Kajian Teologis Hindu tentang Pemanfaatan Sisa Surudan Yadnya

 di Pura Jagatnatha Denpasar

I.B. Lingga K. Wardana

            Ritual dalam upacara keagamaan, akan selalu ada menjadi bagian dari agama itu sendiri. Setiap agama tentu memiliki kesakralan masing-masing dalam memusatkan pemujaan kepada yang disembahnya di agama tersebut. Tentunya dari setiap ritual, selain memiliki pengaruh secara psikis juga memiliki pengaruh pada keadaan lingkungannya. Hindu di Bali sendiri memiliki cara yang khas dalam melaksanakan ritual upacaranya. Dalam hal ini adalah menggunakan bebantenan sebagai cara untuk melakukan yadnya (pemujaan). Tentu juga seluruh yadnya berisikan konsep penciptaan (utpetti), proses (sthiti), peleburan (pralina) yang merupakan konsep Tri Kona.        Yadnya sendiri memiliki kualitas dalam pelaksanaannya, di mana hal tersebut juga dibagi menjadi tiga bagian. Kualitas Tri Guna yang terdiri dari satwik (bijaksana, terang), rajas (aktif keras), tamas( pasif, gelap). Kualitas ini juga meliputi konsep Tri Kona pada yadnya itu sendiri. Khusus pada menikmati sisa persembahan, maka bebantenan akan disurud untuk dinikmati.

              Surudan adalah sisa persembahan yang dinikmati sebagai berkat. Namun tidak semua surudan bisa dinikmati, dan akhirnya menjadi sampah. Dan ketika itu tidak bisa dimanfaatkan, dikelola, maka konsep sattwika menjadi berkurang kualitasnya. Dapat dikatakan bahwa bebantenan sebagian besar merupakan bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai kompos, gas metana, atau sebagai genteng. Seperti yang terjadi di Pura Jagatnatha, di mana ada sisa surudan yang tidak mampu dimanfaatkan yang akhirnya menambah volume sampah di TPA. Di TPA Suwung sendiri belum bisa mengolah sampah secara efektif, namun daerah Denpasar sudah terdapat beberapa pengolahan sampah yang baik.    

            Analisa kelayakan usaha untuk pengolahan sampah di masa yang akan datang, adalah sesuatu yang menjanjikan. Peran serta pemerintah untuk memberikan kemudahan serta kebijakan untuk menumbuhkan usaha pengolahan sampah adalah hal yang penting dilakukan. Atau juga pengelolaan secara rumahan dan pemilahan atas jenis-jenis sampah langsung dari rumah, merupakan suatu kualitas yang sattwika bijaksana yang juga merupakan konsep sanatana dharma, dharma yang abadi.

Kata kunci : Yadnya, Surudan, sisa surudan, Tri Kona, Tri Guna, Sattwika Guna, Pengolahan sampah organik  

Penerbit Kalvatar Tastra Aksara


Eksplorasi konten lain dari Kalvatar Tastra Aksara (DharmaNya Tanpa Batas)

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pengelola Web Kalvatar Tastra Aksara

Ida Bagus Lingga Wardana, S.E, M.Sos., CH.,CHt., CFHPSy

Lulusan Pasca Sarjana S2 ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi, saat ini sedang mengemban pendidikan S3 untuk Ilmu Agama dan Kebudayaan di Unhi

Merupakan Founder dari Penerbit Kalvatar Tastra Aksara, Penerbit buku-buku religi dan spiritualitas.

Serta membuka Konsultasi Psikologi Tarot Reading Kanda Pat Suksma Kalvatar Bali. Dengan Nomor Ijin Praktek,

STPT 570/STPT/0022/IX/DPM-PMTSP 2023

Alamat Jalan Tukad Balian 70x Sidakarya (Sebelah Kedai Magisa)

Kalvatar Tastra Aksara

Jl. Tukad Yeh Aya ruko No.70x blok A2, Panjer, Kec. Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali 80224

https://maps.app.goo.gl/GBnJXoDBh7UMLBRs6

Related posts

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-9735786260076542"
     crossorigin="anonymous"></script>
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-9735786260076542"
     crossorigin="anonymous"></script>

Eksplorasi konten lain dari Kalvatar Tastra Aksara (DharmaNya Tanpa Batas)

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca