RSS

Arsip Tag: pralaya

Ngiring sesuhunan IDA hyang Kalki Avatar..

Sambhawami yuge yauge..

Hari krushna hari kalkya

Hari kalkya hari khrusna

Khrusna khrusna hari hari

 kalkya kalkya hare hare.

kalki_the_tenth_avatara_the_ten_incarnations_of_pg56

Aum Aku datang dari jaman ke jaman untuk menegakkan dharma..

Aku datang dari jaman ke jaman untuk menyelamatkan dharma dari adharma

Aku datang dari jaman ke jaman untuk menyelamatkan dunia

Aku hadir sebagai krisna, dan aku ada sebagai rama pula

Aku lahir dari jaman ke jaman untuk menjadi penyelamat seluruh manusia..

Ida sesuhunan kalki avatar, sebenarnya adalah jawaban atas semua kegusaran dari kaum yang merasa berjalan di atas kebenaran…

Ida sesuhunan kalki avatar berada pada mereka yang dipingit untuk mempelajari kebenaran dari seluruh wadah apa pun…

Ida sesuhunan kalki avatar sebenarnya adalah raja keadilan yang tegas tanpa pandang siapa, tetapi memliki ratu keadilan yang memahami kemauan para penikmat kebenaran…

Ida sesuhunan kalki avatar adalah semua ramalan yang ada dan benar dari seluruh dunia tentang hari akhir..

Ida sesuhunan kalvatar juga berada pada mereka yang berjalan di kebenaran dengan nama nama yang lain dan indah

esa sat wiprah bahuda wadanti..

sesungguhnya esa IA dan mereka yang bajik bijak menyebut IA esa dengan nama lainnya..

Ida sesuhunan kalki avatar akan menjadi keadilan bagi mereka yang melakukan ritualnya masing-masing secara benar dan baik sekaligus bajik

Ida sesuhunan kalki avatar akan diragui oleh mereka yang hanya berjalan di tempat akan kemampuan kebenaran mereka

Ida sesuhunan kalki avatar akan diyakini baik dulu, nanti dan akan datang cepat atau lambat

Ida sesuhunan kalki avatar akan hanya hadir pada setiap malam, tapi akan hadir pada setiap nafas yang terhembus

Ida sesuhunan kalki avatar akan menanyai mereka yang lupa akan jumlah nafas mereka ketika mereka ragu akan kebenaran mereka sendiri

Ida sesuhunan kalki avatar akan membuat jiwa mereka lenyap tetapi masih dalam kehidupan

Ida sesuhunan kalki avatar akan membuat mereka merasakan apa yang mereka lakukan sebelumnya baik itu bajik atau tidak, tetapi IA bukan di itu dan itu tidak terdapat IA

Salam gwar..

https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/10/29/perwujudan-dan-sujud-pada-suatu-kekuatan-agung-akhir-jaman-kalvatar/

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 24 April 2014 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , ,

Manusia “Santa”, Manusia yang “trance” sebagai Wadah Wahyu..

image

Manusia adalah ciptaan Hyang Khalik yang paling sempurna. Dimana manusia diberikan sabdha,bayu serta idep. Yang terakhir itu adalah pikiran (wiweka) yg digunakan untuk mengenal baik dan buruk serta solusi atas segala kehidupan yang penuh kebermanfaatan dan keberadaban. Sehingga mahluk sempurna ya memang manusia…

Seperti disebutkan sarasamuscaya bahwa kebermanusiaan itu harus dsyukuri karena dengan itu bisa meningkatkan “diri”. Meningkatkan diri sebagai manusia yang memiliki kesetaraan dewa, manusia yang memiliki citta yang manunggal pada kepara-atman. Dan bgitu IA mencapai itu, maka suatu wahyu dari hyang kesempurnaan menyata pada kesemua keseharian kemasa mendatang yang sahaja..

Sebutan sebagai santa adalah kepada mereka yang benar2 telah melampaui batas keyakinan di jaman itu, dan mampu memberikan kerahasiaan ilahiah yang mumpuni dan diingat sepanjang masa bagi kaum nya…Seperti pula manusia yang memiliki sinar(nur) ilahiah dan menjadi keyakinan sepanjang masa. MUSA, Sulaiman, khidir, muhammad, yesus, abraham, dsb. Itu menjadi keyakinan kolektif dan membentuk epos, mitos penuh nilai spritualitas. Dan selalu tertanam dalam..tertanam sangat dalam di kalbu sanubari hati yang tuan agung, yang rahsya manikam khalam di wilayah citta dekat dngan kesemestaan. Seperti sesuatu yang khudus yang suci tiada terbandingkan. Arsy shiratu muhallam..

Disadari atau tidak, upanishad menyatakan bahwa dunia ini didirikan dan terdirikan atas maya dunia triguna..sattwam terang bijak rajasikam aktif tamasikam gelap pasif. Dan ketika tidak kenal akan belenggu itu, maka kebahagiaan sejati tidak akan diketahui. Dan buddha mnyatakan penderitaan manusia adalah krana tidak mengenal keterikatan karma. Kedua kemiripan itu mnyakan bahwa keberputaran manusia adalah sbuah kesengsaraan, jadi jika itu dicapai dengan sebuah pencerahan, bukan berarti sebuah kemustahilan untuk memanunggalkan diri dengan diri ilahiah..

Atma widya sangkan paraning dumadi kembali ke NUR para nabhi, pada kekhudusan hyang ESa. Adalah jalan yang paling indah jalan paling bajik jalan paling jnana, sekaligus paling sulit, sekaligus palinga cerdas dan bahkan licin. Jalan yang memberikan dasar untuk “natak baos”,untuk ,mewahyukan Diri pada keutamaan Buddhi indriyah dan kekangan ego ahamkara yang dipengaruhi sattwikam rajasikam yg mutlak berisikan jejak nafas dzat keilahian dan kebenaran abadi. Dan itu terletak pada wadah apaPUN akan tetap sebuah kebenaran..

Menyadari maya dunia dan laku purusha pada god generate operate destruction, pada ang ung mang, pada cipta khalik pada pemelihara muaiminaha dan maha hamcur mudzilah. Itu adalah kemutlakan keniscayaan samastha bhuana. Penceritaan sahajdah sahajah pada sangkan paraning, mahrifati diri, moskartham jagaditham bhur bwah swaha, adalah mendewakam sifati ilahiah pada asmaNYA pada asta bharatah, dzikir dan puja kali mhamrtyunjaya gan gana phataye hare kalkyah kalkyah hare hare..

Maka sangkan paraning akam membawa manusia pada ke Esa-an esa dimana IA sebagai monisme IA berada di embun dan sujudnKITa adalah sesuai kebersyukuran setiap beberapa waktuNYA. ESa yang membawa tuhan pada satu saja yang monotehism IKA ESA tunggal. Dan maujud BElIAu pada kekhalikan sahadja menjadi IA mereka MahlukanYa yanh kesampurnaan di akhir jaman sebagai imam semesta mahdi, kalki avaatar, ESA yanh bangkit membawa kerajaan surga di bhumi bhuana langgam…

Itu terjadi dan menyemestha ragha laku khalam…

Gwar..

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 3 April 2014 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , ,

Perwujudan dan Sujud pada Suatu Kekuatan Agung Akhir Jaman “Kalvatar”..

Seperti yang telah kita tahu, bahwa sekarang hari ini esok dan kemarin kita telah menapaki sebuah jaman yang memang sangat berat dan sangat melelahkan, bagi mereka yang benar-benar menjalaninya secara berbudi dharma. Yaitu sebuah jaman kaliyuga. Jaman di mana memang kejahatan (adharma) memiliki lebih banyak pengikut dari pada mereka yang melakukan dan membela dharma itu sendiri. Persentase yang ada menyatakan bahwa 75 % berbanding dengan adharma 25%. Sebuah pertanyaan yang meneguhkan adalah adharma tidak pernah akan sampai ke angka 100%. Dan sebagai suatu keyakinan bahwa 25% dharma, masih mampu untuk hidup dan bahkan mengalahkan 75% adharma itu sendiri. Dan jika memang itu terjadi atau pasti akan terjadi, maka jaman keemasan atau Satya Yuga akan tercapai di jaman mendatang dan bahkan sesuai keyakinan tentang kekuatan spiritulitas bahwa itu telah mengalami proses tersendiri dan telah dimulai.

Sebagai fakta yang tiada bisa dibantah adalah kemunculan pencerah-pencerah yang sudah lelah pada kemunduran “nilai” jaman, dan berbagai bencana, serta semesta mulai bergejolak sedemikian rupa. Dan nantinya juga akan sampai pada titik keseimbangan di mana Budi luhur Dharma akan mencapai kesunyatan abadi.

Beberapa hal di atas maka akan sampailah pada suatu pertanyaan Siapa yang ditunggu? atau siapa yang patut dinanti pada masa yang penuh goro-goro ini?? Sedikitnya pasti terbersit bahwa berbagai ramalan yang belum teridentifikasi nilai kebenarannya, atau belum dianggap karena tidak berlogika, maka sebenarnya dari mereka yang mengagungkan kekuatan selain duniawi itu sendiri (baca:intuisi). Bahwa telah saatnya datang keperkasaan dharma yang mencipta, melindungi, melebur, serta menghukum dan mengembalikan budi dharma menuju suatu keemasan yang tiada ternilai. Menurut hemat saya adalah bahwa telah atau akan lahir suatu kekuatan ilahi sebagai inkarnasi dari Wisnu yang berupa penunggang kuda dan membawa sebuah pedang terhunus yang siap mematikan mereka yang menentang, meluruskan serta memberi penghukuman sendiri atas adharma yang mereka lakukan. Dan Beliau adalah disebut sebagai Kalki Avatara.

Dari simbolisme kalki avatar di samping, maka makna-makna yang tergambar dari Kalki avatar adalah sebagai berikut :

1. Pedang : Pedang sebagai simbol senjata yang digunaka oleh kalki avatar adalah sebagai pemaknaan akan ketajaman pikiran atau kekuatan dari ilmu pengetahuan yang mampu menghancurkan permasalahan dan memberikan solusi atau meninggalkan ketidakberdayaan dari apa-apa yang menggoda dan menghadang manusia. Pentingnya sebuah ilmu pengetahuan dapat dilihat pada,  Bhagavadgita Percakapan IV Sloka (33) dikemukakan : “ Persembahan berupa ilmu pengetahuan, Parantapa lebih bermutu daripada persembahan materi, dalam keseluruhannya semua kerja ini, berpusat pada Ilmu Pengetahuan, oh Parta”. Selanjutnya dalam Sloka (42) dikemukakan: “Sebab itu, setelah memotong keraguan dalam hatimu karena ketidaktahuan dengan pedangnya ilmu pengetahuan, berpegang pada yoga, bangkitlah, oh Barata”.  

Pengetahuan akan Dharma itu pun melindungi mereka2 yang mengemban ketajaman pikiran itu sendiri. Maka seperti yang tercantum pada sloka sarasamuscya 18, “Dan kekuatan dharma itu sesungguhnya merupakan sumber datangnya kebahagiaan bagi yang melaksanakannya, ;lagipula dharma itu merupakan perlindungan orang yang berilmu; tegasnya hanya dharma yang dapat melebur dosa triloka atau jagad tiga itu.”

Dan pedang sebagai suatu idep suatu pikiran yang tajam termsuk intuisi yang diasah dengan empat marga itu, akan menjadi seuatu yang bershadja sesuai proses karma pala dan kekuatan dharma yang agung. Apa pun jalan yang anda laku, maka akhirnya akan sampai pada “KU”, apakah itu bhakta, Karmin, Jnanin, Rahja maka nantinya akan menjadi kesucian dalam Wibhuti Marga, yaitu suatu “pencerahan”. Dan tidak ada jarak lagi antara Tuhan dan Suksma, Rahga, dan Sahadja.

Kekuasaan akan ilmu pengetahuan dan melalui lindungan Budi Dharma, telah pula dirayakan dan diperingati pada hari raya Tumpek Landep sebagai peringatan mempertajam ilmu, yang telah turun sebelumnya pada peringatan Hari raya Saraswati pada wuku watugunung. Yang juga telah dihayati sedemikian rupa pada keseharian.

2. Kuda. Kuda yang liar adalah sebagai suatu catur purusha artha, yang termasuk pula dharma di sampingnya, Dasar-dasar yang ada untuk menghancurkan musuh manusia yaitu kebodohan adalah, dharma, artha, kama ,moksa yang telah menjadi dasar itu sendiri. Selain pula Tri kaya parisudha sebagai lelaku etika yang berpikir, berbicara, berbuat dharmaning ksatrya mahottama. Dan kuda yang liar adalah mewakili sad ripu dan sad atatayi, atau mungkin seperti seven deadly sins, yang telah terbit pemahamannya. Maka jika kuda liar itu dapat dikelola dengan laksana satya, maka akan mewakili kecepatan intuisi untuk menelaah “putih” kesucian tuhan dalam menanggulangi setiap permasalahan yang ada.

3. Orang yang kalah, adalah ia yang bergerak pada adharma, ia yang bergerak dan mendasarkan dirinya pada jaman kali, mereka yang bersifat raksasa raksasi dan yang tiada berjiwa budi dharma.. mereka akan terkalahkan oleh pedang ketajaman ilmu pengetahuan, dan tergerus oleh kuda catur purusha artha yang akan tetap menang sepanjang masa. Dan ini telah dirayakan pada galungan dan kuningan. Dan keabadian itu akan menjadi kenyataan.

Sedikit dan yang terakhir, Japa atau semadi akan persujudan kepada titisan Waishnam Al Muaimin dapat dilaksanakan dengan mahantra berikut :

“Hare Krushna Hare Krushna, Krushna Krushna Hare Hare”
“Hare Râma Hare Râma, Râma Râma Hare Hare” (Japa Kalki Avatar)

“Om BiswaGuru KalkiRâma Sudarshana Hare Hare
GadâPadma ShankhaShyâma RâmaKrushna Hare Hare” (japa Kalki Avatar).

https://linggahindusblog.wordpress.com/2014/04/24/ngiring-sesuhunan-ida-hyang-kalki-avatar/

gwar 30 10 2012

 

 

 

 

 

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Oktober 2012 in agama, budaya, doa, filosofi, Tak Berkategori

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

Sandingan Konsep “Seven Deadly Sins” Konsep Sad ripu serta Sad Atatayi

Dosa dan Pahala tidak akan pernah habisnya dibicarakan manusia sebagaimana ia menjadi suatu titik ketakutan dan sisi etika dan membentuk pula suatu moralitas tersendiri dari pemeluk suatu keyakinan. Setiap agama apa pun pada dasarnya memiliki suatu filsafat (tattwa), etika(susila), serta tentu saja ritual (upacara) yang menjadi simbol atau ciri khas dari suatu agama tersebut.

Berdasarkan bahwa manusia memiliki sesuatu kewajiban yang sungguh-sungguh berat dari jaman ini. Dari suatu keyakinan Hindu bahwa memang sekarang adalah jaman kaliyuga itu sendiri. Jaman di mana kejahatan lebih banyak dari yang menjunjung kebenaran itu sendiri. Namun pada akhir jaman, jika sekehendaknya ada beberapa messiah yang ditunggu untuk memberikan suatu “pintu” surga dan kerajaan surga di bumi ini. Artinya adalah kebenaran dalam bentuk apa pun sesuai dengan keyakinan masing-masing, menjadi hal yang mutlak dan patut ditunggu dan subjek-subjek dari raja atau penyelamat yang bangkit dari surga menambah motivasi melaksanakan tiga kerangka yang berlaku universal dari setiap agama itu sendiri.

Mungkin bukanlah suatu mitos, jika satrio piningit, ratu adil, imam mahdi, satrio pinandita, kalki avatar, buddha maitreya, dsb merupakan mitos-mitos yang bisa menjadi nyata, dengan dasar hati diberikan terbuka akan mitos (baca: Kekuatan Agung) spiritual yang bangkit dan terbangun.

Kembali lagi dengan kata dosa, Maka dalam etika kristen (nasrani) menyebutkan ada tujuh kelompok dosa yang sekehendaknya tidak dilaksanakan . Dan seven sins itu memiliki berbagai tempat hukuman di neraka nantinya. Dan bahkan menurut apa yang dijelaskan bahwa tujuh dosa itu dikelola atau dikuasai oleh iblis (demon) yang memiliki nama tersendiri.

Jenis-jenis Dosa dalam kebudayaan Nasrani adalah sebagai berikut:

1.Lust . Yang berarti hasrat atau nafsu yang seksual yang tidak terbatas, termasuk juga hasrat terhadap kekayaan, kemahsyuran. Dalam hal ini LUST dikuasai oleh Amoedeus.Dan dosa yang mereka dapatkan adalah masuk ke wilayah neraka yang penuh dengan badai angin ribut pada saat nantinya.

2.Gluttony . Yaitu dosa yang berasal dari kerakusan akan makanan dan minuman serta yang hanya terpikirkan adalah bagaimana cara mendapatkan makanan dan tiada bisa dikendalikan. Dan pula keserakahan yang berhubungan dengan perut. Dikuasai oleh iblis Beelzebub dan akan menderita kelaparan yang sangat jika telah ada di neraka nantinya/

3.Greed. Keserakahan terhadap unsur duniawi atau materialitas. DOsa ini adalah yang paling dekat berhubungan dengan korupsi dan penipuan atau pula perampokan yang sedemikan rupa menyukai keduniawian secara membabi buta dan dengan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang ia mau. Dalam hal ini dikuasai oleh Iblis Mammon.

4.SLoth . adalah dosa yang terjadi karena kemalasan untuk melakukn sesuatu, dan bahkan sudah terjebak pada kenyamanan akan malas itu sendiri sehingga tidak berguna bagi suatu masyarakat dan hanya menjadi sampah-sampah yang tidak berguna. Iblis yang menguasai dosa ini adalah Belphegor. Pada saatnya nanti mereka akan dilepas pada suatu danau yang dalam dan harus berenang agar tidak tenggelam, Jadi Ia akan selalu bergerak dan bergerak sampai akhir jaman nanti.

5. Wrath artinya adalah suatu kemarahan yang tiada bisa dikendalikan. Kemarahan itu bahkan menutup kebenaran itu sendiri akan kebijaksanaan yang ilahiah. Kemarahan yang tiada bisa dikendalikan oleh “diri” dan berlangsung setiap saat. Iblis yang menguasai adalah Satan.

6.Envy adalah dosa akibat perasaan iri hati terhadap kemampuan, kepunyaan, keberhasilan orang lainnya. Iri hati itu ketika menjadi suatu kebiasaan, maka akan terlihat seperti tidak terpuaskan karena keinginan melihat rumput tetangga lebih hijau. Iblis yang menguasai adalah Leviathan.

7. Pride atau Narsistik. Adalah dosa yang paling mengerikan, maksudnya adalah bagaimana rasa terlalu percaya diri, merasa sempurna, dan bahkan melebihi junjungan-Nya, dan saking percaya dirinya, Ia bahkan mengatasnamakan yang dijunjung untuk menghancurkan lainnya. Narsisme ini adalah dosa yang dikuasai oleh Lucifer.

Dan setelah kita melihat dari definisi terhadap tujuh dosa manusia, maka dapat kita tarik suatu benang merah bahwa etika itu bisa saja berlaku secara universal. Hal itu dapat ditelaah pada ajaran sanatana dharma yang mnampilkan etika susila Sad ripu (enam musuh manusia) dan Sad atatayi enam kejahatan yang dihindari.

Sad ripu adalah sebagai berikut :

  1. Kama artinya sifat penuh nafsu indriya.
  2. Lobha artinya sifat loba dan serakah.
  3. Krodha artinya sifat kejam dan pemarah.
  4. Mada artinya sifat mabuk dan kegila-gilaan.
  5. Moha artinya sifat bingung dan angkuh.
  6. Matsarya adalah sifat dengki dan iri hati

Dan sad atatayi adalah

  1. Agnida: membakar rumah atau milik orang lain, meledakkan bom, termasuk membakar dalam arti kias yaitu memarahi orang sehingga orang itu merasa malu dan terhina.
  2. Wisada: meracuni orang atau mahluk lain.
  3. Atharwa: menggunakan ilmu hitam (black magic) untuk menyengsarakan orang lain.
  4. Sastraghna: mengamuk atau membunuh tanpa tujuan tertentu karena marah.
  5. Dratikrama: memperkosa, pelecehan sex.
  6. Rajapisuna: memfitnah

 

Maka benang merah dan kemiripan dari etika yang menuju suatu nilai super ego moralitas yang tercipta pada agama yang memiliki perbedaan sejarah adalah sebagai berikut:

1.Lust berhubungan erat dengan kama, dratikrama yang pada dasarnya mengandung nilai susila yang rendah.

2.Gluttony adalah dosa yang berhubungan dengan Mada seperti rakus akan makanan.

3.Greed sebagai keserakahan sangatlah mirip dengan Lobha.

4.Wrath sebagai kemarahan yang terlepaskan dan tiada perlu dapat disandingkan dengan krodha,Agnida,dan Sastraghna.

5.Envy sebagai keiri hatian menuju pada pemahaman terhadap Matsarya, Wisada, atau Rajapisuna

6.Sloth mungkin berhubungan erat dengan Moha.

7.Pride berhubungan dengan Moha,Agnida.

Dari beberapa kemiripan di atas, maka apakah ke depannya pada suatu kehidupan dunia ini bisakah tercipta bahwa Moralitas dan Etika yang berujung pada Kesusilaan , Budi pekerti menjadi Satu dalam bingkai Universalitas??

Mungkin saja jika diberikan ruang kemuliaan Nya di dada ini.

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Seven_deadly_sins

http://www.hindubatam.com/susila/asubha-karma/sad-ripu-dan-sad-atatayi.html

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 26 Oktober 2012 in agama, budaya, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: