RSS

Arsip Tag: jaman kali

Berita baik di Jaman Kali

Berita baik di Jaman Kali

Om siva sada siva narayanam ya hare kalky namo namastha swaha..
image

Jaman Kali..semua secara umum memahami dan mengetahui bahwa saat ini adalah jaman kaliyuga..Jaman goro-goro, jaman yg meniupkan aroma adharmik yg lebih besar dan massif daripada dharma itu sendiri..Jaman dimana seseorang lebih banyak dan fasih untuk mencari suatu celah berbuat adharmik, daripada sekedar mencari cara dharma itu sendiri…

Jaman dimana matsarya irsya lobha kama menjadi bagian dalam duniawi hedonistis..Jaman dimana satya lima..panca satya ..satya hredaya (setia pada kata hati) satya laksana(setia pada laku) satya mitra(satya pada kawan) satya semaya( setia pada Tuhan) menjadi sebuah beban, dan menjadi sesuatu yg sulit..

Namun dari yuga Kali ini, maka terdapat satu berita gembira bagi seluruh mereka yg memberikan ruang pada dharmaNya..Yaitu adalah dgan melksanakan sedikit saja pahala, maka hal itu akan berlipat ganda sebagai suatu pemberkatan dan keinsafan itu sendiri kepada kekuatan Maya yg menjadi lingkup semesta..

Setiap insan dalam wahana melaksanakan panca yadnya..Yang dalam setahun tidak ada ruang dan waktu yg tidak terdapat berisikan kegiatan yadnya..Sebagai bagian dwapra yuhga di jaman kali, kmudian setiap dalam mlskankan karma marga dan jga bhakti marga..Maka bisa diberikan suatu fakta bahwa, betapa anugerah telah “dipersiapkan” oleh IA Hyang Kuasa Hyang wenang Widhi di jaman kali ini yg menuju sebuah keinsafan  kertha ning yuga.. Dan bahwa ktika setelah, sebelum dan sesaat ktika hidup telah “dipersiapkan”olehNya, maka tentu sebuah makna kelepasan-pembebasan adalah hal yg menjadi keniscayaan..
“Telah-dipersiapkan”..

Kemudian bagaimana mereka yg mlksanakan japa pujam serta memberi makna jnana sebagai kecintaan dan kerinduan padaNya..sbagai bagian traita yuga pada jaman kali, tentu bagaimana IA sang Hyang Wenang akan mempersiapkan begitu banyak pahala dan juga bagian jaman Kali ini yg mmberi segala umat menuju pencerahan..Tentu ini adalah sebuah makna kesejatian kebaikan buddhi
.Jnana Buddhi, dharma buddhi, vairaghya Buddhi, Aiswrya Buddhi yg tentu menuju pahala dan kewasktiaan sbagai janji Ia Hyang Kuasa..Betul sebuah Kebaikan dan kebenaran di jaman Kali ini..

Pada pemahaman kebaikan buddhi sesuai dgn wrspatti tattwa, maka dharma buddhi adalah mlakukan dharma yg tercermin dalam meditasi semadhi serta yoga dan disiplin pda pengekangan hawa nafsu untuk bertemu pada rasa keilahian. Dikatakan pula pahala dalam mnjalani ini adalah mndapatkan ketenangan dan menuju kemoksaan serta tercapai pemahaman sidhi wisesa sbagai berkat keilahian..

Jnana buddhi adalah laku untuk memahami kebenaran yg hakiki dan sejati, kebenaran akan dharma yg membebaskan..Kerinduan yg sangat dalam memahami berkat dewata serta pensifatannya yg pada akhirnya berpahala bahagia moksa dan mndapatkan keindahan surga serta mncapai sidhi wisesa jnana dlam kehidupan..

Vairagya budhi adlah pengekangan trhadap makan minum dan materi materi dunia..Sbagai upawasa yg disiplin mngurangi nafsu2 materialitas..pahala yg ada adalah mncapai surga dan numitis mnjadi bhatara yoni yg berkelimpahan..Dan yg terakhir adalah aiswarya buddhi yg artinya hidup berkeseimbangan yg tidak terlalu terikat dan juga brusaha mnuju kelepasan..yg berpahala surga dan hidup tidak berkesusahan.Jalan2 yg bijak dan pnuh kebahagiaan..

Dan ini seprti bagian cerita tentang kertha Ning Yuhga..Bahwa tentu tiada pun mereka yg tidak mendapat pahala..Sebuah kebebasan Kelepasan dan pada mereka yg apakah tidak ada dari mereka yg tidak melaksanakan itu…
Tidak ada di mereka yg terhindar dari pahala baik..Itu adalah sebuah kedudukan keilahian yg memang telah mereka lksanakan..
LAlU….??
Apakah masih ada kedustaan??

Tentu tidak..

Om shanti shanti rahayu raharja bhuana kertha samasta..om
Salam..
Gwar..mei..

Edit: catur buddhi des 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Mei 2015 in doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , ,

Panca satya jalan terpilih untuk Kertha Yuga..

Om sembah hning hring swarga rahsa..
Om sembah hring hning lelata jnana..
Om rahayu shanti satyam evam jahyatam..

Swastyastu
Satyam eva jayate..

Dalam menuju suatu idealitas sebagai manusia yang beradab dan adil, tentunya ada jalan atau pemahaman tentang sebuah bahasa manusia ideal itu sendiri..Seperti pula bahasan yg mengungkap informasi rasa untuk berusaha menjalani hidup dengan prinsip-prinsip kebenaran (baca:dharma). Hal ini adalah sebagai cermin diri untuk bisa mengarungi bahtera kehidupan dgn cara yg penuh kewibawaan dan keberanian jiwa untuk jua menolong diri dan juga sesamanya..Yang terlahirkan sebagai rahmat dan anak-anak bangsa..

Seperti jua dapat dilihat sebagai konsep mendetail dari sebuah kepemimpinan yang agung, yaitu astabrata yg dapati dilihat pada link berikut :
https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/12/06/dewa-yang-memanusiakan-dirinya-konsep-astabrata/

Maksudnya adalah bahwa untuk menuju idealnya manusia purusha yg mampu mnjadi pemimpin di mana saja, dri terkecil hingga memimpin sebuah organisasi yg besar, maka itu menuju pada sebuah keniscayaan dan disiplin diri jiwa..

Konsep susila sebagai sebuah praktek atas plaksanaan dharma itu sendiri, mrupakan sebuah etika yg berprinsip memiliki idealitas dan berani mnghadapi tantangan jaman yg kali ini..Pada dasarnya itu tidak lepas dari jiwa2 ksatria yg mau membela dan mampu melaksanakan serta berani untuk menegakkan ajaran dharma itu sendiri..

Yg pertama adalah satu dari bagian panca yama brata yaitu satya..Satya sendiri berarti sebuah kesetiaan, sebuah loyalitas, sebagai pengabih Sang Hyang Dharma itu sendiri…
Patut disadari bahwa saat ini dkatakan sebagai jaman yg kali, namun ada sebuah persepsi serta pengandika oleh Ida Alm (sugra titiang) Pedanda Made Gunung, bahwa untuk menuju jaman baru, hendaknya manusia bisa menentukan pilihan2 ke jaman apa ia layak berada.. 

Pada masa atau persepsi Kertha maka tapa adalah yg utama, dimana tidak adanya sebuah rasa benci, dan akhirnya tiada kata lara, tentu menuju pada sunia kesuniaan yg membahagiakan..

Pada masa atau persepsi dari Traita Yuga adalah ketika jnana lah yg utama, hal ini diperlukan untuk menambah sebuah wawasan dan penenggelaman diri menuju pada pengethuan yg membebaskan..

Pada persepsi dri Dwapara Yuga, maka yadnya upacara adlah hal yg utama, keberpikiran bahwa setelah melangsungkan yadnya, maka terbebaslah ia dari kewajiban, namun ktika memahami jnananya tentu akan sangat mulia..

Persepsi kaliyuga adalah dimana semua terjebak pada pencarian Dana, tentunya ini tidak bisa dilepaskan namun dasar utama pada keiklasan serta jnana dalam yadnya adalah aebuah pembebasan pula..

Untuk satya maka adalah sebuah kesetiaan sebuah laku sebuah pembiasaan yg juga kebiasaan dalam memaparkan kecintaan terhadap budhi dharma itu sendiri..Tentunya disebutkan pula manusia hadir kdunia akan selalu diberikan berbagai pilihan2 untuk menapaki jalan menuju pembebasan..Jalan itu sudah hadir, ktika manusia lahir ke dunka dgn membawa bekal tri guna (satwik rajas tamas) yg seimbang, maka persiapkanlah diri pada gejolak Maya tersebut..

Cek juga..

https://linggahindusblog.wordpress.com/2015/02/15/tiga-maya-guna-beserta-hubungannya-dgn-cakra-cakra/
Pentingnya satya adlah sebagai jalan pembebasan dan tentu memberikan petunjuk untuk menuju menjadi insan yg berpersepsi Kertha Yoga…Maka swadarma dan satya adalah sebuah kebaikan atas idealitas diri itu sendiri..

Dalam hal ini satya adalah terbagi menjadi lima..

Panca Satya
1. SATYa wacana..yaitu setia pada kata kata..terutama kata2 yg berlandaskan dharma..berlandaskan kebenaran…dalam hal ini adalah sattwika wacika Guna..

2.Satya  hredaya..jujur pada diri sendiri, yang berarti jujur mengakui bahwa diri adalah manusia yg sedang hidup dan belajar menuju laksana pembebasan itu sendiri..Dan mngthui bahwa yg salah adalah salah dalam kedharmaan serta kewajiban..

3.Satya Laksana..Setia akan perbuatan yg artinya setia dalam mempertanggung jawabkan apa yg telah dilaksanan, dan tidak lari dari tanggung jawab itu sendiri..

4.Satya mitra..Setia kepada kawan sahabat yg telah hadir membantu, menemani, dan memberikan pengaruh positif serta pembelajaran hidup..

5.Satya Semara..jujur terhadap janji, bahwa dalam berjanji akan sesuatu hendaknya dilaksanakan, dan pada akhrinya mnjadi sesuatu penghargaan bagi orang lain..

Satya adalah sbuah konsep yg sangat penting, simpel namun sepertinya sulit untuk dilaksanakan, dan mungkin saja ini terjadi karena persepsi kali yoga (sya menyebut yoga, krna menjdi persepsi saja).. Dimana semua seakan tunduk akan Dana itu sendiri, dan atau masuk ke Dwapara Yoga yg mengarah pada yadnya akan tetapi bisa mengerdilkan makna jnana Yadnya tersebut..(rajasik tamasik yadnya)..Dalam persepsi Traita Yoga maka jnana yg utama, namun tentu jnana tanpa budhi akan seperti lupa menginjakkan diri di bumi serta sembari merenungi akan ketapaan itu sendiri.. Pada akhirnya stya dalam menuju kertha yoga adalah sebuah jalan dimana pembelajaraan diri bahwa untuk menuju itu dilakoni khasanah satya yoga itu sendiri…
Sekedar persepsi..

Gwar..des 2016…

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 18 April 2015 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: