keberadaanNya sebagai bagian dari Paraatman, setidaknya akan memiliki buddhi dan lapisan ahamkara. Dijelaskan pula alam pikiiran yang terpengaruhi sattwam rajas tamas akan membawa atman menuju alam yang selayaknya ketika lepas dari badan wadag.

Sattwam yang mendominasi pikiran artinya dengan tekun melaksanakan dan memiliki jnana buddhi , maka akan mencapai wilayah kemoksaan dan bersatu dengan Parama siwa atau Kesadaran Siwa.

Sattwam yang dibarengi rajasika akan mencapai wilayah surga yang disesuaikan dengan Dharma buddhi, Vairagya buddi, Aiswarya buddhi. Selain itu maka tamas berpengaruh dibarengi dengan rajasika, artinya akan mencapai wilayah neraka dan reinkarnasi sebagai bukan manusia.

Maret awal 2014
salam Gwar

sumber :wrasppati tattwa

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Februari 2014 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: