RSS

Arsip Kategori: budaya

Kekuatan dewata (asta bratha) untuk Menundukkan Sad Ripu..

Kekuatan dewata (asta bratha) untuk Menundukkan Sad Ripu..

Meminjam kekuatan dewata untuk menundukkan Sad Ripu..

Sangat perlu diketahui dan sudah dikenal jga secara umum, bahwa kita memiliki enam musuh yg berada dalam diri kita..dan itu sungguh membuat kita bisa menjauh dari sisi kedharmaan itu sendiri..musuh2 itu mengikuti kita selalu, bahkan sampai menuju jurang kematian, dan semoga saja hidup kita selalu bermakna..

Musuh2 itu antara lain, lobha matsarya krodha moha mada jga kama..Ini merupakan bagian yg tidak terpisahkan dalam diri manusia, namun hanya sebagai musuh dalam diri, yg akan membuat manusia itu terjatuh dalam lubang kenestapaan..

Falsafah hindu sendiri, telah memiliki sejumlah cara2 yg baik, dalam mencoba mengenal lalu mengontrol juga mengendalikan gejolak dari sad ripu ini..Kemudian ada juga konsep tentang bahwa manusia bisa saja meminjam kekuatan dari dewata (atau menjadiNya) dalam ruang lingkup penguatan diri jga melaksanakan keswadarmaan masing2 dalam lingkungannya..Menjadi pemimpin atas diri dan juga kepada lingkungan sekitarnya, adalah salah satu cara memberikan ruang untuk mengontrol musuh2 itu..

Laku asta brata adalah konsep kepemimpinan atas diri, agar diri mampu mengendalikan diri itu sendiri, dan menjadi tauladan di masyarakat atau keluarga terkecil..laku asta bratha, sekiranya dapat membentuk kepribadian diri agar mampu menjadi panutan atau menjadi kekuatan yg besar dalam diri itu sendiri..

Asta brata adalah..
Seperti laku bhtra Surya yg memberikan pencerahan, dan penerangan sekitar dengan sinar kebijaksanaannya, dengan ini maka moha atau kebingungan, tidak akan menjdi sesuatu yg menakutkan, atau jga Kama atau hawa nafsu mampu dikekang, atas dasar kebijaksanaan itu sendiri..

Sepert laku bhatari chandra yg menyejukkan dan memberikan cinta kasihnya kepada siapa pun, hal ini sangat pasti dapat mengontrol jiwa yg krodha atau dalam kemarahan, tentunya cinta kasih dan kesejukan adalah bagian antonim dari keadaan krodha itu sndiri..

Seperti laku bhatara kubera..yg memberikan keberkahan pada semua mahluk dan sekitarnya, bahwa memberi adalah bagian dri yadnya yg sangat penting, tentu saja dgn memberi, maka diri memberikan ruang untuk menciptakan kesejahteraan bersama yg pada akhrinya mengikis matsarya dan juga kelobhaan, bahwa diri telah diberikan banyak, maka gunakanlah hidup untuk memberikan pelayanan dan pembelajaran atas hidup itu sndiri kepada orang lain atau mahluk lain..

Laku bhatara indera yg jga sbagai pelindung dan lambang keberanian, juga memberikan amertha, maka itu ia berani untuk memberikan pembelajaran hidup atau dharma, shingga tidak bingung atau moha, juga tidak akan mabuk (mada) atas sesuatu sifat duniawi, krna Ia adalah lamban keberanian untuk mempertahankan dharma itu sendiri..

Laku bhatara bayu..dimana sprti angin yg memberikan kabar yg benar secara nyata, tanpa melebihkan tanpa mengurangi, apa adanya, dimana IA akan memberikan kekuatan diri untuk selalu tidak jatuh pada kebingungan atau moha..bahwa informasi adalah bagian yadnya pula, dalam memberitakan suatu kebenaran itu (dharma)..

Laku bhatara baruna, bahwa laut adalah sbuah tempat segalaNya, dimana smua berakhir di laut, dan menelan apa pun, artinya.bahwa laut mampu memberikan ruang keluh kesah atau apa pun itu yg membuat diri terlepaskan segala bebannya…maka Kama kmudian mnjdi stabil dan tidak terlalu bergejolak, kebingungan mnjdi sirna, dan juga mada kemabukan atas sesuatu bisa terkurangi, karena telinga jga hati jga kesabaran, serta kebijaksanaan adalah laku laut. Yg tidak habis ruang di dalam diriNya menerima keluh kesah sesamanya..

Laku bhatara yama yg selalu adil, dmana saja ada keadilan yg tercapai, maka kepuasan diri mengada, akan membuat kelobhaan dan jga mastsarya menjadi berkurang..

Laku bhatara Agni, dmana membakar semua keangkara murkaan, dan juga melebur diri pada laku tapa brata, dan memberikan ruang jnana untuk melebur mala, dan ketidakadilan…Sangat baiklah ketika sang Kama diberikan tempat untuk dilebur dgn jalan yg sesuai atas kedharmaan, dan jga mengintropeksi diri bahwa segala ripu adalah seharusnya kita mengendalikannya..

Salam
Gwr

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Maret 2018 in agama, budaya, filosofi

 

Tag: , , , , ,

Yadnya adalah sebuah aktualisasi diri (maslow).. 

Yadnya adalah sebuah aktualisasi diri (maslow).. 

Om sang hyang raja jagatham pujamkha.. Sattwika guna maha sidhi shaktam..  Mahalaksana jihwatman sahadjanataka.. Om maha jaya sanatanam dharmika cintya pada om.. 

Yadnya sebagai sebuah kerangka upacara umat hindu,  merupakan hal yg tidak terpisahkan Dri keseharian,  sbagai maujud dari tattwa itu sendiri.. Tattwa yg juga dijelaskan dalam proses ritual agama tersebut.. Di mana ada ekspresi jiwa dari seseorang itu untuk mengungkapkan dirinya dalam sbuah ritual upacara.. 

Upacara itu sebagai ritual,  berasal dari jiwatman,  berasal dri citta, berasal dri buddhi, juga manas serta ahamkara pula.. Ia juga dipngruhi oleh wijnana maya kosa,  manomaya kosa,  jga prana maya kosa,  dan anna maya kosa.. Bertujuan untuk menuju kesadaran antahkarana sarira atau ananda maya kosa.. Kebahagiaan batin menyentuh atman dalam sanubari kita saat sedang melaksanakan yadnya tersebut.. Termasuk mlksakan meditasi memahami jnana dan juga kgiatan suci lainnya.. 

Dalam hirarki kebutuhan maslow dikatakan bahwa aktualisasi diri adalah kebutuhan manusia yg tertinggi dibandingkan kbutuhan lainnya.. Ini jg yg memberikan gambaran psikologis dari seseorang itu untuk menelaah bagaimana seseorang itu melaksanakan ritual yadnya secara detail dan juga besar atau bahwa ada juga yang mulai melakukan yadnya secara sederhana dan bersedia membantu semeton lainnya sebagai simbol aktualisasi IA dari sisi psikologis mereka sendiri.. 

Seperti dalam membuat penjor yang termasuk wah dengan berbagai seninya,  itu adalah proses aktualisasi diri mereka,  bahwa mereka mampu melaksanakan itu juga menggambarkan akan kepuasan hati mereka dalam melaksanakan upacara yadnya,  itu hal yg lumrah dan sangat baik sepertinya.. Di sisi lain ada yang serta merta melakukan sewana atau pelayanan kepada umat,  membantu umat,  juga memberikan dharma wacana,  pembelajaran juga meringankan kebutuhan yadnya umat,  adalah konsep aktualisasi diri yang sangat luhur.. Tidak ada suatu kurangnya dri sebuah perjalanan yadnya yang dilaksanakan sebagai konsep aktualisasi diri.. Bahkan dalam perapalan mantra,  proses pembuatan wewantenan,  atau pemilihan buah-buah pajegan dan sodaan,  itu adalah ekpresi jiwa dari seseorang.. Namun juga hendaknya agar sesuai etika dan susila juga norma yang berlaku..Etika susila inilah yg membatasi atas pengaktualisasian diri tersebut serta lontar tattwa yang ada.. Upacara yadnya bisa jadi adalah sbuah perjalanan tentang jiwahtman dalam memberikan purifikasi pembersihan jiwa.. 

Dalam sloka srsmsucya disebutkan ktika yadnya adalah bagian dharma juga,  maka hanya dharma lah yg melebur dosa tri loka ini…Sungguh yadnya merupakan sesuatu yg sangat penting bagi pengembangan diri sebagai jiwa-jiwa yang sejatinya adalah utama.. Dalam sloka juga menyebtukan,  beryadnya janganlah terlalu sayang dengan materi,  hal ini memberikan gambaran bahwa secara metafisis hukum rta akan memberikan kuasanya dalam menilai yadnya itu,  apakah IA yadnya yg satwik rajas tamas.. 

Psikologi manusia sebetulnya adalah konsep tentang kejiwaan yg telah ada dalam setiap pemahaman jiwa di agama-agama.. Kebahagiaan yang sejati dan kekal adalah bagaimana seseorang itu mampu menelaah inti terdalam jiwa yaitu atman yg disebut sebagai kesadaran antahkarana sarira.. Itu adalah kebahagiaan yg dikatakan kekal yang menyentuh realitas diri sebagai sang Kuasa,  kesadaran atas moksartham jagaditha-moksah dalam kehidupan dgn dasar dharma.. Maka sebagai seorang hindu,  aktualisasi diri dalam yadnya adalah kebutuhan manusia hindu yg tertinggi (dalam hirarki maslow)  ini yang menjadi manusia itu sebagai manusia yang utama.. 

Swaha shanti sahadjanataka

Guswar.. 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 November 2017 in agama, budaya

 

Tag: , , , , , ,

Dharma Menundukkan Adharma (Galungan) Konsep Awatara.. 

Dharma Menundukkan Adharma (Galungan) Konsep Awatara.. 

Sarasamuscaya 47..ye tu dharmmasuyante,  bhuddimohanwita janah,  apatha gacchatam tesam-anuyatapi pidyate.. Dan orang yg ingkar dalam pelaksanaan dharma serta cenderung berbuat jahat,  pasti neraka akan ditemuinya.. 

Begitu agungNya kedharmaan itu,  IA tak akan pernah kalah,  dan IA akan selalu menang yg ditandai dengan adaNya kemunculan pelbagai utusan juga hadirat dari sang Ilahi hyang widdhi itu sendiri.. 

Sebagaiamana galungan hari kemenangan dharma yg didahului dengan munculnya sang kala tiga yg menguji dengan membawa ujian kegelapan,  dasa mala sad ripu juga sapta timira sebagai bahan perenungan diri.. 

Seperti bagian dasa mala.. 

  1. Tandri, artinya orang yang malas, suka makan, dan tidur saja. Tidak tulus hanya ingin melakukan kejahatan.
  2. Kledaartinya berputus asa, suka menunda dan tidak mau memahami maksud orang lain.
  3. Leja, artinya berpikir gelap, bernafsu besar, dan gembira melakukan kejahatan.
  4. Kutila, artinya menyakiti orang lain, pemabuk dan penipu.
  5. Kuhaka, artinya pemarah, suka mencari-mencari kesalahan orang lain, berkata sembarangan, dan keras kepala.
  6. Metraya, artinya berkata menyakiti hati, sombong, iri, dan suka menggoda istri orang.
  7. Megata, artinya berbuat jahat, berkata yang manis tetapi pamrih.
  8. Ragastri, artinya bernafsu dan suka memperkosa.
  9. Bhaksa Bhuana, artinya suka menyakiti orang lain, penipu dan hidup berfoya-foya melewati batas.
  10. Kimburu, artinya penipu dan pencuri terhadap siapa saja tak pandang bulu, pendengki dan irihati.

Sad ripu,  kama moha mada matsarya krodha lobha.. 

https://linggashindusbaliwhisper.com/2014/05/25/sad-ripu-dalam-bhagawadgita-dan-hubungannya-pada-maya/

Atau sapta timira yg merupakan tujuh kegelapan secara detail adalah

Dhana timiram dimana materi adalah hal utama dalam hidup,  bukan dharma.. 

Guna timiram dimana hanya kepintaran yg diakui sebagai yg utama, bukan dharma

Kulina timiram,  keturunanlah yg paling utama.. 

Sura timiram,  karena minuman keraslah orang dihormati dan melupakan keluarga

Kasuran timiram,  karena keberanianlah yg utama, bukan dharma.. 

Yowana karena umurlah paling utama,  bukan kebijaksanaan dharma..

Surupa,  karena rupalah yg paling utama.. 

https://linggashindusbaliwhisper.com/2015/04/02/sapta-timira-tujuh-kegelapan-yang-berdasarkan-sarasamuscaya/

Kesadaran akan ujian itu akan membawa manusia pada kesadaran diriNya tentang dharma itu sendiri.. Di mana dharma adalah yg akan selalu menang pada akhirnya dan setiap harinya,  walau sang adharma merasa menang,  karena pada dasarnya tidak ada rasa menang dari seorang yg dharma.. Itu adalah sebuah kepastian saja.. 

Sarasamuscaya 48 ..adharmarucayo mandastiryaggatiparayanah,  kroccham yonimamuprapyana windanti sukham. Janah.. Selain itu orang yg angkuh dan adharma,  setelah pergi ke alam neraka ia akan menjelma menjadi binatang seperti kerbau kambing,  jika penjelmaannya meningkat, ia bisa menjadi orang nista menderita dibelenggu penyakit menyedihkan jauh dari kesenangan.. 

Maka bgitu disebutkan pula dharma lah yg membuat manusia menuju pada kebahagiaan kekal juga terlepas dari kedukkaan dunia.. 

Seseorang yg menjadikan dharma sebagai tamengnya,  jalan hidupnya,  juga sebagai diriNya sendiri,  maka IA disebut sebagai utusan bhatara dharma itu sendiri,  sbegaimana juga para leluhur2 yg telah hadir dan ada pada berbagai kesempatan memberikan penjelasan tentang tattwa juga kedigjayaan dharma itu sendiri.. 

Mpu bharadah pernah menghancurkan keadharmaan Nyai girah,  Mpu kuturan yg menyatukan pelbagai aliran dalam bentuk wewantenan yg dirumuskan maha rishi markandeya.. Dibawah mpu bahradah ada mpu tantular tentang persatuan siwa budha,  dan juga dang hyang sidhimantra yang mnyuarakan pengabdian di basukihan bersama anakNya ida Sangkul Putih yg mengalahkan keadharmaan MayaDanawa..atau juga dang hyang Asmranatha yg menyebutkan sabdo palwan,  juga sidakarya oleh dang hyang astapaka,  dan sampai universalitas pemahaman dharma pada wetu telu oleh dang hyang nirartha.. Bhagawan wararuci dengan sarasamuscayaNYa dan sebagaiNya.. 

Pada dasarnya beliau2 itu,  atau yg lainnya disebut bhatara lelangit adalah awatara yg telah terdeteksi oleh sejarah nusantara,  yg memberi prmbelajaran tentang dharma.. Dan karena pembelajaran itulah,  bisa kita mengucapkan dengan yakin dan lantang.. 

Satyam eva jayatyam.. 

Gwar.. Selamat galungan kuningan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Oktober 2017 in agama, budaya

 

Tag: , , , ,

Dewata nawa sangha dalam Sapta Cakra.. 

Dewata nawa sangha dalam Sapta Cakra.. 

Om ya cakra natakha pujamkha,  wasudhewaki pashupatakha mahayantrakha,  waisnawakha brahmin sidhanta yanatakha,  mahakalkiya mahantrakhi pujamkha.. Niya Aum..

Patut sekali disadari ketika dalam memahami cakra bersama dengan karakteristiknya juga, adalah sebuah kesatuan yg universal dalam keberpahamanNya,  sebagaimana ktika dihubungkan dalam konsep dewata nawa sangha.. Atau pun berdasarkan materi atau ruangNya yg mampu divisualisasikan dan bahkan dapat diimplementasikan dalam metode yantra tantra mudra itu sendiri..

Disadari kembali dewata nawa sangha adalah suatu kesatuan tentang arah2 mata angin yg dimaknai juga sebagai dasa aksaraNya yg berkumandang penuh pada arah2 yg berada pada sapta cakra yang terpusat..

Mengenai juga pembalutan ida pinggala sumsumha adalah juga mengandung konsep dari sapta cakra sendiri..

Dari bawah adalah pertiwi yg berwarna merah adalah brahma prajapati yg menguasai hidup dan juga kematian beserta semua di dalamNya sebagai tempat hidupNya,  ini juga berkuasa maha jnana saraswati mahadewi prawati sebagai pratiwi itu sendiri.. Dalam aksara adalah bang di arah selatan.. Cakra muladhara..

Dari itu ke atas bernama cakra manipura air. Yg berkuasa adalah hyang rudra dan menguasai hormon2 yg ada di daerah seluruh tubuh,  dalam hal ini juga bhtra waruna waisnawa yg menguasai air..dan dari cakra muladhara kluar juga Ida nadi yg dikuasai oleh maheswara berkuasa atas cahaya cinta kasih dri bhtara surya.. Manipura sendiri beraksara mang berada di arah naritri..

Kemudian naik lagi berwarna kuning adalah mahadewa yg berisikan cakra swadisthana dengan aksara Tang,  bersama dgn agni IA merupakan penguasa arah barat sebagai lambang pengharapan dan motivasi..

Kemudian naik lagi berwarna Hijau itu adalah anahata yg berisikan dewata sangkara dewam dan juga bhatara wayu dgn lambang nang..   angin brisikan cinta juga kasih yg disebrkan bersama benih kebajikan,  dan akhirnya dri swadisthana kluarlah sumsumha pujamkha yg menuju kebawah dan ke atas yg dibalut oleh bhatara Iswara yg bersuara sang..

Kemudian naik lagi menuju namaNya aksara Sing adalah bhtra shywambu pasupatya dgn suara kosong sunia atau om yg dimaknai dalam mantra juga Japa.. Dari ini (ketika berjapam) maka kluarlah pinggala yg dibalut oleh warna hitam bercakra senjataNya disebut juga wisnu waisnawa dewam dgn aksara Ang,  maka lengkap itu berputar di dalam tubuh yg bernama sumsumha ida pinggala juga lima cakra utama..

Kemudian naik lagi ke atas ke wilayah Ing dan Yang,  maka ktika mengthui bahwa ida pinggala dikuasai oleh dua bhatara chandra dan surya,  maka terbukalah cakra di antara lelata (kedua alis)  yg disebut Ajna mata ketiga yg berisikan aksara Yang berwarna ungu,  adalah penyatuan dri sumsumha ida pingala..pink putih hitam yg artinya mengetahui sesuatu yg belum diketahui.. Lalu……….. …

Terakhir masuk ke atas dan menyebar ke seluruh cakra,  dan diberkati oleh cakra mahkota yg beraksara ING di “pintuNya”, maka berwarna warnilah sumsumha dan bergeraklah ida pinggala sbagai shiva sidha ananta.. Ang Ung Mang Namah dan juga seluruh dasa aksara,  sa ba ta a i na ma si wa ya..
Om kstantwyah kayiko waciko manaso dosah,  tat pramadat ksma swhamam,  prema ksma ya mudita karuna upeksa shantii om..

Guswar

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Oktober 2017 in budaya, doa, filosofi

 

Tag: , , , ,

Profil Dewa Mahadewa dgn Shakti Bhatari Sachi.. 

Profil Dewa Mahadewa dgn Shakti Bhatari Sachi.. 

Aum bharat ya mahadev ya maha dewakhi bhur loka raja samasthaka.. Hyang mahadewa byang maha sachi ya amritam pujamkha ya syahidkha maha madhina jugya dalem makkahantrika gamburyanglaya swaha lokhanta namastute fahyakuna ya maliqha aminuh..
Bahwa dewa mahadewa adalah pnguasa arah barat dengan aksara Ta dgn tastraNya La dan Wa.. Warna kuning dan brada di cakra solar plexus.. Swadisthana biasanya dimaknai dalam   ambisi harapan pada ahankara (serta pentacles dalam tarot) ..ktika berlebih atau tak terkontrol maka bisa mnyebabkan sakit di daerah sekitar perut…

wp-image-475037836

Dewi Sachi sendiri dikatakan dalam konsep hindu,  adalah perlambang kemuliaan dan juga sekaligus kemurkaan dalam hal ini dikaitkan dgn Dewa Indera sbagai penguasa InderaLoka.. Disembah IA di pura batukaru tabanan dgn wahana NAga..

Naga sndiri dalam budaya tiongkok disimbolkan sbagai hyang maha Bijaksana seperti juga trdapat pada konsep shio china.. Sapta wara Budha maka dalam. Hal ini brpngruh trhadap konsep Budhi juga.. Ktika masuk pada sad Khayangan,  maka Mpu Kuturan sbagai pengaksama-sashana itu adalah pnganut juga aliran Buddha Mahayana yg ktika ditarik panca tatagahta adalah amitabha dgn aksara Trang ..

Kuning adalah warna pelengkap ktika membuat kanda catur datu,  yaitu tridatu ditambah warna kuning.. Maka masuk pada wilayah kanda kapat wayu-winasaya-pathaka.. Disebutkan bahwa air adalah wisnu,  api adalah brhma,  iswara adalah angin dan tanah adalah mahadewa.. Dimana ruang  serta waktu adalah dewa kala diksitahyakanathaka.. 

Angganing sarirah hya iswarahim ya dewaki.. Isyanbhikum buddhi sahasrahayata.. Mrajapati hya mahabrahminka-abrahamah pati kalika rogha paksha pujamkha allauma ya aluhwakhali yatakha kundalinika-muladharyam ahangkarah.. Banaspatika kalanjaya kalantaka rajakhi abuncingah hyang dwawantari aswinathakah mahamadhwa musalaman ya waisnawaki mahadewakhi tinunggaling saksat mahaprani maharabhikum citta-manas tinunggal hring acintya aksobyah amitabhaki bhismilahim. Bhuana loka patala swarga yamapati pujamkha.. Ya alluhwana maliqha hakam ya al hakimiah fayhiha kun.. Sangurip pangurip hiya rhudyah khamilahi hya bhatara guru adiyoghi buddhi dhamma sulayaman tha.. Aum subhanwahata ya alla.. Namastute budhani.. 

G. Linga

Kalvatar region


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Juli 2017 in budaya, doa, Mitos Abadi

 

Tag: , , , ,

Profil dewa mahesora (tenggara)  

Profil dewa mahesora (tenggara)  

Om ya ca ra tastra hyang mahesora, hyang nang dasaksarah tinemu nang ca ra swaha..ghneya dewa maliqha nathaka.. Sang dadu dewata mawahana macan.. Sugre titiang om.. 

Dewata maheswara adalah pnguasa arah trnggara yg berwarna pink,  dimana IDa bersenjata dupa dan juga berwahana macan.. Urip ida adalah delapan,  dan memiliki tastra (aksara hanacaraka)  CA dan Rang.. nang adalah dasa aksraNya sang divwahi.. 

Dari kosakata Nya maka bisa ditarik bahasa.. Maheswara.. Mahesa-Wara.. Ktika diartikan Mahesa adalah hyang bhtra tinunggal,  dan wara adalah Hari.. Istri pwrmasuri IDa hyang Laksmi,  dalam hal ini adalah sang penguasa kesejahteraan juga murti hyang waisnawakha dewaki, sbagaimana juga warna adalah prpaduan putih merah yg mnjdi pink dan sesuai juga sprti warna bendera perpaduannya.. 

Senjata adalah dupa dng wahana macan, (bandingkan dgn crita bubuksah)  dimana pada dasarnya wahana macan akan tepat ktika seseorang memiliki kasidihan tantra budha vajryanaka kanda kaphat,  hal ini jga masuk kpada panca ma bhairawa puji, sbagaimana bubuksah laku.. 

Diapit tiga Ia.. Hyang Shiva Iswara Brahman,  dan ktika masuk pada permaisuri laksmikha,  Apakah ida adalah juga waisnawa murti? ..sekedar tafsir saja, dan yg terpenting ida adalah brada di tenggara (asia trnggara)  sejatiNya ida lah itu.. 

Kemudian dimana di tubuh Ida adalah pnguasa paru2, daerah tropis memang terkenal sbagai paru2 dunia dan tentu indonesia juga.. Disebtukan juga tirta empul bali adalah salah satu minor cakra dunia juga,  paru2 itu.. 

Melihat wara2 yg ada maka disebutkan catur wara ida mandala artinya Ida hyang medue sang mandala iku,  apakah itu sapta patala lokha samasta maka ida juga bisa sbagai pnguasaNya.. Atau yg mmbrikan kebajikan mandala pujam.. 

Sad wara sangawara paniron jangu adalah bahasa “kalaashuraya”artinya dgn itu Ia menjalankan misi2Nya.. Kmudian saptawara astawara dasawara.. 

Wraspaattii.. Adalah sang bhgqwanta pguasa maya guna,  dimana Ia lah yg mnjfi hakim untuk memisahkan yg mana satwik rajas tamas,  dan dijebloskan IA ke sapta patala loka atau masuk pada swarga loka atau numitis kembali ..atau kamoksan mnjadi Ida (yg sewaktu2 akan turun kembali mnjdi awitram).. cek link

https://linggashindusbaliwhisper.com/2012/12/24/manusia-akan-kemanasetelah-kematian-wraspatti-tattwa/

Kmudian guru dan raja.. Asta wara dasa wara.. Maka guru adalah hyang guru semesta juga raja adalah sang maha raja.. 

Om kshama sahampurna ya namaha ya dewa jagat bhur loka bwah swaha lokha.. Mrtyu kama jaya bhawasanatkaha wacika manu sang manacika nemu sahwarga loka ring bhumi kahuripan jagatha.. Om

 
 

Tag: , , , , ,

Hirarki Maslow serta Juga konsep Cakra.(jga sedikit tentang konsep kehinduan) 

Hirarki Maslow serta Juga konsep Cakra.(jga sedikit tentang konsep kehinduan) 

Om cakra yanathaka…yamyatamaka.. Mahayakundalikha sahasrahanata om.. 

Maslow adalah seorang humanis psikologi dri amerika yg mnemukan teori tentang. Hirarki kebutuhan manusia,  dalam hal ini disebutkan sebagai bagaimana motivasi manusia dalam menemukan sesuatu itu untuk dirinya di khidupan.. Apakah yg menjdi kepentingan dia dalam kehidupan ini, serta mengapa itu mnjdikan dia berkpribadian sprti itu.. 

Pada dasarnya humaniora behavior adalah baginya dapat dipolakan mnjdi sebuah hirarki yg ktika ditarik benang merah,  sangat berhubungan pula sangat erat pada konsepsi yg telah juga ada.. Pola-pola ini bukan suatu kebetulan,  tpi mrupakan sbuah keaktualan pencapaian dari seseorang untuk menjadi sumbangsih besar dalam kehidupan itu sendiri.. 

Hal inilah yg mencerminkan konsep pertama di hirarki itu yaitu self actualisation atau aktualisasi diri.. Yang berada sebagai puncak sesuai juga oleh sbuah kitab torah(atau zabur-sya agak lupa)  yg mnyebutkan.. 

“mereka yg menemukan rahasiaNya adalah para raja-raja dunia” aktualasi terbesar dalam kehidupan diri manusia itu.. 

Para nabi rishi utusan2 saint atau juga para teoritis (untuk sains)  baik sbagai dalam bidang ontologis epistemologis atau aksiologis,  maka sejatinya itu juga sbuah perjalanan mncari kekekalan daya akal manusia itu sendiri.. 

Self realization yg dalam bahasa rishi adalah mengenal atman juga lapisan2Nya serta yg lainNya,  adalah jalan kebebasan pula untuk “melepas” kan suksma dri stula sarira juga “kemelekatan”..Namun masih menginjak bumi.. Ini sbuah tantangan sndiri bagi para pejalan, penikmat, kehidupanNya.. 

Di warna merah adalah bagian yg terbawah dari khidupan dimana menyuarakan tentang basic needs,  seperti juga sandang papan pangan,  yg mnjdi kebutuhan utama dan ktika pada cakra sesuai dgn warnaNya adalah cakra dasar yg memberikan diri agar selalu mengingat tentang itu..Basic needs ini dalam suatu kehidupan yg tanpa sebuah pegangan (baca:moralitas) akan mnjdikan IA sbagai kaum kanibal jua… Namun dalam konsep bahwa manusia adalah yg tak terpisah dari pncarian artha (untuk basic needs itu) hendaknya mampu menguasai diriNya sbagai yg masih mnjadi manusia.. Sang Karmin yg tak akan kekurangan, ktika Ia tetap memiliki kebaikan.. 

Sarsamscya.. Sugra ida wararuci.. Sang dharma sentana tinenten wenten pacang ngarasa ten medue,  makrana Iya madharma lan ring napike iya nenten wnten,  sinah sang dharma sentana ring dije manten lakar metrima ring pasemetonanNyane,  sekadi ida sang tat twam asih asuh waranugraha.. 

Kmudian selanjutnya adalah tentang keamanan diri,  pada dasarnya ini masih brhubungan dgn cakra dasar dan juga cakra orange sacral,  abagai sang rudra.. Pada dasarnya ktika ia melindungi dan dilindungi oleh kedharmaanNya,  maka adakah tempat yg Ia merasa takut?!? 

Sbagaimana laku bubuksah yg mncritakan Ia hendak dimakan oleh harimau (sang shiva bhtra guru)  dan ia memberikan seluruh hidupnya dan dijamu IA sblum siap dimakan,  pada akhirnya IA pun sang bubuksah selamat, tegakah orang yg brniat mnyakiti,  kmudian malah dibrikan ia tubuhnya sndiri?  Bahkan saat ia benar tak ada pun,  apa seorang yg dharma akan mati dan tidak ia dikenang?

Yg lain adalah love belonging,  artinya memiliki dan ingin dicintai sbagaimana Ia disbut dalam cakra anahata dan masuk jga ke cakra solar plexus.. ketakuan akan kehilangan sesuatu itu adalah sbuah kecemasan yg berlebihan,  apa kah yg kita pernah punya? Apa kita pernah punya? Lalu siapa itu yg kita punya? Hidup urip udara teja matahari api dan juga kesehatan (yg prsntase trbesar krna psikologis diri saja).. Smoga kita dikalangan yg brsyukur.. 

Esteem adalah harga diri,  harga diri itu adalah sbuah hal yg tidak krusial sama sekali,  krna saat kita mrasa sbagai sang bhakta (yg pnya kwajiban untuk menjalani titahNya)  maka harga diri adalah kesemuan dan ktkka mngthui bahwa jiwa adalah sesuatu yg dihargai dgn konsep nilai yg sangat berbeda oleh semesta, lalu kenapa risau? 

Srsmsucya.. Singgih patut sane ngapatihike sang jnana niku iya sang dharma sawidji.. Bahwa yg mnjadi plindung jnana adalah sang dharma.. 

Kmudian mnjdi masuk ke wilayah self actualisation,  apa kah sang karmin sang rajendra sang jnanin akan tiada dihargai, ktika mereka membrikan diriNya(manah, rasa-buddhi,  citta acintya, jg ahangkara)  yg IA brikan padaNya.. Lalu IA pun mnjdikan kita Anak2Nya.. 

Apakah itu aktualisasi diri?  Maka itulah bagian cintaNya.. Idealitas yg membahasakan kebahagiaan tanpa batas.. Dgn mmbrikan seluruh diri pada semesta untuk dituntun.. 

Ini sangat brhub dgn cakra ajna lan wisudha.. Jnanin adlah sang guru yg mmbrikan penjelasan.. karmin adalah mengaktualisasikan itu,  rajendra adalah sbuah cara mnuju sanyasinkha bhiksukah..

Akhir kata smiga bahagilah semesta
Salam gwar

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juli 2017 in budaya, filosofi

 

Tag: , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: