RSS

Arsip Tag: dasa aksara

Profil dewa mahesora (tenggara)  

Profil dewa mahesora (tenggara)  

Om ya ca ra tastra hyang mahesora, hyang nang dasaksarah tinemu nang ca ra swaha..ghneya dewa maliqha nathaka.. Sang dadu dewata mawahana macan.. Sugre titiang om.. 

Dewata maheswara adalah pnguasa arah trnggara yg berwarna pink,  dimana IDa bersenjata dupa dan juga berwahana macan.. Urip ida adalah delapan,  dan memiliki tastra (aksara hanacaraka)  CA dan Rang.. nang adalah dasa aksraNya sang divwahi.. 

Dari kosakata Nya maka bisa ditarik bahasa.. Maheswara.. Mahesa-Wara.. Ktika diartikan Mahesa adalah hyang bhtra tinunggal,  dan wara adalah Hari.. Istri pwrmasuri IDa hyang Laksmi,  dalam hal ini adalah sang penguasa kesejahteraan juga murti hyang waisnawakha dewaki, sbagaimana juga warna adalah prpaduan putih merah yg mnjdi pink dan sesuai juga sprti warna bendera perpaduannya.. 

Senjata adalah dupa dng wahana macan, (bandingkan dgn crita bubuksah)  dimana pada dasarnya wahana macan akan tepat ktika seseorang memiliki kasidihan tantra budha vajryanaka kanda kaphat,  hal ini jga masuk kpada panca ma bhairawa puji, sbagaimana bubuksah laku.. 

Diapit tiga Ia.. Hyang Shiva Iswara Brahman,  dan ktika masuk pada permaisuri laksmikha,  Apakah ida adalah juga waisnawa murti? ..sekedar tafsir saja, dan yg terpenting ida adalah brada di tenggara (asia trnggara)  sejatiNya ida lah itu.. 

Kemudian dimana di tubuh Ida adalah pnguasa paru2, daerah tropis memang terkenal sbagai paru2 dunia dan tentu indonesia juga.. Disebtukan juga tirta empul bali adalah salah satu minor cakra dunia juga,  paru2 itu.. 

Melihat wara2 yg ada maka disebutkan catur wara ida mandala artinya Ida hyang medue sang mandala iku,  apakah itu sapta patala lokha samasta maka ida juga bisa sbagai pnguasaNya.. Atau yg mmbrikan kebajikan mandala pujam.. 

Sad wara sangawara paniron jangu adalah bahasa “kalaashuraya”artinya dgn itu Ia menjalankan misi2Nya.. Kmudian saptawara astawara dasawara.. 

Wraspaattii.. Adalah sang bhgqwanta pguasa maya guna,  dimana Ia lah yg mnjfi hakim untuk memisahkan yg mana satwik rajas tamas,  dan dijebloskan IA ke sapta patala loka atau masuk pada swarga loka atau numitis kembali ..atau kamoksan mnjadi Ida (yg sewaktu2 akan turun kembali mnjdi awitram).. cek link

https://linggashindusbaliwhisper.com/2012/12/24/manusia-akan-kemanasetelah-kematian-wraspatti-tattwa/

Kmudian guru dan raja.. Asta wara dasa wara.. Maka guru adalah hyang guru semesta juga raja adalah sang maha raja.. 

Om kshama sahampurna ya namaha ya dewa jagat bhur loka bwah swaha lokha.. Mrtyu kama jaya bhawasanatkaha wacika manu sang manacika nemu sahwarga loka ring bhumi kahuripan jagatha.. Om

 
 

Tag: , , , , ,

DASA AKSARA….COPAS…

DASA AKSARA

Om Swastiastu, Om Awighnamastu Namo Siddham. Terlebih dahulu, kami haturkan pangaksama mohon maaf sebesar – besarnya ke hadapan Ida Hyang Parama Kawi – Tuhan Yang Maha Esa serta Batara – Batari junjungan dan leluhur semuanya. Agar supaya, tatkala menceriterakan keberadaan para leluhur yang telah pulang ke Nirwana, kami terlepas dari kutuk… dan neraka.

Dasa Aksara yang merupakan 10 hurup suci sumber kekuatan alam

Semoga tiada halangan.

Ini merupakan wejangan yang teramat mulia, diceritakan dalam setiap tubuh manusia terdapat hurup – urup yang sangat disucikan, diceritakan pula bahwa Dewa – dewa dari hurup suci tersebut bersatu menjadi sang hyang ‘dasa aksara’. Dasa aksara merupakan sepuluh hurup utama dalam alam ini yang merupakan simbol dari penguasa alam jagat raya. Dari sepuluh hurup bersatu menjadi panca brahma (lima hurup suci untuk menciptakan dan menghancurkan), panca brahma menjadi tri aksara(tiga hurup), tri aksara menjadi eka aksara (satu hurup). Ini hurupnya: “OM”. Bila sudah hafal dengan pengucapan hurup suci tersebut agar selalu di ingat dan diresapi, karena ini merupakan sumber dari kekuatan alam semesta yang terletak didalam tubuh kita (bhuana alit) ataupun dalam jagat raya ini (bhuana agung) .

Begini caranya menyatukan ataupun menempatkan sang hyang dasa aksara dalam badan ini.

Yang pertama sang hyang sandhi reka yang terletak dalam badan kita ini. Beliau bertapa-beryoga sehingga beliau menjelma menjadi sang hyang eka jala resi. Sang hyang eka jala rsi beryoga muncul sang hyang ketu dan sang hyang rau.

Sang hyang rau menciptakan kala (waktu), kegelapan, niat (jahat yang sangat banyak,

sedangkan sang hyang ketu menciptakan tiga aksara yang sangat berguna, diantaranya wreasta (ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, ma, ga, ba, nga, pa, ja, ya, nya), beserta swalalita dan modre. Sehingga jumlah hurupnya adalah dua puluh hurup. Aksara modre bersatu dengan sembilan hurup wreasta yaitu dari ha –wa, yang kemudian disebut dasa sita. Aksara swalelita, bersatu dengan sembilan hurup wreasta lainnya yaitu dari la – nya, yang kemudian disebut ‘dasa sila’ dan ‘dasa bayu’. Bertemu ketiga induk dari aksara suci tersebut; dasa sita, dasa sila, dasa bayu menjadi ‘dasa aksara’.

begini cara menempatkan sang hyang dasa aksara didalam badan;

* sa ditempatkan di jantung,
* ba ditempatkan di hati,
* ta ditempatkan di kambung,
* a ditempatkan di empedu,
* I ditempatkan di dasar hati,
* na ditempatkan di paru – paru,
* ma ditempatkan di usus halus,
* si ditempatkan di ginjal,
* wa ditempatkan di pancreas,
* ya ditempatkan di ujung hati.

Dasa aksara diringkas menjadi panca brahma (sa, ba, ta, a, i). panca brahma diringkas menjadi tri aksara (a, u, ma). Setelah itu baru turun arda candra (bulan sabit), windu (lingkaran) dan nada (titik). Baru boleh di ucapkan sang, bang, tang, ang, ing, nang, mang, sing, wang, yang.

lafalkan aksara tersebut lalu letakkan dalam tubuh kita dan alam semesta. Ini rangkuman intisari dari sastra yang berjumlah lima hurup, yang digunakan untuk memuja tuhan, memanggil, menghaturkan persembahan, memohon anugrah dari tuhan YME, diantaranya:

* mantra untuk memuja tuhan, Mang Ang Ong Ung Yang.
* mantra untuk memanggil agar tuhan berkenan hadir, Ang Ong Ung Yang Mang
* mantra untuk mempersembahan sesajen jamuan dari kita, Ong Ung Yang Mang Ang
* mantra untuk memohon anugrah dari tuhan YME, Ung Yang Mang Ang Ong

yang disebut panca tirta, adalah sebagai berikut:

1. sang sebagai tirta sanjiwani, untuk pangelukatan (membersihkan).
2. Bang sebagai tirta kamandalu, untuk pangeleburan (menghancurkan).
3. Tang merupakan tirta kundalini, utuk pemunah (menghilangkan).
4. Ang merupakan tirta mahatirta, untuk kasidian (agar sakti).
5. Ing merupakan tirta pawitra, untuk pangesengan (membakar).

Ini yang dikatakan panca brahma, berada dalam diri manusia. Ini aksaranya;

1. Nang disimpan di suara.
2. Mang disimpan di tenaga
3. Sing disimpan di hati/perasaan
4. Wang disimpan di pikiran
5. Yang disimpan di nafas.

Kemudian balikkan hurup tersebut:

1. Yang disimpan di jiwa
2. Wang disimpan di guna/aura
3. Sing disimpan di pangkal tenggorokan
4. Mang disimpan di lidah
5. Nang disimpan di mulut

Ini menyimpan Rwa bhineda (dua sisi dunia), ini suaranya; Ong Ung.

* Ong di hati putih, ung di hati hitam.
* Ung di empedu, ong di pankreas.
* Ong di dubur, ung di usus.

Ini suara inti sari; ekam evam dwityam Brahman, disebut ONG. Berupa api rwa bhineda Ang, berupa air rwa bineda Ah.

* dasar mantra antuk tri aksara; Mang Ang Ung
* kemulan mantra; Ang Ung Mang
* pengastiti widhi dewa bethara; Ung Mang Ang
* iki pengeraksa jiwa antuk catur aksara; Mang Ang Ung Ong
* pengundang bhuta dengen antuk kahuripan; Ang Ung Ong Mang
* pemageh bayu ring raga antuk catur resi; Ung Ong Mang Ang
* pangemit bayu antuk catur dewati; Ong Mang Ang Ung

ini pertemuan sastra yang delapan belas (wreastra) , bertemu ujung dengan pengkalnya menjadi dasa aksara, diantaranya;

* ha – nya menjadi sang
* na – ya menjadi nang
* ca – ja menjadi bang
* ra – pa menjadi mang
* ka – nga menjadi tang
* da – ba menjadi sing
* ta – ga menjadi ang
* sa – ma menjadi wang
* wa – la menjadi ing, yang

ini merupakan maksud/arti dari sastra wreastra, dibaca dari belakang. diantaranya;

* nyaya, berarti sang Hyang Pasupati, tuhan
* japa, berarti sang hyang mantra,
* ngaba, berarti Sang Hyang guna,
* gama, berarti kekal, abadi,
* lawa, berarti manusia
* sata, berarti hewan dan binatang
* daka, berarti pendeta, nabi, orang suci
* raca, berarti tumbuhan
* naha, berarti moksa, nirvana

demikianlah sastra yang ada di alam ini yang berada juga didalam tubuh kita. Jagalah kesucian dan keseimbangan dari hurup suci tersebut. Semoga setelah membaca dan meresapi sastra ini, dunia ini akan menjadi semakin sejahtera.

di kutip dari : cakepane.blogspot

 
 

Tag:

 
%d blogger menyukai ini: