Oleh : I.B. Lingga K. Wardana, Ryandi Pratama, Budi Lana

Kata Pengantar
Salam Kebahagiaan,
Psike dapat dikatakan sebagai konsepsi jiwa pada manusia. Jiwa yang terkadang menjadi bagian yang terabaikan dalam dunia modernitas ini. Seperti menyerap berbagai efek samping negatif dari perkembangan jaman. Namun apakah kita mengetahui bahwa seluruh kehidupan kita-dikatakan hidup ketika jiwa ini masih berada dalam tubuh? Spirit atau ruang intuitif, cahaya keberpikiran, perasaan terhadap manusia lainnya, dan ambisi ke depan menjadi tipologi psikoanalisa pada pemahaman tentang jiwa. Pengetahuan sains mencoba memahami ini, di mana sebetulnya pengetahuan tentang sang jiwa telah terangkum pada alam bawah sadar kolektif (Wijnana Maya Kosha) dari setiap insan leluhur nusantara.
Itu mungkin yang ingin digali pada buku ini. Bahwa segala konsepsi yang bisa jadi agak kontemporer dan “liar”, namun masih terlihat terukur serta mendefinisikan sesuatu yang lebih besar. Bisa jadi ini adalah sebuah arah menunjuk jalan jiwa manusia ke depan, atau bahkan sebuah bagian “pecahan” teori yang bisa diungkap dengan metode-metode yang terbingkai dengan baik pada ranah pengetahuan.
Tiga penulis ini yang bertemu secara kebetulan oleh semesta sebagai sang dalang, bisa membawa sedikit pesat-pesan tertentu dalam membahas, membagi, menguak suatu pemaknaan jiwa pada perspektif spiritualitas. Gus Lingga, Ryandi, dan Budi Lana adalah bagian dari petualang, pendaki, penelisik semesta yang sepertinya senang “terbang, berenang, bersorai” pada semesta di dalam diri. Ini Sebuah etnografi tentang perjalanan itu di dalam diri, atau suatu catatan interpretasi hermeneutik simbolik tentang “sang sangkan paran”. Dan akhir kata, semoga ruang kenan ada dalam sang manah (pikiran), ruang dahaga buddhi (rasa) tersegarkan, cahaya intuisi (citta) terungkapkan. Sekedar memberi asupan ahamkara diri, dengan tetap berpegang pada sang diri sebagai abdi semesta yang dharmika.



Tinggalkan komentar