RSS

Arsip Tag: kaliyuga

Sebuah Benang Merah Nusa Antara…

Aum Tamasoma Jyoitr Gamaya, Mrtyorma AMremtam Gamaya, MahaKsampurna Ya na Namo Swaha Namasiwaya.OM..

shiva anataraja

Nusa ANtara adalah sebuah negeri yang penuh rasa yang rahasya. Rasa yang menjadikan nikmat2 kejagahtan Hyang Seperti Manik Manik Antarswaha buana. Sebuah bangsa yang kaya yang tiada kekurangan yang selalu akan jaya selamaNYA bagi kepada mereka yang Yakin dan Percaya…

Nusa-Antara sebenarnya adalah benua yang indah dan melenyap sirna, namun akan ditunggu-tunggu kedatanganNYA selalu. Bagaimana di Nusa-antara dahulu kala, adalah sebagai wilayah yang penuh kesemestaan dan keagungan dari ilahiah, baik sebagai bapa angkasa atau baik bagi ibu parthiwi..Seperti dahulu MAhenjo Darro Ibu pertiwi, lalu menuju sarkophagus,dan wilayah-wilayah angker namun bersahadja di situs2 purba-khala di seluruh nusa-antara..

Tidak dipungkiri jaman ini adalah jaman dimana hedonisme adalah hal biasa, dimana kaum carwaka meraja-lela dan merupakan yang biasa saja ketika melihat keterikatan dari maya dunia. Dan ketika itu tidak dicari dengan cara paling bijak dan paling bajik, hanya akan membebani keturunan sampai bahkan ketujuh turunan..Kenapa harus tujuh?, karena itu sekitar 500 tahun..(dipersilakan menghitung sendiri)…Tetapi 500 tahun hanyalah sekejap seperti 5 menit brahman…

Terlepas dari itu, maka jaman akhir telah dikatakan diramalkan dan disejogjanya diyakini, dipercayai..Dan terkadang hendaknya di paksakan kepada mereka yang berada di alam bawahan yang terkena kendali mahya dunia (sattwam rajasikam tamasikam)..namun itu adalah kesunyatan ketika utpeti sttiti pralina menjadi bermakna oleh karena pengaruh triguna tersebut..Dan hanya pedang kebajikan pedang kebangkitan pedang kebijaksanaan, mampu mengendalikan maya dan menghancurkan semua yang tidak sejalan dengan maya di dunia satya yuga dan kertha yuga.

Lihat dilink ini :

https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/10/29/perwujudan-dan-sujud-pada-suatu-kekuatan-agung-akhir-jaman-kalvatar/

https://linggahindusblog.wordpress.com/2014/03/16/realitas-kebenaran-maujud-apa-itu/

https://linggahindusblog.wordpress.com/2009/07/11/bagaimana-beliau-bisa-banyak-nama/

Dan sebuah keniscayaan akan kebenaran, ketika melihat bagaimana dahulu seperti ramalan sabda palwan noyo genggong oleh brawijaya dan kisah mereka..Ketika itu brawijaya memiliki dua penasehat yaitu Dang Hyang Smaranatah (hyang semar) dan Sasuhunan Kalijaga…Mereka adalah sabdo palwan dan noyo genggong…Dan ketika kutukan pastu itu terjadi, maka lenyap sabdo palwan dan masuk ke dalam alam bhur bwah dan swah… Keitka itu muncul pula Sang Mahesa Jenar, yaitu yang langsung mampu mendalami keislaman sampai rahasia mahrifat.. Dan Beliau dijuluki Syeh Sthiti(waisnawa saktya) Jenar. Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Anak dari Sabdo Palwan itu. Banyak kisah waskita dan kesahajaan Beliau.. Dan akhirnya setelah usai di jawa, Beliau menuju Bali sebagai penyebar agama tirtha, lalu sampai ke lombok sebagai penangkulturasian sinkretis islam watu telu…Dan begitu pula akhirnya moksah IDa di wilayah uluwatu..

Sabdo Palwan sendiri identik dengan Kewaskitaan Nabi Nusantara yaitu Nabi Khidir. Yang memiliki kemampuan menghentikan Kala (waktu), memiliki kemampuan untuk menyerang dengan PanjakNya kasat mata (baca : dibali adalah Ida Ratu Niang – Sakti dari Dang Hyang Dwijendra, Di laut selatan Ratu Kidul)…Dan begitu lah ketika memang sudah saatNya pralaya,maka sesungguhnya yangterjadi adalah:

Bhwadgita ..

Bagaimana dikatakan ketika dunia pada cengkraman adharma (kebiadaban, kejahatan, kekerasan, kehilangan sifat manusia) telah bertambah, Maka Aku akan datang dari jaman-ke jaman menegakkan kebenaran (dharma,kebaikan, kebijaksanaan, kebajikan–universal) dari cengkraman Adharma…

(sambhwami yuge-sambhawi yuge)

Itu akhirnya bagaiman surga neraka ada di alam sana adalah benar adaNya.

Baca :

https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/12/24/manusia-akan-kemanasetelah-kematian-wraspatti-tattwa/

Dan moksartam jagaditham satya ning LAku sabda manah, Maujud hring Ya ca Iti DHarma, mrityorma Amrtam Gamaya..Ksama sampurnah Ya namo nama swaha..

om Santi om

Om rahayu om

om Raharja om

Om awignamastu namosidham…

..Santi santi rahayu rahsya sahadja..

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Orang Beragama adalah orang Gila (Freud)

Memang benarkah seperti itu? atau apakah berbeda dengan apa-apa yang terjadi di kenyataan?

Yaps benarlah bahwa memang orang beragama dikatakan sebagai orang yang neurosis seperti yang dikatakan oleh sigmund freud ahli psikologis penemu psikoanalais. Ada beberapa dasar mengapa orang beragama dikatakan sebagai seorang neurosis :

1. Bahwa orang beragama dikatakan memiliki sifat kekanakan yang berhubungan dengan hubungan ayah(bapa) dan anak. Dimaksudkan bahwa Tuhan sebagai suatu faktor yang berkuasa, dan memiliki pengetahuan Maha Tahu akan menjadi seseorang yang melindungi dan memberi kekuatan perlindungan atas ketakutan dan  ketidakberdayaan anak dengan kasih sayang dan menentramkan. Maka itulah yang menciptakan suasana nyaman (surga) dari anak(manusia) itu. Maka sikap tentram itu menjadikan halusinasi surga akan pemahaman tuhan sebagai anak.

2.Menurutnya satu-satunya cara untuk meninggalkan kekanak-kanakan bahwa dengan memahami dan mempelajari sains dan teknologi.

3. Agama adalah tempat untuk berlindung dari jaman, apakah ia manyatakan bahwa beragama seperti”katak dalam tempurung”?.

4.Dan ia juga menyatakan bahwa orang-orang kekanakan akan pergi mengadu kepada Bapa (Tuhan), jika terkena berbagai kesulitan-kesulitan yang ada di dunia. Seperti anak kecil yang mengadu kepada ayahnya sebagai mental defense.

 

 

 

 

 

Yaps seperti itulah, bahkan penelitian anehnya membuktikan bahwa nyatanya orang yang berpengetahuan lebih, tidak mementingkan keagamaan itu sendiri. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hanya orang bodoh yang perlu agama…hmmmmm…

Jika dalam hindu sendiri, maka pengetahuan itu lahir dan diberikan sendiri yaitu,hari raya saraswati. Dan Ganesha sebagai suatu simbol pengetahuan, sangat jelas terpampang di banyak institusi pendidikan.

Sebenarnya dalam berbagai kehidupan yang diceritakan oleh kitab suci adalah semakin terbelenggu dengan keduniawian, maka semakin jauh pula dari kelepasan (Moksa). Atau bahkan mungkin persatuan dengan ilahi manunggaling kawulo gusti, aham brahman asmi. Hal itu terkadang seperti sebuah ekstasi yang benar-benar membuat lupa diri atau tidak menapak dunia dan terbang tinggi. Ini mungkin resiko yang perlu diwaspadai bagi mereka yang telah masuk dalam lingkaran semesta yang juga memabukkan. Namun untungnya dalam Hindu, ada berbagai pakem-pakem keseimbangan yang disarankan dijalankan. Yaitu Tri hita karana (palemahan, pawongan, parahyangan), dan pula catur asrama (brahmacari,grehasta,wanaprasta,sanyasin).Di mana dalam wilayah grehasta yg terpenting adalah melaksankan kewajiban keluarga, dan nantinya jika sudah pantas melepas duniawi,maka masuk ke tahap selanjutnya.

Untuk bahasan pengetahuan, maka ada Catur marga, dan kecocokan jalan itu dekat dengan jnana marga.Sbagai wilayah yg mmbahas jalan pengetahuan tentang dharma yang membebaskan.

Dari keyakinan serta pengetahuan akan jaman-jaman yang ada,maka jaman ini termasuk jaman Kaliyuga. Jaman dimana yang berpegang teguh pada dharma hanya tersisa 25 persen. Yang lainnya adalah wilayah adharma yang terbelenggu sad ripu, sad atatayi, atau tidak berpegang pada satya dan sbagainya.Jadi dapat dikatakan adalah ketidakwarasan manusia lebih banyak. Tapi saya belum dapat mengecek berapa jumlah pasien psikiater, atau malah mereka merasa waras.

Kegilaan itu sebenarnya tidak terlepas dari slogan tiga gila, yaitu gila kekuasaan, gila harta, dan gila wanita. Bahkan itu secara tidak sadar dimiliki oleh mereka. Ketidak sadaran pada belenggu-belenggu duniawi dan material serta kemoralitasan yang berlaku umum. Ini menciptakan ketidakberadaban, dan mungkin pula energi-energi negatif yang terkumpul,akan menghasilkan bola energi penghancuran dunia,seperti yang dipahami energi menuju semesta sesuai dengan pola energi kebanyakan manusia di dunia. Apakah itu menciptakan pralaya???Ah.berpikir terlalu abstrak,pepohonan saja semakin berkurang, dengan banyaknya perang-perang yang ada sudah cukup memberi bukti nyata. Dan anehnya adalah karena dendam-dendam masa lalu yang meng-ego dan mengeras menjadi batu, entah perebutan wilayah atau bahkan perang urat syaraf Agama,SUku dan Ras, benar membawa ke jaman yang kurang berkenan dan penuh biadab. Yah sejarah terkadang membekas sangat dalam, namun pula ayat-ayat ketetapan yang teryakini dari sumber suci agama, kiranya perlu dipertimbangkan tentang penafsirannya.

Dalam masa ini,ilmu diharapkan memberi suatu kemanfaatan tersendiri dan mengandung nilai norma serta moralitas, srehingga kegunaan ilmu memang betul-betul menyentuh dan memperbaiki dunia itu sendiri. Aksiologi dari pemahaman dalam  ilsafat ilmu itu tentunya memberi harapan akan sisi kemanusiaan ilmu itu sendiri.

Kembali pada kata gila, maka Sri Khrisna pernah bersabda,ketika ditanya mengapa kau seperti orang gila atas segala yang kau katakan? Maka Sri Khrisna berkata ” Kalian Aku Mereka semuanya adalah orang gila, Tapi bedanya kalian gila kekuasaan, dan Mereka gila Harta dan gila wanita,Dan aku juga Gila,tetapi gila kepada Tuhan.”

dari berbagai sumber..

gwar 18-11-2012..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 November 2012 in agama, budaya, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

Ego manusia yang memberi takdir kepada manusia lainnya…

Apa teriakan bermakna??

Di saat menyata pada emosi…

Yang lebih besar dari takdir manusia itu sendiri..

Takdir sebagai mahluk budi dharma ???

——————————————————————-

Apa kau bisa membuat mereka yang telah tiada??

Apa kah akan kau katakan, ..ini air mani , mana telurnya??

Lalu siapa itu yang kau takdirkan, Mati??

Siapa yang menjamin engkau menjadi malaikat maut yang benar??…

Lalu apa yakinmu jika itu menjadi pahala burukmu,

kemana kau mendapat tempat mengadu??

Mati itu tiada akan guna sesal….

Kembalkan mati itu saja?? bisa kah??

——————————————————-

Emosi yang memBABI buta…

Dan “punggung” itu masih ada di dirimu..

Bawa saja beban itu??

Toh kau sudah tahu sudah mendapat tempat di alam sana…

abadikah??

—————————————————————————-

Ya sudah lah,

terjadi terjadi ya begitulah….

terkadang tersenyum miris, melihat merasa…

bahwa kengerian di alamNya…terngiang-ngiang-ngiang-ngiang-ngiang-ngiang…

———————————————————————

gwar…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Oktober 2012 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Sandingan Konsep “Seven Deadly Sins” Konsep Sad ripu serta Sad Atatayi

Dosa dan Pahala tidak akan pernah habisnya dibicarakan manusia sebagaimana ia menjadi suatu titik ketakutan dan sisi etika dan membentuk pula suatu moralitas tersendiri dari pemeluk suatu keyakinan. Setiap agama apa pun pada dasarnya memiliki suatu filsafat (tattwa), etika(susila), serta tentu saja ritual (upacara) yang menjadi simbol atau ciri khas dari suatu agama tersebut.

Berdasarkan bahwa manusia memiliki sesuatu kewajiban yang sungguh-sungguh berat dari jaman ini. Dari suatu keyakinan Hindu bahwa memang sekarang adalah jaman kaliyuga itu sendiri. Jaman di mana kejahatan lebih banyak dari yang menjunjung kebenaran itu sendiri. Namun pada akhir jaman, jika sekehendaknya ada beberapa messiah yang ditunggu untuk memberikan suatu “pintu” surga dan kerajaan surga di bumi ini. Artinya adalah kebenaran dalam bentuk apa pun sesuai dengan keyakinan masing-masing, menjadi hal yang mutlak dan patut ditunggu dan subjek-subjek dari raja atau penyelamat yang bangkit dari surga menambah motivasi melaksanakan tiga kerangka yang berlaku universal dari setiap agama itu sendiri.

Mungkin bukanlah suatu mitos, jika satrio piningit, ratu adil, imam mahdi, satrio pinandita, kalki avatar, buddha maitreya, dsb merupakan mitos-mitos yang bisa menjadi nyata, dengan dasar hati diberikan terbuka akan mitos (baca: Kekuatan Agung) spiritual yang bangkit dan terbangun.

Kembali lagi dengan kata dosa, Maka dalam etika kristen (nasrani) menyebutkan ada tujuh kelompok dosa yang sekehendaknya tidak dilaksanakan . Dan seven sins itu memiliki berbagai tempat hukuman di neraka nantinya. Dan bahkan menurut apa yang dijelaskan bahwa tujuh dosa itu dikelola atau dikuasai oleh iblis (demon) yang memiliki nama tersendiri.

Jenis-jenis Dosa dalam kebudayaan Nasrani adalah sebagai berikut:

1.Lust . Yang berarti hasrat atau nafsu yang seksual yang tidak terbatas, termasuk juga hasrat terhadap kekayaan, kemahsyuran. Dalam hal ini LUST dikuasai oleh Amoedeus.Dan dosa yang mereka dapatkan adalah masuk ke wilayah neraka yang penuh dengan badai angin ribut pada saat nantinya.

2.Gluttony . Yaitu dosa yang berasal dari kerakusan akan makanan dan minuman serta yang hanya terpikirkan adalah bagaimana cara mendapatkan makanan dan tiada bisa dikendalikan. Dan pula keserakahan yang berhubungan dengan perut. Dikuasai oleh iblis Beelzebub dan akan menderita kelaparan yang sangat jika telah ada di neraka nantinya/

3.Greed. Keserakahan terhadap unsur duniawi atau materialitas. DOsa ini adalah yang paling dekat berhubungan dengan korupsi dan penipuan atau pula perampokan yang sedemikan rupa menyukai keduniawian secara membabi buta dan dengan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang ia mau. Dalam hal ini dikuasai oleh Iblis Mammon.

4.SLoth . adalah dosa yang terjadi karena kemalasan untuk melakukn sesuatu, dan bahkan sudah terjebak pada kenyamanan akan malas itu sendiri sehingga tidak berguna bagi suatu masyarakat dan hanya menjadi sampah-sampah yang tidak berguna. Iblis yang menguasai dosa ini adalah Belphegor. Pada saatnya nanti mereka akan dilepas pada suatu danau yang dalam dan harus berenang agar tidak tenggelam, Jadi Ia akan selalu bergerak dan bergerak sampai akhir jaman nanti.

5. Wrath artinya adalah suatu kemarahan yang tiada bisa dikendalikan. Kemarahan itu bahkan menutup kebenaran itu sendiri akan kebijaksanaan yang ilahiah. Kemarahan yang tiada bisa dikendalikan oleh “diri” dan berlangsung setiap saat. Iblis yang menguasai adalah Satan.

6.Envy adalah dosa akibat perasaan iri hati terhadap kemampuan, kepunyaan, keberhasilan orang lainnya. Iri hati itu ketika menjadi suatu kebiasaan, maka akan terlihat seperti tidak terpuaskan karena keinginan melihat rumput tetangga lebih hijau. Iblis yang menguasai adalah Leviathan.

7. Pride atau Narsistik. Adalah dosa yang paling mengerikan, maksudnya adalah bagaimana rasa terlalu percaya diri, merasa sempurna, dan bahkan melebihi junjungan-Nya, dan saking percaya dirinya, Ia bahkan mengatasnamakan yang dijunjung untuk menghancurkan lainnya. Narsisme ini adalah dosa yang dikuasai oleh Lucifer.

Dan setelah kita melihat dari definisi terhadap tujuh dosa manusia, maka dapat kita tarik suatu benang merah bahwa etika itu bisa saja berlaku secara universal. Hal itu dapat ditelaah pada ajaran sanatana dharma yang mnampilkan etika susila Sad ripu (enam musuh manusia) dan Sad atatayi enam kejahatan yang dihindari.

Sad ripu adalah sebagai berikut :

  1. Kama artinya sifat penuh nafsu indriya.
  2. Lobha artinya sifat loba dan serakah.
  3. Krodha artinya sifat kejam dan pemarah.
  4. Mada artinya sifat mabuk dan kegila-gilaan.
  5. Moha artinya sifat bingung dan angkuh.
  6. Matsarya adalah sifat dengki dan iri hati

Dan sad atatayi adalah

  1. Agnida: membakar rumah atau milik orang lain, meledakkan bom, termasuk membakar dalam arti kias yaitu memarahi orang sehingga orang itu merasa malu dan terhina.
  2. Wisada: meracuni orang atau mahluk lain.
  3. Atharwa: menggunakan ilmu hitam (black magic) untuk menyengsarakan orang lain.
  4. Sastraghna: mengamuk atau membunuh tanpa tujuan tertentu karena marah.
  5. Dratikrama: memperkosa, pelecehan sex.
  6. Rajapisuna: memfitnah

 

Maka benang merah dan kemiripan dari etika yang menuju suatu nilai super ego moralitas yang tercipta pada agama yang memiliki perbedaan sejarah adalah sebagai berikut:

1.Lust berhubungan erat dengan kama, dratikrama yang pada dasarnya mengandung nilai susila yang rendah.

2.Gluttony adalah dosa yang berhubungan dengan Mada seperti rakus akan makanan.

3.Greed sebagai keserakahan sangatlah mirip dengan Lobha.

4.Wrath sebagai kemarahan yang terlepaskan dan tiada perlu dapat disandingkan dengan krodha,Agnida,dan Sastraghna.

5.Envy sebagai keiri hatian menuju pada pemahaman terhadap Matsarya, Wisada, atau Rajapisuna

6.Sloth mungkin berhubungan erat dengan Moha.

7.Pride berhubungan dengan Moha,Agnida.

Dari beberapa kemiripan di atas, maka apakah ke depannya pada suatu kehidupan dunia ini bisakah tercipta bahwa Moralitas dan Etika yang berujung pada Kesusilaan , Budi pekerti menjadi Satu dalam bingkai Universalitas??

Mungkin saja jika diberikan ruang kemuliaan Nya di dada ini.

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Seven_deadly_sins

http://www.hindubatam.com/susila/asubha-karma/sad-ripu-dan-sad-atatayi.html

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 26 Oktober 2012 in agama, budaya, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Japa sebagai sarana Moksa di jaman kali..

beberapa minggu ini …saya sebagai saya..selalu tertakdirkan untuk mencari apatah suatu arti IA…

sang Laksana Jiwa Yang saya yakini sebagai pengkarya alam semesta..

misalkan saja sebagai jalan jnana yang dikatakan sebagai jalan yang terjal dan penuh liku untuk memahami bagaimana NYA ada…

sampai pada waktu bahwa tersingkirkan diri bahwa sedalam-dalamnya IA dan bisa terjebak pada konsepsi “mayavadi”…

untuk linknya dijelaskan disini..

http://krsna.tribe.net/thread/786e13cd-919e-4dbd-ab61-98dc4518124a

mayavadi adalah menganggap Tuhan bukan sebagai pribadi dan memilki sifat meneorikan Tuhan berdasarkan indra sendiri dan pengalaman sendiri..berbahaya karena tersesat akan pribadi yang salah itu..

dalam bhagawadgita dijelaskan pula…Jika kau menuju leluhur kau akan menuju leluhur…

jika kau memuja dewa kau akan menuju dewa…

jika kau menuju Aku kau akan menuju Aku..

 

dalam hal ini Shri Krisna bersabda kepada Arjuna…

jadi dipastikan bahwa segala suatunya jika menuju Tuhan dan pemujaan kepada Tuhan diciptakan, maka Ia tak sampailah kepada suatu kebingungan dari spiritual itu sendiri…

seperti yang dikatakan juga..bahwa dalam jaman yang berbeda terdiri juga dari sifat-sifat serta kondisi yang berbeda pula…

seperti yang tercantum dalam…

Srimad Bhagawantam, XII 3:51-52

Kaler dosa nidhe rajanam,

asty hy eko mahan gunah,

kiirtanad ewa Khrsnasya mukta

bandhah param wrajet”

Krte yad dhyayayo Wisnum

Tretayam yajato makhaih

Dwapare pariciaryayam

Kalau tad kiirtanat”

Artinya..

Hai sang Raja walaupun Kaliyuga penuh dosa,

namun memiliki sifat baik

yaitu dengan kirtana (bernyanyi) saja

orang dapat mencapai moksa..

Disebutkan pula jaman satyam (kertayuga) diperoleh pada samadhi buat Wisnu…

Jaman Traitayuga adalah dengan yajna..

Jaman Dwaparayuga adalah dengan pelayanan kepada kaki padma…

Jaman Kaliyuga adalah dengan kirtanam (bhajan,  bernyanyi)…

Jaman Kaliyuga seperti yang diketahui memiliki makna tersendiri dari jaman-jaman yang lain..dipastikan disini bahwa banyak manusia yang terlingkupi keserakahan, kejahatan, kelaliman, dan sifat-sifat negatif lainnya…

jadi dengan segala yang negatif itu , maka dari suratan veda..dalam pencapaian moksa mungkin cukup bisa dilakukan dengan melakukan japa atau nyanyian secara berulang-ulang..

dalam lingga purana disebutkan pula..

1. berjapa di rumah maka manfaatnya sebanyak japa yang diucapkan..

2.berjapa di kandang sapi maka manfaatnya 100 kali lebih banyak..

3.berjapa di pinggir sungai maka manfaatnya 100.000 kali lebih banyak..

4. berjapa di depan arca atau gambar Tuhan atau tempat suci maka manfaatnya tiada terhingga..(Sadguru Sant Keshavadas,1991:18)..

jadi dapat digambarkan bahwa japa memiliki arti penting dalam menyadari arti Tuhan atau bersatu denganNya (Moksa) di jaman Kali ini..

Japa dapat dijelaskan disini adalah nyanyian ato suara suci yang memuja Tuhan yang Maha Kuasa sepenuh hati…mantram japa adalah dapat disebutkan sebagai mantra yang mengumandangkan nama Beliau..sebagai contoh adalah mantra berikut :

Om Nama sivaya om nama sivaya om namasivaya, Hare Rama Hare Rama Hare Khrisna Hare Khrisna Khrisna Khrisna Hare Hare, atau mantram Gayatri sebagai mantram yang paling tertinggi diantara berbagai mantram atau pujam yang ada…

saya sendiri menggunakan mantram yang kedua, dan itu bisa memberikan rasa yang tinggi terhadap Beliau dan tidak terkatakan nikmatnya…hal tersebut tergantung dari segala yang diyakini saja oleh masing-masing  individu…

dari pengalaman yang ada, maka mantram itu saya katakan sendiri merupakan penyelamat dalam menghadapi segala kesukaran yang saya alami sebelumnya..seperti ada suatu pembebasan dalam diri…

yup semoga tulisan ini ada maknanya..salam…

sujud gwar…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Juli 2009 in agama

 

Tag: , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: