RSS

Arsip Bulanan: November 2015

Saraswati Hyang Jnana untuk Mencipta Shanti..

Om hyang saraswati pujam ya namah
Jnana sidhi waskita shanti
Tri lokha rahayu sahadja..Om..

image

Saraswati..
Dewi yg cantik jelita sebagaimana ilmu pengetahuan itu sendiri..Ilmu pengetahuan dalam bahasa jnana yg turun untuk menyelamatkan manusia dari lautan samsara..Lautan kehidupan yg berulang-ulang menuju persatuan.
Kesadaran yg mungkin dianggap angin lalu dan sepele..Dimana mlksanakan pujam akan jnana yg membebaskan, tetapi takluk pada ego ahamkara tamasika yg menarik keterlibatan kesengsaraan itu sendiri..

Jnana sendiri adalah sbuah pengetahuan akan pembebasan..Pembebasan yg menuju keterlepasan akan ikatan duniawi dan keterikatan ketidakbahagiaan yg sesungguhnya saat merasa perlu tapi cukup dan merasa cukup namun tetap mnjdi karmin serta bhakta, maka tidak ada lagi ketakutan..Ketakutan akan ketidakbahagiaan yg sebenarnya telah disirnakan dari kebahagiaan yg telah ada dri kemarin dan kemarin dulu..

Jnana tentu saja adalah jalan membahagiakan yg menuju pada prosea perjalanan mengetahui kebenaran itu sendiri..Kebenaran yg melintasi waktu ruang kala desa, yg pada akhirnya mencapai pada kesadaran shantii..damai pujam di tri lokha ini..Tri lokha yg memperlihatkan kedigjayaan shantii di alam dunia,alam semesta, alam setelah mati..Jnana adalah sungguh pun bagian proses memahami kebenaran yg semata-mata menggapai kedamaian itu sendiri..Ketika itu mencapai kalimat tan hana shantii, sirna kertha hring lokha..maka ajnana itu berarti sebetulnya..

Teringat bahwa waktu kala maya terdiri dari kumpulan2 karma yg berisikan baik buruk dan juga tata susila tattwa yadnya..Dan maya sendiri yg melebarkan sayapnya sebagai IA hyang Yama yg adil mengadili, atau juga sebagai Kubera Indera Chandra yg menyejukkan dgn Keberkahannya..Apakah ini seperti mengada pada citta budhi manah? Atau pada kesadaran dan pikiran yg menyampingkan ahamkara ego??maka itu berada pada karma itu sendiri dalam memahami jnana..Pada akhrinya konsep samastha bhawana shantii langgeng akan menjadi bagian mereka2 yg tidak mengikat diri pada tamasika guna ahamkara..Sesungguhnya jnana itu sudah tertulis pada ananda antahkara sarira suksma atman yg mengungkapkan kebahgiaan tanpa akhir…

Semoga jnana saraswati pujam akan selalu mengada pada setiap sanubari manusia hindu(bali dan dunia)..Bahwa sebuah kemenangan dharma adalah disaat jnana sidhi waskita berasal dari buddhi2 luhur luwih pilihan hyang luhur mampu menjadi penerang dari keadharmaan..

Salam saraswati pujam..
Guswar
Nov 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 November 2015 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , ,

Bagaimanakah negeri tanpa legislatif..

Salam..

Sebenarnya hnya pmbahasan iseng dan mgkin tidak terlalu berguna dan tepat..Namun sebenarnya dunia jga terdiri dari berbagai pola pikir dan konsep2 yg beraneka ragam..Di negara demokrasi ini jga kebebasan berpikir dan bersuara adalah sbuah hak dri setiap masyarakat..

image

Tentu setelah dilihat dari berbagai bahasan-bahasan bahwa kenyataan yg ada TIDAK PERNAH trjadi suatu kepuasaan rakyat sendiri dalam hal perwakilan tersebut..Sungguhpun apakah sebuah negara memerlukan perwakilan dimana tidak ada benar-benar terwakili segala keinginan yg dikehendaki yg diwakili olehnya itu..Partai politik sbagai sebuah tempat pembelajaran, belum mampu mlksanakan tugasnya dgn sebaik2nya..Tugas legislatif yg sesungguhnya sangat berwibawa dan mengayomi masyarakat, hanya menjadi penyamun seperti ular yg mematok untuk kekenyangan diri sendiri.. Apakah ular dipercayai????

Peran legislatif yg diwakili dari partai partai yg dengan senjata lobi2 dagang..Serta keuangan yg maha esa selalu menjadi bagian terpenting dan membenamkan moralitas yang agung..Tentunya pada pembendahraan pancasila butir sila ketiga bahwa kpntingan negara di atas pribadi dan golongan, sungguh sebagai sampah semata..Politik yg notabene sbagai jalur kepemimpinan yg mensejahterakan adalah bagian dewata astabrata yg sangat adil mengayomi menghilangkan dahaga menyejukkan tegas, seakan jadi mimpi mimpi buruk tiada arti..Seperti seorang maling yg jelas2 mencuri, namun malah diagungkan..Ternyata petruk dari dulu jaman baheula selalu jadi raja-raja yg tidak pernah kenyang..

Kembali pada konsep trias politica, maka eksekutif yg dipilih langsung sbagai figur tentu langsung harus bertanggung jawab kpada rakyat..Legislatif yg notabene bertugas menyetujui mengesahkan undang2, hnya mampu sedkit mlksanakan tugasnya kmudian untuk kpntingan hedonisnya sndiri atau golongan..Bahkan meminta minta sprti begal dan jarang masuk sekolah, mending sya memilih anjing yg setia kpada tuannya dripada legislatif ini..

Memilihnya pun sudah cukup bnyak mnghabiskan materi dan harta..Menyuap sini menyuap itu agar bisa menjadi begal..Aneh dan ajaib menuju kepemimpinan untuk menjadi begal..(begal saja dibakar)..Apakah ada jalan kluar yg benar untuk memperbaiki ini??

Apa guna legislatif pusat??apakah tidak bisa hnya sedikit sja yg mnjadi dewan??tentu ada DPD yg mewakili daerah..dan daerah telah ada DPRD yg bisa disempitkan..Yang artinya kader pemimpin yg benar mumpuni saja yg masuk, atau bisa tidak perlu ada..Toh rakyat yg diwakili juga tidak didengar..Tidak diperhatikan sedemikian rupa, bisa melihat perwakilan media yg memang banyak..tentunya keletihan memang suatu hal yg wajib disandang untuk menumpu rakyat sendiri..Kenyataannya malah rakyat yg ditinggal di belakang..Apa gunanya??????

Tentunya perlu dicari bagaimana konsep yg baik dalam menjaring sbuah perwakilan yg ada..banyaknya perwakilan sungguh pun belum brada di konsep ideal..sesungguhnya mereka yg mengontrol pemerintah..namun siapa yg mnngotrol mereka??dan ada konsep tentang independen bukan partai..apakah partai bisa bersih..dan pondasi itu bisa terbangun dri sbuah kejujuran dan bukan materi belaka?

Seorang pmimpin dewan pun adalahbseseorang yg pasti sering turun bersama rakyatnya..Kalau cuma turun pada saat pemilihan, itu oportunis..Dan dalambl konsep sila butirnya adalah gotong royong dan mengayomi tepo seliro..tentunya pemimpin adalah seseorang yg moralnya paling baik dan.juga cerdas..bukan pinter tapi asusila..

Dan akhirnya saat ini yg terjadi adalah rakyat sendiri yg mengadili, yg banyak pada media sosial..Seakan2 medsos adalah senjata dri rakyat itu sendiri, yg mnjadi sbuah senjata yg relevan untuk saat ini..Transparansi tentang siapa dan apa yg menjadi begal maling penyamun serta opini langsung dri rakyat..tentunya memberikan atmosfir bahwa memang keadilan tertinggi adalah di tangan rakyat..Seperti sebuah senjata revolusi yg bergerak secara otomatis menuju suatu musuh tertentu..Dan ktika ini adalah sbuah jalan pengadilan, serta sumbangsih rakyat bela negara kpada bangsanya yg mngndung sebuah ketulususan,,,Maka siapa yg terwakili oleh legislatif saat ini???

 

Pada akhirnya Kebenaran akan menang…!!!!
Ketika masih bertnya kebenaran yg mana??
Maka tentu legislatif yg agung akan bisa menjawab..sesuai kehendak dirinya dan golongannya..

Salam guswar..
Nov 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 November 2015 in filosofi, pancasila

 

Tag: , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: