RSS

Arsip Tag: imanen

Sebuah Benang Merah Nusa Antara…

Aum Tamasoma Jyoitr Gamaya, Mrtyorma AMremtam Gamaya, MahaKsampurna Ya na Namo Swaha Namasiwaya.OM..

shiva anataraja

Nusa ANtara adalah sebuah negeri yang penuh rasa yang rahasya. Rasa yang menjadikan nikmat2 kejagahtan Hyang Seperti Manik Manik Antarswaha buana. Sebuah bangsa yang kaya yang tiada kekurangan yang selalu akan jaya selamaNYA bagi kepada mereka yang Yakin dan Percaya…

Nusa-Antara sebenarnya adalah benua yang indah dan melenyap sirna, namun akan ditunggu-tunggu kedatanganNYA selalu. Bagaimana di Nusa-antara dahulu kala, adalah sebagai wilayah yang penuh kesemestaan dan keagungan dari ilahiah, baik sebagai bapa angkasa atau baik bagi ibu parthiwi..Seperti dahulu MAhenjo Darro Ibu pertiwi, lalu menuju sarkophagus,dan wilayah-wilayah angker namun bersahadja di situs2 purba-khala di seluruh nusa-antara..

Tidak dipungkiri jaman ini adalah jaman dimana hedonisme adalah hal biasa, dimana kaum carwaka meraja-lela dan merupakan yang biasa saja ketika melihat keterikatan dari maya dunia. Dan ketika itu tidak dicari dengan cara paling bijak dan paling bajik, hanya akan membebani keturunan sampai bahkan ketujuh turunan..Kenapa harus tujuh?, karena itu sekitar 500 tahun..(dipersilakan menghitung sendiri)…Tetapi 500 tahun hanyalah sekejap seperti 5 menit brahman…

Terlepas dari itu, maka jaman akhir telah dikatakan diramalkan dan disejogjanya diyakini, dipercayai..Dan terkadang hendaknya di paksakan kepada mereka yang berada di alam bawahan yang terkena kendali mahya dunia (sattwam rajasikam tamasikam)..namun itu adalah kesunyatan ketika utpeti sttiti pralina menjadi bermakna oleh karena pengaruh triguna tersebut..Dan hanya pedang kebajikan pedang kebangkitan pedang kebijaksanaan, mampu mengendalikan maya dan menghancurkan semua yang tidak sejalan dengan maya di dunia satya yuga dan kertha yuga.

Lihat dilink ini :

https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/10/29/perwujudan-dan-sujud-pada-suatu-kekuatan-agung-akhir-jaman-kalvatar/

https://linggahindusblog.wordpress.com/2014/03/16/realitas-kebenaran-maujud-apa-itu/

https://linggahindusblog.wordpress.com/2009/07/11/bagaimana-beliau-bisa-banyak-nama/

Dan sebuah keniscayaan akan kebenaran, ketika melihat bagaimana dahulu seperti ramalan sabda palwan noyo genggong oleh brawijaya dan kisah mereka..Ketika itu brawijaya memiliki dua penasehat yaitu Dang Hyang Smaranatah (hyang semar) dan Sasuhunan Kalijaga…Mereka adalah sabdo palwan dan noyo genggong…Dan ketika kutukan pastu itu terjadi, maka lenyap sabdo palwan dan masuk ke dalam alam bhur bwah dan swah… Keitka itu muncul pula Sang Mahesa Jenar, yaitu yang langsung mampu mendalami keislaman sampai rahasia mahrifat.. Dan Beliau dijuluki Syeh Sthiti(waisnawa saktya) Jenar. Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Anak dari Sabdo Palwan itu. Banyak kisah waskita dan kesahajaan Beliau.. Dan akhirnya setelah usai di jawa, Beliau menuju Bali sebagai penyebar agama tirtha, lalu sampai ke lombok sebagai penangkulturasian sinkretis islam watu telu…Dan begitu pula akhirnya moksah IDa di wilayah uluwatu..

Sabdo Palwan sendiri identik dengan Kewaskitaan Nabi Nusantara yaitu Nabi Khidir. Yang memiliki kemampuan menghentikan Kala (waktu), memiliki kemampuan untuk menyerang dengan PanjakNya kasat mata (baca : dibali adalah Ida Ratu Niang – Sakti dari Dang Hyang Dwijendra, Di laut selatan Ratu Kidul)…Dan begitu lah ketika memang sudah saatNya pralaya,maka sesungguhnya yangterjadi adalah:

Bhwadgita ..

Bagaimana dikatakan ketika dunia pada cengkraman adharma (kebiadaban, kejahatan, kekerasan, kehilangan sifat manusia) telah bertambah, Maka Aku akan datang dari jaman-ke jaman menegakkan kebenaran (dharma,kebaikan, kebijaksanaan, kebajikan–universal) dari cengkraman Adharma…

(sambhwami yuge-sambhawi yuge)

Itu akhirnya bagaiman surga neraka ada di alam sana adalah benar adaNya.

Baca :

https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/12/24/manusia-akan-kemanasetelah-kematian-wraspatti-tattwa/

Dan moksartam jagaditham satya ning LAku sabda manah, Maujud hring Ya ca Iti DHarma, mrityorma Amrtam Gamaya..Ksama sampurnah Ya namo nama swaha..

om Santi om

Om rahayu om

om Raharja om

Om awignamastu namosidham…

..Santi santi rahayu rahsya sahadja..

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Ego manusia yang memberi takdir kepada manusia lainnya…

Apa teriakan bermakna??

Di saat menyata pada emosi…

Yang lebih besar dari takdir manusia itu sendiri..

Takdir sebagai mahluk budi dharma ???

——————————————————————-

Apa kau bisa membuat mereka yang telah tiada??

Apa kah akan kau katakan, ..ini air mani , mana telurnya??

Lalu siapa itu yang kau takdirkan, Mati??

Siapa yang menjamin engkau menjadi malaikat maut yang benar??…

Lalu apa yakinmu jika itu menjadi pahala burukmu,

kemana kau mendapat tempat mengadu??

Mati itu tiada akan guna sesal….

Kembalkan mati itu saja?? bisa kah??

——————————————————-

Emosi yang memBABI buta…

Dan “punggung” itu masih ada di dirimu..

Bawa saja beban itu??

Toh kau sudah tahu sudah mendapat tempat di alam sana…

abadikah??

—————————————————————————-

Ya sudah lah,

terjadi terjadi ya begitulah….

terkadang tersenyum miris, melihat merasa…

bahwa kengerian di alamNya…terngiang-ngiang-ngiang-ngiang-ngiang-ngiang…

———————————————————————

gwar…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Oktober 2012 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Mengejawantahkan Takdir, Nasib, Misteri Ilahi dengan Sebutan Pahala dari Karma

Sebuah renungan…..

Takdir…..

Apakah rahasia diri…Yang terbelenggu…oleh

Rasa Benci, Kesusahan, dan Terlahir…

Sebagai sesuatu yang memiliki “Nilai”….

Bagaimana misteri itu terjadi, jika sebenar-benarnya…

Sukma melingkupi kehadirat Transendensial Khalik yang Memiliki…

Nama Waishnam Al Basit…(maha pemurah wahai Wisnu)…

Bahwa itu adalah apakah Sancita Karmapala….

dan itu wahai semua adalah bagian dari..

Kemutlakan Shaiwa Al Azim (Maha Agung Wahai Siva)…

Nasib…

Bagaimanakah beban kehidupan…

Seperti lelah letih dan tamasika menyapa…

Lalu bagaimanakah Indah Keimanan??

Tiada terkata sengsara lemah dan terkulai..

Apakah kejadian nyata ini tergambarkan hina??

Nasib dan kenyataan akan riuh rendah roda di bawah…

Jika memang Kryamana Karma berpahala…

Maka janji keagungan Semesta (dharma) menjadi..

Bagian tanpa nestapa jika keyakinan terlaksana..

Bersama Tattwa Susila dan Keritualan..

Memohonlah pada Waisnham Al Hafiz (Maha memelihara wahai Wisnu)..

dan jalan Pahala akan menjadi kesampurnaan “diri”…

Misteri Ilahiah..

Apapun yang terasa sampai saat jaman berakhir..

adalah bagaimana suatu cita rasa dan karsa..

Terkumpul pada Saiwa Al Aliy..(Saiwa Maha Tinggi serta Mulia)..

menuju suatu Kepahaman dan Kesunyatan Imanensia…

Yang sungguh tercerahkan…

Bahwa Saiwa ALghafur (Saiwa Maha Pengampun)..

terinsafkan sebagai …

Zikir dan Japa…

Maka Kehakikian Manunggaling Gusti Kamoksaan,,

Mahrifatuallah tercapai bukan hanya mendalam..

tapi Menyata secara Realita..

Pada Keagungan dan Kebenaran Dharma..

Yang Mutlak dan Abadi…

atas berkat

Saiwa Al Muthakabir…(Siwa pelengkap yang Agung)..

santi styam eva jayate…

GWAR Oktober 2012,,

 

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 26 Oktober 2012 in agama, budaya, doa, filosofi, pancasila

 

Tag: , , , , , , ,

Pantheisme…Imanen….coba resapi, benar damai..

Pantheisme dapat dikatakan sebagai suatu pemahaman dimana Tuhan meresapi segala mahluk…hal ini dapat dihubungkan pada sisi bagaimana membahas atman sebagai percikan dari Tuhan…

Yapz atman adalah memang sebagai bagian dari Tuhan…jadi ada Tuhan dalam diri setiap mahluk hidup, yang menghidupi dan menjadikan mahluk hidup itu berhayat..Jika sebenarnya diresapi, manusia yang menyayangi Tuhannya (beragama) tentu pula menyayangi mahluk hidup tersebut…karena dalam penalarannya ada percikan Tuhan dalam diri mahluk hidup itu…menyakitinya??berarti menyakiti Tuhan itu sendiri..hmmmm…

Imanen dimana Tuhan adalah hadir dalam diri setiap mahluk, tiada jauh kok..dekat sedekatnya…disamping kiri, disamping kanan…seseorang anak ayah adalah terhadiri Tuhan disana…tahu yang dilakukan adalah menyayangi dan mencintai itu gampangnya….jika paling tidak separuh lebih satu dari manusia melakukannya…hmmmm…damai bukan suatu impian…

pertanyaan yang terbersit….baru saja adalah jadi semua adalah Tuhan dong…Tuhan ada dimana-mana mungkin benar, namun apakah kita menerapkan sembah kepada setiap mahluk hidup?jadi kita menyembah belalang, singa, manusia…kembali ke jaman itu yaa…

waaah….

di saat semua rasa menjadi suatu ego tanpa cinta…

di saat semua rahasia menjadi asa yang tanpa kasih…

mungkin di saat itu pensifatan(AUM)  hilang menuju…

Transendensi…….dalam hening..

salam gwar..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Februari 2011 in agama, filosofi

 

Tag: , , ,

 
%d blogger menyukai ini: