Tag: moksa

Realitas Kebenaran…Maujud Apa Itu?

Salam Kebangkitan.. ..Om Paramasiwa,Sadasiwa,SiwaNarayana, Om Namasiwaya.. Maaf kelancangan hamba, ku-persembahkan ini hanya pada-Mu.. Sering mendengar sebuah frase yang Maha, itu seperti mendengar balutan kata “Realitas Kebenaran”. Apa itu sebuah Realitas Kebenaran? Apakah Sebuah fakta tentang idealnya “diri’ sekaligus “dunia”? Atau bagaimana kenyataan di “sini” di dunia dalam bentuk sebagai unit

Sekilas tentang Atman yang Lekat pada Kemoksaan…

— Om sadasiwa, siwa narayanam, om namasiwaya.. Semoga “ini” hanya sembah kepadaMu oh hyang kuasa.. ….Atman…. Mendengar sederet kata atman, artinya adalah bahwa pemahaman tentang itu (atman) adalah menuju sebuah sraddha yang lekat pada 5 dasar keyakinan hindu. Hikayat atau hakikat tentang atman, pada dasarnya adalah sebuah cerita tentang kekekalan

Mahrifat, Wahdatul Wujud, dan Kamoksan

     Mendengar istilah Mahrifat,  mungkin dikatakan suatu yang asing, namun pada dasarnya adalah sesuatu yang menarik jika didekatkan pada sebuah agama monotheism (islam) sebagai pemilik kata tersebut. Sebuah konsep unik pula tentang arti Manunggaling Kawulo Gusti sebagai sebuah kalimat yang berasal dari istilah “kejawen”. Sebuah kemanunggalan dengan “Gusti”. Tentunya

Neti-neti..bahwa Definisi-Nya tidak dapat dibingkai

Tuhan…Tuhan yang memiliki semesta serta merupakan poros perputaran Sthiti, Utpetti, dan Pralina adalah yang segalanya.Artinya adalah Ia saking besar serta maha luasnya, tidak dapat terbingkai oleh satu definisi mutlak akan diriNya. Dan bahwa Ia yang penguasa, tidak dapat dibingkai oleh sederet kata-kata yang pas. Neti-Neti, bahwa Brahman, Sang Hyang Widhi

Manunggaling Kawulo Gusti serta Kaitan dalam Moksa..

ajaran sebagai moksa sebagai tujuan akhir manusia HIndu..sangatlah merupakan pedoman dalam melaksanakan berbagai tautan-tautan hidup…sebagai ciri bahwa moksa telah tercapai adalah bersatunya Atman dengan Brahman yang ditandai dari meresapi segala sifatNya dan tidak memikirkan segala sifat yang memiliki unsur keduniawian …. seperti pada sifat kawulo manuggaling gusti dimana terjadi suatu

antara aliran syeh siti jenar, komunis, dan agnotisme..tinjauan terhadap konsep..

dalam pertautannya..maka dapat dijelaskan bagaimana posisi aku adalah Tuhan dari sisi syeh siti jenar… dapat dijelaskan bahwa syeh siti jenar memiliki jiwa murni dan penuh kebijaksanaan dalam diri pribadinya…jika suatu rasa itu ada, maka sangguplah jika ia dapat mengatakan Sang Aku dalam dirinya…itu berarti bahwa Tuhan sudah menyatu dalam setiap

Kamokshan sang Ghru Sujahati…

pencarian sang anak bhagawantha… mendalami shadulur pancaran nurcahaya…. agni adalah pembahakar seluruh putus asa… pangilmu bagi pelupa hidup yang bahagia….udara nafas adalah burung penyejuk… bagi makhluk larut sangat nestapa… air sebagai pelepas kering dahaga… tuk sang aku yang tak lepas dari mereka yang maruk…. penyabar bagai tanah yang terinjak-injak…. hanya

WordPress.com.