Om Hyang Bhatara Siwa Sada Siwa Parama Siwa Jagat Maha Raja Laksana, Tri Murti Bhatara Brahma Wisnu Iswara Dewa, Kona tri puja mahantra swaha, Dhawantari dewa usada bodha kecapi jnana sidhi, pinarah pitu genta dasaksara suci, amritam mapinunas jadma tan widya jnana niki sang maha shakti

Diagnosa Penyakit
Berdasarkan Tenung Wariga

Tenung disebut sebagai semua jenis pengetahuan yang terdapat dalam lontar/buku yang menjadi pedoman atau petunjuk untuk meramalkan atau cara yang dipakai oleh seseorang dalam usahanya untuk meramal masa depan dunia, bangsa/negara, manusia, alam, dan lain sebagainya. (Aryana,2006)

Wariga adalah peramalan yang dilakukan dengan perhitungan atau penentuan hari baik dan buruk berdasarkan kalender bali. Kalender bali wariga menggunakan beberapa aspek seperti Wuku yang berjumlah 30 bagian yang masing-masing berganti dalam waktu 7 hari di hari minggu.

Wewaran yang merupakan siklus berdasarkan jumlah hari, yang merupakan penanggalan atau siklus dalam kalender bali yang terdiri dari berbagai periode hari yang digunakan untuk menentukan karakteristik hari, atau energi yang terdapat pada hari tersebut.

Kelahiran manusia adalah suatu keunikan, dan tidak ada yang persis sama. Membawa suatu perjalanan kehidupan di dunia dari suatu kelahiran sebagai manusia. Perlunya kebersyukuran lahir sebagai manusia.

Dalam Sarasamuscaya 4 disebutkan :

“Apan iking dadi wwang, uttama juga ya, nimittaning mangkana, wenang ya tumulung awaknya sangkeng sangsara, makasadhanang subhakarma, hinganing kottamaning dadi wwang ika”

Artinya: Menjelma menjadi manusia itu adalah sungguh-sungguh utama; sebabnya demikian, karena ia dapat menolong dirinya dari sengsara (lahir dan mati berulang-ulang) dengan jalan berbuat baik; demikianlah keuntungannya dapat menjelma menjadi manusia.

Dalam Wraspatti Tattwa disebutkan manusia lahir dari keseimbangan Sattwika, Rajasika, Tamasika, sehingga berbeda dengan kelahiran sebagai Binatang atau tumbuhan. Serta memiliki namanya belenggu Karmapala. Yaitu Sancita karmapala Karma dari kehidupan sebelumnya. Memiliki kemudian free will untuk mengubah nasibnya dan menerima Pradabda Karmapala di masa sekarang, kemudian Ketika belum habis, akan menjadi Kryamana Karmapala untuk kehidupan mendatang.

Tenung Wewaran merupakan diagnosa berdasarkan hari lahir seseorang, menjadi sebuah kecendrungan manusia akan membawa karma apa dalam hidupnya, dalam wujud penyakit tertentu.

Teori yang mendukung ini adalah teori nativisme Rene Descartes yang menyatakan bahwa ide atau pengetahuan itu adalah bawaan atau bakat yang tidak diperoleh dari pengalaman, pengaruh genetis, serta faktor-faktor lainnya. Karena manusia hindu memiliki sraddha atau keyakinan, maka salah satu itu adalah berdasarkan hari kelahiran.

Kemudian Teori lainnya oleh William Stern tentang teori Konvergensi, yaitu bahwa walaupun sesuatu bakat atau bawaan itu ada, tetap ada pengaruh lingkungan yang bisa membuat bawaan itu menjadi berkembang atau malah stagnan. Jadi kecendrungan penyakit yang dibawa, bisa dikondisikan agar dapat dikendalikan dengan baik.

Wariga yang digunakan sebagai hari lahir di Bali, sangatlah bermakna mendalam. Karena masih mengandung kesakralan, yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan upacara khususnya Manusa Yadnya untuk kelahiran individu.

Wariga yang digunakan di sini adalah Tenung Pewatekan Wewaran, serta penggunaan Pelelintangan untuk mendapatkan kecendrungan sakit seseorang berdasarkan kelahirannya.

Wewaran itu adalah dwi wara, tri wara, catur wara, panca wara, sad wara, sapta wara, asta wara, sanga wara, dasa wara.

Pelelintangan yang digunakan adalah pelelintangan sasih.

Diagnosa berdasarkan Wewaran

Dwi Wara : 

Menga : Senang bersosialisasi-Ekstrovert, rentan lupa diri.

Pepet :Pepet, orangnya tertutup, lebih introvert, memendam sehingga rentan menyerang mentalnya. (Wardana,2024)

Tri Wara :

Pasah : untuk urusan usada pengobatan, pasien yang datang tidak mendapatkan kesembuhan

Beteng : Cocok untuk mengobati pasien yang datang.

Kajeng : Baik sekali untuk membuat wasiat, jimat, sesikepan, atau barang bertuah tertentu (Suarioka, 2021)

Catur Wara :

Shri : Karakter yang bersih dan suka kedamaian.

Laba : Karakter baik hati, rajin, tau kesusilaan.

Jaya : Keras kepala, idealis, terkadang iri, suka berkompetisi.

Mandala : Suka bersenang-senang, kurang cerdas. (Wardana, 2024)

Diagnosa berdasarkan Wewaran

Panca Wara :

Umanis : kecendrungan sakit wilayah perut dan mata.

Pahing : kecendungan sakit di ulu hati, perut, dan lambung

Pon : kecendrungan sakit kaki, organ dalam, dan sakit mental

Wage: kecendrungan sakit perut, pinggang, tulang, panas tinggi dan menggigil.

Kliwon : Kulit, limpa, mata rabun, lumpuh (Suariloka, 2021)

Sad Wara :

Tungleh : Organ dalam                 * Paniron : perut, organ dalam, kelamin    

Aryang : Organ Pencernaan                     * Was : telinga, mata, hidung

Urukung : Batuk, kulit lumpuh    * Maulu : limpa, mata (Suariloka,2021)

Sapta Wara :

Redite : Panas tinggi, vertigo, bingung

Soma : Ilmu hitam, persendian, jantung

Anggara : Kulit, tulang, perut, batuk

Buddha : Mimpi buruk, gangguan mahluk halus, ilmu hitam

Wraspati : Jantung, herpes, pencernaan, susah bernafas

Sukra : mata pusar, perut, tangan.

Saniscara : kulit, tubuh bagian kiri, pendarahan, telinga menggigil.

Asta Wara (Psikologis dan Pewatekan):

Shri : Niat baik, sejahtera, tidak kekurangan                   * Rudra : Sering Marah, sering sakit

Indra : Niat tersembunyi, berpangkat.                             * Brahma : Sering marah tidak suka diejek

Guru : Niat tulus,empati                                      * Kala: Serakah sering buat orang sedih

Yama : Niat tidak baik, sering buat sedih orang lain                   * Uma : pendiam, sering iri, tau firasat.

Sanga Wara :

Dangu : pinggang                         *Nohan: di dada                     * Urungan: Hati

Jangur : Persendian Tulang          *Ogan : bingung dan kepala   * Tulus : organ dalam

Gigis : Sakit kepala                       *Erangan : Hati                       * Dadi : jantung

Dasa Wara (Pewateken Psikologi)

Pandita : Senang kebersihan, cerdas                    * Manuh : Pendiam, gampang percaya orang

Pati: Sering kesusahan                                          * Manusa : Sering bersedih

Suka : Bersyukur dan mendapatkan Bahagia      * Raja : cerdas senang mengobrol

Duka : Sering sedih                                              * Dewa : Berwibawa dan cerdas.

Sri : Suka menolong dan cinta kasih                    * Raksasa : Kurang cerdas, serakah, sembrono

Pranata Mangsa

Diagnosa Penyakit
Berdasarkan Tenung Pelelintangan

Diagnosa berdasarkan Buku Pelelintangan Tenung Pranata Mangsa Warih Mula Keto oleh Jero Mangku Yasa:

Lahir di Mangsa Kasa (23 Juni-2 Agustus) :

Keadaan fisiknya umumnya memiliki postur tubuh bulat, raut wajah bulat, dahi lebar yang menunjukkan kecerdasannya,mata bening dan lebar, jari jemari lentik.

Kesehatan anak-anak: kecendrungan terserang batuk, sakit perut, mengarah ke liver.

Masa remaja psikologis penolong sesama, empati, tenang, mudah mendapat teman, tetapi cepat terpengaruh lingkungan.

Kesehatan saat dewasa ada kecendrungan memiliki ganggguan bagian dada serta perut.

Penting sekali untuk olah raga pernafasan, mengatur makan, gizi serta keteraturan.

Lahir di Mangsa Karo (3 Agustus- 25 Agustus)

Keadaan fisiknya tegap, tinggi besar, bahu bidang, tangan kaki yang kuat. Kepala cendrung bulat telur. Kurus namun tetap tegap, bibir sedikit lebih tebal.

Keadaan anak-anak ada kecendrungan keras, dan berani, percaya diri bahkan berlebih. Sehingga malah bisa terlibat perkelahian yang menyebabkan luka di bagian tubuh, cakra dasarnya sangat dipengaruhi tabiatnya.

Masa remaja tergantung perkembangan di masa kanak-kanak, sehingga ketika terlalu keras dan suka menantang  orang-orang, bisa memengaruhi Kesehatan tubuh fisiknya, termasuk Ketika mendendam akan membawa pada sakit mental.

Kesehatan secara keseluruhan kecendrungan sering merasakan kepala pusing dan tulang nyeri-nyeri, atau juga Kesehatan jantung

Diagnosa Penyakit
Berdasarkan Tenung Pelelintangan

Diagnosa berdasarkan Buku Pelelintangan Tenung Pranata Mangsa Warih Mula Keto oleh Jero Mangku Yasa:

Mangsa Ketiga (26 Agustus-18 September) :

Keadaan fisiknya langsing, tinggi sedang, kepala agak bulat, mata kecil tap berbinar, kaki kuat , jari jemari lentik, dagu lancip.

Keadaan anak-anak peka terhadap sekitarnya, namun terkadang ragu serta pemalu, suka memendam bisa mempengaruhi mental Ketika tidak ada orang untuk berbagi.

Keadaan remaja pemalu dan takut membuat kesalahan, senang kedamaian, suka pula untuk naik gunung dengan kekuatan kakinya, sehingga mempengaruhi kualitas dirinya di Kesehatan paru-paru. Cakra dasarnya kuat karena aktivitasnya.

Kesehatan secara keseluruhan kuat untuk Kesehatan paru-parunya, namun juga rentan pada Kesehatan paru-paru Ketika kurang beraktivitas, dan sakit dada. Reumatik lengan dan jari tangan, liver maag, atau juga sukar tidur.

Mangsa Kapat (19 September-13 Oktober :

Keadaan fisik tubuh atletis, ramping berisi, wajah bulat, bola mata bersinar, bibir tipis. Lesung pipit, murah senyum, suara merdu, tangan kaki indah cocok sebagai penari.

Masa kanak-kanak tidak suka dengar suara keras, tapi cerdas pintar, menolong sesama, sudah bisa memilih kesukaan diri, dan juga memilih makanan, jadi cendrung tidak selera makan.

Masa remaja suka menyendiri, mood swing, tidak senang pada hal ribut atau keras.

Kesehatan secara menyeluruh, sering terkena panas dalam, yang mempengaruhi Kesehatan lambung, mulut, dan tenggorokan, selayaknya bisa untuk mengontrol makanan yang masuk, serta tidak terlalu pilih-pilih makanan.

Diagnosa Penyakit
Berdasarkan Tenung Pelelintangan

Diagnosa berdasarkan Buku Pelelintangan Tenung Pranata Mangsa Warih Mula Keto oleh Jero Mangku Yasa:

Mangsa Kalima (14 Oktober-9 November )

Keadaan fisik secara umum untuk Wanita cantik dengan tubuh serasi, untuk pria ganteng, tubuh serasi, leher agak besar, tangan berotot. Tegap dan gagah, dahi lebar, terkadang rambut sering rontok sehingga menjadi botak, lubang hidup besar, bibir agak tebal, dan mulut lebar

Masa kecil agak rewel, cerewet dan minta lebih banyak dari yang semestinya, royal.

Remaja sering tersinggung, cemburu, dan kurang berterus terang, menyimpan rahasia, mudah naik darah sehingga mempengaruhi organ-organ di cakra anahata serta cakra wisadha karena terlalu cerewet dan rewel.

Kecendrungan sakitnya untuk pria adalah di reumatik, ginjal, jantung, kencing manis, dan sakit kelamin. Dan untuk Wanita adalah di cakra sacralnya yaitu keputihan, dan gangguan Rahim

Mangsa Kanem (10 November-22 Desember)

Keadaan fisik secara umum serasi menarik, tinggi sedang, rambut hitam tebal, mata bulat, gigi teratur, hidung mancung.

Masa kanak-kanak tipe kepribadiannya sangat peduli keadilan dan kejujuran, kuat mental, namun agak sombong dan takabur. Berkembang di sisi Cakra Wisudhanya

Masa remaja setia kepada prinsip, dan tekun dalam pekerjaan, hidupnya teratur. Berkembang dengan baik cakra perut begitu pula cakra wisudha nya.

Kesehatan secara keseluruhan fisik yang perlu dikembangkan dipelihara dengan berolah raga, agar tidak cepat sakit. Tenggorokan, Paru-paru, telinga, perut, tulang punggung, sakit gigi, reumatik

Diagnosa Penyakit
Berdasarkan Tenung Pelelintangan

Diagnosa berdasarkan Buku Pelelintangan Tenung Pranata Mangsa Warih Mula Keto oleh Jero Mangku Yasa:

Mangsa Kapitu (23 Desember-3 Februari) :

Keadaan fisik, tubuh kurus dan tinggi, dada bidang agak tipis, wajah persegi, dagu Panjang, rambut tebal kaku, leher Panjang , mata bulat.

Keadaan anak-anak orang yang berempati pada lingkungan, dan penyakit yang menyerang lebih sering adalah panas dingin, influenza, batuk atau radang tenggorokan.

Masa remaja terkadang pemalu, namun giat bekerja, dan jujur. Akan tetapi cenderung ragu-ragu sehingga ini memengaruhi keadaan cakra wisudhanya, termasuk cakra ajnanya. Dan malas bergerak atau berolahraga.

Keadaan Kesehatan secara umum, ada kecendrungan mengalami sakti panas dalam, influenza, tenggorokan amandel, kulit, reumatik, jantung, pencernaan, pinggang.

Mangsa Kawulu (4/5 Pebruari-1 Maret)

Keadaan fisik tampan/cantik, postur tubuh sedang, dahi lebar persegi, hidup mancung, mata bulat, daun telinga lebar, bibir manis Ketika tersenyum.

Keadaan anak-anak suka menolong, pandai berbicara, gampang bergaul, namun lebih cepat dewasa dari yang lainnya, sehingga perlu kontrol dari orang tua.

Keadaan remaja mengutamakan perasaan dari pada pikirannya, sehingga bisa mudah dimanfaatkan. Kelemahan  atau sakitnya adalah di tulang belakang dan di mata.

Keadaan Kesehatan secara keseluruhan cenderung memiliki sakit influenza dan batuk, lalu Ketika terlalu masuk pada wilayah perasaan, maka bisa memengaruhi keseimbangan cakra anahatanya, serta kepercayaan dirinya. Gangguan yang terjadi bisa di daerah punggung mata, syarafm jantung, pusing berkepanjangan dan peredaran darah.

Diagnosa Penyakit
Berdasarkan Tenung Pelelintangan

Diagnosa berdasarkan Buku Pelelintangan Tenung Pranata Mangsa Warih Mula Keto oleh Jero Mangku Yasa:

Mangsa Kasanga (2 Maret-26 Maret)  :

Keadaan fisik tubuh gemuk, tidak begitu tinggi, tidak berotot, penampilan tenang berwibawa, wajah sendu, kaki tidak kuat

Masa kanak-kanak sifatnya sosial, senang pada kedamaian, empati, sering mengalah yang terkadang menjadi kelemahannya juga.

Masa remaja terkadang overthinking untuk masa depan, banyak khawatir, sehingga mempengaruhi perkembangan cakra ajnanya, dan agak pemurung, serta cakra anahatanya. Namun senang membantu orang lain, dan ramah.

Kesehatan secara umum adalah perlu memperhatikan Kesehatan paru-parunya, beserta saluran pernafasannya, sakit kulit, gatal bisul, penyakit tulang reumatik,kelemahan di sendi kaki, urat dan pinggul. Perlu berolahraga secara teratur.

Mangsa Kadasa (27 Maret-19 April)

Keadaan fisik gagah ukuran sedang, wajah bulat telur, mata bulat, hidung mancung, alis tebal, tangan kaki berotot, rambut lebat hitam

Masa kanak-kanak memiliki watak keras dan tidak mau mengalah, bandel, berpengaruh cakra dasarnya termasuk cakra perutnya.

Masa muda mudah marah, tegas dan disiplin, selalu optimis, sehingga cakra manipura berkembang sebagai ambisinya, berpengaruh dengan Kesehatan perutnya juga.

Keadaan Kesehatan sedikit banyak terkena influenza, dan berpengaruh di wilayah perut,lambung, syaraf tangan, atau di jantungnya, ginjal serta mata, cakra anahata berpengaruh akibat kemarahan yang tidak terkontrol.

Diagnosa Penyakit
Berdasarkan Tenung Pelelintangan

Diagnosa berdasarkan Buku Pelelintangan Tenung Pranata Mangsa Warih Mula Keto oleh Jero Mangku Yasa:

Mangsa Jiyestha (20 April-12 Mei) 

Keadaan fisik tampan, postur tubuh menarik, wajah bulat, bibir tipis, alis tebal, termasuk tipe penyabar dan ramah.

Keadaan anak-anak peka terhadap lingkungan, senang menolong, halus tutur kata sehingga terlihat cakra anahata yang berkembang baik. Akan tetapi tidak Ketika lingkungan terikat maka cenderung memberontak. Sering sariawan dan panas dalam

Keadaan remaja daya piker imajinasi berkembang, pengertian dan suka menolong, artinya cakra ajna juga berkembang sangat baik,

Penyakit yang sering menyerang adalah panas dalam, sariawan, sakit leher, penyakit lambung, perlu menjaga jantung dan syarafnya. Dan Kesehatan kandung kencing.

Mangsa Saddha (13 Mei-22 Juni)

Keadaan fisik tubuh tinggi besar, wajah bulat telur licin, mata bulat tajam, bibir tipis alis tebal, Langkah lebar tapi tidak tergesa-gesa.

Keadaan anak-anak rewel dan kurus, sering menderita sakit panas, sering terkena penyakit batuk paru-paru dan batuk. Akibat pengaruh dari gangguan pada cakra anahatanya, lebih ada emosi daripada logikanya.

Keadaan saat remaja gemar membaca, merasa kurang puas, suka merenung sehingga berpengaruh pada cakra ajnanya, sakit kepala dan pikiran serta ketegangan syaraf. Sering susah mengambil keputusan dan bimbang.

Kesehatan secara umum, sakit kepala, batuk, paru-paru. Harus menjaga pikiran agar stabil jiwanya, kelemahanya di otak serta jantung. Harus selalu berolahraga 

Diagnosa Penyakit
Berdasarkan Tenung Wariga

Kesimpulan :

Bahwa manusia memiliki hari kelahiran tertentu dan memiliki pembawaan tertentu atas dirinya dan kesehatannya.

Watak dan sifat seorang manusia sangat mempengaruhi Kesehatan yang ada, dan Ketika ditarik pembahasaan cakra-cakra yang berkembang, maka mampu untuk memperlihatkan bagaiamana kondisi seseorang tersebut,.

Dengan data-data kelahiran yang ada yang disebut sebagai pengaruh Paradigma Nativisime, maka kita dapat memberikan suatu Tindakan yang sesuai dengan kecendrungan atas penyakit yang biasanya diderita melalui:

Tindakan Promotif untuk memberikan penyuluhan mengenai penyakit yang ada.’

Tindakan Preventif Pencegahan penyakit

Kuratif penyembuhan penyakit dengan Tindakan-Tindakan yang memiliki kualifikasi untuk itu dalam ruang tradisional, atau pun pola pikir psikologis klien.

Rehabilitatif pemulihan Kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Aryana Putra I.B. (2006). Tenung Wariga Kunci Ramalan Astrologi Bali Penerbit  Bali Aga.

Jaenudin, Ujam (2012) Psikologi Kepribadian. Penerbit Pustaka Setia Bandung.

Kadjeng, Nyoman (1997). Sarasamuscaya terjemahan dalam Bahasa Indonesia. Penerbit Paramita.

Maswinara, I Wayan (penyadur). 1997. Bhagawadgita (dalam Bahasa Inggris dan Indonesia). Surabaya:Penerbit Paramita

Suarioka, Ida Kade (2012). Penerapan Wariga dalam Ilmu Kesehatan. Seminar sehari Sanggar Gembira Belajar Tonja Denpasar   Utara

Suhardana (2010) Wraspatti Tattwa (Sebagai Filsafat Agama Hindu),Penerbit Paramita.

Wardana, Lingga I.B. (2024) Psikologi Kepribadian dalam Ruang Dharma. Penerbit Kalvatar Tastra Aksara.

Yasa, Jero Mangku (2012) . Tenung Pranata Mangsa. Warih Mula Keto. Seminar Sanggar Gembira Belajar Tonja Denpasar       Utara

Yendra, I Wayan (2015). Tenung Pewacakan Rare. Surabaya Penerbit Paramita.


Eksplorasi konten lain dari Kalvatar Tastra Aksara (DharmaNya Tanpa Batas)

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pengelola Web Kalvatar Tastra Aksara

Ida Bagus Lingga Wardana, S.E, M.Sos., CH.,CHt., CFHPSy

Lulusan Pasca Sarjana S2 ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi, saat ini sedang mengemban pendidikan S3 untuk Ilmu Agama dan Kebudayaan di Unhi

Merupakan Founder dari Penerbit Kalvatar Tastra Aksara, Penerbit buku-buku religi dan spiritualitas.

Serta membuka Konsultasi Psikologi Tarot Reading Kanda Pat Suksma Kalvatar Bali. Dengan Nomor Ijin Praktek,

STPT 570/STPT/0022/IX/DPM-PMTSP 2023

Alamat Jalan Tukad Balian 70x Sidakarya (Sebelah Kedai Magisa)

Kalvatar Tastra Aksara

Jl. Tukad Yeh Aya ruko No.70x blok A2, Panjer, Kec. Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali 80224

https://maps.app.goo.gl/GBnJXoDBh7UMLBRs6

Related posts

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-9735786260076542"
     crossorigin="anonymous"></script>
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-9735786260076542"
     crossorigin="anonymous"></script>

Eksplorasi konten lain dari Kalvatar Tastra Aksara (DharmaNya Tanpa Batas)

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca