Setelah memiliki penyadaran-penyadaran akan penjajahan, maka untuk beberapa kali perlu diingatkan bahwa bangsa Indonesia telah dijadikan kambing perah di wilayahnya sendiri. Yang dibiarkan mencari dedaunan dan dilepas,lalu nantinya dicari susunya dan disembelih. Bahkan tempe, bawang, atau pun beras dan kebutuhan pokok lainnya yang sejogjanya bisa dikendalikan dan diproduksi sendiri, kewalahan dan mengemis ke negara lain. Seperti sebuah pesawat yang ditukar dengan beras. Terang saja bahwa Indonesia tiada memiliki identitas, tiada memiliki harga diri, dan bertengkar antara satu dengan yang lainnya, di saat negara lain mungkin telah menginjak pada pengaktualan diri sebagai fase terakhir piramida Maslow.

Korupsi dan bagaimana ketidaktahumaluan para pejabat dan kepala batu, muka tebal, badak yang mementingkan diri pribadi serta golongan adalah hanya menuju jurang kehancuran bangsa indonesia. Perut-perut buncit dan gembul adalah milik mereka, dan seorang nenek yang berada di bawah jembatan kelaparan dan meninggal dunia menjadi cerminan bahwa pembunuh itu ada di tangan serakah mereka. Sampai kapan? Apa pancasila sudah dilupakan, apa mereka tau pancasila? Mungkin perlu diingatkan pada otak bebal mereka.

Prilaku-prilaku para pemimpin bangsa yang harusnya menjadi panutan, tidak lagi bisa dianggap yang menjadi sesosok orang yang pantas dibanggakan. Kesabaran-kesabaran yang dimiliki oleh rakyat adalah telah pasti terkumpul lalu menjadi bom waktu tersendiri. Apa yang dapat dibanggakan? bahkan rakyat dijadikan kedok kesejahteraan dan dijual sebagai alasan mereka untuk membenarkan keputusan-keputusan mereka yang sasarannya jelas tidak tepat.Bagaimana bisa? Mereka bertugas untuk mensejahterakan rakyat, tapi malah membunuh rakyat secara pelan-pelan dan pasti. Pernah kah melihat pejabat yang tidak sejahtera? Padahal rakyat yang memerintah dan berkuasa.

Pancasila teryakini akan abadi dan tak pernah pudar. Walaupun sayap2nya masih terkoyak, toh pula nantinya akan sembuh dan menerkam semua serta terbang tinggi ke angkasa. Sebelumnya mari dilihat sila ketiga yang bermakna “Persatuan Indonesia”.

3. Persatuan Indonesia

  • Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Jelas sudah bahwa para pejabat adalah pribadi yang tidak mementingkan keselamatan bangsa. Persatuan dan kesatuan pribadi dan golongan yang di utamakan. Salutt..

  • Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  • Sepertinya tidak sanggup mereka para penjajah dan benalu itu, untuk berkorban. Apalagi secara rela, pada saat tidak perlu pun mereka tidak rela.

  • Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  • -Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  • Hanya sepak bola untuk saat ini, oktober 28 oktober yang membuat rasa cinta tanah air meningkat.

  • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  • Ketertiban dunia sudah lupa, ketertiban di negara sendiri saja sudah lemah. Ormas-ormas yang tidak bisa dikendalikan tentu saja menebar racun kekacauan. Bahkan mereka menjadi pelindung bagi nafsu serakah benalu dan parasit bangsa itu.

  • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  • Plural, toleransi dan saling menghargai adalah sampah. Iya sampah bagi mereka yang tidak mendambakan kebersatuan.

  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Nasakom lebih baik bahkan sangat lebih baik daripada menjadi budak kapitalis, liberalis, dan paruh penuh adu domba kolonoalisme.

    Singkat jelas dan tergantung otak untuk kepadatannya. Mulut-mulut mereka sudah patut dibungkam, dipoles oleh aspal panas dengan sedikit cacian bahwa mereka lebih pantas menjadi belatung yang memakan bangkai- bangkai tubuh mereka sendiri.

    Untung masih mengingat bagaimana “sumpah” sebagai seorang pemuda.
    Indonesia.

    Salam gwar 28 okt 2013


Eksplorasi konten lain dari Kalvatar Tastra Aksara (DharmaNya Tanpa Batas)

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Pengelola Web Kalvatar Tastra Aksara

Ida Bagus Lingga Wardana, S.E, M.Sos., CH.,CHt., CFHPSy

Lulusan Pasca Sarjana S2 ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi, saat ini sedang mengemban pendidikan S3 untuk Ilmu Agama dan Kebudayaan di Unhi

Merupakan Founder dari Penerbit Kalvatar Tastra Aksara, Penerbit buku-buku religi dan spiritualitas.

Serta membuka Konsultasi Psikologi Tarot Reading Kanda Pat Suksma Kalvatar Bali. Dengan Nomor Ijin Praktek,

STPT 570/STPT/0022/IX/DPM-PMTSP 2023

Alamat Jalan Tukad Balian 70x Sidakarya (Sebelah Kedai Magisa)

Kalvatar Tastra Aksara

Jl. Tukad Yeh Aya ruko No.70x blok A2, Panjer, Kec. Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali 80224

https://maps.app.goo.gl/GBnJXoDBh7UMLBRs6

Related posts

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-9735786260076542"
     crossorigin="anonymous"></script>
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-9735786260076542"
     crossorigin="anonymous"></script>

Eksplorasi konten lain dari Kalvatar Tastra Aksara (DharmaNya Tanpa Batas)

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca