Pemahaman atas diri, pada dasarnya menjadi bahan pembelajaran dalam mengarungi kehidupan. Setiap manusia secara spesifik hadir dengan kondisi tertentu secara sadar atau tidak disadari. Manusia dikatakan memiliki genetika yang sesuai dengan keadaan orang tua, atau sifat keturunan yang diwariskan, menjadi bagian konsep Samsara atau Reinkarnasi. Dan dalam hal keyakinan, manusia juga telah dipengaruhi oleh keadaan semesta dalam ruang juga waktuNya.

Psikologi diri atau pengetahuan akan kepribadian sendiri, dalam psikologi yang popular, dapat diketahui melalui beberapa metode. Kepribadian yang terlihat dengan pembagian MBTI yaitu Myers-Briggs Type Indicator dapat menjadi cara untuk mendapatkan gambaran kepribadian diri. Kemudian begitu juga terdapat pembagian kepribadian dengan metode Enneagram, dan keduanya dalam mengambil data-data tertentu dengan metode kuisioner. Namun pada dasarnya dalam pemilihan jawaban pada kuisioner yang ditentukan, sangat tergantung pada kondisi mood, perasaan saat itu. Jadi tidak pasti betul hasil yang didapat, namun tetap dapat memberikan gambaran yang umum terhadap orang tersebut.

Kepribadian diri juga dapat dibagi menjadi empat golongan besar, seperti pribadi Sanguine, Choleric, Melancholic, Phlegmatic yang diteorikan oleh Hippocrates. Kepribadian ini memperlihatkan beberapa contoh besar seseorang berada pada sifat yang mana lebih cocoknya. Kemudian juga beberapa penggalian konsep diri berdasarkan golongan darah, atau yang secara umum bisa juga dimaknai dengan zodiak, atau konsep-konsep lain. Pada dasarnya ini dapat memberikan sugestifitas pada siapa diri itu sebenarnya.Kebenarannya adalah pribadi itu dapat berubah-ubah sesuai keadaan dari pribadi tersebut, namun dalam ruang besar diri, memang terdapat kecendrungan seseorang itu memiliki “pribadi dasar”(utama) atas dirinya sendiri.

Pada tradisi Hindu Dharma di Bali, untuk memaknai suatu kepribadian diri, dapat menggunakan berbagai konsep dalam ruang Wariga-Wewaran yang terdapat pada lontar-lontar Nusantara. Hari lahir seseorang itu memberikan dampak yang luas terhadap kepribadian yang ia miliki. Keyakinan ini juga memberikan dasar untuk melaksanakan upacara tertentu yang disebut manusa yadnya. Secara universal sejatinya pengaruh hari lahir itu memberikan juga gambaran mengenai bagaimana konsep kepribadian dirinya, serta tentunya memberikan ruang untuk memperbaiki diri atau menambah keyakinan diri tentang kehidupannya.

Konsep Wariga Wewaran dapat diketahui dari Pawukonnya yang jumlahnya tiga puluh wuku, atau juga dapat dengan melihat hari lahirnya dengan hari pancawaranya . Hari lahirnya itu disesuaikan dengan hari masehi dari minggu sampai sabtu, yang dalam sapta wara disebut Redite(minggu), Soma (senin) , Anggara (selasa), Buda(rabu), Wraspati (Kamis), Sukra (Jumat), Sabtu (Saniscara). Kemudian ada hari lahir yang berdasarkan Panca Wara-nya yaitu Umanis, Pahing, Pon, Wage, Kliwon. Dengan kedua kombinasi itu tepat pada saat hari lahirnya, maka akan ditemukan suatu pasangan nilai Urip. Nilai urip ini memberikan pemaknaan tersendiri tentang hari lahir yang bersangkutan beserta sifat-sifatnya.

Urip (neptu) di Panca Wara adalah sebagai berikut : Umanis-Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4), Kliwon (8). Untuk Sapta Wara-nya dapat dilihat sebagai berikut : Redite-Minggu (5), Soma-Senin (4), Anggara – Selasa (3), Buda-Rabu (7), Wraspati-kamis (8), Sukra Jumat (6), Saniscara – Sabtu (9). Dengan penjumlahan keduanya, maka dapat disimpulkan jumlah dari uripnya. Dan dari pemaknaan urip tersebut bisa ditemukan tentang sifat-sifat yang dibawa dari lahir oleh seseorang itu. Pertemuan keduanya dalam Wewaran Nusantara disebut sebagai konsep sifat Pancasuda dan Pararasan.

Pancasuda adalah penggolongan sifat manusia yang dihitung berdasarkan nilai-nilai kelahirannya (Urip) yang dihubungkan dengan Panca Wara-nya dan Sapta Wara-nya. Pancasuda atau Pawisesan dikelompokkan menjadi tujuh bagian yaitu:

  • 1. Wisesa Segara yaitu sifat pemurah, pemaaf, berwibawa serta bertanggungjawab, lurus budinya, dan dengan tekun melaksanakan dharma rejeki dan usaha akan selalu tercapai.
  • 2. Tunggak Semi yaitu dikatakan bahwa penghasilannya selalu terjamin (sifat ini mungkin bisa dimaknai dengan keserhanaan, serta bakat mengelola keuangan), namun terkadang angkuh dan keras kepala.
  • 3. Satria Wibawa yaitu dihormati karena kemuliaan dan keluhurannya, serta jujur.
  • 4. Sumur Sinaba yaitu dicari orang karena petuah dan nasehatnya, lemah lembut, penyayang dan dermawan.
  • 5. Bumi Kapetak yaitu suka bekerja, kuat menahan kecewa dan penderitaan, rapi juga bersih hidupnya, namun pendendam.
  • 6. Satria Wirang yaitu luhur budinya, namun selalu dipermalukan orang. (Sifat ini mungkin karena orang itu terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan)
  • 7.Lebu Ketiup Angin serba kekurangan, kurang beruntung dan sulit mendapatkan pekerjaan .(Dalam hidupnya diharapkan untuk tidak malas, dan selalu berbuat baik agar karma baik mendekat). Pada keyakinan Hindu Dharma, diharapkan dapat mengikuti penglukatan, pebersihan, peruwatan agar bisa dinetralisir.

Kemudian selain Pancasuda terdapat pula sifat yang sama ditentukan oleh urip bersangkutan disebut dengan Pangarasan . Pangarasan ini disebutkan juga memiliki makna sifat-sifat dari seseorang yang dibagi menjadi 10 bagian. Yaitu :

  • 1. Aras Tuding sifat telunjuk yang artinya sering ditunjuk dalam hal apa pun (dapat dikatakan sifatnya memiliki kemampuan tertentu, dan tekun sehingga gampang dipercaya atasan).
  • 2. Aras Kembang sifat bunga yang artinya memiliki pesona yang memikat lawan jenis, penyayang, dicintai orang dan pintar menyelesaikan permasalahan.
  • 3. Lakuning Lintang sifat bintang yang bersinar namun sendiri, dan lemah hati sehingga bisa sengsara( dalam hal ini bisa disebut memiliki sifat introvert yang perlu dikendalikan dalam berkomunikasi serta bersosial. Namun dikatakan pandai dalam lingkup bahasa, senang memperhatikan sesuatu (tekun).
  • 4.Lakuning Rembulan sifatnya seperti bulan yang mengundang simpati semua orang, berbudi halus, disenangi banyak orang, berbudi halus, namun terkadang pemalas.
  • 5. Lakuning Srengenge sifatnya matahari terang dan berwibawa, tau tentang tata susila, banyak memiliki gagasan (ide), namun pemalu.
  • 6.Lakuning Banyu sifatnya air tenang selalu mengalir ke tempat rendah karena mengetahui ke mana rejekinya ada. Orangnya cekatan, pikirannya panjang, akan tetapi agak egois.
  • 7.Lakuning Bumi sifatnya bumi pemurah, pengampun, dan pelindung. Pemikirannya sederhana, senang bergaul, bersosialisasi.
  • 8.Lakuning Geni sifatnya api pemarah temperamental, dan cepat naik pitam (hendaknya ini bisa memberikan petunjuk agar yang bersangkutan, memahami pengelolaan emosi dengan baik)
  • 9. Lakuning Angin sifatnya pandai mengambil hati orang lain, namun saat marah menakutkan, senang akan pujian.
  • 10. Aras Pepet / Lakuning Pandita Sakti artinya sering merasa prihatin, dan menderita, juga kekurangan, namun berkemampuan tinggi cerdas, bijaksana, seperti sastrawan. Agak sombong.
HariRedite (5)Soma (4)Anggara (3)Buda (7)Wraspati(8)Sukra (6)Saniscara (9)
Umanis (5)Lakuning Pandita Sakti- Sumur Sinaba (10)Lakuning Angin-Tunggak Semi (9)Lakuning Geni-Wisesa Segara (8)Aras Kembang-Sumur Sinaba (12)Lakuning Lintang-Satria Wibawa (13)Aras Tuding-Satria Wirang (11)Lakuning Bulan – Bumi Kapetak (14)
Pahing (9)Lakuning Bulan – Wisesa Segara (14)Lakuning Lintang -Bumi Kapetak (13)Aras Kembang-Satria Wirang (12)Lakuning Toya-Wisesa Segara (16)Lakuning Bumi-Lebu Ketiup Angin (17)Lakuning Srengenge- Tunggak Semi (15)Lakuning Geni- Satria Wibawa (18)
Pon (7)Arass Kembang-Bumi Kapetak (12)Aras Tuding- Sumur Sinaba (11)Lakuning Pandita Sakti – Satria Wibawa (10)Lakuning Bulan -Bumi Kapetak (14)Lakuning Srengenge-Satria Wirang (15)Lakuning Lintang-Lebu Ketiup Angin (13)Lakuning Toya-Satria Wirang (16)
Wage (4)Lakuning Angin- Satria Wibawa (9)Lakuning Geni – Wisesa Segara (8)Lakuning Bumi – Lebu Ketiup Angin (7)Aras Tuding-Satria Wibawa (11)Aras Kembang-Tunggak Semi (12)Lakuning Pandita Sakti-Sumur Sinaba (10)Lakuning Lintang-Satria Wirang (13)
Kliwon (8)Lakuning Lintang-Lebu Ketiup Angin (13)Aras Kembang-Satria Wirang (12)Aras Tuding-Sumur Sinaba(11)Lakuning Srengenge -Lebu Ketiup Angin (15)Lakuning Banyu-Bumi Kapetak (16)Lakuning Bulan-Wisesa Segara (14)Lakuning Bumi-Tunggak Semi (17)

Di atas dapat diungkapkan mengenai tabel untuk pertemuan panca wara sapta wara pada hari kelahiran. Karena ini lah manusia dalam lingkup keyakinan, memiliki berbagai sifat-sifat tersendiri. Mengenai hari lahir itu dapat ditelusuri mengenai penanggalan-penanggalan yang ada.Kemudian tabel di atas menyebutkan pemaknaan dan sifat hari lahir yang ada.

Sebagai contoh misalkan penulis memiliki tanggal lahir 3 Mei tahun 1982, maka didapatkan itu adalah hari Senin dan Panca Wara-nya adalah Wage. Ketika disimak bahwa hari Senin(Soma) Wage memiliki Urip 4 dan memiliki sifat Lakuning Geni dan Wisesa Segara. Maka berdasarkan hari lahir penulis memiliki sifat sebagai berikut :

Lakuning Geni sifatnya api pemarah temperamental, dan cepat naik pitam (hendaknya ini bisa memberikan petunjuk agar yang bersangkutan, memahami pengelolaan emosi dengan baik) dan Wisesa Segara yaitu sifat pemurah, pemaaf, berwibawa serta bertanggungjawab, lurus budinya, dan dengan tekun melaksanakan dharma rejeki dan usaha akan selalu tercapai.

Sumber : Tenung Pranata Mangsa (Jero Mangku Yasa), Ngulati Dewasa lan Wariga (Jero Mangku Pulasari)


Eksplorasi konten lain dari Kalvatar Tastra Aksara (DharmaNya Tanpa Batas)

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pengelola Web Kalvatar Tastra Aksara

Ida Bagus Lingga Wardana, S.E, M.Sos., CH.,CHt., CFHPSy

Lulusan Pasca Sarjana S2 ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi, saat ini sedang mengemban pendidikan S3 untuk Ilmu Agama dan Kebudayaan di Unhi

Merupakan Founder dari Penerbit Kalvatar Tastra Aksara, Penerbit buku-buku religi dan spiritualitas.

Serta membuka Konsultasi Psikologi Tarot Reading Kanda Pat Suksma Kalvatar Bali. Dengan Nomor Ijin Praktek,

STPT 570/STPT/0022/IX/DPM-PMTSP 2023

Alamat Jalan Tukad Balian 70x Sidakarya (Sebelah Kedai Magisa)

Kalvatar Tastra Aksara

Jl. Tukad Yeh Aya ruko No.70x blok A2, Panjer, Kec. Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali 80224

https://maps.app.goo.gl/GBnJXoDBh7UMLBRs6

Related posts

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-9735786260076542"
     crossorigin="anonymous"></script>
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-9735786260076542"
     crossorigin="anonymous"></script>

Eksplorasi konten lain dari Kalvatar Tastra Aksara (DharmaNya Tanpa Batas)

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca