Tag: pantheisme

Evolusi kesadaranNYA monotheis-monisme/panteism-panentheism Analisa lintas keyakinan

Om sarwa prani santhi ya namo namah.. Om jnana pujam shanti ya namo namah Om pasupatya shanti namo namah.. Shanti om.. Ibarat dalam memahamiNya adlah sebagai seekor gajah yg ditebak oleh sang buta..Sang buta yg berarti sebuah kesadaran tentang keilahian yg suci itu sendiri..Tentunya makna-makna berkesadaran tersebut akan selalu berevolusi

Panentheisme (Di dalam Tuhan) menurut Bhagawadgita

Agama sebagai jalan untuk menuju suatu kesadaran akan kebahagiaan, maka tentu saja dapat dianalisa dengan berbagai pandangan tersendiri. Tidak ada yang mutlak benar dan pasti salah, karena pada dasarnya Tuhan Yang Esa adalah sebagai Acintya, yang tidak akan mampu dipikirkan. Logika, Akal, Pikiran, Rasa, Jiwa, semua tunduk pada sebuah kesadaran,

..Kafir, Nastika, Carwaka-Hedonism, Atheism, Agnotism-Kapitalsim,Sosialism,Nusantaraism..

Mengenal suatu tinjauan akan makna, pemahaman serta keberadaan dari berbagai kata-kata yang menuju pada keekslusfian, dan bahkan suatu kebebrokan atas yang bernama mentalitas, prilaku radikal serta filsafati liar dan  hanya memandang kedogmatisan, kegalauan rahysa, kedunguan, serta keberhalaan dunia. Maka dalam paham itu bisa diambil suatu benang merah tersendiri yang membuka

Mahrifat, Wahdatul Wujud, dan Kamoksan

     Mendengar istilah Mahrifat,  mungkin dikatakan suatu yang asing, namun pada dasarnya adalah sesuatu yang menarik jika didekatkan pada sebuah agama monotheism (islam) sebagai pemilik kata tersebut. Sebuah konsep unik pula tentang arti Manunggaling Kawulo Gusti sebagai sebuah kalimat yang berasal dari istilah “kejawen”. Sebuah kemanunggalan dengan “Gusti”. Tentunya

Ego manusia yang memberi takdir kepada manusia lainnya…

Apa teriakan bermakna?? Di saat menyata pada emosi… Yang lebih besar dari takdir manusia itu sendiri.. Takdir sebagai mahluk budi dharma ??? ——————————————————————- Apa kau bisa membuat mereka yang telah tiada?? Apa kah akan kau katakan, ..ini air mani , mana telurnya?? Lalu siapa itu yang kau takdirkan, Mati?? Siapa

Pantheisme dalam Teologi Hindu

1. Latar Belakang             Cara memahami bagaimana Tuhan itu, sangatlah memiliki kesubjektifan tersediri antara masing-masing penganut suatu agama. Seperti dalam analoginya bagaimana mengenal Tuhan yang diistilahkan sebagai seekor gajah yang diteliti oleh tiga orang buta. Setiap orang buta tersebut memeriksa bagian ekor, bagian telinga, serta pula bagian kakinya. Hal tersebut

Pantheisme…Imanen….coba resapi, benar damai..

Pantheisme dapat dikatakan sebagai suatu pemahaman dimana Tuhan meresapi segala mahluk…hal ini dapat dihubungkan pada sisi bagaimana membahas atman sebagai percikan dari Tuhan… Yapz atman adalah memang sebagai bagian dari Tuhan…jadi ada Tuhan dalam diri setiap mahluk hidup, yang menghidupi dan menjadikan mahluk hidup itu berhayat..Jika sebenarnya diresapi, manusia yang

Setiap agama adalah berbeda…thats it..!!

Apa yang terpikirkan, pada dahulu..mencari suatu persamaan dalam suatu yang sesungguhnya adalah jalan-jalan tersendiri.. Memang di suatu bahasan-bahasan adalah suatu persamaan yang mungkin memiripkan apa yang tersirat atau tersurat… Namun apa yang terasakan jika suatu keyakinan yang dalam akan terusik dengan tersendirinya..tidaklah suatu bijak jika itu sampai menjadi suatu keterjadian…

Sajak Monotheism dan Pantheism..

marilah katakan Ia adalah satu sahaja… maka marilah katakan Ia milik sesuatu sahaja… dan rebahkan diri pada suatu keseimbangan makna… dan sikap-sikap cinta melebihkanNya… terasa bagai suatu kebanggan akan Ia yang hanya sendiri sahaja… langitan…ayahanda…Ia di atas sana… bagai para pemberani yang menghendaki kedaulatan atas Ia… hanyalah satu sahaja di

WordPress.com.