RSS

Arsip Tag: maya tri guna

Pengaruh Tri Guna Maya terhadap Buddhi dalam Jnana Tattwa..

Om jnana yoga yantranamakha om

Disebutkan bahwa sattwika yang memengaruhi manusia, maka hal itu akan membawa manusia pada peningkatan kualitas kelahirannya..Dalam wraspatti tattwa dikatakan akan menuju kamoksan yg merupakan kebahagiaan tanpa batas..

Dalam hal ini sattwika merupakan bagian dari tri guna maya, yaitu yg lainnya adalah Rajas tamas yang dikatakan akan membuat manusia terlahir menjadi hewan tumbuhan atau masuk dalam neraka yang kelam..

Buddhi sendiri adalah disebut sebagai akal, yg bersama2 dgn ahamkara sebagai ego juga citta adalah wujud kasar purusha yg dikatakan sbagai intuisi..manah dimasukkan kepada buddhi..maka buddhi adalah dasar untuk menuju pada sebuah keadaan yg terbahagiakan ktika mengenal dan dimasuki sattwika, yg lain sprti rajas dan tamas maka bisa membuat manusia turun derajatnya..

Dalam jnana tattwa, pengaruh tri guna sangat besar bagi evolusi manusia untuk menuju kelepasan..dan pengaruh itu dibagi menjadi tiga ruang lingkup besar atas nama tri guna tersebut..Jnana tattwa menyebutkan sebagai berikut :

bila ada buddhi sattwa, sangat menekankan pada hakikat kebijaksanaan, mengamati baik2 sastra, melaksanakan kesamyagjnanan, Sang Hyang Tri Purushalah kelahiran Sattwa yang demikian. Apabila buddhi sattwa sangat menekankan pada hakikat Brata tapa yoga samadhi, maka Pancarsilah kelahiran yang demikian. Bila buddhi sattwa sangat menekankan pada hakikat puja,arcana, japa, mantra dan puji2an terhadap bhatara, maka saptarsi lah kelahiran Sattwa yg demikian. Apabila buddhi sattwa tidak mengindahkan baik dan buruk, namun kasih sayang pada semua mahluk, Dewarsi kelahiran sattwa yang demikian. Apabila sattwika sangat menekankan terhadap hakikat dharma, kirti yasa kebajikan, maka Dewalah kelahiran Sattwa yang demikian. Apabila buddhi sattwa sangat menekankan pada keberanian, keperwiraan, ketangkasan, tidak mempedulikan bahaya, sangat rela iklas pada jiwanya, sombong hendak membunuh mengalahkan dirinya sendiri dengan kasih sayangnya, bhaktinya, tak bingung dalam berprilaku, hanya tenang pikirannya, pikirannya semata mata jernuh, bila akan melaksanakan ketetapan hatinya keberaniannya, maka Widyadaralah kelahiran sattwa yang demikian, apabila buddhi sattwa menekankan pada hakikat keindahan ,senang bunyi-bunyian yg menyebabkan telinga senang, setiap yg indah didatanginya maka ghandarwalah kelahiran sattwa itu…

Disebutkan juga buddhi yg terpengaruhi rajah adalah sebagai berikut :

  • Danawa rajah adalah buddhi rajah ketika ia diberi kata2 tak layak ia marah, dan ia menahan itu karena ada orang lain dan kemudian menangis maka ia kelahiran danawa rajah namanya
  • Daitya rajah adalah ketika buddhi rajah diberi kata tidak baik ia marah namun kemudian ia menjauh dan sambil berkata “paling hebat seharusnya aku ini” ia dapat merendahkanku, ia mengira aku penakut, hanya karena enggan bertengkar, krna aku sayang kebaikan..
  • Raksasa rajah ktika budhi rajah diberikan kata tidak baik kemudian ia marah, gemetar badannya, seketika ia menyerang, lancang kata2nya, lancang tangan, kaki menjerit meraung, dan berkata seenaknya saja..

Dan buddhi tamah adalah sebagai berikut :

  • Bhutayaksa tamah adalah ia tidak resah pada apa yg dimakan, kenyang dengan secabik sayur dan sekepal nasi, seteguk air, atau tuak maka puas hatinya..
  • Kelahiran bhutadengen tamah adalah memilih apa yg dimakan, bukan emas yg diinginkan, gemerlapan ditolaknya namun ktika bertemu makanan sejuklah hatinya..
  • Kelahiran bhutakala tamah dimana ttidak memilih apa yg diingininya, smua daging yg dipandang tak layak dimakan asal membuat kenyang..
  • Kelahiran bhuta paisacha mau makan makanan yg tidak enak gelisah resah ke barat ke timur, dan tertipu lesu namun masih tergila-gila, dan dipasang telingannya ktika mendengar ada makanan.

Dijelaskan selanjutnya adalah sebagai berikut tentang bagaimana sang atman akhrinya mnuju moksah, surga , neraka, atau jatuh menjadi binatang..

  • Ketika bhutayaksa bertemu dengan Dewarsi, Saptarsi, Pancarsi, Tri purusa terang bercahaya buddhi itu maka atman akan mencapai kamoksaan.. 
  • Ketika.bhuta dengen bertemu dengan daitya, widyadara, dewata terang bercahaya buddhi itu, maka iru mnyebabkan mencapai surga..
  • Ketika bhutakala bertemu raksasa, gandharwa bercahaya buddhi itu maka menyebabkan ia lahir menjadi manusia..
  • Namun apabila bhutapaisaca bertemu dengan raksasa terang bercahaya buddhi itu maka atma jatuh ke neraka..
  • Dan ktika hanya.bhutapaisaca yg bercahaya buddhi itu, maka akan menjadi binatang..

Begitulah yang terjelaskan di jnana tattwa, semoga bisa menjadi cermin diri untuk selalu meningkatkan diri sebagai manusia yang memahami arah tujuan akhir pdaNYA..

Guswar des 2017

Kalvatar regions books..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Desember 2017 in agama, sastra

 

Tag: , , , , ,

Maya yg Memasuki di Sapta serta tri Dosha

Om swasti purnam ksma smpurna ..
Ya namo budhaya nama shivaya..
Shanti shanti rahayu..

image

Dalam memahami maya sbagai bahan dasar trbntuknya semesta dan juga badan kasar..Di mana menuju pada prusha sbagai suksma dan atman sbagai daya hidup..Maka sesungguhnya itu merasuk ke mana saja wyapi wyapaka..asta aiswarya isitwa wasitwa prapti laghima mahima prkamya anima ytrakamawasayitwa…

Maya sendiri berhubungan erat dan bermanifestasi sbagai tri dosha yaitu yg memengaruhi stula sarira badan kasar dan juga badan halus suksma linga sarira..Atman yg terjebak tersangkut pada ketidaksadaran nurani dalam mencari keilahian..
Tri dsha sendiri mrupakan bagian dri panca maha butha yg berisikan wujud2 dan bahan semesta dri prakerti..lwuir ipun..
*Vata..yaitu konsep yg berisikan keadaan yg penuh etheris akasa dan angin..Ini biasanya sesuai dgn lingkungan yg sejuk dan nyaman dimana angin sepoi sbagai maujudnya..trmasuk di dalam pnca maha butha di stula sarira badan kasar…angin adlah rongga dan nafas..serta ruang sbagai etherisnya..energi ruang juga dpat dipahami sbagai kekuatan potensi yg bisa mmbri sakit ktika tidak seimbang.
.
*pittha..adalah bagian api teja dan air..dlam hal ini adalah kondisi panas yg mnybabkan keringat berlebih dan juga saat suasana lembab dan panas..ini memengaruhi emosi dri suksma sarira..dan dalam stula sarira ini bisa terlihat di hormon dan cairan2 tubuh ginjal dan yg brhubungan dngn itu…

*Kapha..adlah bagian yg bersifat air dan pertiwi tanah..dlam stula sarira itu bisa mnjadi kelembaman dan sprti daging tulang kulit nyeri serta berada pada tingkat enggan melakukan apa pun..biasanya lingkungan yg dingin dan gelap serta basah namun dingin..

Ini konsep dri tri dosha..dlam maya tri guna..maka sattwika guna brada di wilayah vatta rajasika brada di keaktifan pitta dan kapha adlah tmasika guna…pada lingkungan yg seimbang, maka vatta adalah proses brpikir dan nafas prana yg baik, pitta adlah karma kerja yg sesuai dgn swadarma..serta kapha adlah saat tubuh layak beristrahat..dlam hal prilaku dan  berpikir yg seimbang adalah saat lingkungan vatta tidak memaksa pitta kapha dan sebaliknya..namun ketidakseimbangan bisa diberi pengotrolan dri luar dan atau mengadakan jalan yoga meditasi serta yg terkini adalah asupan vitamin dan obat2an..tentu dgn dosis yg tepat..ktika bicara masalah etheris, maka otu brada di wilayah pnyesuaian tentang cakra2 yg ada..

Sprti tulisan ttg cakra dan maya tri guna..maka tribdosha brada di cakra2 yg ada..kondisi2 terntu dalam bahasa elemen yg melindungi dan ada, berada pada definisi serta bagian elemen yg brada di cakra masing2..

*Elemen kapha berada di bagian..
Muladhara dan svadisthana..maka ktika kapha aktif, ini brhubungan dgn cakra ini..sprti juga ktika tidak seimbang, maka konsepsi penyeimbangan brasal dri area cakra ini…(tentunya disesuaikan dgn cara masing2)…
*elemen pitta berada di bagian svadisthana cakra sex dan juga di bagian manipura yg berelemen api..ketidakseimbangan itu berpengaruh trhadap stula sarira sprti pada darah dan panas tubuh atau hormon cairan yg ada..tentu dlam bahasa kontrolnya masuk pada bagian pngendalian cakra ini..

* elemen vatta adlah brasal dri angin dan ether..yg ktika masuk pada konsep cakra adlah anahata dan visuddha..yg berelemen berturut2 vayu dan akasa..suara dan sabda adalah bgian vatta dimana nafas dan kesehatan kerongkongan tenggorakan dan paru2 adalah terkondisikan ketika vatta ini seimbang..seiring dgn kesegaran saat pagi hari dalam menghirup udara segar dan embunnya..segala yg brhubungan dgn gerakan peristaltik atau pula kesegaran nafas sungguh mnjadi bgian yg terlingkupi vatta…

Di atas kedua itu ada cakra utama ajna dan mahkota..ini cakra yg brhubungan dgn kesadaran dalam suksma sarira dan juga mentalitas dalam memahami kehiduoan agar harmonis..tnpa cakra ini, tidak mgkin manusia memahami jiwa dan juga pngaruh prkerti maya semesta serta untuk mengambil analisa ttg keseimbangan stula suksma dan antahkarana sarira..untuk mncapai wicaksana wisesa, maka ckra ini aktif dan brkmbang..namun tnpa ckra2 5 lainnya..maka berisikan stula sarira yg bermimpi saja dan tidak menginjak bhumi…

Salim sntun guswar..
Maret 2015..
Sumber bacaan
Prana choa kok sui..
Maya tri guna wrspatti tattwa..
Vatta pitta kapha ayurweda..

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Maret 2015 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , ,

Panca tan matra, sebagai inti citta Semesta

Om gan ganapatya ya namo swaha..
Om pasupatya suhci nirmala ring swah bhur bwah lohka..
Om sivam narayanam shantii shanti shanti..

Swastiastu..

image

Dalam dunia disadari sebagai bagian dri semesta atau juga bagian badan tuhan (panentheism)..Dalam tattwa penciptaan, maka bumi terbentuk dari kehendak cadu sakti saguna brhman (prabhu wibhu krya jnana sakti) yg membentuk purusha (inti hidup) serta juga prakerti (bahan kasar hidup)..Dalam hal ini purusha adalah jiwa suksma sarira..dan prakerti adalah badan kasar panca maha butha..

Badan yg ketiga adlah atman atau brhman itu sendiri yg mnjdi inti yg utama..Panca maha butha yg terdiri dari akasa bayu teja apah pertiwi adlah badan kasar manusia tumbuhan hewan dan jga dunia semesta dgn persentase yg berbeda beda..Kemudian suksma sarira adalah badan halus roh jiwa ..yg dibagi mnjadi citta budhi manas ahamkar.tergntung yg mana berkembang scara benar dan baik….

Pada panca maha butha yg membentuk manusia dan juga ditopang oleh suksma sarira serta juga inti hidupnya yaitu atman, maka dunia semesta (baca:bumi ini) memiliki inti atau sebuah rasa di setiap bagian pnca maha butha yg ada..Itu disebut Panca Tan Matra..Panca tan matra ini jua lah yg memberikan sensasi serta daya rasa dri indera indera manusia panca budhindriya itu..Namun hal itu tidak lepas dari kehendak Nya dri Maya triguna sbagai hyang wenang..

Panca tan matra itu sendiri adalah zat inti yg menghidupkan sensasi indriya..Adalah sebagai berikut :
1. Rupa tan matra sbagai inti melihat..
2.Gandha tan matra sbagai inti mencium bau2an..
3.Sabda tan matra inti suara dan jga yg didengar..
4.Sparsa tan matra inti dari sentuhan di kulit..
5. Rasa tan matra di pengecap..
Dalam upanishad sekilas dijelaskan bahwa ..panca tan matra sbagai berikut..
“Inti rupa..maka pejamkanlah mata dalam sinar cahaya mntari..dan pejam sampai inti itu masuk dan menghilang..maka yg tertinggal itu adalah rupa tan matra..”
“Inti sabda..maka heningkan diri dan drngarkan suara yg ada ..tutup telinga dan biarkan senyap..yg tertinggal adalah inti sabda..”
“Inti bau..maka hirup semua dlam prana..dan hembuskan smua itu..maka yg tertinggal itu adalah inti gandha tan matra”..
“Inti rasa..maka kecaplah seluruh rasa..dan kemudian diamkan dan tenangkan..lalu terdiam sampai lenyap..maka yg masih tertinggal adalah rasa tan matra..”.
“Inti sentuhan..maka rasakan angin yg berhembusndi kulit.dan menikmati sensasi itu..kmudian biarkan lenyap..maka yg tertinggal itu inti dari sparsa tan matra”(sesuai yg teringat)..

Ini adlaah yg mnjadi pnghubung antara semesta dan juga indriya2 yg ada..Tentu ini juga tergntung dari inti hikmat inti yg memberi hidup atmaning loka samastha yg dapat di tngkap pnca indriya buddhi.. Karena ini lah seluruh panca maha butha mnjadi dapat dirasakan oleh sensoris tubuh mahluk itu sendiri..Sebuah sensasi berbeda ketika ada yg berkembang dgn cukup tinggi pada mahluk2 yg lebih rendah..Namun dlam hal ini idep manusia yg mmbuat perbedaan signifikan akan rahasia semesta itu sendiri..Ketika dalam keadaan panik dan bencana, tentunya sensasi dri semesta tetap akan dipahami oleh lebih baik dri mahluk yg lain..Kuasa dari brhman yg Hyang wenang…

Ini juga disesuaikan dgn kehendak Hyang dewata terhadap maya guna dri setiap jiwa dan wujud mahluk.. Tentunya ktika hnya rajas tamas yg dibiasakan, maka sensori akan sensitif pada kenikmatan pnca karmendriya atau malah tidak terasakan inti utama kebenaran yg berasal dari hantaran panca tan matra ..materialitas yg membelenggu, smoga di dalam kehidupan keseimbangan san harmoni dgn semesta serta isinya smakin meningkat..

Om Shanti rahayu raharja samastha..
Om..

Salam gwar..
Dri brbagai sumber..
Pngrupukan nyepi mar 2015..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Maret 2015 in filosofi

 

Tag: , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: