RSS

Arsip Tag: monisme

Panentheisme (Di dalam Tuhan) menurut Bhagawadgita

Agama sebagai jalan untuk menuju suatu kesadaran akan kebahagiaan, maka tentu saja dapat dianalisa dengan berbagai pandangan tersendiri. Tidak ada yang mutlak benar dan pasti salah, karena pada dasarnya Tuhan Yang Esa adalah sebagai Acintya, yang tidak akan mampu dipikirkan. Logika, Akal, Pikiran, Rasa, Jiwa, semua tunduk pada sebuah kesadaran, Kesadaran yang hanya akan dicapai oleh sebuah tingkat yang memiliki perbedaan pula. Kesadaran yang membawa pada sebuah kebahagiaan tentunya untuk disebarkan kepada yang lain. Ketika diri sendiri tidak berbahagia dan menyadari akan sebuah kesadaran yang Hakiki, apa yang layak disebarkan??

images (4)

Tuhan dalam hal ini brahman atau dalam sebutan lain di agama apa pun, memiliki beberapa pandangan yang bisa dirasai oleh sadar itu sendiri.

Monotheisme adalah bagaimana IA tuhan adalah satu sahaja,tidak ada yang lainnya, yang maha besar, maha agung, maha kuasa, maha tahu dan sebagaiNYA, dunia diciptakan olehNya, berakhir di dia semata. 

Monisme dan pantheisme adalah konsep dimana seluruhNya adalah Tuhan, artinya dimana-mana IA berada, dimana-mana IA merasuk ke dalam apa pun, dan dengan itu maka tidak ada mungkin suatu kesemena-menaan akan ciptaanNYA, karena itu juga adalah IA semata. Dalam bhgwadgita secara sekilas disebutkan.. “Aku berada di seluruh mahluk sebagai ruh yang Utama, mereka yang sadar akan itu dan mengimani itu, namun tidak merosot ia karena itu, adalah seseorang yang berjalan pada jalan kerohanian.”

Panentheisme adalah konsep dimana IA Tuhan adalah maha Besar, dan manusia, kita berada pada kesadaranNya, bahwa kita berada di dalamNya. Kita hanya bagian kecil dariNYA, kita hanya bagian sangat-sangat kecil dan menjadikan sebagai sebuah atom diantara semestaNYA, kita hanya merupakan bagian dari Wajah,telinga, tubuh, tangan, kaki, jari, atau selnya, dari semesta kita hanya setitik kecil dari lautan samudra kesadaranNYA. Karena itu, sebenarnya kita hidup atau mati hanya berada pada kesadaran kecilNYA, satu kali brahman bangun hidup dan kembali terdiam, adalah satu kali pralaya itu mengada, dan kita hnya bagian dari itu saja. Betapa kecil kita sebenarnya.

Dan namun tentu saja itu adalah bagian kesadaran kita semata, kita lupa dan tidak berbahagia ketika kesadaran tentangNYA tidak didapatkan, kita telah dan selalu akan berada di dalamNYA, Namun karena ketidak sadaran dari ATMAN Brahman Aikyam, maka atman dan citta terbungkus oleh ahamkara (ego) yang menggelapkan manah dan budhhi itu sendiri sebagai bagian saudara dan lapisan atman itu sendiri.

Sebagai ingatan selubung atman adalah berturut-turut Atman, Citta (intuisi memori), Buddhi (akal wiweka), Manah (pikiran penguasa inderawi), Ahamkara atau ego. Maka selubung itu yang tidak menyadarkan manusia untuk mengetahui diri sebagai Hyang Agung itu sendiri. Dalam konsep Buana Agung Buana Alit, maka manusia adalah menyadari akan dirinya sebagai buana alit dan juga bagian dari buana agung itu sendiri. Di mana kedua hal itu tidak dapat terpisahkan..

Maka ketika sebuah kesadaran entitas diri, sebagai yg selalu terhubung pada keilahian dan kebenaran yang berbahagia, maka begitu pula diri akan selalu merasa berada di dalamNYA.. Dalam berbagai kitab hindu, banyak tersirat dari konsep kemahaBesaran hyang kuasa, serta keagunganNYA, yang siap ditemui pada tingkat kesadaran tertinggi serta kebahagiaan yang benar hakiki..

Bhgwadgita IX-6 ..

Yathakasha-sthito nityam watuh sarwatra-go mahan,  tatha sarwani bhutani mat-sthanity upadharaya..

Artinya :seperti udara yang perkasa yg bergerak dimana-mana, senantiasa berada di ruang angkasa(akasa)..ketahuilah bahwa dengan cara yang sama seluruh keberadaan ini berada di dalamKU..

Bhagawadgita IX-7

Sarwa bhutani kaunteya prakerthim yanti mamikam, kaloa ksaye punas tani kalpadau wisrjamy aham..

Artinya : seluruh mahluk, wahai putra kunti , masuk ke dalam sifat alam (prkrt)-Ku, pada setiap akhir siklus(kalpa) oada awal siklus (kalpa)berikutNYA Aku kembalikan lagi mereka itu…

Dalan kedua sloka bhgwdgita diatas, maka dpat disimpulkan bahkan udara berada di dalamNYA tuhan yg maha besar, serta seluruh mahluk terliputi terkuasai oleh alam prkerti hyang Kuasa, walaupun mereka  menyangkalnya, tetap saja mereka berada di dalam sifati prkerti hyang maha besar itu..

Kemudian di bhgwadgita IX-13.,

Mahatmanas tu mam partha daiwim prkertim asritah, bhajanty ananya-manaso jnatwa bhutadim awyayam.,

Artinya : Roh roh agung, wahai partha, yg memiliki sifat2 ilahi(daiwi prkrthim), yang mengetahui AKU sebagai sumber abadi segala mahluk, memujaKu dengan pikiran yang mantap..

Bhwagawadgita, IX-4

Maya tatam idam sarwan jagad awyakta-murtina, Mat-sthani sarwa-bhutani na caham tesw awasthitah..

Artinya ., seluruh alam semesta inu terselimuti olehKU melalui wujudKU, yg tak termanifestasikan..Semua mahluk ada padaKU, tetapi Aku tak ada pada mereka..

Dalam sloka di atas, maka maya prkerti atau sifati ilahi yaitu satwik rajasik tamasik, ada dalam daiwik prkrtim di roh2 agung yg mngerti bahwa IA yang kuasa berada di sifati daiwi yg satwika dan rajasikam,..Kemudian bahwa seluruh mahluk yang berada di dalamNYA, tidak akan bisa lepas dari prkrtiNYA, apakah daiwi prkrthim, atau mohini prkrtim (keakuan palsu) dan keagunganNYA, menyebutkan bhwa IA yang KUAsa, tiada terpengaruh oleh kedua itu, namun kedua itu selalu berada di dalamNYA…

Kemudian apa yg menjadi daiwi prkrtih dan mohini prkrtih yg berada di dalamNYA, dapat disebutkan pada sloka berikut :

Bhgwdgita X-4

Buddhir jnanam assamohah ksama satyam damah samah,sukham duhkham bhwavo, bhayam cabhayam evacha..

Artinya ..pemahaman, pengethuan, bebas dari kebingungan,kesabaran, kebenaran,pengendalian diri dan ketenangan, kesenangan dan dukha,keberadaan, dan ketidak adaan, ketakutan dan keberanian…

Bhgwdgita X-5

Ahimsa samata tuatis tapo danam yaso yasah, bhwanti,bhawa bhutanam, matta eva prthag-widhah..

Artinya,, tanpa kekerasan,keseimbangan pikiran, kepuasan, kesederhanaan, amal sedekah, kemasyuran dan kehinaan, semuanya ini adalah keadaan daru mahluk2 yang hanya berasal dari AKU saja.,,

Dalam sloka kedua diatas, dapat diambil pemahaman bhwa semua sifati dunia ilahi, atau dri sifati mohini berasal dari IA yang Maha KUAsa, dan berada pada prakertiNYA, tentunya kesadaran yg berada di dalamNYA..kemudian bhwa yang mencariNYA dalam kesadaranNYA yg menuju kebahagiaan sejati…walaupun sangkalan dan pengethuan yg mnjauh dariNYA, tetap saja itu berada di dalam IA semata, karena mahkukNYA sesungguhnya hnya dpat memilih, mnjadi yg sadar atau berada di ketidaksadaran…krna semua berada di dalamNYA(panentheism)..semakin menyangkal, maka tidak berguna, krna sudah selalu berada di kesadaranNYA..

Salam gwar  Agust 2014

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Agustus 2014 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , ,

Mon(othe)isme , tat twam asi dan Bgitulah Manusia itu yang Utama

image

Om saba ta a i.. nama siwaya..
Asatoma sad gamaya
Tamasoma jyotir gamaya, mrtyorma amrtam gamaya..
Ksama sampurnah ya na mo nama swaha…

Sloka 13-29 bhgwadgita..
Samam pasyan hi sarvatra samavashitam isvaram
Na hinasty atmanatmanam tato yati param gatim
Artinya: orang yang melihat Roh Yang Utama berada di mana mana dengan cara yang sama di dalam setiap mahluk hidup, tidak menyebabkan dirinya merosot karena pikirannya..dengan demikian IA mencapai tujuan rohani..

Dari sabda bhagawadgita di atas, maka dapat dikatakan sebuah filsafati monisme atau juga dekat dengan tat twam asi, bahwa kamu adalah aku aku adalah kamu.. manusia sendiri sebagai mahluk yang dikatakan utama, adalah memiliki tri pramana sabda bayu idep dan yang lainnya adlah dwi pramana, dan eka pramana, brturut-turut hewan dan tanaman.

Pada sloka di atas dikatakan bahwa seluruh mahluk berisikan IA sebagai roh utama sebagai atman, sebagai badan ananda atau ruh yang brhubungan secara langsung kepada paratman brahman. Maka jangan menyangsikan diri ketika pikiran menerobos kesamaan antara binatang, tumbuhan dan manusia itu sendiri. Maksud inilah yang dikatakan PIKIRAN YANG MEROSOT, maka mereka yang menebak nebak brahman tuhan sebagai bagian dari seluruh mahluk, tetapi karna terjatuh pada menyamakan derajat itu, maka sebenarnya Itu juga merusak pikiran mereka..

Manusia adalah mahluk yang sempurna, dan bersyukurlah untuk menjadi manusia. Lebih jelas dari sini…

https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/03/04/bersyukur-bagaimana-menjadi-manusia/

Maka manusia yang sempurna sbagai ciptaan tuhan, adalah manusia yang mengerti tentang bagaimana tiga sifat alam tri guna, sattwika kebaikan, rajasika nafsu dan tamasikam kegelapan..

Berlanjut tentang sloka bhgwadgita
Sloka 14-9
Sattvam sukhe sanjayati rajah karmani bharata
Jnanam artvya tu tamah pramade sanjyaty uta
Artinya : wahai putra bharata, sifat kebaikan mengikat seseorang pada kebahagiaan, nafsu mengikatkan seseorang pada kegiatan yang dimaksudkan memberi hasil dan pahala, dan kebodohan yang menutupi pengetahuan akan mngarah pada kegilaan..

Jadi manusia yang merupakan sebuah kebertahuan akan sattwikam rajasikam tamaikam maka manusia mnjadikan akal mereka bekerja sbagai manusia yang bahagia. Maka manusia berada di derajat yang paling tinggi, namun tanpa pengetahuan brahman maka mnusia hanya akan merosot pengetahuanNYa.

Seperti pengetahuan akan atman atma widya, jelaslah bahwa atman itu sebagai purusa dan alam material sebagai prakerti sakti dari purusha. PURUsa adalah atman yang terbungkus suksma sarira dan stula sarira, maka prkerti adalah tri guna, yang selalu sebagai sifat utama dunia yang mempengaruhi suksma sarira, tapi tidak atman sebagai ananda antahkarana sarira badan kebahagiaan badan penyebab..maka ahamkar ego sebagai bagian luar suskma sarira akan dipengaruhi rajasikam tamasikam, namun buddhi manas mahat sbagai akal yg baik, akan sngat mempengaruhi ahamkara yg rajas sebagai sattwikam, dan meredam ahamkar ego tamasikam..dengan memahami hal itu, manusia bisa menuju kemoksaan dan atau mencapai planet planet surgawi.. namun kembali pada kmerosotan Pikiran, maka manusia akan dibelenggu rajasikam tamasikam yg akhirnya memerosotkan atmanNYa mnjadi hewan dan tumbuhan.. dan itu mereka terjebak pada neraka serta kemerosotan diri..

Monisme Tuhan Yang Maha Esa, ini adalah sebuah pandangan bahwa setiap mahluk ada IA, maka dengan itu, sifat2 kebaikan pemeliharaan dan bertumbuhkembangnya mereka sekaligus pada manusia yg belum “terpelajar” akan menemui jalan kebenaran yang baik. Itu yang memberikan pemahaman akan bahwa manusia yang satu sama dengan yang lain, karena ada Roh utama itu, dan tidak layak manusia lain tidak dibaiki oleh manusia lainnya. Dan sebuah kekuasaan pula bahwa Tuhan dapat mampu berada dimana mana, itu adalah sebagian kecil KekuasaanNYA sbagai tenaga ilahiah untuk mampu menerobos setiap ruang dan waktu.. sekaligus bahwa IA adalah monotheism tunggal sbagai brahman sebagai awal mula atman paratman.. apakah yang tidak lebih kuasa dari brahman yang monotheism, menjadi atmanikam khalam rahsya di setiap mahluk monisme, sekaligus sebagai Kepribdian Tuhan Yang maha esa..mengangkasa, membumi, bersamudra, seperti gunung, lembah laut, dan semesta…sampai ke sel darah, sampai ke bakteri, maka itu, apa yang luput dari kUASANYA??

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Mei 2014 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: