RSS

Arsip Tag: sirna kertha ning bumi

Panca satya jalan terpilih untuk Kertha Yuga..

Om sembah hning hring swarga rahsa..
Om sembah hring hning lelata jnana..
Om rahayu shanti satyam evam jahyatam..

Swastyastu
Satyam eva jayate..

Dalam menuju suatu idealitas sebagai manusia yang beradab dan adil, tentunya ada jalan atau pemahaman tentang sebuah bahasa manusia ideal itu sendiri..Seperti pula bahasan yg mengungkap informasi rasa untuk berusaha menjalani hidup dengan prinsip-prinsip kebenaran (baca:dharma). Hal ini adalah sebagai cermin diri untuk bisa mengarungi bahtera kehidupan dgn cara yg penuh kewibawaan dan keberanian jiwa untuk jua menolong diri dan juga sesamanya..Yang terlahirkan sebagai rahmat dan anak-anak bangsa..

Seperti jua dapat dilihat sebagai konsep mendetail dari sebuah kepemimpinan yang agung, yaitu astabrata yg dapati dilihat pada link berikut :
https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/12/06/dewa-yang-memanusiakan-dirinya-konsep-astabrata/

Maksudnya adalah bahwa untuk menuju idealnya manusia purusha yg mampu mnjadi pemimpin di mana saja, dri terkecil hingga memimpin sebuah organisasi yg besar, maka itu menuju pada sebuah keniscayaan dan disiplin diri jiwa..

Konsep susila sebagai sebuah praktek atas plaksanaan dharma itu sendiri, mrupakan sebuah etika yg berprinsip memiliki idealitas dan berani mnghadapi tantangan jaman yg kali ini..Pada dasarnya itu tidak lepas dari jiwa2 ksatria yg mau membela dan mampu melaksanakan serta berani untuk menegakkan ajaran dharma itu sendiri..

Yg pertama adalah satu dari bagian panca yama brata yaitu satya..Satya sendiri berarti sebuah kesetiaan, sebuah loyalitas, sebagai pengabih Sang Hyang Dharma itu sendiri…
Patut disadari bahwa saat ini dkatakan sebagai jaman yg kali, namun ada sebuah persepsi serta pengandika oleh Ida Alm (sugra titiang) Pedanda Made Gunung, bahwa untuk menuju jaman baru, hendaknya manusia bisa menentukan pilihan2 ke jaman apa ia layak berada.. 

Pada masa atau persepsi Kertha maka tapa adalah yg utama, dimana tidak adanya sebuah rasa benci, dan akhirnya tiada kata lara, tentu menuju pada sunia kesuniaan yg membahagiakan..

Pada masa atau persepsi dari Traita Yuga adalah ketika jnana lah yg utama, hal ini diperlukan untuk menambah sebuah wawasan dan penenggelaman diri menuju pada pengethuan yg membebaskan..

Pada persepsi dri Dwapara Yuga, maka yadnya upacara adlah hal yg utama, keberpikiran bahwa setelah melangsungkan yadnya, maka terbebaslah ia dari kewajiban, namun ktika memahami jnananya tentu akan sangat mulia..

Persepsi kaliyuga adalah dimana semua terjebak pada pencarian Dana, tentunya ini tidak bisa dilepaskan namun dasar utama pada keiklasan serta jnana dalam yadnya adalah aebuah pembebasan pula..

Untuk satya maka adalah sebuah kesetiaan sebuah laku sebuah pembiasaan yg juga kebiasaan dalam memaparkan kecintaan terhadap budhi dharma itu sendiri..Tentunya disebutkan pula manusia hadir kdunia akan selalu diberikan berbagai pilihan2 untuk menapaki jalan menuju pembebasan..Jalan itu sudah hadir, ktika manusia lahir ke dunka dgn membawa bekal tri guna (satwik rajas tamas) yg seimbang, maka persiapkanlah diri pada gejolak Maya tersebut..

Cek juga..

https://linggahindusblog.wordpress.com/2015/02/15/tiga-maya-guna-beserta-hubungannya-dgn-cakra-cakra/
Pentingnya satya adlah sebagai jalan pembebasan dan tentu memberikan petunjuk untuk menuju menjadi insan yg berpersepsi Kertha Yoga…Maka swadarma dan satya adalah sebuah kebaikan atas idealitas diri itu sendiri..

Dalam hal ini satya adalah terbagi menjadi lima..

Panca Satya
1. SATYa wacana..yaitu setia pada kata kata..terutama kata2 yg berlandaskan dharma..berlandaskan kebenaran…dalam hal ini adalah sattwika wacika Guna..

2.Satya  hredaya..jujur pada diri sendiri, yang berarti jujur mengakui bahwa diri adalah manusia yg sedang hidup dan belajar menuju laksana pembebasan itu sendiri..Dan mngthui bahwa yg salah adalah salah dalam kedharmaan serta kewajiban..

3.Satya Laksana..Setia akan perbuatan yg artinya setia dalam mempertanggung jawabkan apa yg telah dilaksanan, dan tidak lari dari tanggung jawab itu sendiri..

4.Satya mitra..Setia kepada kawan sahabat yg telah hadir membantu, menemani, dan memberikan pengaruh positif serta pembelajaran hidup..

5.Satya Semara..jujur terhadap janji, bahwa dalam berjanji akan sesuatu hendaknya dilaksanakan, dan pada akhrinya mnjadi sesuatu penghargaan bagi orang lain..

Satya adalah sbuah konsep yg sangat penting, simpel namun sepertinya sulit untuk dilaksanakan, dan mungkin saja ini terjadi karena persepsi kali yoga (sya menyebut yoga, krna menjdi persepsi saja).. Dimana semua seakan tunduk akan Dana itu sendiri, dan atau masuk ke Dwapara Yoga yg mengarah pada yadnya akan tetapi bisa mengerdilkan makna jnana Yadnya tersebut..(rajasik tamasik yadnya)..Dalam persepsi Traita Yoga maka jnana yg utama, namun tentu jnana tanpa budhi akan seperti lupa menginjakkan diri di bumi serta sembari merenungi akan ketapaan itu sendiri.. Pada akhirnya stya dalam menuju kertha yoga adalah sebuah jalan dimana pembelajaraan diri bahwa untuk menuju itu dilakoni khasanah satya yoga itu sendiri…
Sekedar persepsi..

Gwar..des 2016…

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 18 April 2015 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: