RSS

Arsip Tag: nafs islam

Beragama pakai akal atau beragama dengan nafsu?!?

Om siwa suci nirmala ya namo namah swaha..

Beragama atau juga bertuhan, memiliki pegangan dalam kehidupan di indonesia ini, memang suatu yg wajib dan mutlak..Sesuai dengan bahasa berketuhanan yg esa di pancasila itu sendiri..Esa sendiri mrupakan konsep tentang IA yg tinunggal dan memiliki.nama, manifest, kekuasaan, kemahaan yg tiada terhingga..Tentu saja bisa melihatNya dlam bahasa persepsi yg jg tiada terhingga..Seperti monotheism, monism, pantheism, penentheism, bahkan yg lebih kasar sprti henotheism atau jga politheism..Tentunya ini adalh konsep kebersadaran dri jiwa mentalitas dgn akal sbagai penggeraknya..

Akal yg tentunya sehat, akan mampu menelaah memahami bagaimana beragama yg baik, yg dapat memberikan shantii kedamaian, memberikan cinta dan kasih, serta jga memberikan rahmat bagi semesta itu sendiri..Akal tentunya adalah suatu pemaknaan yg sesuai dgn kemanusiaan itu sendiri, manusia yg mampu beradab dan jga adil pada semesta itu sendiri..Bukan mnjadi manusia yg mengadili semesta, itu bukan ranah para pencinta, pengabdi tuhan…

Akal disebut dgn istilah manas di hindu, ktika itu dibarengi dgn niat yg satwik serta membawa rasa (buddhi) pada dirinya (krna hnya rasa yg mengerti ttg cinta kasih damai), maka akal manas akan menjadi sesuatu yg sehat dan bksa mengendalikan indrianya untuk mencipta menjaga damai serta menjadi rahmat semesta..

Akal sekiranya bisa mengendalikan dan mampu mengontrol musuh2nya (di diri)termasuk membuat musuh itu menjadi kawan2nya..Sebagaimana dalam istilah hindu ada yg bermakna sad ripu sapta timira sad atatayi dst.

Sad ripu adalah enam musuh.. Lobha serakah, matsarya iri, kama ambisi, moha bingung, mada mabuk, krodha kemarahan..Tentu ktika akal mampu mengelola itu sebagai sebuah bahasa yg perlu dikendalikan, maka akal yg satwik dapat mengubah sad ripu sebagai sad mitra..Contohnya..

Lobha dikendalikan agar rakus pda pengethuan keinginthuan, ilmu tentang apa saja, kemanusiaan ilahi..matsarya bisa diubah mnjadi sbhah keinginan agar berada di atas mereka yg di-iri-kan, kama bisa diubah kpada hal2 yg lebih baik, bermusik ekspresi seni, menggambar, dsb..Moha bingung kpada suatu pengthuan adlah hal terbaik, ktika tau diri bingung maka diri tau memerlukan sesuatu penambahan pembelajaran..Mada atau mabuk yg paling baik ktika manusia bisa mabuk kpada pentghuan dan tuhan itu sendiri, krodha yg bisa dikendalikan atau memanajemen kemarahan, akan bisa mngontrol yg lainnya bawahan untuk bisa maju..

Tentunya di islam misalkan, bisa dilihat pada konsep.nafs atau tentang jiwa itu sendiri..Nafs yg berisikan bahasa baik bahasan ilahiah, adlah seperti nafs mutmainah sufiyah..yg mampu menggali sang nafs ladunni di nurani yaitu nafs rhudiah khamilah..nafs yg menggunakan akal sehatnya

Sedangkan nafs yg terjebak dlam nafsu itu sendiri adlah nafs amarrah atau nafs lawanmah..Ini nafs yg membuat manusia beragama dgn nafsu nya yg tidak memanusiakan dirinya sendiri, apalagi semesta..

Akal yg sehat sendiri adalah akal yg berisikan sattwika guna untuk menciptakan dan menjaga sisi kemanusiaan dan kedamaian dri semesta.. Catur paramitha adalah empat sifat baik dari manusia yg memiliki akal sehat..Bagian2nya adalah..

Maitri lemah lembut sbagai cermin kebahagiaan dirinya, Karuna adalah sifat belas kasih kepada semua mahluk sbagai cara mencipta kedamaian, Mudita sikap sifat menyenangkan orang lain yg jga sbuah sifat mendahulukan senyum org lainnya dan mngurangi ego, Upeksa sikap menghargai orang lain..

Di agama islam mgkin ada yg mengenal manusia yg insan kamil, manusia yg memiliki sifati lebih kpada nafs mutmainah, nafs as sufiyah yg mampu membuka nafs rhudiah khamilah, tentu insan yg khamil adlah konsep membuka nafs khamilah..(fyi nafs rhudiah adlah nafs para wali, nafs khamilah adlah nabi..)..

Saat ini akal mngkin tidak banyak digunakan dalam beragama, ktika nafsu2 yg mngarah pada merendahkan manusia lain, nafsu yg ingin menang dri yg lainnya, yg mgkin malah tidak menciptakan rahmat shanti kasih itu sendiri..Tentunya agama yg memberi rahmat pada semesta, yg menciptakan damai dgn kasihnya adalah bagian terutama bagi agama itu sendiri..Akal yg sehat akan berusaha membuat manusia mnjdikan dirinya manusia serta membuat manusia lainnya sbagai manusia itu sendiri…Maka dgan itu, keadilan tercipta dgn sendirinya dan jga keberadaban itu sendiri..

Salam gwar..des 2016 hari ibu..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Desember 2016 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , ,

Evolusi kesadaranNYA monotheis-monisme/panteism-panentheism Analisa lintas keyakinan

Om sarwa prani santhi ya namo namah..
Om jnana pujam shanti ya namo namah
Om pasupatya shanti namo namah..
Shanti om..

wpid-fb_img_1436226664098.jpg

Ibarat dalam memahamiNya adlah sebagai seekor gajah yg ditebak oleh sang buta..Sang buta yg berarti sebuah kesadaran tentang keilahian yg suci itu sendiri..Tentunya makna-makna berkesadaran tersebut akan selalu berevolusi dgn hikayat hakikatNya yg mengarah pada pelepasan ketidaksadaran yg lainnya..Evolusi tersebut tentu berdasarkan cara “rasa” memulai kesadaran terhadapNya. Memulai dengan kesadaran bahwa IA Sang Khalik akan selalu mengada, dan bagaimana IA sebagai definisi yang mutlak agar dinikmati dalam “rasa” yang selalu takjub.

Pemahaman yang ada bahwa menelisik sebuah makna tentang persepsi kesadaran memandang Nya dalam sebuah bingkai konsep teologika. Evolusi kesadaran yang ada adalah dapat dipahami dalam bahasa keyakinan yang telah ada, apakah itu konsep monotheism, pantheism/monism, dan juga panentheism sebagaimana juga sebuah konsep tentang personalisasi Ilahi ruh yang agung Hyang maha Kuasa. Konsep ini menyebar secara tersirat dan tersurat pada berbagai keyakinan bersahaja.

MONOTHEISM

Konsep yang pertama adalah MONOTHEISM yaitu bahwa IA adalah satu sahaja dan tidak ada yang lainnya yang dibahasakan sebagai Tauhid dalam islam dan Ekam eva adityam brahman.. Konsep ini seperti ini bisa berasal dari evolusi konsep lain, seperti dua konsep di bawahnya yaitu konsep HENOTHEISM dan POLITHEISM yang berarti Tuhan pemenang dengan Tuhan yang banyak.. Sangat ‘licin’ ketika memahami Tuhan Yang satu itu, dimana ketika Tuhan (dalam sebutan indahNYA) menang atas tuhan2 yang lainnya, maka itu IA bersifat Henotheism Tuhan yang dianggap menang, tentunya hal ini akan bisa membuat perendahan tentang makna Ilahiah tuhan itu sendiri.. Apakah Tuhan ada dua??Apakah dengan itu mereka menghancurkan Tuhan2 lainnya?? Apakah Tuhan menghedaki diriNya ada dua??apakah itu tidak malah sebagai cara pandang mengetahui dua tuhan (Syirik-musrik dalam islam).. Tentunya ini adalah suatu pandangan yang kurang bijak (satwikk) ktika memandanganya sebagai yang menang dari tuhan lainnya (Henotheism)..

Lalu yang berasal dari Politheism adalah pengakuan tuhan yang banyak, juga merupakan risalah yang sering diperdebatkan secara tak mendalam..Ketika mereka (para tuhan) banyak, mengapa itu tidak satu?? Dalam bahasa Hindu disebutkan Ekam Eva Adityam Brahman, Hanya satu IA dan Ia semata..Dan disebutan bahwa para dewata yang berjumlah banyak itu, dikatakan sebagai tuhan yang banyak pula, tentunya ini bisa menjadi konsep Henotheism juga ktika ada pemenang, namun dalam pemahaman yang lebih mendalam maka ini akan menjadi konsep monotheism yang menyejukkan.. Ketika dibahasakan sang Brahman yang tinunggal adalah memiliki manifest2 simbolisme yang memiliki fungsi masing-masing dalam bahasaNya masing-masing. Hal ini cukup memudahkan kiasanNya saat melaksanakan puja puji terhadapnya.. Sebagaimana fungsiNya sebagai Sang pemberi Rejeki maka tentu menuju IA Sang Bhatara Shri yang agung, atau memahami tentang pengetahuanNYA maka ia bisa membahasakan pujam kepada Hyang saraswati dan juga Hyang Ghanapatya..Tentunya itu merupakan saguna Brahman Tattwa yang dimaknai sebagai simbol-simbol gambar keilahian yang suhci..

Kemudian dalam konsep islami ada juga yang menyebutkan Asma ul husna yang berjumlah 99 nama indah ilahiah.. Dan itu tentu menjadi satu saja yang Tauhid, tetapi ketika kesadaran tentang politheism mengada, maka pertanyaan mengapa tuhan ilahi itu Al Adl(yang maha adil) sekaligus Al rahman rahiim (maha pengasih penyayang)secara bersamaan saat ada seseorang disuguhi azab dunia, tentulah itu akan menjadi sesuatu pemisahan yang jelas, kecuali kesadaran mereka pada henotheism dan politheism bisa tersirnakan. Tentu saja pandangan bahwa bahasa terhadapNya adalah sebuah tauhid yang Asma Wa Sifati sebagaimana bahwa Ilahi adalah sesuatu yang tidak bisa dikontrol oleh siapa pun juga.. Sebagaimana dzat yang meliputi seluruh ciptaannya tanpa terkecuali yang dibahasakan dalam berbagai makna berkeyakinan..Pada akhirnya pemisahan fungsi2 yang ada adalah sebuah suatu kemutlakan jua dari sang Mutlak.. Dan akhirnya manusia diharapkan bersifat insaf dan memahami keghaibanNya (al ghoib)

MONISME(PANTHEISM)

Monisme dalam hal ini adalah bahasaNya dalam mendeskripsikan konsep ilahi berdasarkan bahwa IA merasuk menyusupi seluruhnya sebagai zat hidup (prana-suksma-atman) yang membuat sesuatunya itu sebagaimana dirinya.. Tuhan memang ada diseluruh semesta sebagaimana IA berada di air udara tanah ruang api (panca maha butha) dan Maya (satwik rajas tamas) prakerti yang sesungguhnya wyapi wyapaka (menyusup kemana saja). Hal ini memberikan pemahaman bahwa IA Maha Besar meliputi semuaNya. Sebagai sang Al Kabiir Yang maha besar, meliputi semuanya. Meliputi IA seluruh ciptaanNya dan dengan itu IA ada dimana-mana. Ada di batu, ada di bunga, ada di tempat suci bahkan di tempat yang tidak suci.. IA yang maha mendengar maha mengetahui Wibhu sakti. IA yang Prabhu Sakti maha diraja IA yang maha pengetahuan Jnana Sakti dan Maha Karya Krya Sakti..Dan dengan itu semesta akan layaknya dijaga sebagaimana menjaga diriNYA sebagai tubuhNya sebagai ciptaNya..Namun apakah Ia ada dibatu??tentu saja ada namun apakah ia batu, belum tentu IA sebuah batu, tapi Ia adalah bukan ini dan itu..Sebuah penginsafan akan neti neti bukan ini bukan itu..

Dalam kesakralanNya Ia disimbolkan dalam aksra suci dalam simbolisme tempat suci salib, huruf suci, swastika dan sebagaimana iya. Namun apakah itu IA??tentu saja kesakralan itu adalah sebagai simbolisnya..banyak yang menganggap dengan menhancurkan itu simbolNya akan membuat IA hancur…Itu adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal..IA dengan berbagai caraNya untuk berbahasa tulus suci dan doa, takkan sirna karena itu, namun hukum karma azab atau bahasa pengadilannya aka terbiasa membias menjadi sebuah takdir buruk.. Kesadaran tentang tat twam asi, rahmatan, yang khudus suci, akan membuat semesta ini menjadi sangat lebih baik..Ketika IA diibaratkan sebagai bumi juga sebagai tempat berpijak, maka tentu sebuah keindahan yang sahih dan suci akan dinikmati..Hal ini menjadi sumber pahala kebaikan untuknya dan seluruh keturunan mereka.

Sebuah perjalanan indah adalah ketika mampu memahami monisme cara ia menjadikan semesta ini sebuah kedamaian yang dirahmatkanNya secara abadi..Sesuatu yang seperti kembali ke pada kesucian rumahNya (sangkan paraning dumadi)..

PANENTHEISM

Konsep selanjutnya adalah panentheism yaitu berada di dalam tuhan. Sesungguhnya ketika memaknai diri adalah atman saja yang sedang hidup dalam tubuh manusia yang sementara saja (buddha), dan sebagai kumpulan2 nafs ilahi (islam) untuk memaknai bahwa kita(ruh yg utama) selalu berada pada tubuh ilahiah. Sebaga sel Nya yang akan selalu mati dan hidup kembali, sebagai tangan kakiNya, sebagai wali dan sesuhunanNya sebagai seseorang yang bhakti yang selalu dalam diriNYA.. Tentu saja bahwa disebutkan mereka yang hidup adalah hanya sedang membuat istana pasir saja, sehingga untuk bermakna adalah memahami diri sangat kecil dari kemaha besarannya dan hanya sebagai debu pasir dari diriNYA. Sang Khalik pencipta semesta..Sang Bapa yang membawa surgaNya sang jiwa yang sedang dalam pencarian jalan pulang menuju kesadaranNya..

Ketika diri sendiri memaknai diri sebagai yang kecil, maka diri akan terbebas dari makna-makna bias duniawi yang sesungguhnya adalah berada pada Bhur loka (hindu) di surga terendah dari sapta loka (tujuh loka surgawi)..Menunggu apakah diri akan terpental menuju sapta patala (neraka tujuh tingkat) atau ke alam surgawi di atasnya. Tentu saja melepaskan diri dari keterikatakan maya dan sebagai sesuatu yang terlingkupi dzat saja akan membuat diri memahami diri yang kecil dalam makna yang Maha besar..Pengetahuan rohani yang membebaskan dimana lahir-hidup-mati, ang-ung-mang, dikhalikkan-dimuaiminkan-diakhiri adalah sebuah bagian sel-sel yang mati sahaja untuk menuju penginsafan kesadaran ilahiah…Karena setiap saat di seluruh mahluk hidup dan benda mati, ada yang sirna ada yang hancur ada yang terpindahkan ada yang musnah..Lalu siapakah kita yang hanya sebagai selnya semata…

PERSONALITAS HYANG KUASA

Memahami ini adalah sebuah perjalanan tentang sang Maha Ghaib (al-ghoib) yang sebagai Para-atman, sang pembebas dan juga ruh yang utama yang disadari sebagai prana hidup.. Dalam hal ini beberapa penyabda wali nabhi sang reshi suci  dang hyang mpu pandita adalah sebuah gambaran tentang sesuatuNya adlaah dari peengenalan terhadap diri adalah semesta..Konsep tentang bhuana alit bhuana agung sinunggal, aham brahman asmi, kemahrifatan, kekhudusan yang nyata, avatara adalah sebuah rahasia tentang keberwujudan kemaujudan tentang ilahi itu sendiri..Namun pantas disadari adalah tentu makna bahwa diri hanyalah entitas yang terperosok dalam badan kasar manusia, membuat itu menjadi bias dan sebagaimana makna jiwa yang selalu termaknai keterikatan terhadap kenikmatan itu sendiri.. Tidak banyak yang sanggup, tetapi telah ada beberapa jnana yang abadi disadurkan kepada mereka untuk dinikmati oleh para bhakta pencari kehakikian diri..

Pada masa kenabian, tentu ada banyak yang lahir membawa pengetahuan tersendiri tentang makna2 hakiki Ilahiah. Tentu saja sifati mereka dekat dengan sifati yang berada pada AsmaNya, dalam batas-batas sebagai manusia itu sendiri.. Entah apakah IA adalah IA juga, atau dalam bahasa pengenalan sebagai utusannya. Yang jelas pemahaman tentangNya akan dimaknai dari sabda-sabda mereka, sedangkan pada mereka yang berada di pengabdi dengan keegoan (nafs amarrah lwanmah-ahli neraka) yang zalim akan tidak memikirkan tentang apa yang diutarakan, tapi egonya membuat mereka memilih mana yang mereka ingin lakukan..Ketika mreka bersifat raksasa dan berego kasar, maka dipilihlah yang sesuai amarrah mereka..Dan itu tidak semuaya, tentu ada yang secara sadar atau tidak telah memaknai dalam tentang sifati itu sendiri..

Kamoksan jagaditha adalah sebuah konsep dimana seseorang membawa sabdanya untuk menyirnakan paham-paham adharmik yang membawa kesucian dan kedamaian..Seperti konsep avatara yang lahir untuk memisahkan adharmik dari yang budhi dharma.. Memahami diri dalam bahasa kumpulan ahamkara ego, budhi (intelektual), manas (pikiran pnguasa indera), citta (kumpulan karma), dan diterobos itu semua dengan makna dharma dan sattwik yang akhirnya meningkatkan pengetahuan IA sebagai abdi sang Mutlak itu sendiri..

Lalu bahwa kebebasan dari keterikatan duniawi, dimana memahami bahwa diri berisikan nafs surgawi nafs neraka, yang sebagai juga sedulur papat kanda pat untuk meenjadikan diri sebagai contoh buddhi sang ilahiah..Pemahaman diri yang terliputi dzat sebagaimana pemahaman akan saudara diri nafs amarrah ego, nafs sufiyah manas, nafs mutmainah buddi dan nafs lwanmah citta akan membawa pada pemahaman diri yang meningkat menjadi pemahaman nafs khamilah rhudiah..Dan tentu saja itu menerobos diri sebagai bhakta bhakti abdi kepada IA sang Khalik..

Mencapai Ia kesadaran yang menyadari tentang suksmsa sariram yang selalu dikontrol oleh kehendak ilahiah yang suci..Dan karena itu ia memahami tentang makna sang utusan wali dang hyang avataram untuk menjadi diri yang menikmati kesadaran ilahi..

salam guswar

april 19 2016

 

 

 

 

Tag: , , , , , , , ,

Pengetahuan tentang Jiwa..Analisa Lintas Agama.

Agama adalah salah satunya tentamg bagaimana mengenal jiwa..Jiwa yang juga tidak bisa disentuh dilihat dibaui, namun dapat dirasakan dengan ruhani yg mendalam..Sungguh pun tubuh yg renta dan termakan waktu pada usia, akan tidak dapat melewati waktu tanpa Jiwa itu sendiri..

Jiwa yg terdalam adalah sbagai inti hidup yg juga mengoneksikan raga dan kesadaran pada kehidupan ino..Dimana kehidupan juga dapat dikata sbagai ilusi fhana dan juga maya..Tidak sebagai sesuatu yg hrus diyakini juga, bahwa kehidupan setelah mati dan khidupan penuh etika susila di dunia adlah hnya sbagai keyakinan semata tanpa ada dasar empiris serta fakta riil bahwa kehidupan berisikan jiwa jiwa kolektif..

Jiwa dalam bahasa hindu diungkap sebagai suksma sarira, sukma yg juga mengendalikan stula sarira atau badan kasar..Suksma sarira yg terdiri dari citta budhi manas ahamkara yg dalam bahasa psikologi adlah sbagai memori,kesadaran,akal(pikiran) dan ego..Di jelaskan juga sbagai id ego super ego..atman sendiri adlah yg dibungkus oleh suksma sarira tadi, atman yg menuju pada kesadaran keilahian yg sesungguhmya selalu terhubung pada paratman atau tuhan..Manusia sendiri ktika ingin menuju sebuah jalan pulang, maka Ia menuju proses ke arah kamoksan..Ke arah sangkan paraning dumadi.Menuju pada ke-diri-an yg hakiki..Dimana mendapatkan suatu keilhaman keberkatan kesidhian pencerahan semasih ia ada, dgn memahami bahwa atman jiwa suksma nurani selalu dan tetap beradi di ilaho dalam sbuah koneksi tanpa putus..

Pada ilmu nusantara tentang saudara papat sedulur papat kalimo pancer..kanda pat sari.. Maka dapat dijewantahkan bahwa adi ari ari getih lamak toya nyem seperti juga berada pada suksma sarira..yang juga berisikan anggapati mrajapati banaspati banaspati raja, dimana dalam suksma adalah anggapati-buddhi
mrajapati-manas
banaspati-ahamkara
Banaspati raja-citta..
Dalam hal ini akan menyesuaikan pada maya tri guna yaitu satwik rajas tamas…ktika satwik berkembang lah buddhi..rajas maka buddhi mngecil dan tamas akan mmbuat Buddhi dan manas menyirna..
Citta sendiri adalah sbagai memori, Buddhi sbagai kesadaran dan intelektualitas..
Manas adalah pnguasa indria pikiran..
Dan ahamkara adalah ego itu sendiri..
Semuanya dikuasai oleh Maya tattwa satwik rajas tamas..Baik(dharma)-keras aktif – bebal malas pasif..

Dalam konsep islam ada yg mnyatakan bahwa citta budhi manas ahamkara adalah nafs lawanmah- nafs mutmainah-nafs as sufiyah- nafs amarrah..logikanya adlah memang ego ahamkara itu harus hndaknya dikekang
.yang berarti melawan nafs amarrah sndiri..nafs amarrah adalah nafs neraka dimana terbujuk nafsu bawahan iblis yg mngarah pada ketidak.baikan..

Nafs lawanmah adalah citta itu sendiri atau memori, dikatakan bahwa masih mnjadi nafs neraka yg dapat tidak ikut pada nafs iblis,namun masih mnnyalahkan diri sbagai seseorang yg tidak baik..dasarnya ini adalah sbagai insting manusia untuk selalu memperbaiki diri kepada kebaikan yg beraklahk serta rahmatan..

Sama sperti konsep yg ada dimana Buddhi adalah sbuah kedharmaan, maka disebutkan pula brkmbangnya buddhi yg baik akan mnuju pada nafs mutmainah yg artinya sbagai insan yg mencintai semesta sesama dan sbagai kekasih ilahi itu sndiri..Dharma sendiri adalah kebenaran yg universal dimana menuju pada menjadi seorang manusia yg hakiki..Nafs sufiyah adlah manas pnguasa indera dimana sgala yg Ia lakukan adalah karena ilahi dan keilahian semata untuk seluruh keindahan semesta..Semesta juga.berarti dunia disini nanti dan selamanya pula..Dalam suci rahmat dan khudus..

Kemudian shubungan dngn jiwa2 superior dan memiliki koneksi pada keilahian, maka dalam konsep hindu yg kamoksan akan menuju pada.buddhi yg berkembang citta yg tercerahkan dan mampu membuka diri pada harta berharga keilahian di atman antahkarana sarira..Itu trjadi pada para rishi2 resi yg tercerahkan dri catur msrga yg ada.Tentunya dgn mlaksanakan dan menyerap sattwika buddhi laksana di bagian maya ini..

Dalam islam sndiri dapat terlihat pada bagian nafs nafs yg tercerahkan yg disbut rhudiah khamilah yg hnya dimiliki para wali dan jga nabi..Maka itu sesungguhnya ada di nurani terdalam atau juga Nur-ilahi yg hnya dapat ditangkap kebersabdaanNya pada semesta dari peningkatan nafs mutmainah nafs sufiyah..hal ini dilksanakan dgn mlakukan sbuah rhamatan lil alamin pda semesta yg sesuai dgn kitab yg ada..Contoh yg nyata pada pncarian keilahian adalah wali sasuhunan kalijaga yg bersemedi dan mndapatkan khazanah ilmu keilahian..

Pada akhirnya kemanunggalan dengan Hyang Gusti adalah sbuah Keniscayaan yg tidak terkatakan dgn lisan dan bahkan harapan..Itu adalah sebahagian proses kecintaan raga jiwa pada Ilahi yg sbagai kebahagiaan tertinggi melewati seluruh rasa2 lainnya… Tanpa tanding..

image

Om atma hning suhci nirmala..
Hyang Paraatman Wenang Laksana…
Nuju Sunyam Loka Kamoksan..
Sidhi Wisesa Jnana hring Kahuripan..
Shanti shanti..

Salam.guswar
Des 2015

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Desember 2015 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: