RSS

Arsip Tag: japa

Berjapa Shiwa pada jaman Akhir(kaliyuga)!!!…

shiva anataraja

Untuk pertama,disebutkanlah bagaimana bumi terbentuk dan berlanjut dengan berbagai perubahan jaman, menjadi jaman yang sekarang ini.

Diyakini pula bagi semua, bahwa jaman ini adalah jaman kaliyuga ..yaitu jaman dengan 75% negatif dan 25% positif.. Hal ini sungguh pun berbeda dengan jaman2 yang lainnya…Jika dilihat satu persatu ada jaman kertha yuga yaitu 100 persen baik..dan jaman dwapara yuga, 75 persen baik dan 25% tidak baik. Dan yang terakhir adalah jaman traita yuga keseimbangan..

Nah berdasarkn riwayat tahun yang ada di  purana memang bervariasi…tapi jika sudah berbivcara keyakinan bahwa kiamat telah dekat maka ..penghancuran adalah bukan hal yang mustahil bagi siapa pun saja dan golongan apa pun itu…Universalitas itu memang menjadi suatu kenyataan hidup sesungguhnya baik sekarang atau di kemudian harinya..Mengapa sekarang adalah suatu jaman penghabisan?Karena dalam keyakinan spirit bahwa dapat dikatakan rumor-rumor serta ramalan2 tentang akhri jaman baik dari suku maya ataupun dari ramalan seperti mama lauren, dpat disadari atau tidak memang semesta menuju ke arah tertentu. Barangkali sikap optimistis dari suatu jaman keemasan dapat dikatakan bukan suatu hal yang mustahil..

Namun sebagai seorang pengabdi saiwa atau pula sebagai seorang Hindu, maka dapat dijelaskan bagaimanakah cara yang indah untuk selalu menetapkan dan mempertahankan optimisme tersebut?..Dalam bukunya Bapak Jendra menyebutkn bgaimana cara mengurangi atau mempercepat karma baik pada jaman kaliyuga ini..Bisa dijelaskan pula pada jaman kaliyuga dikatakan walaupun banyak kejahatan (75%) namun karena berlebihnya kekirian menyebabkan perbuatan, perkataan, pemikiran (wak kay mana) sedikit dalam koridor subhakarma akan menjadi berlipat ganda.Jadi sedikit berbuat subha karma maka akan ditulis secara berkali-kali lipat.berpahalanya.

Japa sebenarnya adalah suatu cara untuk melakukan doa seterusnya baik diucapkan dan dihatikan.. Japa menjadi sedemikian bermakna, karena sesungguhnya japa bisa dilaksanakn oleh siapa pun juga dan sampai kapab pun juga. Banyak berbagai mantra yang bisa diambil atau dirapalkan yang sesuai dengan keyakinan ia sendiri..Sebagai misal japa Ganesha (om gan ganapataye), japa Gayatri mantram , dan ada juga japa yang mengagungkan Dewa Saiwa, yang lain juga japa Hare Khrisna atau hare rama…

Sesuai dengan judul yang ada, maka bertepatan denga kedatangan hari kiamat yang sudah di gerbang pintu kebenarn, maka sbagai pemuja Saiwa, bisa diisyratkan untuk bagaimana menjadi penyejuk dengan sujud kepada Saiwa dalam bentuk “Lingga” atau sebagai Pelebiur atas segalanya. Terdapat Japa yang diyakini akan menjadi suatu pembebasan di stiap harinya dari segala permasalahan hidup dan sekaligus mempercepat karma agar terealisasi.

Jadi japa yang bsa saya siarkan adalah dua mantra dari Saiwa.yaitu Mahamrytunjaya Mantram…

http://www.youtube.com/watch?v=ClxgIS-_X_g

Mantra ini adalah mantra yang jika dirapalkan berfungsi untu membebaskan diri dari permasalahan dann godaan-godaan serta mencari soluisi atas permasalahan itu sendiri….

Japa kedua adalah mantram Thiruuu neelaam kantam…Yaitu mantram saiwa yang berarti Leher hitam Saiwa, yang didapatkan karena mereguk racun di sebuah danau untuk menjernihkan danau itu sendiri dari kotoran yang dikotori kaum raksasa..

http://www.youtube.com/watch?v=8E0JwSl9f3k&feature=related

Dengan melakukan japa di setiap kesempatan, maka manfaat yang diperoleh adalah sesuai dengan apa2 yang teryakini..Mantram Thiruu neelam kantam memiliki fungsi sebagai peleburan karma..Bukan sebagai suatu yang menghilangkan karma, namun sebagai mempercepat datangnya hasil perbuatan itu sendiri..

Ada dua keputusan yang terjadi, Jika dahulu banyak berbuat buruk maka dengan mantram ini adalah dengan seterusnya akan memberikn pahala buruk itu sendiri (mempercepat), dan bisa membuat karma seebagai kekosongan dan iklas serta insyaf mengambl hasil buruk .

Keputusan yang kedua adalah jika banyak berbuat kebajikan dan kebaikan yang sesuai, maka mantram yang dijapakan ini bisa mempercepat datangnya muzijast dan rejeki yang sesuai dengan dharma atau kebaikan yang ada..

Yaps itu saja, semoga bermanfaat kedepannya sebagai pemuja Saiwa serta abdi Saiwa yang sempurna..

Om Siwa Narayana, Om sada Siwa, Om Ksama Sampurna ya Namo namah Swaha…

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Oktober 2012 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Japa sebagai sarana Moksa di jaman kali..

beberapa minggu ini …saya sebagai saya..selalu tertakdirkan untuk mencari apatah suatu arti IA…

sang Laksana Jiwa Yang saya yakini sebagai pengkarya alam semesta..

misalkan saja sebagai jalan jnana yang dikatakan sebagai jalan yang terjal dan penuh liku untuk memahami bagaimana NYA ada…

sampai pada waktu bahwa tersingkirkan diri bahwa sedalam-dalamnya IA dan bisa terjebak pada konsepsi “mayavadi”…

untuk linknya dijelaskan disini..

http://krsna.tribe.net/thread/786e13cd-919e-4dbd-ab61-98dc4518124a

mayavadi adalah menganggap Tuhan bukan sebagai pribadi dan memilki sifat meneorikan Tuhan berdasarkan indra sendiri dan pengalaman sendiri..berbahaya karena tersesat akan pribadi yang salah itu..

dalam bhagawadgita dijelaskan pula…Jika kau menuju leluhur kau akan menuju leluhur…

jika kau memuja dewa kau akan menuju dewa…

jika kau menuju Aku kau akan menuju Aku..

 

dalam hal ini Shri Krisna bersabda kepada Arjuna…

jadi dipastikan bahwa segala suatunya jika menuju Tuhan dan pemujaan kepada Tuhan diciptakan, maka Ia tak sampailah kepada suatu kebingungan dari spiritual itu sendiri…

seperti yang dikatakan juga..bahwa dalam jaman yang berbeda terdiri juga dari sifat-sifat serta kondisi yang berbeda pula…

seperti yang tercantum dalam…

Srimad Bhagawantam, XII 3:51-52

Kaler dosa nidhe rajanam,

asty hy eko mahan gunah,

kiirtanad ewa Khrsnasya mukta

bandhah param wrajet”

Krte yad dhyayayo Wisnum

Tretayam yajato makhaih

Dwapare pariciaryayam

Kalau tad kiirtanat”

Artinya..

Hai sang Raja walaupun Kaliyuga penuh dosa,

namun memiliki sifat baik

yaitu dengan kirtana (bernyanyi) saja

orang dapat mencapai moksa..

Disebutkan pula jaman satyam (kertayuga) diperoleh pada samadhi buat Wisnu…

Jaman Traitayuga adalah dengan yajna..

Jaman Dwaparayuga adalah dengan pelayanan kepada kaki padma…

Jaman Kaliyuga adalah dengan kirtanam (bhajan,  bernyanyi)…

Jaman Kaliyuga seperti yang diketahui memiliki makna tersendiri dari jaman-jaman yang lain..dipastikan disini bahwa banyak manusia yang terlingkupi keserakahan, kejahatan, kelaliman, dan sifat-sifat negatif lainnya…

jadi dengan segala yang negatif itu , maka dari suratan veda..dalam pencapaian moksa mungkin cukup bisa dilakukan dengan melakukan japa atau nyanyian secara berulang-ulang..

dalam lingga purana disebutkan pula..

1. berjapa di rumah maka manfaatnya sebanyak japa yang diucapkan..

2.berjapa di kandang sapi maka manfaatnya 100 kali lebih banyak..

3.berjapa di pinggir sungai maka manfaatnya 100.000 kali lebih banyak..

4. berjapa di depan arca atau gambar Tuhan atau tempat suci maka manfaatnya tiada terhingga..(Sadguru Sant Keshavadas,1991:18)..

jadi dapat digambarkan bahwa japa memiliki arti penting dalam menyadari arti Tuhan atau bersatu denganNya (Moksa) di jaman Kali ini..

Japa dapat dijelaskan disini adalah nyanyian ato suara suci yang memuja Tuhan yang Maha Kuasa sepenuh hati…mantram japa adalah dapat disebutkan sebagai mantra yang mengumandangkan nama Beliau..sebagai contoh adalah mantra berikut :

Om Nama sivaya om nama sivaya om namasivaya, Hare Rama Hare Rama Hare Khrisna Hare Khrisna Khrisna Khrisna Hare Hare, atau mantram Gayatri sebagai mantram yang paling tertinggi diantara berbagai mantram atau pujam yang ada…

saya sendiri menggunakan mantram yang kedua, dan itu bisa memberikan rasa yang tinggi terhadap Beliau dan tidak terkatakan nikmatnya…hal tersebut tergantung dari segala yang diyakini saja oleh masing-masing  individu…

dari pengalaman yang ada, maka mantram itu saya katakan sendiri merupakan penyelamat dalam menghadapi segala kesukaran yang saya alami sebelumnya..seperti ada suatu pembebasan dalam diri…

yup semoga tulisan ini ada maknanya..salam…

sujud gwar…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Juli 2009 in agama

 

Tag: , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: