RSS

Arsip Tag: ratu adil

..Pandangan Universalitas Tuhan Transendensia..

kalki

Universalitas, adalah sebuah kata ghaib dan penuh makna yang sejatinya indah.Di mana bahwa dalam rangka waktu yang sekarang ini, dikatakan sebagai sebuah jalan moralitas yang melangkahi kebenaran agama itu sendiri. Namun kata-kata tersebut sangatlah memiliki suatu sifati humanisme yang agung tentu saja. Sebenarnya pun Tuhan adalah suatu misteri yang sangat misterius dan akhirnya menjadi keindahan tersendiri untuk memeluk “itu” kedamaian menuju sebuah kebahagiaan yang hakiki. Dan para raja adalah semuaNya yang merupai IA sebagai pencari pemakna penafsir misteri ILAHIAH.

Seperti kebercontohan pada ISLAM dan HINDU, dimana jelas sangat erat pada manunggaling kawula dan gusti Allah dengan persatuan dari moksartam jagadihta. Dan yang lainnya adalah bahwa Allah yang tiada boleh diwujudkan, tiada layak dirangkaikan dengan perwujudanNYA, sangat erat dengan filosofi Atma widya dan juga Nirguna Brahman (Parama Siwa) yang Tuhan Esa tidak bisa dipikirkan Acintya, tidak sanggup diwujudkan, tidak mampu diwacanakan dengan kata-kata. Pada saat ini adalah maka Tuhan berada pada kehampaan kekosongan dan sangat sulit diketahui, seperti “neti neti”,bukan ini bukan itu. Dan bgitulah seperti bhgwadgita mnyebutkan AKU menciptakan dunia dengan baik dan buruk, tetapi Aku tidak berada di “itu” dan “itu” tidak berada di aku..Selayaknya itu adalah KuasaNYA tuhan itu sendiri..

Lalu ketika telah sampai pada kebersatuan (bukan di sisiNYA) adalah saatnya Atma widya atau tentang nur atma ruh khudus diketahui dan dipahami kesifatanNYA. Artinya adalah bahwa NUR yang terlingkupi berbagai dzat ilahiah dan Maya dunia, terdiri dari ego ahamkar buddhi dan citta.. Maka kesungguhan Buddhi itu akan mencapai NurNYA dan mampu menjadikan wahyu itu ada dengan otomatis dan sedemikian indahnya..Hal ini dapat dilihat pada posisi transedental seorang Sufisme. Manusia santa bisa saja mengikuti tata titi ritual yang telah umum, namun sebagai kebijaksanaan yang indah adalah privasi itu kemudian disampaikan dengan sangat memegang kesantunan yang semakin disegani..

Ini adalah wilayah santa dari manusia yang transendesial dan mampu melacak imanensi hyang KUASA di pada suatu apa pun dengan makna yang menyentuh nurani nya sendiri..

https://linggahindusblog.wordpress.com/2014/04/03/manusia-santa-manusia-yang-trance-sebagai-wadah-wahyu/

Ini tentang kamoksan..dan mahrifat..

https://linggahindusblog.wordpress.com/2013/02/09/mahrifat-wahdatul-wujud-dan-kamoksan/

Kemudian dari kebijaksaan terhadap nama – nama Ilahiah, maka sangatlah beruntung bagi mereka yang melihat keindahan dari misteriusnya nama-nama Indah Tuhan itu sendiri.. Dalam weda dikatakan bahwa dewata juga bersama raksasa, namun itu bukan saja berarti wujud-wujud dari mereka itu, karena dari weda dikatakan pula bahwa:

“Mereka yang melaksanakan ritualitas yang berkualitas, adalah dengan merasuki yang mereka Sembah sujudkan untuk menjadi IA sendiri pada waktu dan keseharianNYA” ..maksudnya adalah bahwa dewata yang memiliki kekhususan laku dan fungsi akan merasuk pada jihwani mereka yg melaksakan ritual itu, dan energi mereka semua (dewata-sinar suci ilahi) sudah berada di MAYA (yang sattwikam sekaligus Rajasikam). Artinya adalah kualitas itu meng”ada” dengan cara niskala mistikal dari sesajian yang ada dan dengan bantuan Mantra mantra weda yang suci untuk mengundang Maya yang suci sekalgus positif tersebut. Sebagai bukti mereka yang waskita akan melihat aura yang benar2 Maha di daerah tempat dilaksakan ritualitas itu, termasuk dengan adanya yang trance dan mengucapkan kata-kata yg mereka sendiri tidak bisa dikontrol oleh IA, suatu kekuatan besar yang mereka rasakan pada frekwensi yang sama pula dan terkoneksi..

Lalu dilihat dari Wajah ALLAH islami, maka dapat dikatakan bijaksanaNya mereka terdahulu dengan mengumpulkan 99 nama indah Ilahiah.. Secara halus tanpa mengasari, ini adalah sebuah kombinasi yang mungkin akan menjadi pembahasan dan pemahaman bagi mereka yang mencari kerinduan akan kebahagiaan dan kedamaian yang abadi..Dengan jalan tauhid asma wa sifat.

-**Brahman Al Khalik..Artinya adalah Maha IA mencipta yang memiliki Krya Sakti maha karya…Dan bgitulah sifati IA menyangkut pada ini:

Al Baari — Maha melepaskan (membuat, membentuk , menyeimbangkan)

Al Mussawhir –Maha membentuk rupa MahlukNYA

Al Aliim – Maha memiliki Ilmu (sebagai Jnana sakti) artinya Bahwa semua ciptaNYa berasal dari ilmu pengetahuan itu sendiri

Ini salah satu contoh fungsi dari GOD (generate) mencipta.

***Waisnham Al Muaimin –artinya adalah Maha ia memelihara mahlukNYA..

Al Wahhaab         Yang Maha Pemberi Karunia

Ar Razzaaq              Yang Maha Pemberi Rejeki

Al Fattaah                  Yang Maha Pembuka Rahmat

Ar Rahman          Yang Maha Pengasih

Ar Rahiim           Yang Maha Penyayang

As Salaam            السلام   Yang Maha Memberi Kesejahteraan

Al Wahhab AL Rahzzaak-Maha pemberi karunia maha pemberi rezeki.. (bhataraning Shri Manik Mas maketel)..

Al adl dimana Maha adil kepada siapa pun jua. itu menjadi laksana Al hakiim (yangMaha bijak) menghukum tanpa pandang bulu..Menjadi teringat seperti Tribhuana Tungga dewi yang memotong tangan anaknya karena mencuri

Maka ini adalah bagian GOD ..Operate yan memberikan pemeliharaan bagi mereka yang sudjud iklas insaf pada KekuatanNYA yang mana pun jua..

*****Shaiwa Al Mudzil… Maka di jaman akhir ini, mereka yang selalu hadir di waktu-waktuNYA dalam agama apa pun itu, akan menyambut kebahagiaan di akhir jaman, Dan kebenaran semua terkuak dan maka misteri yang ada akhirnya bisa dijawab oleh mereka yang berjalan pada kebenaran itu sendiri..Kebenaran Pun tentunya sangatlah anti dengan ketidaksantunan kelupaan akan haqiqat manusia dan juga kebersatuan Manusia dengan ilahiah itu sendiri. Dimana mereka yang lupa akan itu, akan diperbudak nafsu dari pembenaran itu sendiri.. Tidak ada namanya kebenaran yang bajik dan bijak yang berkuasa pada himsa karma. Tentunya kematian dari seseorang yg tidak bersalah akan membawa pada suatu karma yang sangatlah buruk, alasannya yg utama adalah manusia  tidak akan pernah bisa untuk membuat nyawa dan wujud itu sendiri..

Al khafiidz Yang Maha merendahkan MahlukNYA..(maka mereka yang merendahkan manusia sebagai bukan manusia, hanyalah seorang yang mendapat azab direndahkan olehNYA Shaiwa Al mudzil).

Al Qhaahaar..adalah maha memaksa, artinya ketika mereka memaksakan himsa karma pada diri mahlukNYA siapa pun itu, akan mendapat azab yang setimpal..Bersujudlah sebelum kamu dipaksa bersujud..

Hal ini di GOD filosofia adalah Destruction dimana IA adalah penghancur dunia dan menghancurka kebatilan ketidak adilan di dunia ni.

Kemudian dibalik wajah reinkarnasi dan inkarnasi maka ASma UL husnaNYA terdiri dari :

Al Mu`iid     Yang Maha Mengembalikan Kehidupan

Al Muhyii      Yang Maha Menghidupkan

Tiada yang tidak mungkin dilakukan oleh Hyang Kuasa, yang ada adalah manusia mengimani NYA secara terbatas pada isi kepala otaknya yang terkadang tidak mampu memberikan jawaban atas misteri NYA. Dan itu pula yang menghambat mereka menuju kepada kesempurnaan jagaditha. Mereka sprti puas bermain di dalam lumpur, dan puas menyatakan diri sebagai manusia yang berakal. Padahal mereka seburuk-buruknya iman sebaik-baiknya abdi bagi bisikan syaitan…

Bgitu sedikit tntang keutamaan Ajaran Buddhi tentang universalitas spiritualitas KuasaNYA..

Lalu tentang maujud ilahiah pada kebersatuanNYA, adalah mereka-mereka para rasul rsi para nabi para hyang guru dan sebagaiNYA, yang mendapat wahyu atau pesan lewat dari NUR ATMAN dan Ruh KhudusNYA.Pada wilayah saguna brahman dimana Beliau dapat dterka dengan senang hati karena kebaikan IA kpada bhaktaNYA.. Maka sesungguhnya manusia telah terjebak pada hegemoni Tuhan yang tidak Maha KUASA.. Artinya adalah Manusia itu, sungguh pun tidak melihat dunia sebagai wajah ILAHIAH yang sengaja IA ciptakan untuk mengetahui DIRINYA sendiri..Telah berbagai banyak utusan yang datang, namun alih-alih memberikan pemahaman dalam akan arti kedatangan mereka, tetapi mereka bertengkar pada hal kecil seperti wujud patung berhala kekuatan ilahiah yang tidak mungkin diilhami manusia.. Mengapa mereka mencobai tuhan sendiri dengan mngatakan IA tidak Maha Kuasa MAHA Tahu, Maha mendengar, dan sebagainya…

Kuasa Tuhan melewati batas-bbatas aturan yang disangsikan sendiri oleh mereka ..Tuhan Maha Kuasa dan MAHA adil, maka itu akan sangat mudah menyusui IA pada sebongkah pasir, atau pun sebidang kotak kubus, atau di patung-patung..Mereka yang menilai itu tidak bisa hanya manusia yang membiasakan diri pada kebodohan akal mereka sendiri.. Lalu apa dosa mereka yang meniadakan Ketidak Maha Kuasaan TUHAN??

dan bgitulah bghawadgita bersabda IA kepribadian Hyang Maha KUasa…Aku ciptakan kebaikan keburukan, Namun Aku tidak ada padaNYA, dan ITU tidak ada padaKU…

its just a crazy funny and yet so powerful imagination…and gods who is so lunatic yet so wise, create this world to see Himself Playing around then let their soul of holiness  become home soon or later…

gwar..bringing The truth of Khalamanyit..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Mei 2014 in agama, doa

 

Tag: , , , , , ,

Sebuah Benang Merah Nusa Antara…

Aum Tamasoma Jyoitr Gamaya, Mrtyorma AMremtam Gamaya, MahaKsampurna Ya na Namo Swaha Namasiwaya.OM..

shiva anataraja

Nusa ANtara adalah sebuah negeri yang penuh rasa yang rahasya. Rasa yang menjadikan nikmat2 kejagahtan Hyang Seperti Manik Manik Antarswaha buana. Sebuah bangsa yang kaya yang tiada kekurangan yang selalu akan jaya selamaNYA bagi kepada mereka yang Yakin dan Percaya…

Nusa-Antara sebenarnya adalah benua yang indah dan melenyap sirna, namun akan ditunggu-tunggu kedatanganNYA selalu. Bagaimana di Nusa-antara dahulu kala, adalah sebagai wilayah yang penuh kesemestaan dan keagungan dari ilahiah, baik sebagai bapa angkasa atau baik bagi ibu parthiwi..Seperti dahulu MAhenjo Darro Ibu pertiwi, lalu menuju sarkophagus,dan wilayah-wilayah angker namun bersahadja di situs2 purba-khala di seluruh nusa-antara..

Tidak dipungkiri jaman ini adalah jaman dimana hedonisme adalah hal biasa, dimana kaum carwaka meraja-lela dan merupakan yang biasa saja ketika melihat keterikatan dari maya dunia. Dan ketika itu tidak dicari dengan cara paling bijak dan paling bajik, hanya akan membebani keturunan sampai bahkan ketujuh turunan..Kenapa harus tujuh?, karena itu sekitar 500 tahun..(dipersilakan menghitung sendiri)…Tetapi 500 tahun hanyalah sekejap seperti 5 menit brahman…

Terlepas dari itu, maka jaman akhir telah dikatakan diramalkan dan disejogjanya diyakini, dipercayai..Dan terkadang hendaknya di paksakan kepada mereka yang berada di alam bawahan yang terkena kendali mahya dunia (sattwam rajasikam tamasikam)..namun itu adalah kesunyatan ketika utpeti sttiti pralina menjadi bermakna oleh karena pengaruh triguna tersebut..Dan hanya pedang kebajikan pedang kebangkitan pedang kebijaksanaan, mampu mengendalikan maya dan menghancurkan semua yang tidak sejalan dengan maya di dunia satya yuga dan kertha yuga.

Lihat dilink ini :

https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/10/29/perwujudan-dan-sujud-pada-suatu-kekuatan-agung-akhir-jaman-kalvatar/

https://linggahindusblog.wordpress.com/2014/03/16/realitas-kebenaran-maujud-apa-itu/

https://linggahindusblog.wordpress.com/2009/07/11/bagaimana-beliau-bisa-banyak-nama/

Dan sebuah keniscayaan akan kebenaran, ketika melihat bagaimana dahulu seperti ramalan sabda palwan noyo genggong oleh brawijaya dan kisah mereka..Ketika itu brawijaya memiliki dua penasehat yaitu Dang Hyang Smaranatah (hyang semar) dan Sasuhunan Kalijaga…Mereka adalah sabdo palwan dan noyo genggong…Dan ketika kutukan pastu itu terjadi, maka lenyap sabdo palwan dan masuk ke dalam alam bhur bwah dan swah… Keitka itu muncul pula Sang Mahesa Jenar, yaitu yang langsung mampu mendalami keislaman sampai rahasia mahrifat.. Dan Beliau dijuluki Syeh Sthiti(waisnawa saktya) Jenar. Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Anak dari Sabdo Palwan itu. Banyak kisah waskita dan kesahajaan Beliau.. Dan akhirnya setelah usai di jawa, Beliau menuju Bali sebagai penyebar agama tirtha, lalu sampai ke lombok sebagai penangkulturasian sinkretis islam watu telu…Dan begitu pula akhirnya moksah IDa di wilayah uluwatu..

Sabdo Palwan sendiri identik dengan Kewaskitaan Nabi Nusantara yaitu Nabi Khidir. Yang memiliki kemampuan menghentikan Kala (waktu), memiliki kemampuan untuk menyerang dengan PanjakNya kasat mata (baca : dibali adalah Ida Ratu Niang – Sakti dari Dang Hyang Dwijendra, Di laut selatan Ratu Kidul)…Dan begitu lah ketika memang sudah saatNya pralaya,maka sesungguhnya yangterjadi adalah:

Bhwadgita ..

Bagaimana dikatakan ketika dunia pada cengkraman adharma (kebiadaban, kejahatan, kekerasan, kehilangan sifat manusia) telah bertambah, Maka Aku akan datang dari jaman-ke jaman menegakkan kebenaran (dharma,kebaikan, kebijaksanaan, kebajikan–universal) dari cengkraman Adharma…

(sambhwami yuge-sambhawi yuge)

Itu akhirnya bagaiman surga neraka ada di alam sana adalah benar adaNya.

Baca :

https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/12/24/manusia-akan-kemanasetelah-kematian-wraspatti-tattwa/

Dan moksartam jagaditham satya ning LAku sabda manah, Maujud hring Ya ca Iti DHarma, mrityorma Amrtam Gamaya..Ksama sampurnah Ya namo nama swaha..

om Santi om

Om rahayu om

om Raharja om

Om awignamastu namosidham…

..Santi santi rahayu rahsya sahadja..

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Realitas Kebenaran…Maujud Apa Itu?

Om hare kalkyantara hare kalkyantra ya namo nama swaha

hare kalkya hare kalkya
kalkya hare kalkya hare
hare hare

Salam Kebangkitan..

..Om Paramasiwa,Sadasiwa,SiwaNarayana, Om Namasiwaya..

Maaf kelancangan hamba, ku-persembahkan ini hanya pada-Mu..

Sering mendengar sebuah frase yang Maha, itu seperti mendengar balutan kata “Realitas Kebenaran”. Apa itu sebuah Realitas Kebenaran? Apakah Sebuah fakta tentang idealnya “diri’ sekaligus “dunia”? Atau bagaimana kenyataan di “sini” di dunia dalam bentuk sebagai unit “diri” dan tentunya semesta yang sedianya terjadi di sini..Awalnya yang mendasari semua adalah kekosongan, sebuah kehampaan, ketiadaan, kediaman. Yang menjadi awal dari segala-galaNya, dan menjadi suatu permulaan yang mengaktif sehingga berisi…

Lalu, beranjak jauh kepada realitas dari kenyataan di dunia ini. Apa yang kita telah lihat melalui indera kita (anumana pramana), dan kita rasakan dengan alam pikiran kita(prtyaksa pramana), dan pula dari berbagai pengetahuan hyang lalu (agama pramana), apakah kita merasakan akan suatu kenyataan realita yang “Benar”?Jika sudah “Benar” maka itu berarti kita memberikan berkat bahwa realitas yang ada itu adalah Kenyataan yang diharapkan, atau memasrahkan diri pada Nyata(Maya) ini….Jika akan “Benar” maka bahwa kita mengharapkan ini bukanlah suatu yang ideal dan seharusnya, tetapi ada keharusan dari kita untuk selalu mem”Benar”kannya dan kita yakin nanti pasti “Benar”.

Di balik penceritaan dan pemahaman realitas-kebenaran yang ada, perlu dilihat dari apakah itu merupakan suatu idealnya dunia ini, atau idealnya diri sebagai pemilik dunia yang mampu berpikir (idep). Di dasari awalnya adalah ketika dunia ini adalah suatu maya (acetana) ketidak sadaran akan realitas-kebenaran itu sendiri. Maka sehendaknya dengan kesadaran akan maya,membawa manusia menuju pengetahuan akan maya dunia.

Kembali pada kehampaan, kediaman, kekosongan sebelum adanya dunia dan kenyataan ini, maka sebuah Realitas-Diam yang disebut sebagai Kekuatan energi yang penuh, memulai sebuah aksi dan aktivitas. KeMauanNya(Brahman) itu merupakan kekuasaanNya sendiri. Dari sebuah keadaan tanpa sifat (Nirguna Brahman-Parama Siwa), yang tidak terlacak, tidak bisa dibingkai, diam, tidak terpikirkan, mengaktifkan diriNya dengan sifat (guna). Guna sattwam (terang,bijak), guna Rajas(aktif bergerak), guna Tamas (gelap,diam). Dengan guna itu maka Brahman sebagai realitas tertinggi merealisasikan diriNya menjadi Berpribadi (Saguna Brahman-SadaSiwa). Beliau memiliki empat Kemahaan Utama (Cadu Sakti) ..Prabhu Sakti (Maha Kuasa), Wibhu Sakti (Maha ada), Jnana Sakti (Maha Tahu), Krya Sakti (Maha Membuat)..

Dengan Krya Sakti Ia Membuat Dunia beserta segala isinya, dengan Jnana Sakti Ia berikan pengetahuan kepada semestaNya untuk bisa hidup dan menikmati diriNya, dengan Wibhu Sakti Ia memberikan diriNya sebagai tempat perlidungan di mana pun dan menyaksikan semuaNya, dan Prabhu Sakti sekaligus menjadi raja IA di dunia ini, memberikan waktu yang tepat untuk hadiah dan hukuman.

Dengan itu IA membuat dunia dari persatuanNya (purusa) dan Guna (prakerti).i Lahir panca maha butha dari kekosongan yng menjadi bagian ruang panca maha butha. Air, Api, Tanah, Udara, dan Ether menyusun bumi. Kemudian mencipta Ia kehidupan yang mengambil bagian seperti eka pramana (tumbuhan me-Bayu) dwi pramana (hewan Ber-Sabda,berBayu), Manusia terakhir dengan IdepNya untuk berpikir. Kekuatan pikir manusia adalah wadah atman ditambah dengan persatuan panca maha butha. Atman yang diselubungi pikiran adalah terdiri dari citta, budhi ahamkara. Ketika kesatuan unit(atman) mampu memberikan ruang jawab bagi indera (panca budhhindriya) dan laku (panca karmendrya) akan menjadikan dunia ini seperti “REALITAS YANG DAPAT MAUJUDKAN KEBENARAN”..

Secara bahasa filsafati, bahwa realitas adalah apa yang ada di sini,di dunia..atau apa yang dipikirkan dan menjadikan kita ada. Realitas adalah saat ini yang berasal dari masa lalu dan menjadi masa depan. Realitas yang terjadi berdasarkan AKSI di masa lalu, dan BEREAKSI menjadi kenyataan realita saat ini. Hasil reaksi itu akan memberi bahan bakar AKSI selanjutnya dan begitu seterusnya (KArmaPhala). Dan itu melintas menuju generasi selanjutnya dan sampai berketurunan dan keturunan selanjutnya (Samsara). Tiada terputus itu sebagai suatu Realitas yang Berkebenaran, sebagai suatu jalan yang abadi (Sanatana Dharma).Di saat terakhir IA akan menuju suatu Kesatuan UNIT tertinggi Hyang Paramatman, dan Mengalami Nikmat Hari Brahman, setersnya sampai sloka bhgwdgita Praritranaya Sadhunam ,Vinashaya Cha Dushkritam, 
Dharamasansthapnaya, Sambhavami Yuge-Yuge.”
Untuk melindungi Dharma (kebaikan), untuk meleburkan adharma (keburukan), AKU (Realitas KEBEnaran) lahir dari jaman ke jaman…………………………..Terlaksana…………………………..

Bukan suatu mistis atau suatu spiritualitas tanpa logika, pada dasarnya etika, sebagai “bagaimana sebagai suatu spontanitas diri yang etis”, menjadi ditegakkan dengan susila yang bersumber dari teologis atau filosofis. Pada dasarnya spontanitas etis itu adalah bagaimana buddhi (kemampuan membedakan baik dan salah) menjadi sebuah wiweka yang terlaksana pada manas(cara berpikir), wacika (kata), dan kayika (sebuah perbuatan).Ini yang mencipta sebuah sisi damai di dunia. Artinya Dharma yang dalam wadah apa pun, adalah Unit Kolektif yang menjadi sebuah kekuatan REALITAS KEBENARAN. Yang benar-benar terpendam di dalam “diri” masing-masing unit, yang bisa terbuka, melaksana, demi keutuhan keabadian dharma itu sendiri. Refleksi dari kemampuan mengenali diri sendiri sebagai bagian buana agung, REALITAS KEBENARAN sebagai tempat tinggal, adalah membawa pedang yang mampu membunuh ketidaksempurnaaNya dengan cara yang lembut, halus, sekaligus menyayat, mengikis kematian kemelekatan akan MAYA dan adharma.

Sangat logis juga ketika dikatakan bahwa filsafat sebagai pengametahuan berpikir akan diriNya atau Wujud ciptaanNya, mampu mengikis ahamkara ego, buddhi yang terpancar,sampai rmenuju sebuah pegetahuan suci tentangNya..Menjadi semua guru kepada murid, dan refleksi dari murid terhadap guru (mirip sikhism). Sebuah kontemplatif yang selalu menuju perubahan dari alam pikir, menjadi energi tanpa batas akan ide sebuah idealnya ini (maya) dan dekat memahami (Maha Pencipta Maya). Apakah itu akan menuju jurang akhir (Maha Pralaya) sebuah kehampaan kembali (akhri malam brahma)..

Dan menyambung pada kata2 BG di atas, sebagai sambhawami yuge yuge..dari jaman ke jaman…Maka sesunguhNya adalah pedang itu akan terasah pada “diri” sendiri..Sebagai sebuah kemanunggalan, sebagai sebuah satria pinandita yg telah dipingit, ratu yg sejatinya adil bijak,sbagai imam yg memiliku nurNya…sebagai seorang “diri” sejati, dimana pun yang menjalankan dharma (kebenaran) masing2..Untuk mendapat tugas besar lahirnya TUHAN pada diri mereka(aku)kalian(dia)mereka(kita) masing-masing, YANG pada akhrinya Maujudkan REALITAS KEBENARAN itu secara otomatis spontan suci dan indah….

 

gwar…

mar 2014..

santi rahayu..

.

….Hyang Sabdo Palon…

 

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Maret 2014 in doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , ,

Sandingan Konsep “Seven Deadly Sins” Konsep Sad ripu serta Sad Atatayi

Dosa dan Pahala tidak akan pernah habisnya dibicarakan manusia sebagaimana ia menjadi suatu titik ketakutan dan sisi etika dan membentuk pula suatu moralitas tersendiri dari pemeluk suatu keyakinan. Setiap agama apa pun pada dasarnya memiliki suatu filsafat (tattwa), etika(susila), serta tentu saja ritual (upacara) yang menjadi simbol atau ciri khas dari suatu agama tersebut.

Berdasarkan bahwa manusia memiliki sesuatu kewajiban yang sungguh-sungguh berat dari jaman ini. Dari suatu keyakinan Hindu bahwa memang sekarang adalah jaman kaliyuga itu sendiri. Jaman di mana kejahatan lebih banyak dari yang menjunjung kebenaran itu sendiri. Namun pada akhir jaman, jika sekehendaknya ada beberapa messiah yang ditunggu untuk memberikan suatu “pintu” surga dan kerajaan surga di bumi ini. Artinya adalah kebenaran dalam bentuk apa pun sesuai dengan keyakinan masing-masing, menjadi hal yang mutlak dan patut ditunggu dan subjek-subjek dari raja atau penyelamat yang bangkit dari surga menambah motivasi melaksanakan tiga kerangka yang berlaku universal dari setiap agama itu sendiri.

Mungkin bukanlah suatu mitos, jika satrio piningit, ratu adil, imam mahdi, satrio pinandita, kalki avatar, buddha maitreya, dsb merupakan mitos-mitos yang bisa menjadi nyata, dengan dasar hati diberikan terbuka akan mitos (baca: Kekuatan Agung) spiritual yang bangkit dan terbangun.

Kembali lagi dengan kata dosa, Maka dalam etika kristen (nasrani) menyebutkan ada tujuh kelompok dosa yang sekehendaknya tidak dilaksanakan . Dan seven sins itu memiliki berbagai tempat hukuman di neraka nantinya. Dan bahkan menurut apa yang dijelaskan bahwa tujuh dosa itu dikelola atau dikuasai oleh iblis (demon) yang memiliki nama tersendiri.

Jenis-jenis Dosa dalam kebudayaan Nasrani adalah sebagai berikut:

1.Lust . Yang berarti hasrat atau nafsu yang seksual yang tidak terbatas, termasuk juga hasrat terhadap kekayaan, kemahsyuran. Dalam hal ini LUST dikuasai oleh Amoedeus.Dan dosa yang mereka dapatkan adalah masuk ke wilayah neraka yang penuh dengan badai angin ribut pada saat nantinya.

2.Gluttony . Yaitu dosa yang berasal dari kerakusan akan makanan dan minuman serta yang hanya terpikirkan adalah bagaimana cara mendapatkan makanan dan tiada bisa dikendalikan. Dan pula keserakahan yang berhubungan dengan perut. Dikuasai oleh iblis Beelzebub dan akan menderita kelaparan yang sangat jika telah ada di neraka nantinya/

3.Greed. Keserakahan terhadap unsur duniawi atau materialitas. DOsa ini adalah yang paling dekat berhubungan dengan korupsi dan penipuan atau pula perampokan yang sedemikan rupa menyukai keduniawian secara membabi buta dan dengan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang ia mau. Dalam hal ini dikuasai oleh Iblis Mammon.

4.SLoth . adalah dosa yang terjadi karena kemalasan untuk melakukn sesuatu, dan bahkan sudah terjebak pada kenyamanan akan malas itu sendiri sehingga tidak berguna bagi suatu masyarakat dan hanya menjadi sampah-sampah yang tidak berguna. Iblis yang menguasai dosa ini adalah Belphegor. Pada saatnya nanti mereka akan dilepas pada suatu danau yang dalam dan harus berenang agar tidak tenggelam, Jadi Ia akan selalu bergerak dan bergerak sampai akhir jaman nanti.

5. Wrath artinya adalah suatu kemarahan yang tiada bisa dikendalikan. Kemarahan itu bahkan menutup kebenaran itu sendiri akan kebijaksanaan yang ilahiah. Kemarahan yang tiada bisa dikendalikan oleh “diri” dan berlangsung setiap saat. Iblis yang menguasai adalah Satan.

6.Envy adalah dosa akibat perasaan iri hati terhadap kemampuan, kepunyaan, keberhasilan orang lainnya. Iri hati itu ketika menjadi suatu kebiasaan, maka akan terlihat seperti tidak terpuaskan karena keinginan melihat rumput tetangga lebih hijau. Iblis yang menguasai adalah Leviathan.

7. Pride atau Narsistik. Adalah dosa yang paling mengerikan, maksudnya adalah bagaimana rasa terlalu percaya diri, merasa sempurna, dan bahkan melebihi junjungan-Nya, dan saking percaya dirinya, Ia bahkan mengatasnamakan yang dijunjung untuk menghancurkan lainnya. Narsisme ini adalah dosa yang dikuasai oleh Lucifer.

Dan setelah kita melihat dari definisi terhadap tujuh dosa manusia, maka dapat kita tarik suatu benang merah bahwa etika itu bisa saja berlaku secara universal. Hal itu dapat ditelaah pada ajaran sanatana dharma yang mnampilkan etika susila Sad ripu (enam musuh manusia) dan Sad atatayi enam kejahatan yang dihindari.

Sad ripu adalah sebagai berikut :

  1. Kama artinya sifat penuh nafsu indriya.
  2. Lobha artinya sifat loba dan serakah.
  3. Krodha artinya sifat kejam dan pemarah.
  4. Mada artinya sifat mabuk dan kegila-gilaan.
  5. Moha artinya sifat bingung dan angkuh.
  6. Matsarya adalah sifat dengki dan iri hati

Dan sad atatayi adalah

  1. Agnida: membakar rumah atau milik orang lain, meledakkan bom, termasuk membakar dalam arti kias yaitu memarahi orang sehingga orang itu merasa malu dan terhina.
  2. Wisada: meracuni orang atau mahluk lain.
  3. Atharwa: menggunakan ilmu hitam (black magic) untuk menyengsarakan orang lain.
  4. Sastraghna: mengamuk atau membunuh tanpa tujuan tertentu karena marah.
  5. Dratikrama: memperkosa, pelecehan sex.
  6. Rajapisuna: memfitnah

 

Maka benang merah dan kemiripan dari etika yang menuju suatu nilai super ego moralitas yang tercipta pada agama yang memiliki perbedaan sejarah adalah sebagai berikut:

1.Lust berhubungan erat dengan kama, dratikrama yang pada dasarnya mengandung nilai susila yang rendah.

2.Gluttony adalah dosa yang berhubungan dengan Mada seperti rakus akan makanan.

3.Greed sebagai keserakahan sangatlah mirip dengan Lobha.

4.Wrath sebagai kemarahan yang terlepaskan dan tiada perlu dapat disandingkan dengan krodha,Agnida,dan Sastraghna.

5.Envy sebagai keiri hatian menuju pada pemahaman terhadap Matsarya, Wisada, atau Rajapisuna

6.Sloth mungkin berhubungan erat dengan Moha.

7.Pride berhubungan dengan Moha,Agnida.

Dari beberapa kemiripan di atas, maka apakah ke depannya pada suatu kehidupan dunia ini bisakah tercipta bahwa Moralitas dan Etika yang berujung pada Kesusilaan , Budi pekerti menjadi Satu dalam bingkai Universalitas??

Mungkin saja jika diberikan ruang kemuliaan Nya di dada ini.

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Seven_deadly_sins

http://www.hindubatam.com/susila/asubha-karma/sad-ripu-dan-sad-atatayi.html

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 26 Oktober 2012 in agama, budaya, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: