RSS

Arsip Tag: panentheisme

Evolusi kesadaranNYA monotheis-monisme/panteism-panentheism Analisa lintas keyakinan

Om sarwa prani santhi ya namo namah..
Om jnana pujam shanti ya namo namah
Om pasupatya shanti namo namah..
Shanti om..

wpid-fb_img_1436226664098.jpg

Ibarat dalam memahamiNya adlah sebagai seekor gajah yg ditebak oleh sang buta..Sang buta yg berarti sebuah kesadaran tentang keilahian yg suci itu sendiri..Tentunya makna-makna berkesadaran tersebut akan selalu berevolusi dgn hikayat hakikatNya yg mengarah pada pelepasan ketidaksadaran yg lainnya..Evolusi tersebut tentu berdasarkan cara “rasa” memulai kesadaran terhadapNya. Memulai dengan kesadaran bahwa IA Sang Khalik akan selalu mengada, dan bagaimana IA sebagai definisi yang mutlak agar dinikmati dalam “rasa” yang selalu takjub.

Pemahaman yang ada bahwa menelisik sebuah makna tentang persepsi kesadaran memandang Nya dalam sebuah bingkai konsep teologika. Evolusi kesadaran yang ada adalah dapat dipahami dalam bahasa keyakinan yang telah ada, apakah itu konsep monotheism, pantheism/monism, dan juga panentheism sebagaimana juga sebuah konsep tentang personalisasi Ilahi ruh yang agung Hyang maha Kuasa. Konsep ini menyebar secara tersirat dan tersurat pada berbagai keyakinan bersahaja.

MONOTHEISM

Konsep yang pertama adalah MONOTHEISM yaitu bahwa IA adalah satu sahaja dan tidak ada yang lainnya yang dibahasakan sebagai Tauhid dalam islam dan Ekam eva adityam brahman.. Konsep ini seperti ini bisa berasal dari evolusi konsep lain, seperti dua konsep di bawahnya yaitu konsep HENOTHEISM dan POLITHEISM yang berarti Tuhan pemenang dengan Tuhan yang banyak.. Sangat ‘licin’ ketika memahami Tuhan Yang satu itu, dimana ketika Tuhan (dalam sebutan indahNYA) menang atas tuhan2 yang lainnya, maka itu IA bersifat Henotheism Tuhan yang dianggap menang, tentunya hal ini akan bisa membuat perendahan tentang makna Ilahiah tuhan itu sendiri.. Apakah Tuhan ada dua??Apakah dengan itu mereka menghancurkan Tuhan2 lainnya?? Apakah Tuhan menghedaki diriNya ada dua??apakah itu tidak malah sebagai cara pandang mengetahui dua tuhan (Syirik-musrik dalam islam).. Tentunya ini adalah suatu pandangan yang kurang bijak (satwikk) ktika memandanganya sebagai yang menang dari tuhan lainnya (Henotheism)..

Lalu yang berasal dari Politheism adalah pengakuan tuhan yang banyak, juga merupakan risalah yang sering diperdebatkan secara tak mendalam..Ketika mereka (para tuhan) banyak, mengapa itu tidak satu?? Dalam bahasa Hindu disebutkan Ekam Eva Adityam Brahman, Hanya satu IA dan Ia semata..Dan disebutan bahwa para dewata yang berjumlah banyak itu, dikatakan sebagai tuhan yang banyak pula, tentunya ini bisa menjadi konsep Henotheism juga ktika ada pemenang, namun dalam pemahaman yang lebih mendalam maka ini akan menjadi konsep monotheism yang menyejukkan.. Ketika dibahasakan sang Brahman yang tinunggal adalah memiliki manifest2 simbolisme yang memiliki fungsi masing-masing dalam bahasaNya masing-masing. Hal ini cukup memudahkan kiasanNya saat melaksanakan puja puji terhadapnya.. Sebagaimana fungsiNya sebagai Sang pemberi Rejeki maka tentu menuju IA Sang Bhatara Shri yang agung, atau memahami tentang pengetahuanNYA maka ia bisa membahasakan pujam kepada Hyang saraswati dan juga Hyang Ghanapatya..Tentunya itu merupakan saguna Brahman Tattwa yang dimaknai sebagai simbol-simbol gambar keilahian yang suhci..

Kemudian dalam konsep islami ada juga yang menyebutkan Asma ul husna yang berjumlah 99 nama indah ilahiah.. Dan itu tentu menjadi satu saja yang Tauhid, tetapi ketika kesadaran tentang politheism mengada, maka pertanyaan mengapa tuhan ilahi itu Al Adl(yang maha adil) sekaligus Al rahman rahiim (maha pengasih penyayang)secara bersamaan saat ada seseorang disuguhi azab dunia, tentulah itu akan menjadi sesuatu pemisahan yang jelas, kecuali kesadaran mereka pada henotheism dan politheism bisa tersirnakan. Tentu saja pandangan bahwa bahasa terhadapNya adalah sebuah tauhid yang Asma Wa Sifati sebagaimana bahwa Ilahi adalah sesuatu yang tidak bisa dikontrol oleh siapa pun juga.. Sebagaimana dzat yang meliputi seluruh ciptaannya tanpa terkecuali yang dibahasakan dalam berbagai makna berkeyakinan..Pada akhirnya pemisahan fungsi2 yang ada adalah sebuah suatu kemutlakan jua dari sang Mutlak.. Dan akhirnya manusia diharapkan bersifat insaf dan memahami keghaibanNya (al ghoib)

MONISME(PANTHEISM)

Monisme dalam hal ini adalah bahasaNya dalam mendeskripsikan konsep ilahi berdasarkan bahwa IA merasuk menyusupi seluruhnya sebagai zat hidup (prana-suksma-atman) yang membuat sesuatunya itu sebagaimana dirinya.. Tuhan memang ada diseluruh semesta sebagaimana IA berada di air udara tanah ruang api (panca maha butha) dan Maya (satwik rajas tamas) prakerti yang sesungguhnya wyapi wyapaka (menyusup kemana saja). Hal ini memberikan pemahaman bahwa IA Maha Besar meliputi semuaNya. Sebagai sang Al Kabiir Yang maha besar, meliputi semuanya. Meliputi IA seluruh ciptaanNya dan dengan itu IA ada dimana-mana. Ada di batu, ada di bunga, ada di tempat suci bahkan di tempat yang tidak suci.. IA yang maha mendengar maha mengetahui Wibhu sakti. IA yang Prabhu Sakti maha diraja IA yang maha pengetahuan Jnana Sakti dan Maha Karya Krya Sakti..Dan dengan itu semesta akan layaknya dijaga sebagaimana menjaga diriNYA sebagai tubuhNya sebagai ciptaNya..Namun apakah Ia ada dibatu??tentu saja ada namun apakah ia batu, belum tentu IA sebuah batu, tapi Ia adalah bukan ini dan itu..Sebuah penginsafan akan neti neti bukan ini bukan itu..

Dalam kesakralanNya Ia disimbolkan dalam aksra suci dalam simbolisme tempat suci salib, huruf suci, swastika dan sebagaimana iya. Namun apakah itu IA??tentu saja kesakralan itu adalah sebagai simbolisnya..banyak yang menganggap dengan menhancurkan itu simbolNya akan membuat IA hancur…Itu adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal..IA dengan berbagai caraNya untuk berbahasa tulus suci dan doa, takkan sirna karena itu, namun hukum karma azab atau bahasa pengadilannya aka terbiasa membias menjadi sebuah takdir buruk.. Kesadaran tentang tat twam asi, rahmatan, yang khudus suci, akan membuat semesta ini menjadi sangat lebih baik..Ketika IA diibaratkan sebagai bumi juga sebagai tempat berpijak, maka tentu sebuah keindahan yang sahih dan suci akan dinikmati..Hal ini menjadi sumber pahala kebaikan untuknya dan seluruh keturunan mereka.

Sebuah perjalanan indah adalah ketika mampu memahami monisme cara ia menjadikan semesta ini sebuah kedamaian yang dirahmatkanNya secara abadi..Sesuatu yang seperti kembali ke pada kesucian rumahNya (sangkan paraning dumadi)..

PANENTHEISM

Konsep selanjutnya adalah panentheism yaitu berada di dalam tuhan. Sesungguhnya ketika memaknai diri adalah atman saja yang sedang hidup dalam tubuh manusia yang sementara saja (buddha), dan sebagai kumpulan2 nafs ilahi (islam) untuk memaknai bahwa kita(ruh yg utama) selalu berada pada tubuh ilahiah. Sebaga sel Nya yang akan selalu mati dan hidup kembali, sebagai tangan kakiNya, sebagai wali dan sesuhunanNya sebagai seseorang yang bhakti yang selalu dalam diriNYA.. Tentu saja bahwa disebutkan mereka yang hidup adalah hanya sedang membuat istana pasir saja, sehingga untuk bermakna adalah memahami diri sangat kecil dari kemaha besarannya dan hanya sebagai debu pasir dari diriNYA. Sang Khalik pencipta semesta..Sang Bapa yang membawa surgaNya sang jiwa yang sedang dalam pencarian jalan pulang menuju kesadaranNya..

Ketika diri sendiri memaknai diri sebagai yang kecil, maka diri akan terbebas dari makna-makna bias duniawi yang sesungguhnya adalah berada pada Bhur loka (hindu) di surga terendah dari sapta loka (tujuh loka surgawi)..Menunggu apakah diri akan terpental menuju sapta patala (neraka tujuh tingkat) atau ke alam surgawi di atasnya. Tentu saja melepaskan diri dari keterikatakan maya dan sebagai sesuatu yang terlingkupi dzat saja akan membuat diri memahami diri yang kecil dalam makna yang Maha besar..Pengetahuan rohani yang membebaskan dimana lahir-hidup-mati, ang-ung-mang, dikhalikkan-dimuaiminkan-diakhiri adalah sebuah bagian sel-sel yang mati sahaja untuk menuju penginsafan kesadaran ilahiah…Karena setiap saat di seluruh mahluk hidup dan benda mati, ada yang sirna ada yang hancur ada yang terpindahkan ada yang musnah..Lalu siapakah kita yang hanya sebagai selnya semata…

PERSONALITAS HYANG KUASA

Memahami ini adalah sebuah perjalanan tentang sang Maha Ghaib (al-ghoib) yang sebagai Para-atman, sang pembebas dan juga ruh yang utama yang disadari sebagai prana hidup.. Dalam hal ini beberapa penyabda wali nabhi sang reshi suci  dang hyang mpu pandita adalah sebuah gambaran tentang sesuatuNya adlaah dari peengenalan terhadap diri adalah semesta..Konsep tentang bhuana alit bhuana agung sinunggal, aham brahman asmi, kemahrifatan, kekhudusan yang nyata, avatara adalah sebuah rahasia tentang keberwujudan kemaujudan tentang ilahi itu sendiri..Namun pantas disadari adalah tentu makna bahwa diri hanyalah entitas yang terperosok dalam badan kasar manusia, membuat itu menjadi bias dan sebagaimana makna jiwa yang selalu termaknai keterikatan terhadap kenikmatan itu sendiri.. Tidak banyak yang sanggup, tetapi telah ada beberapa jnana yang abadi disadurkan kepada mereka untuk dinikmati oleh para bhakta pencari kehakikian diri..

Pada masa kenabian, tentu ada banyak yang lahir membawa pengetahuan tersendiri tentang makna2 hakiki Ilahiah. Tentu saja sifati mereka dekat dengan sifati yang berada pada AsmaNya, dalam batas-batas sebagai manusia itu sendiri.. Entah apakah IA adalah IA juga, atau dalam bahasa pengenalan sebagai utusannya. Yang jelas pemahaman tentangNya akan dimaknai dari sabda-sabda mereka, sedangkan pada mereka yang berada di pengabdi dengan keegoan (nafs amarrah lwanmah-ahli neraka) yang zalim akan tidak memikirkan tentang apa yang diutarakan, tapi egonya membuat mereka memilih mana yang mereka ingin lakukan..Ketika mreka bersifat raksasa dan berego kasar, maka dipilihlah yang sesuai amarrah mereka..Dan itu tidak semuaya, tentu ada yang secara sadar atau tidak telah memaknai dalam tentang sifati itu sendiri..

Kamoksan jagaditha adalah sebuah konsep dimana seseorang membawa sabdanya untuk menyirnakan paham-paham adharmik yang membawa kesucian dan kedamaian..Seperti konsep avatara yang lahir untuk memisahkan adharmik dari yang budhi dharma.. Memahami diri dalam bahasa kumpulan ahamkara ego, budhi (intelektual), manas (pikiran pnguasa indera), citta (kumpulan karma), dan diterobos itu semua dengan makna dharma dan sattwik yang akhirnya meningkatkan pengetahuan IA sebagai abdi sang Mutlak itu sendiri..

Lalu bahwa kebebasan dari keterikatan duniawi, dimana memahami bahwa diri berisikan nafs surgawi nafs neraka, yang sebagai juga sedulur papat kanda pat untuk meenjadikan diri sebagai contoh buddhi sang ilahiah..Pemahaman diri yang terliputi dzat sebagaimana pemahaman akan saudara diri nafs amarrah ego, nafs sufiyah manas, nafs mutmainah buddi dan nafs lwanmah citta akan membawa pada pemahaman diri yang meningkat menjadi pemahaman nafs khamilah rhudiah..Dan tentu saja itu menerobos diri sebagai bhakta bhakti abdi kepada IA sang Khalik..

Mencapai Ia kesadaran yang menyadari tentang suksmsa sariram yang selalu dikontrol oleh kehendak ilahiah yang suci..Dan karena itu ia memahami tentang makna sang utusan wali dang hyang avataram untuk menjadi diri yang menikmati kesadaran ilahi..

salam guswar

april 19 2016

 

 

 

 

Tag: , , , , , , , ,

Panentheisme (Di dalam Tuhan) menurut Bhagawadgita

Agama sebagai jalan untuk menuju suatu kesadaran akan kebahagiaan, maka tentu saja dapat dianalisa dengan berbagai pandangan tersendiri. Tidak ada yang mutlak benar dan pasti salah, karena pada dasarnya Tuhan Yang Esa adalah sebagai Acintya, yang tidak akan mampu dipikirkan. Logika, Akal, Pikiran, Rasa, Jiwa, semua tunduk pada sebuah kesadaran, Kesadaran yang hanya akan dicapai oleh sebuah tingkat yang memiliki perbedaan pula. Kesadaran yang membawa pada sebuah kebahagiaan tentunya untuk disebarkan kepada yang lain. Ketika diri sendiri tidak berbahagia dan menyadari akan sebuah kesadaran yang Hakiki, apa yang layak disebarkan??

images (4)

Tuhan dalam hal ini brahman atau dalam sebutan lain di agama apa pun, memiliki beberapa pandangan yang bisa dirasai oleh sadar itu sendiri.

Monotheisme adalah bagaimana IA tuhan adalah satu sahaja,tidak ada yang lainnya, yang maha besar, maha agung, maha kuasa, maha tahu dan sebagaiNYA, dunia diciptakan olehNya, berakhir di dia semata. 

Monisme dan pantheisme adalah konsep dimana seluruhNya adalah Tuhan, artinya dimana-mana IA berada, dimana-mana IA merasuk ke dalam apa pun, dan dengan itu maka tidak ada mungkin suatu kesemena-menaan akan ciptaanNYA, karena itu juga adalah IA semata. Dalam bhgwadgita secara sekilas disebutkan.. “Aku berada di seluruh mahluk sebagai ruh yang Utama, mereka yang sadar akan itu dan mengimani itu, namun tidak merosot ia karena itu, adalah seseorang yang berjalan pada jalan kerohanian.”

Panentheisme adalah konsep dimana IA Tuhan adalah maha Besar, dan manusia, kita berada pada kesadaranNya, bahwa kita berada di dalamNya. Kita hanya bagian kecil dariNYA, kita hanya bagian sangat-sangat kecil dan menjadikan sebagai sebuah atom diantara semestaNYA, kita hanya merupakan bagian dari Wajah,telinga, tubuh, tangan, kaki, jari, atau selnya, dari semesta kita hanya setitik kecil dari lautan samudra kesadaranNYA. Karena itu, sebenarnya kita hidup atau mati hanya berada pada kesadaran kecilNYA, satu kali brahman bangun hidup dan kembali terdiam, adalah satu kali pralaya itu mengada, dan kita hnya bagian dari itu saja. Betapa kecil kita sebenarnya.

Dan namun tentu saja itu adalah bagian kesadaran kita semata, kita lupa dan tidak berbahagia ketika kesadaran tentangNYA tidak didapatkan, kita telah dan selalu akan berada di dalamNYA, Namun karena ketidak sadaran dari ATMAN Brahman Aikyam, maka atman dan citta terbungkus oleh ahamkara (ego) yang menggelapkan manah dan budhhi itu sendiri sebagai bagian saudara dan lapisan atman itu sendiri.

Sebagai ingatan selubung atman adalah berturut-turut Atman, Citta (intuisi memori), Buddhi (akal wiweka), Manah (pikiran penguasa inderawi), Ahamkara atau ego. Maka selubung itu yang tidak menyadarkan manusia untuk mengetahui diri sebagai Hyang Agung itu sendiri. Dalam konsep Buana Agung Buana Alit, maka manusia adalah menyadari akan dirinya sebagai buana alit dan juga bagian dari buana agung itu sendiri. Di mana kedua hal itu tidak dapat terpisahkan..

Maka ketika sebuah kesadaran entitas diri, sebagai yg selalu terhubung pada keilahian dan kebenaran yang berbahagia, maka begitu pula diri akan selalu merasa berada di dalamNYA.. Dalam berbagai kitab hindu, banyak tersirat dari konsep kemahaBesaran hyang kuasa, serta keagunganNYA, yang siap ditemui pada tingkat kesadaran tertinggi serta kebahagiaan yang benar hakiki..

Bhgwadgita IX-6 ..

Yathakasha-sthito nityam watuh sarwatra-go mahan,  tatha sarwani bhutani mat-sthanity upadharaya..

Artinya :seperti udara yang perkasa yg bergerak dimana-mana, senantiasa berada di ruang angkasa(akasa)..ketahuilah bahwa dengan cara yang sama seluruh keberadaan ini berada di dalamKU..

Bhagawadgita IX-7

Sarwa bhutani kaunteya prakerthim yanti mamikam, kaloa ksaye punas tani kalpadau wisrjamy aham..

Artinya : seluruh mahluk, wahai putra kunti , masuk ke dalam sifat alam (prkrt)-Ku, pada setiap akhir siklus(kalpa) oada awal siklus (kalpa)berikutNYA Aku kembalikan lagi mereka itu…

Dalan kedua sloka bhgwdgita diatas, maka dpat disimpulkan bahkan udara berada di dalamNYA tuhan yg maha besar, serta seluruh mahluk terliputi terkuasai oleh alam prkerti hyang Kuasa, walaupun mereka  menyangkalnya, tetap saja mereka berada di dalam sifati prkerti hyang maha besar itu..

Kemudian di bhgwadgita IX-13.,

Mahatmanas tu mam partha daiwim prkertim asritah, bhajanty ananya-manaso jnatwa bhutadim awyayam.,

Artinya : Roh roh agung, wahai partha, yg memiliki sifat2 ilahi(daiwi prkrthim), yang mengetahui AKU sebagai sumber abadi segala mahluk, memujaKu dengan pikiran yang mantap..

Bhwagawadgita, IX-4

Maya tatam idam sarwan jagad awyakta-murtina, Mat-sthani sarwa-bhutani na caham tesw awasthitah..

Artinya ., seluruh alam semesta inu terselimuti olehKU melalui wujudKU, yg tak termanifestasikan..Semua mahluk ada padaKU, tetapi Aku tak ada pada mereka..

Dalam sloka di atas, maka maya prkerti atau sifati ilahi yaitu satwik rajasik tamasik, ada dalam daiwik prkrtim di roh2 agung yg mngerti bahwa IA yang kuasa berada di sifati daiwi yg satwika dan rajasikam,..Kemudian bahwa seluruh mahluk yang berada di dalamNYA, tidak akan bisa lepas dari prkrtiNYA, apakah daiwi prkrthim, atau mohini prkrtim (keakuan palsu) dan keagunganNYA, menyebutkan bhwa IA yang KUAsa, tiada terpengaruh oleh kedua itu, namun kedua itu selalu berada di dalamNYA…

Kemudian apa yg menjadi daiwi prkrtih dan mohini prkrtih yg berada di dalamNYA, dapat disebutkan pada sloka berikut :

Bhgwdgita X-4

Buddhir jnanam assamohah ksama satyam damah samah,sukham duhkham bhwavo, bhayam cabhayam evacha..

Artinya ..pemahaman, pengethuan, bebas dari kebingungan,kesabaran, kebenaran,pengendalian diri dan ketenangan, kesenangan dan dukha,keberadaan, dan ketidak adaan, ketakutan dan keberanian…

Bhgwdgita X-5

Ahimsa samata tuatis tapo danam yaso yasah, bhwanti,bhawa bhutanam, matta eva prthag-widhah..

Artinya,, tanpa kekerasan,keseimbangan pikiran, kepuasan, kesederhanaan, amal sedekah, kemasyuran dan kehinaan, semuanya ini adalah keadaan daru mahluk2 yang hanya berasal dari AKU saja.,,

Dalam sloka kedua diatas, dapat diambil pemahaman bhwa semua sifati dunia ilahi, atau dri sifati mohini berasal dari IA yang Maha KUAsa, dan berada pada prakertiNYA, tentunya kesadaran yg berada di dalamNYA..kemudian bhwa yang mencariNYA dalam kesadaranNYA yg menuju kebahagiaan sejati…walaupun sangkalan dan pengethuan yg mnjauh dariNYA, tetap saja itu berada di dalam IA semata, karena mahkukNYA sesungguhnya hnya dpat memilih, mnjadi yg sadar atau berada di ketidaksadaran…krna semua berada di dalamNYA(panentheism)..semakin menyangkal, maka tidak berguna, krna sudah selalu berada di kesadaranNYA..

Salam gwar  Agust 2014

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Agustus 2014 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: