RSS

Arsip Tag: puisi doa

Pasang Badan untuk Kebenaran..

Berteriak lantang, bahwa…

Aku membawa kebenaran…

Berteriak sorak-sorai membekap jemari..

Menerawang tinggi akan bejatnya sang lawan..

———————————————-

Berteriak suara-suara berang…

Akulah yang mengebiri mereka…

Mereka yang tersesat pada pikiran mereka…

Mereka yang tidak tahu akan apa…

Tidak tahu “apa”..camkan itu…

————————————————

Dan tetap berteriak lantang akan kebenaran…

Pasang Badan Ia pun melawan pada kebenaran lainnya…

Badan lain pun apakah memaksakan??…

Lalu tertumpahkah??..

Darah,dan cucuran air mata??..

Lalu api kah menjadi jalan menuju laut diiringi tanah dengan “ruang” menuju itu?….

Dan sembari kembali menerawang…

Apakah benar itu??.

————————————————–

Dan salahkah jika berkesimpulan…

“Kebenaran” pasti Beradab..

hhhmmmm…

 

salam gwar 5 nop 2012..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 November 2012 in doa, filosofi

 

Tag: , , , , ,

Ketika Tuhan ditawan…

Sembari barisan-barisan ayat dan makna yang berkumandang…

Sembari pula terhunuskan pedang yang (disangka) keadilan..

Sembari sebuah kata-kata sakti yang terngiangkan..

Sembari sujud kekerasan hadir di dalam pemusnahan…

———————————————————————————

Dan pada akhirnya, kenerakaan pun menyata pada setiap peraihan..

Yang dikendalikan nafsu amarah keraksasaan dan kedangkalan…

Maka pada suatu kehadirat Bhatara Hyang Guru…

Mendapatkan titah yang nyata, bahwa…Tuhan mereka ditawan…

—————————————————————————————–

Ah ..tuhan ditawan??apa kah itu??

Sehingga barisan-barisan kata puja mereka..menjadi hambar…

Sehingga ketika barisan-barisan makna Syurga..menjadi Basi…

Sehingga ketika hanya kunci ini dalam taubatan, tiada bisa terhembuskan…

Maka kunci ada pada suatu takdir dan kilatan tanpa makna…

—————————————————————————————–

Ketika Tuhan telah ditawan….Oh dimana lagi, penghadapan ilahiah…

termakna terangkum pada syahdu tangis-tangis membahana…

Tangis yang telah telat pada dedemit penguasa laut selatan..

Yang buat mereka menerobos kehancuran bagi mereka….

——————————————————————————–

Ah ..dimana Tuhan di tawan??

Pada pembenaran yang menuju kenerakaan abadi….

Pada perbuatan yang jauh dari kehirarkian manusia sebagai “diri” kesempurnaan…

Pada kemaha-dukaan ke maha-sengsaraan yang mereka berikan pada dunia…

Dan dimana Ia ditahan??pada kami mereka ia semua, yang terjungkal perih…

———————————————————————-

Kemana tuhan ditahan??

Tuhan tidak ditahan, hanya nanti bertemu di keabadiaan..

.salam gwar..no 4 2012,,

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 November 2012 in doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: