RSS

Arsip Bulanan: Maret 2014

Pemujaan pada hari-hari tertentu di Wewaran Semesta..

image

Gusti hyang agung telah memberikan rahmatNYa kesetiaanNYa keajaibanNYa…

Hingga berada pada kisah hyang abadi selalu selama lamanya..
Sampai nanti hyang ESA agung, mewujudkan tasbih pedang keabadian rahya semuanya pada kecintaan nusantara abadi berjaya rahya …

Dan bagaimana hari hari hendaknya di silsilah kan secara lahir batin..hari hari itu adalah sesuai dengan sapta wara…begini kekisahanNYa…
Maka yang terpinggirkan adalah islam yang bukan muslim, dan mereka yang tidak bertuhan, kecuali marxiz pun beragama…

Hari pertama adalah hari selasa..anggara…hyang berarti angga sarirahh…artinya adalah bagaimana pada saat itu manusia menemukan apa hyang berada hati terdalamnya..apa pun itu nur, yg dekat dngan khalam dan mampu menilai dzat semesta,..kemudia bapa isa ruh kudus khusuh Esa, dan atmaning moksah sarira mahya… maka ketika itu ditemui kita…maka itunperjuangkan dan sujudkan…maujudkan dalam diri, …

Hari kedua adalah hari rabu buddhi buddhaning cipta rahsa karsa manungsa widhi…maka saat itu menyebarkan sesiapa sahja yang ingin dengungkan…budhaning welas asih…

Hari ketiga adalah kamis..wraspatti..maka ini hari bhagawan wraspaatii dimana mereka hyang belum mendapatkan ilmu “itu”dan ilmu “ini” akan dinilai brdasarkan laku bijak sattwam menuju kenikmatan kebebasan kelepasan…lalu laku bijak dan berani sattwam rajasikam yang menuju ke surga kenikmatanNYA, lalu tamasikam atau gelap malas ragu khianat tanpa cahaya..akan diadili keesokan hari…

Hari keempat adalah sukra..merupakan bhagwan raksahsa, dmana mereka dipuja di kubah hyang sakti dri mereka hyang memuja pada sifat rakhsasa tetapi memilih siapa hyang harus dimasuki nerakaNYa…jadi pada saat itu mereka yang ingkar akan dihukum oleh mereka penguasa neraka…dan itu termasuk semuanya yang kalah…karena kebenaran pasti menang dalam wadah apa pun…ini hari dajjalatuallah…

Hari kelima adalah sanischarya…arti nya sahing hening acharya…artinya segala kenikmatan duniawi material bagi yang berhak akan ada saat ini setelah jamaat muslamin selesai melakukan tugas mereka di hari kemarinnya…dalam hari sabat istirahat sa-ba-ta-a-i
Namasiwaya..

Hari keenam adlah redite raditya ciwa raditya hyang esa…mereka yang percaya kebangkitan esa mahdi hyang agung…maka siapa mereka hyang telah lelah pada dua hari sebelumnya di wijnanakan pada kebangkitan tuhan nusantara…

Hari ketujuh adalah hari soma menyomiakan persembahan kepada hyang berhak…hyang kalah mati hancur akan dibawa ke sunia dan menunggu lahir kembali…ini dipimpin oleh HYang ESa…lalu kembali pada hri selanjutnya itu, namun mereka yang mati penasaran baik mati jihwani atau hampa yang lain….itu adalah dosahngsaya…

Kembali ke awal semula harinya..
Sebenarnya ini hanya perkiraan dan reka2 semata..
Tidak memerlukan bgitu bnyak ambisi untuk sbagai kebenaran..
Tentu kebenaran kembali pada Hyang Khalik brhman nirkalam suniam..

Just a thought..

Slam ghost of war!
Gwar…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Maret 2014 in Tak Berkategori

 

Tag:

Kesatuan Tujuan Hindu Nusantara…

20140317-020654.jpg

Om parama siwa, sadasiwa, siwa narayanam, om namasiwaya…

Semua adalah berkat dan kebertujuan hidup ini adalah untukMu..

Hindu nusantara, semua telah mengenalntentang cerita sejarah mistis sabdo palon, semua telah memahami kedekatan moksah mahrifat, semua telah terbuka tentang kebhinekaan, dan dalam lingkup wadah pancasilaisme di bumi nusantara ini..

Sangat dekat dengan itu adalah, bagaimana bahwa gaung tentang hindu nusantara semakin membesar dan telah masuk ke relung relung sanubari para pemelukNya..Patut disadari adalah kebhinekaan (dalam hal ini hindu) menjawab pasti bahwa apa yg telah ada, apa yg berproses untuk ada, dan yg akan ada..adalah sebuah bagian keindahan jihwani dari pemeluk hindu sendiri.. Kepengetahuan tentang tattwa brahman (sbagai keesaan), pengetahuan tentang atman(pembelajaran kemanunggalan-moksa jagaditha), pengetahuan tentang karmapala(yg sangat lekat pada keseharian dan mutlak teryakini sadar atau tidak), samsara(yg spirit keleluhuranNya penuh ada pada ajaran2 yg bersahaja), dan moksah(kebersatuan akhir denganNya di dunia atau setelah dunia)…benar itu pun pedoman dasar bagi hindu semesta dan nusantara..

Menyelam pada etika susila, maka keseharian yg ada dikombinasikan dengan keempatian sesama, menyeluruh berdasarkan pawongan…tri kaya parisudha..dimana akan sangatlah berat ketika terjebak dalam kondisi jaman kali ini…manacika yg tidak berprasangka buruk, wacika yang tidak mengutarakan kebencian, dan kayika yg perbuatannya mengarah pada keagungan dharma….apalagi dengan musuh yg terdekat adalah diri…kama,krodha,matsarya,mada,moha, dan lobha…masih banyak etika lagi yg bisa dijelaskan, namun etika adalah musuh terbesar manusia saat ini, apalagi kemanusiaan dan keberadaban manusia semakin tidak terkontrol..ini adalah hyang utama sebagai tujuan yg patut dipikirkan (dngan mengelola pikiran), disebarkan (dngan mengatakan secara baik, benar dan indah), dilakukan (dgan prilaku yg tercipta dari kedua seblumnya)…ini keduaNya masih dalam wilayah universal dan harus atau hendaknya menjadi kebersatuan bersama hindu nusantra…

Yang menarik adalah kajian ketiga tentang upacara ritualisme…ini yg unik dan indahnya terjadi dan terlaksana baik sebagai kebhinekaan itu sendiri di hindu nusantara…namun jelas itu adalah wilayah tattwa dan susila yg bercermin dari ini…desa kala patra adalah bagian penting dari upacara hindu nusantara, hindu di bali dengan bebantenan, hindu di jawa dengan bentuk simbol lain, dan dari india asalnya malah digambarkan dengan yantra…itu keunikan yang berbhineka…bahkan mendegar sedikit berita takjub(bagi saya) bahwa candi difungsikan kembali…..bagi saya itu indah asalkan sisi kuning telur(tattwa), putih telur(susila) menjadikan kulit telur memiliki makna…telur akan busuk tanpa kulit yg bagus, putih telur akan terjaga, dan itu smua brmakna dan berarti pada tattwa sendiri…. Lainnya adalah bahwa terkadang upacara itu sangat tidak dipaksakan, dan berdasar rasa..karena hindu sendiri adalah agama rasa…ketika terjadi pergolakan batin, maka tidak ada kecocokan…namun pembelajaran terus menerus akan menghasilkan kualitas yg tentunya memuaskan…apa lagi pembelajaran dari saudara-saudara yg telah mengenal hindu secara mendalam…. Baik dari filsafat, etika upacara…. Itu merupakan keindahan kedamaian keceriaan kerahayuan yg betul2 suci …. Apalagi bagi mereka yg tersadar, akan keindahan hindu itu sendiri…baik dari daerah mana pun juga…rangkulan itu akan menjadi ajakan bersama bagaiamana bahasa akhir hindu nusantara
Santi rahayu…

Lalu dalam renung saya melihat barisan ramalan itu, bahwa ..indah yang hyang leluhur berikan pada kita…
Yang lebih indah saya rasa adalah..dalam tenang pun itu akan tercapai..

Saat ini, atau masa depan…

Salam gwar…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Maret 2014 in agama, filosofi

 

Tag: , , , ,

Realitas Kebenaran…Maujud Apa Itu?

Om hare kalkyantara hare kalkyantra ya namo nama swaha

hare kalkya hare kalkya
kalkya hare kalkya hare
hare hare

Salam Kebangkitan..

..Om Paramasiwa,Sadasiwa,SiwaNarayana, Om Namasiwaya..

Maaf kelancangan hamba, ku-persembahkan ini hanya pada-Mu..

Sering mendengar sebuah frase yang Maha, itu seperti mendengar balutan kata “Realitas Kebenaran”. Apa itu sebuah Realitas Kebenaran? Apakah Sebuah fakta tentang idealnya “diri’ sekaligus “dunia”? Atau bagaimana kenyataan di “sini” di dunia dalam bentuk sebagai unit “diri” dan tentunya semesta yang sedianya terjadi di sini..Awalnya yang mendasari semua adalah kekosongan, sebuah kehampaan, ketiadaan, kediaman. Yang menjadi awal dari segala-galaNya, dan menjadi suatu permulaan yang mengaktif sehingga berisi…

Lalu, beranjak jauh kepada realitas dari kenyataan di dunia ini. Apa yang kita telah lihat melalui indera kita (anumana pramana), dan kita rasakan dengan alam pikiran kita(prtyaksa pramana), dan pula dari berbagai pengetahuan hyang lalu (agama pramana), apakah kita merasakan akan suatu kenyataan realita yang “Benar”?Jika sudah “Benar” maka itu berarti kita memberikan berkat bahwa realitas yang ada itu adalah Kenyataan yang diharapkan, atau memasrahkan diri pada Nyata(Maya) ini….Jika akan “Benar” maka bahwa kita mengharapkan ini bukanlah suatu yang ideal dan seharusnya, tetapi ada keharusan dari kita untuk selalu mem”Benar”kannya dan kita yakin nanti pasti “Benar”.

Di balik penceritaan dan pemahaman realitas-kebenaran yang ada, perlu dilihat dari apakah itu merupakan suatu idealnya dunia ini, atau idealnya diri sebagai pemilik dunia yang mampu berpikir (idep). Di dasari awalnya adalah ketika dunia ini adalah suatu maya (acetana) ketidak sadaran akan realitas-kebenaran itu sendiri. Maka sehendaknya dengan kesadaran akan maya,membawa manusia menuju pengetahuan akan maya dunia.

Kembali pada kehampaan, kediaman, kekosongan sebelum adanya dunia dan kenyataan ini, maka sebuah Realitas-Diam yang disebut sebagai Kekuatan energi yang penuh, memulai sebuah aksi dan aktivitas. KeMauanNya(Brahman) itu merupakan kekuasaanNya sendiri. Dari sebuah keadaan tanpa sifat (Nirguna Brahman-Parama Siwa), yang tidak terlacak, tidak bisa dibingkai, diam, tidak terpikirkan, mengaktifkan diriNya dengan sifat (guna). Guna sattwam (terang,bijak), guna Rajas(aktif bergerak), guna Tamas (gelap,diam). Dengan guna itu maka Brahman sebagai realitas tertinggi merealisasikan diriNya menjadi Berpribadi (Saguna Brahman-SadaSiwa). Beliau memiliki empat Kemahaan Utama (Cadu Sakti) ..Prabhu Sakti (Maha Kuasa), Wibhu Sakti (Maha ada), Jnana Sakti (Maha Tahu), Krya Sakti (Maha Membuat)..

Dengan Krya Sakti Ia Membuat Dunia beserta segala isinya, dengan Jnana Sakti Ia berikan pengetahuan kepada semestaNya untuk bisa hidup dan menikmati diriNya, dengan Wibhu Sakti Ia memberikan diriNya sebagai tempat perlidungan di mana pun dan menyaksikan semuaNya, dan Prabhu Sakti sekaligus menjadi raja IA di dunia ini, memberikan waktu yang tepat untuk hadiah dan hukuman.

Dengan itu IA membuat dunia dari persatuanNya (purusa) dan Guna (prakerti).i Lahir panca maha butha dari kekosongan yng menjadi bagian ruang panca maha butha. Air, Api, Tanah, Udara, dan Ether menyusun bumi. Kemudian mencipta Ia kehidupan yang mengambil bagian seperti eka pramana (tumbuhan me-Bayu) dwi pramana (hewan Ber-Sabda,berBayu), Manusia terakhir dengan IdepNya untuk berpikir. Kekuatan pikir manusia adalah wadah atman ditambah dengan persatuan panca maha butha. Atman yang diselubungi pikiran adalah terdiri dari citta, budhi ahamkara. Ketika kesatuan unit(atman) mampu memberikan ruang jawab bagi indera (panca budhhindriya) dan laku (panca karmendrya) akan menjadikan dunia ini seperti “REALITAS YANG DAPAT MAUJUDKAN KEBENARAN”..

Secara bahasa filsafati, bahwa realitas adalah apa yang ada di sini,di dunia..atau apa yang dipikirkan dan menjadikan kita ada. Realitas adalah saat ini yang berasal dari masa lalu dan menjadi masa depan. Realitas yang terjadi berdasarkan AKSI di masa lalu, dan BEREAKSI menjadi kenyataan realita saat ini. Hasil reaksi itu akan memberi bahan bakar AKSI selanjutnya dan begitu seterusnya (KArmaPhala). Dan itu melintas menuju generasi selanjutnya dan sampai berketurunan dan keturunan selanjutnya (Samsara). Tiada terputus itu sebagai suatu Realitas yang Berkebenaran, sebagai suatu jalan yang abadi (Sanatana Dharma).Di saat terakhir IA akan menuju suatu Kesatuan UNIT tertinggi Hyang Paramatman, dan Mengalami Nikmat Hari Brahman, setersnya sampai sloka bhgwdgita Praritranaya Sadhunam ,Vinashaya Cha Dushkritam, 
Dharamasansthapnaya, Sambhavami Yuge-Yuge.”
Untuk melindungi Dharma (kebaikan), untuk meleburkan adharma (keburukan), AKU (Realitas KEBEnaran) lahir dari jaman ke jaman…………………………..Terlaksana…………………………..

Bukan suatu mistis atau suatu spiritualitas tanpa logika, pada dasarnya etika, sebagai “bagaimana sebagai suatu spontanitas diri yang etis”, menjadi ditegakkan dengan susila yang bersumber dari teologis atau filosofis. Pada dasarnya spontanitas etis itu adalah bagaimana buddhi (kemampuan membedakan baik dan salah) menjadi sebuah wiweka yang terlaksana pada manas(cara berpikir), wacika (kata), dan kayika (sebuah perbuatan).Ini yang mencipta sebuah sisi damai di dunia. Artinya Dharma yang dalam wadah apa pun, adalah Unit Kolektif yang menjadi sebuah kekuatan REALITAS KEBENARAN. Yang benar-benar terpendam di dalam “diri” masing-masing unit, yang bisa terbuka, melaksana, demi keutuhan keabadian dharma itu sendiri. Refleksi dari kemampuan mengenali diri sendiri sebagai bagian buana agung, REALITAS KEBENARAN sebagai tempat tinggal, adalah membawa pedang yang mampu membunuh ketidaksempurnaaNya dengan cara yang lembut, halus, sekaligus menyayat, mengikis kematian kemelekatan akan MAYA dan adharma.

Sangat logis juga ketika dikatakan bahwa filsafat sebagai pengametahuan berpikir akan diriNya atau Wujud ciptaanNya, mampu mengikis ahamkara ego, buddhi yang terpancar,sampai rmenuju sebuah pegetahuan suci tentangNya..Menjadi semua guru kepada murid, dan refleksi dari murid terhadap guru (mirip sikhism). Sebuah kontemplatif yang selalu menuju perubahan dari alam pikir, menjadi energi tanpa batas akan ide sebuah idealnya ini (maya) dan dekat memahami (Maha Pencipta Maya). Apakah itu akan menuju jurang akhir (Maha Pralaya) sebuah kehampaan kembali (akhri malam brahma)..

Dan menyambung pada kata2 BG di atas, sebagai sambhawami yuge yuge..dari jaman ke jaman…Maka sesunguhNya adalah pedang itu akan terasah pada “diri” sendiri..Sebagai sebuah kemanunggalan, sebagai sebuah satria pinandita yg telah dipingit, ratu yg sejatinya adil bijak,sbagai imam yg memiliku nurNya…sebagai seorang “diri” sejati, dimana pun yang menjalankan dharma (kebenaran) masing2..Untuk mendapat tugas besar lahirnya TUHAN pada diri mereka(aku)kalian(dia)mereka(kita) masing-masing, YANG pada akhrinya Maujudkan REALITAS KEBENARAN itu secara otomatis spontan suci dan indah….

 

gwar…

mar 2014..

santi rahayu..

.

….Hyang Sabdo Palon…

 

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Maret 2014 in doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: