RSS

Arsip Tag: puisi

Ego manusia yang memberi takdir kepada manusia lainnya…

Apa teriakan bermakna??

Di saat menyata pada emosi…

Yang lebih besar dari takdir manusia itu sendiri..

Takdir sebagai mahluk budi dharma ???

——————————————————————-

Apa kau bisa membuat mereka yang telah tiada??

Apa kah akan kau katakan, ..ini air mani , mana telurnya??

Lalu siapa itu yang kau takdirkan, Mati??

Siapa yang menjamin engkau menjadi malaikat maut yang benar??…

Lalu apa yakinmu jika itu menjadi pahala burukmu,

kemana kau mendapat tempat mengadu??

Mati itu tiada akan guna sesal….

Kembalkan mati itu saja?? bisa kah??

——————————————————-

Emosi yang memBABI buta…

Dan “punggung” itu masih ada di dirimu..

Bawa saja beban itu??

Toh kau sudah tahu sudah mendapat tempat di alam sana…

abadikah??

—————————————————————————-

Ya sudah lah,

terjadi terjadi ya begitulah….

terkadang tersenyum miris, melihat merasa…

bahwa kengerian di alamNya…terngiang-ngiang-ngiang-ngiang-ngiang-ngiang…

———————————————————————

gwar…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Oktober 2012 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

kematian itu ada…

tak ingin hati berkata diam…
biarkan mereka terpisahkan raga….
karena matian hanyalah padam..
jika sang Esa kemana kian luar raga…

aku inginkan hanya dunia berjalan bagai biasa…
ada matian ada hidupan…maka terbiasalah…
hanya neraka dan surga…maka terbiasalah…
tapi itu kejam maka jadi terbiasa….

kukumandangkan arah pada dewa kematian…
kematian dalam gelap sang kala..
mengubah derajat kemiringan…
bumi dalam bidang rikala….

maka biarkan ia ada….
biarkan ada ia…
biar dia ada….
biar ada…
karena itulah waktu ada…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Mei 2008 in filosofi

 

Tag: , , , , , ,

Ayo kita buat mercu suar dunia??

kumandangkan pancasila wahai pemilik rasa…
hanya dia penguasa dunia fana…
peranglah melawan asing wahai nusa….
karena mereka telah rebut mandiri kita….

pariwisata biarlah hanya budaya…
jangan mau jadi budak mereka…
asing-asing di negeri kita…
peranglah jawabannya…karena mereka dah rampok kita…

memang aku rasis…
karena kalian adalah manusia unggul saudaraku…
pemilik rasa itu…
jadi tegakkan kepalamu dengan sadis…
cambuk mereka dengan jajahanku….

para asing di negeri kita hanya sampah…
kita kaya juga wahai ibedebah…
karautanikuntalai janus…
bangsa janus kita lah itu serius…

singsingkan lengan baju demi bangsa…
bangsa kita adalah raksasa…
ayolah bangun negeri kita…
demi Indonesia…
mercu suar dunia…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Mei 2008 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: