Month: Februari 2013

Edisi Terjajah Episode Kedua (-_-!! (m)..LAwann!!!

LAWAN   !!!!!! Setelah menapaki konteks edisi terjajah pertama, maka hendaknyalah bahwa kita memahami bagaimana ketidaktahuan kita akan keterjajahan bangsa itu sendiri. Seperti telah diketahui dalam dunia ide, ide yang ideal sebagai suatu karakteristik dan identitas dari Bangsa Indonesia (nusantara) itu sendiri, maka sampailah kita ke hadapan kontradiksi yang jelas

..Kafir, Nastika, Carwaka-Hedonism, Atheism, Agnotism-Kapitalsim,Sosialism,Nusantaraism..

Mengenal suatu tinjauan akan makna, pemahaman serta keberadaan dari berbagai kata-kata yang menuju pada keekslusfian, dan bahkan suatu kebebrokan atas yang bernama mentalitas, prilaku radikal serta filsafati liar dan  hanya memandang kedogmatisan, kegalauan rahysa, kedunguan, serta keberhalaan dunia. Maka dalam paham itu bisa diambil suatu benang merah tersendiri yang membuka

Sekilas Risalah Makna Ekonomi (Artha) dalam Sarasamuscaya..

Kata “Ekonomi” adalah sebuah kata yang mustahil dipisahkan dengan barisan kata Kesejahteraan, Kemakmuran, atau bahkan Kemahardikaan. Namun sebelum mencibir atau berprasangka buruk, akibat maraknya kewenang-wenangan yang berbuat seenak udel bodongnya, ya untuk mensejahterakan, memakmurkan kalangan sendiri, golongan sendiri, atau bahkan diri sendiri. Yang pasti sebuah kemahardikaan sepertinya tiada dirasakan bagi

Mahrifat, Wahdatul Wujud, dan Kamoksan

     Mendengar istilah Mahrifat,  mungkin dikatakan suatu yang asing, namun pada dasarnya adalah sesuatu yang menarik jika didekatkan pada sebuah agama monotheism (islam) sebagai pemilik kata tersebut. Sebuah konsep unik pula tentang arti Manunggaling Kawulo Gusti sebagai sebuah kalimat yang berasal dari istilah “kejawen”. Sebuah kemanunggalan dengan “Gusti”. Tentunya

WordPress.com.