RSS

Arsip Bulanan: Oktober 2015

Telaah Cakra Dasar (Root Cakra)

Om Hyang Pertiwi Pujam

Hyang Suci Nirmala Hring Loka Samastha..

Om Tat Sat Ksama Sahampurna ..

Ya namo nama swaha..
image

Cakra Dasar

Dalam pengetahuan tentang cakra, maka dari tujuh cakra utama akan diketahui bahwa cakra yang paling terbawah adalah cakra dasar atau root cakra. Cakra ini berada paling bawah dari ke tujuh cakra dan merupakan cakra yang mengadung konsep “keamanan-kenyamanan-menjadi diri sendiri” cakra.. Cakra yang diwakili dengan warna “Merah” dan juga lambang Bumi (pertiwi) itu sendiri.. Cakra ini juga berhubungan dengan pemahaman duniawi serta cakra yang erat dengan ketahanan (survival) di dunia ini..

Cakra Dasar seperti juga cakra yang lainnya, merupakan cakra yang bisa dalam keadaan tidak seimbang.. Bisa saja cakra ini menjadi terlalu aktif, yang bercirikan sifati ingin menguasai, tidak memikirkan keadaan lingkungan, liar dan bersifat premanisme yg dikarenakan tidak adanya keseimbangan antar cakra yg ada..Energi yg ada menumpuk di cakra dasar yg terjadi krna kurangnya aktivasi di cakra jantung(kasih sayang) ajna(intelektualitas) atau mahkota(spiritualitas) misalnya..Bentuk cakra dasar mnjadi merah sdikit gelap dan padat..Hal ini bagi fisik mengakibatkan sakit daerah tulang ekor dan pegal2 pada bagian perut kebawah
.

Cakra ini ketika tidak aktif (belum aktif) maka akan memberikan rasa tidak percaya diri, rasa ketidaknyamanan dgn lingkungan, paranoid, serta membuat tidak puas akan keadaan diri, canggung.. Sebuah keadaan lingkungan yg menekan, pola asuh yg mmbuat tertekan, kurangnya pembelajaran kasih dan sayang, dan kurangnya hubungan yg erat dgn keilahian adalah jua mmbuat energi baik di cakra dasar tidak mengaktif..Karena daya hidup serta kemampuan untuk survive berasal juga dri keadaan cakra dasar yg mmbuat puas akan diri atau mengamini diri sebagai diri yg berhak dan wajib untuk selalu hidup di jalan yg baik..

Dalam bahwasanya cara yg bisa membantu menyeimbangkan cakra dasar dan yg lainnya adalah:

1. Meditasi grounding yg merupakan cara untuk menyeimbangkan cakra yang ada..Duduk di atas tanah serta tangan kiri menghadap ke bawah serta tangan kanan di atas paha mnghadap ke atas serta jua mlntunkan doa mantram, akan segera menyeimbangkan energi yg bertumpuk sekaligus mengeluarkannya menuju pertiwi sbagai semesta.. Rasa ketidaknyamanan penat lelah akan dibawa melebur menuju pertiwi..Ini bagus dan baik dilakukan setiap hari dan sesuai keperluan, untuk jga menambah rasa kebersatuan dengan semesta itu sendiri..

2. Mudra pertiwi..bisa dilaksanakan dengan tangan kiri menengadah di ke atas di paha kiri saat bermeditasi, kmudian tangan kanan di depan perut dgn menyatukan jempol di jari telunjuk..Duduk diam dengan memperhatikan nafas hirup tahan lepas yg bisa dimaknai dgn ang ung mang (atau jga mntram.serta doa)..Kebersediaan duduk dan memfokuskan pada aliran energiNya yg penuh makna, akan membawa pada kesehatan jiwa rohani serta diri..

3.Mensugesti diri, dimana berulang menyatakan “inilah saya”-“saya berpasrah padaMU”-semoga semesta memberikan saya sbagaimana saya adanya” dibarengi dgn kekuatan mntram yg bisa dilakukan setiap saat..Maka semoga semesta pratiwi akan menjaga sedemikian rupa, dan mengingat diri adalah Bhakta yg tangguh dan berhak serta wajib mendapat dan memberikan kasih sayangNya kpda yg lainnya.

image

Semoga dgn ini ada jalan terang memahami kebaikan kebajikan dan kebijaksanaan menuju manusia yg berbhakti dan bertaksu tangguh sekaligus berkasih..

Salam guswar..
Okt 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Oktober 2015 in doa, filosofi

 

Tag: , , , ,

Sang Shiva dengan Attribut-Nya

Om tryambakam ya ja mahe..
Sugandhim pusthi wardhanam..
Iyarukamiva bandhanat..
Mrtyor muksiyas mamrtat..

Semoga Engkau Sang Penguasa Pralaya, memberikan keselamatan salam mengarungi lautan kehidupan dan kematian..

Om swastyastu..
Shiva adlah Sang Penguasa pralaya yg disimbolkan oleh aksara Mang dalam tri aksara suci.. Dan juga aksara I dan YA dalam dasa Aksara suci dewata nawa sangha..Dalam Tri Murti, Beliau adalah sbagai Sang Pralaya yg disimbolkan sebagai Lingga..Dan di Tri Kona Beliau adlah sang hyang pralina yg mengembalikan seluruhNya kembali ke sunia lokham..
Beliau adalah Sang Raja Marga dlam meditasi AbadiNya, Sang Jnana dlam intelektualitas akal di ajnaNya yg selalu aktif terbuka..Pelindung dunia dan penghancur mala yang tersirat pada rudhraksa dan leher biruNya(thiruu neelam kantam)..
Penghancuran dlam kemarahan terhadap yg durjana dan papa budhi di jaman kali lewat wujudNya sbagai Sang Hyang Rudra serta penguasa Maya yg disimbolkan oleh Durgha Bairawi sbagai kekuatan Kali..
image

Berdasakan Kualitas Hyang Esa pada pengejawantahanNya sebagai Hyang Shiva pralaya, maka dapat ditarik suatu makna simbolisme yang dalam pada wujud manifest Bhatara Shiva tersebut.

1. Chandra bulan sabit..ini berhubungan dengan sebuah kesejukan dan cinta kasih..Dalam mitologinya bhwa Beliau mnyelamtkan Chandra dri kematian, maka itu juga trsimbolkan pada Astabratha bhwa seseorang hrus bisa mmberi kesejukan di setiap wktu hidupnya..Simbol mendamaikan dan bijaksana..

2.Ajna atau mata Ketiga, adalah simbol kebijaksanaan dan juga intelektualitas budhia..untuk mengetahui sesuatu yg lebih mendalam dari yg lainnya..Ajna sbagai simbol intuisi serta pngethuan akan keilahian itu sendiri..serta juga lambang kewaspadaan akan sesuatu yg mengancam kebajikan..

3.Leher biru Shiva..Dalam mitologinya adlah Shiva menelan seluruh racun di sbuah lautan agar bisa menyirnakan mala kesusahan..Ini menyimbolkan bahwa Shiva adlah yg mnhncurkan mala dan sbagai tmpat prlindungan bahaya dan pnguasa karma dan pahala..Terdapat mantram japam “thiruu neelam kantam” yg berarti leher biru SHiva yg diyakini dapat melebur karma dan hingga bisa menikmati karma itu..entah buruk atau baik…

4.Kalung Ular..Ular adlah lambang kekuatan kewaspadaan sekaligus juga lambang Maya Materi serta juga ambisi atau sad ripu..Maka leher berisi ular yg tenang-melambangkan bahwa Ambisi maya materi telah mampu dikuasai dan dikendalikan..Hal ini sesuai konsep raja marga dimana meniadakan kemelakatan duniawi dalam prakteknya agar mampu menuju sunia loka kekosongan itu sndri yg moksah..

5.Trisula adlah lambang kebersadaran, alam bawah sadar, serta keadaan tertidur sbagai sbuah tahapan yg selau berada pada jiwa manusia.. Trisula weda dalam konsep satria pinandita adalah konsep marga yg berisikan karma jnana dan raja marga sebagai Bhakta dri Shiva itu sendiri..Trisula dapat berarti Buddhi Manas Ahamkara yg artinya intelektualtas, impelemtasi, serta ambisi..

6.Rudrakasa adlah lmbang perlindungan dri mala serta maya dunia..Juga merupakan kekuatan ilahiah untuk menjaga diri serta jiwa kebersadaraan menjalani kehidupan lahiriah, rohani, spritualitas..

7.Lambang Kulit Hewan..Artinya adlah kemampuan menaklukkan sifat2 kehewanan dan memerlukan kekuatan power menundukkan musuh diri..

8.Lembu Nandini..adalah lmbang kesucian dan juga kepasrahan keberserahan dri bhakta yg suci..

9.Lambang Drum(perkusi tradisional) adalah mewujudkan kekuatan yg terdrngar dan sirna saat dipukul bertalu-talu yg memperlihatkan konsep penciptaan dan penghancuran yg akan selalu ada di alam materi ini..

image

Dalam atributNya Shiva sangat mnunjukkan power kekuatan, kekuasaan,sekaligus menunjukkan kebijaksanaan, kebajikan-dan keinsafan akan kebersadaraan atas keberadaan jiwa dan ilahiah yg sebetulnya adalah satu sahadja..Ini adlah jalan menuju sebuah kesuniaan yg sejuk damai namun tetap mengandung kekuatan yg mampu menarik seluruhnya kepada sebuah kekosongan kembali..

Swaha shantir shanti sunia pujam..
Rahayu rahayu..
Shantii Om

Salam gwar..
Oktober 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Oktober 2015 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: