Tag: puisi kemanusiaan

Pasang Badan untuk Kebenaran..

Berteriak lantang, bahwa… Aku membawa kebenaran… Berteriak sorak-sorai membekap jemari.. Menerawang tinggi akan bejatnya sang lawan.. ———————————————- Berteriak suara-suara berang… Akulah yang mengebiri mereka… Mereka yang tersesat pada pikiran mereka… Mereka yang tidak tahu akan apa… Tidak tahu “apa”..camkan itu… ———————————————— Dan tetap berteriak lantang akan kebenaran… Pasang Badan Ia

Ketika Tuhan ditawan…

Sembari barisan-barisan ayat dan makna yang berkumandang… Sembari pula terhunuskan pedang yang (disangka) keadilan.. Sembari sebuah kata-kata sakti yang terngiangkan.. Sembari sujud kekerasan hadir di dalam pemusnahan… ——————————————————————————— Dan pada akhirnya, kenerakaan pun menyata pada setiap peraihan.. Yang dikendalikan nafsu amarah keraksasaan dan kedangkalan… Maka pada suatu kehadirat Bhatara Hyang

kematian itu ada…

tak ingin hati berkata diam… biarkan mereka terpisahkan raga…. karena matian hanyalah padam.. jika sang Esa kemana kian luar raga… aku inginkan hanya dunia berjalan bagai biasa… ada matian ada hidupan…maka terbiasalah… hanya neraka dan surga…maka terbiasalah… tapi itu kejam maka jadi terbiasa…. kukumandangkan arah pada dewa kematian… kematian dalam

Ayo kita buat mercu suar dunia??

kumandangkan pancasila wahai pemilik rasa… hanya dia penguasa dunia fana… peranglah melawan asing wahai nusa…. karena mereka telah rebut mandiri kita…. pariwisata biarlah hanya budaya… jangan mau jadi budak mereka… asing-asing di negeri kita… peranglah jawabannya…karena mereka dah rampok kita… memang aku rasis… karena kalian adalah manusia unggul saudaraku… pemilik

WordPress.com.