RSS

Arsip Tag: tat twam asi

Mon(othe)isme , tat twam asi dan Bgitulah Manusia itu yang Utama

image

Om saba ta a i.. nama siwaya..
Asatoma sad gamaya
Tamasoma jyotir gamaya, mrtyorma amrtam gamaya..
Ksama sampurnah ya na mo nama swaha…

Sloka 13-29 bhgwadgita..
Samam pasyan hi sarvatra samavashitam isvaram
Na hinasty atmanatmanam tato yati param gatim
Artinya: orang yang melihat Roh Yang Utama berada di mana mana dengan cara yang sama di dalam setiap mahluk hidup, tidak menyebabkan dirinya merosot karena pikirannya..dengan demikian IA mencapai tujuan rohani..

Dari sabda bhagawadgita di atas, maka dapat dikatakan sebuah filsafati monisme atau juga dekat dengan tat twam asi, bahwa kamu adalah aku aku adalah kamu.. manusia sendiri sebagai mahluk yang dikatakan utama, adalah memiliki tri pramana sabda bayu idep dan yang lainnya adlah dwi pramana, dan eka pramana, brturut-turut hewan dan tanaman.

Pada sloka di atas dikatakan bahwa seluruh mahluk berisikan IA sebagai roh utama sebagai atman, sebagai badan ananda atau ruh yang brhubungan secara langsung kepada paratman brahman. Maka jangan menyangsikan diri ketika pikiran menerobos kesamaan antara binatang, tumbuhan dan manusia itu sendiri. Maksud inilah yang dikatakan PIKIRAN YANG MEROSOT, maka mereka yang menebak nebak brahman tuhan sebagai bagian dari seluruh mahluk, tetapi karna terjatuh pada menyamakan derajat itu, maka sebenarnya Itu juga merusak pikiran mereka..

Manusia adalah mahluk yang sempurna, dan bersyukurlah untuk menjadi manusia. Lebih jelas dari sini…

https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/03/04/bersyukur-bagaimana-menjadi-manusia/

Maka manusia yang sempurna sbagai ciptaan tuhan, adalah manusia yang mengerti tentang bagaimana tiga sifat alam tri guna, sattwika kebaikan, rajasika nafsu dan tamasikam kegelapan..

Berlanjut tentang sloka bhgwadgita
Sloka 14-9
Sattvam sukhe sanjayati rajah karmani bharata
Jnanam artvya tu tamah pramade sanjyaty uta
Artinya : wahai putra bharata, sifat kebaikan mengikat seseorang pada kebahagiaan, nafsu mengikatkan seseorang pada kegiatan yang dimaksudkan memberi hasil dan pahala, dan kebodohan yang menutupi pengetahuan akan mngarah pada kegilaan..

Jadi manusia yang merupakan sebuah kebertahuan akan sattwikam rajasikam tamaikam maka manusia mnjadikan akal mereka bekerja sbagai manusia yang bahagia. Maka manusia berada di derajat yang paling tinggi, namun tanpa pengetahuan brahman maka mnusia hanya akan merosot pengetahuanNYa.

Seperti pengetahuan akan atman atma widya, jelaslah bahwa atman itu sebagai purusa dan alam material sebagai prakerti sakti dari purusha. PURUsa adalah atman yang terbungkus suksma sarira dan stula sarira, maka prkerti adalah tri guna, yang selalu sebagai sifat utama dunia yang mempengaruhi suksma sarira, tapi tidak atman sebagai ananda antahkarana sarira badan kebahagiaan badan penyebab..maka ahamkar ego sebagai bagian luar suskma sarira akan dipengaruhi rajasikam tamasikam, namun buddhi manas mahat sbagai akal yg baik, akan sngat mempengaruhi ahamkara yg rajas sebagai sattwikam, dan meredam ahamkar ego tamasikam..dengan memahami hal itu, manusia bisa menuju kemoksaan dan atau mencapai planet planet surgawi.. namun kembali pada kmerosotan Pikiran, maka manusia akan dibelenggu rajasikam tamasikam yg akhirnya memerosotkan atmanNYa mnjadi hewan dan tumbuhan.. dan itu mereka terjebak pada neraka serta kemerosotan diri..

Monisme Tuhan Yang Maha Esa, ini adalah sebuah pandangan bahwa setiap mahluk ada IA, maka dengan itu, sifat2 kebaikan pemeliharaan dan bertumbuhkembangnya mereka sekaligus pada manusia yg belum “terpelajar” akan menemui jalan kebenaran yang baik. Itu yang memberikan pemahaman akan bahwa manusia yang satu sama dengan yang lain, karena ada Roh utama itu, dan tidak layak manusia lain tidak dibaiki oleh manusia lainnya. Dan sebuah kekuasaan pula bahwa Tuhan dapat mampu berada dimana mana, itu adalah sebagian kecil KekuasaanNYA sbagai tenaga ilahiah untuk mampu menerobos setiap ruang dan waktu.. sekaligus bahwa IA adalah monotheism tunggal sbagai brahman sebagai awal mula atman paratman.. apakah yang tidak lebih kuasa dari brahman yang monotheism, menjadi atmanikam khalam rahsya di setiap mahluk monisme, sekaligus sebagai Kepribdian Tuhan Yang maha esa..mengangkasa, membumi, bersamudra, seperti gunung, lembah laut, dan semesta…sampai ke sel darah, sampai ke bakteri, maka itu, apa yang luput dari kUASANYA??

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Mei 2014 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , , ,

Catur Paramitha dan Catur Aiswarya sebagai penerapan Tat twam Asi..

Tat twam Asi seperti yang telah diketahui adalah suatu hal yang benar-benar filosofi yang mulia, dalam penerapannya pun mengandung suatu kebijaksanaan tinggi untuk mengakrabkan manusia yang satu dengan yang lain dan sebagai pula menerapkan prinsip pawongan pada suatu masyarakat atau bangsa….

Catur paramitha sebagai artian dari empat sifat yang mulia yang benar-benar menjadi petunjuk hidup yang hakiki….

CATUR PARAMITHA

Catur Paramitha adalah empat bentuk budi luhur, yaitu Maitri, Karuna, Mudita, dan Upeksa.

  1. Maitri artinya lemah lembut, yang merupakan bagian budi luhur untuk kebahagiaan segala makhluk.
  2. Karuna adalah belas kasihan atau kasih sayang, yang merupakan bagian dari budi luhur, yang menghendaki terhapusnya penderitaan segala makhluk.
  3. Mudita artinya sifat dan sikap menyenangkan orang lain.
  4. Upeksa artinya sifat dan sikap suka menghargai orang lain.

Catur Paramita ini adalah tuntunan susila yang membawa manusia ke arah kemuliaan.

CATUR AISWARYA

Catur Aiswarya adalah suatu ajaran kerohanian yang memberikan kebahagiaan hidup lahir bathin terhadap makhluk. Catur Aiswarya terdiri dari Dharma, Jnana, Wairagya, dan Aiswarya.

  1. Dharma adalah segala perbuatan yang selalu berdasarkan atas kebenaran.
  2. Jnana artinya pengetahuan atau kebijaksanaan lahir bathin yang berguna demi kehidupan seluruh umat manusia.
  3. Wairagya artinya tidak ingin terhadap kemegahan duniawi misalnya tidak berharap-harap menjadi pemimpin, jadi hartawan, gila hormat dan sebagainya.
  4. Aiswarya artinya kebahagiaan dan kesejahteraan yang didapat dengan cara (jalan) yang baik atau halal sesuai dengan hukum atau ketentuan agama serta hukum yang berlaku di dalam masyarakat dan negara.

dan jika diterapkan secara pasti dan kontinu, maka pada dsaarnya anda telah menjadi sesuatu yang bijak dan suci serta membuat damai dalam hidup…hal itu mengarahkan anda menuju kebahagiaan sejati dalam hidup…

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Juni 2011 in agama, filosofi

 

Tag: , , ,

 
%d blogger menyukai ini: