RSS

Arsip Bulanan: Mei 2019

Moha dan Mada, Kebingungan Kemabukan (Sad Ripu) dalam Sloka..

Om swastyastu,

Om awighnam astu namo sidham..Om Puja bhatara dharma ya nama swaha, winasaya sarwa papa rogha klesa..Sarwa prani hitankarah..Om..

Dalam kehidupan yang lahir sbagai manusia ini, tentu begitu banyak berbagai permasalahan yg ada. Di mana itu dapat dianggap masuk dalam konsep karmapala yang agung..Yaitu Sancita Pradbada Kryamana Karmapala..Maka tentulah dikatakan dharma adalah sbagai sebuah kebenaran yg dapat melebur karma buruk agar kuat terjalani, serta mencipta karma baik di kehidupan mendatang..Maka gegodaan yg hadir bisa disebut dgn sad ripu yaitu yg terdiri dari kama, krodha, lobha, matsarya, moha, dan mada..

Berturut2 itu adalah hawa nafsu, kemarahan, keserakahan, iri hati, kebingungan, kemabukan..Semua hendaknya dikekang agar kelak mendapatkan pahala baik, juga kebersadaran yg akhrinya mengubah persepsi pandangan diri, mnuju pada kesadaran Atman..Membuat pribadi yg lebih baik jga berguna bagi kemanusiaan, kehidupan, lingkungan..

Saat ini, izinkan untuk membahas tentang Moha dan Mada, yaitu ripu atau musuh yg dapat diartikan sebagai Kebingungan dan juga Kemabukan.. Moha pada dasarnya hadir dalam sebuah kekalutan atau pikiran yg tidak mampu menilai sbuah kebenaran dari suatu permasalahan yg ada.. Dimana kebersadaran atas sesuatu yg dianggap sebagai hal yg benar itu, yaitu kondisi kedharmaan..Tidak mampu dipahami sbagai sesuatu yg mutlak adanya dan menuju kebaikan kebajikan jga kebijaksanaan..

Kemudian ada jga tentang Mada yaitu kemabukan..Dimana ini adalah suatu keinginan yg berlebih atas sesuatu hal, shingga tiada mampu mengontrolnya dan bahkan menjdi sbuah permasalahan atas diri juga orang lain, bahkan lingkungan. Dimana membuat orang itu (yg berMada) jauh dari konsep kedharmaan itu sendiri.. Membuat masuknya diri kepada kemelekatan atas sesuatu yang terlalu diinginkannya itu..

Untuk Moha Ripu, ada beberapa penjelasan yg terdapat pada sloka Sarasamuscaya..Maka Sloka itu adalah sebagai berikut :

Sarasamuscaya 81

Duragam bahudhagami prathanasamssayatmakam manah suniyatama yasya sa sukhi pretya veha ca.

Nihan ta kramaningkang manah, bhranta lungha swabhawanya, akweh inangenangenya, dadi prathana, dadi sangsaya, pinakawaknya, hana pwa wwang’ikang wenang humrt manah, sira tika manggeh amanggih sukha, mangke ring paraloka waneh.

Arti : Keadaan pikiran itu demikianlah; tidak berketentuan jalannya, banyak yang dicita-citakan, terkadang berkeinginan, terkadang penuh kesangsian; demikianlah kenyataannya; jika ada orang yang dapat mengendalikan pikiran pasti orang itu beroleh kebahagiaan, baik sekarang maupun di dunia yang lain.

Jadi kebingungan dan keinginan berlebih akan hilang. Yaitu dengan mengendalikan pikiran sedemikian rupa sehingga nantinya akan tercapai kebahagiaan di dunia mana pun. Seperti juga dijelaskan bahwa manusia yang tidak goyah hatinya akan memperoleh amerta sebagai kemuliaan. Hal tersebut tercantum dalam sloka berikut :

Sarasamuscaya 128

Amrtam caiva mrtyucca dvayam dehe prastititam, mrtyurapadyate mohat satyenapaddyate’mrtam

Tan madoh marikang wisa, mwang amrta, ngke ring carira kahananya, kramanya, yan apunggung ikang wwang jenek ring adharma, wisa katemu denya, yapwan ateguh ring kastyan, mapageh ring dharma, katemung amrta.

Arti : Tak berjauhan bisa (racun) itu dengan amrta; di sinilah, di badan sendirilah tempatnya; keterangannya jika orang itu bodoh atau senang kepada adharma, bisa atau racun didapat olehnya; sebaliknya kokoh berpegang pada kebenaran, tidak goyah hatinya bersandar pada dharma, maka amrtalah diperolehnya..

Pada bhagawadgita disbtukan sebagai berikut :

**Bhagawadgita Sloka 2.63**

Krodah bhavati sammohah, sammohat smrti-vibhramah, smrti-bhramsad buddhi-naso, buddhi-nasat pranasyati..

Artinya : Dari Amarah timbullah khayalan yang lengkap, dari khayalan memnyebabkan ingatan bingung. Bila ingatan bingung, kecerdasan hilang, bila kecerdasan lenyap seeorang jatuh kembali ke dalam lautan material..

Untuk Mada yaitu kemabukan atas sesuatu itu, bisa menyebabkan ketergantungan yg membuat org itu lupa atas apa yg seharusnya dilakukan dalam kehidupan ini..Melupakan kewajiban dan selalu menuntut hak, atau jga meninggalkan swadarmanya sendiri demi kesenangan yg memabukkan..

Sarasamuscaya 325

Samklistakarmanamatipramadam bhuyo nrtam cadr dabhaktikam ca, vicitaragam bahumayinam na ca naitan niseveta naradhaman sat.

Nihan lwirning tan sangsargan, wwang mangulahaken pisakit, parapida duracara, wwang gong pramada, wwang mithyawada, wwang tan apangeh kabhatinya, wwang gong raga, wwang sakta ring madya, nahan tang nem kanistanin wwang, tan yogya siwin.

Arti :Inilah misalnya orang yang tidak patut dijadikan kawan bergaul, orang yang mengusahakan penyakit dan kesedihan kepada orang lain, serta buruk laku, orang yang sangat alpa, orang yang kata-katanya bohong dusta, orang yang terikat hatinya kepada minuman keras, keenam orang yang sangat keji itulah, yang patut dihindarkan

Moha juga Mada bisa disebabkan oleh timira2 atau kegelapan2 yg berjumlah tujuh itu..Disebut Sapta timira, Dhana,Guna, Surupa, Kulina, Sura, Kasuran, Yowana..Maka berturut2 Kebingungan dan juga kemabukan bisa disebabkan secara berturut2 oleh Uang, Kepintaran, Rupa, Keturunan, Miras, Keberanian, Dan Usia muda….

Seseorang yg inginnya hanya uang dan melepaskan moralitasnya sbagai manusia atas itu, akan moha jga mada selalu dalam hidupnya..Begitu jga ktika guna kepintaran yg tanpa moral akan mnjdi suatu keguncangan besar pada kehidupan masyarakat yg harusnya aman dan damai..

Seseorang yg merasa rupa parasnya cantik tampan akan menggunakan itu untuknhal yg kurang baik dan merendahkan yg lainnya..Kemudian ada yg lupa bingung serta jumawa atas keturunannya, akan membuat Ia terjebak pada prestise yg semu, harga diri yg terkadang berbeda dari harapan yg seharusnya..Begitu juga yowana timira dimana selalu merasa muda dan tidak mengalami perkembangan akan kedewasaan, juga evolusi jiwa menuju manusia yg bertanggung jawab ..

Lalu ada yg bingung dan mabuk atas keberanian seseorang..bahkan karena keberanian itu membuat ia kehilangan nyawanya dan jga bisa menghilangkan nyawa org lain pada kesesatan ketidakbenaran..

Semua seperti menuju pada kehancuran akan diri..Semoga tulisan ini bermakna..

Sekedar teori saja yg mngkin ada sedikit ruang untuk menciptakan kebersadaran diri..Untuk menuju suatu evolusi dalam kedharmaan..

Om Rahayu Shanti Raharja..

SalamGwr..

Mei 2019

 
 
 
%d blogger menyukai ini: