RSS

Arsip Bulanan: Februari 2017

Susila panca yama/nyama bratha dari Nitisastra

Susila panca yama/nyama bratha dari Nitisastra

Om hyang jnana sidhi..dharmaning  sang buddhi siki..sinampura mangda polih amrtam…papa i dewek mapujam..

 

Begitu banyak lontar, kekawin, tattwa, dan peninggalan tulisan2 dri para leluhur yg luwih..Yang mampu memberikan pedoman serta gambaran2 tentang bagaimana melaksana hidup di tubuh manusia ini..Yang selalu diingatkan untuk tetap “eling” akan keberadaan IA hyang maha budhi hyang Widhi Wasa..Salah satunya adalah kitab yg dinilai sbagai kitab untuk sang pemimpin..Kekawin Niti Sastra..adalah dikatakan brasal dri Rsi Canakya atau Kautilya India pada kerajaan Magada, kemudian digubah di nusantara yaitu jawa kuna dalam bentuk kekawin nitisastra..Penggubahnya belum diketahui pasti, namun yg bnyak yg mengagumi kekawin ini..
Isinya brisikan ajaran kepemimpinan, namun secara mendalam berisikan banyak moralitas, serta etika untuk pengembangan diri..Sehingga bagaimana memaknai sang budhi dalam keseharian itu sendiri..Tentunya sebhah kebahagiaan ktika diri mampu memaknai kesusilaan dalam hidup yg sekejap ini…

Leksikon etika susila yg umum diketahui adalah panca yama brata dan jga panca nyama bratha..Sejatinya adalah suatu kumpulan konsep untuk menganalisa diri, serta jua memperbaiki diri itu sndiri, sbagai batas dalam berprilaku..Sloka2 yg ada dalam setiap lontar atau kekawin, tentunya brisikan siratan makna dalam berpedoman pada hidup in..Berkenaan dengan itu, ke depannya tentu akan banyak perkembangan untuk menelaah berbagai kitab, kekawin, lontar dri nusantara itu sendiri dalam memahami konsep susila dan penerapannya sbagai manfaat pada khidupan sehari-hari..

Pertama salah satu pemahaman dalam bersusila adalah melaksanakan Panca Yama Brata..Yang secara makna berartikan lima macam pengendalian diri manusia dalam prilaku untuk taat dan disiplin dalam kebajikan..

1. Ahimsa yaitu tanpa kekerasan, melakukan sesuatu dgn rasa cinta dan kasih dan meniadakan unsur kekerasa pada mahluk tnpa sebab2 tertentu..Ibarat org durjana yg berbahaya dan bisa membunuh sewaktu2..

Sargah II-9 nitisastra..

Maksika sirsa tendasika wisyanika tan hana len.. Mreccika pucca buntutika wisya katinengetaken..Sarpa ri danta rakwa wisa huntunika taya waneh..Durjana sarwa sadhinika wisya mamepek ring awak…

Artinya : bahwa kumbang memiliki bisa di kepala, hanya di kepala..Kalajengking di ekornya berisi bisa dan disembuyikan di belakang ekornya, Ular tentu di giginya, tidak di tmpat lain..Akan tetapi manusia yg durjana jahat, diseluruh tubuh anggota badan dan sendi2nya dipenuhi bisa..

Pemaknaan ini menyebutkan bahwa manusia yg jahat durjana akan mudah mlksanakan himsa karma, yang bahkan lebih berbahaya dari binatang berbisa..Keadharmaan akan tidak membawa kebahagiaan baik di dunia maupun setelah kematian..

2.Brahmacarya…

Artinya adalah mencari ilmu pengetahuan..Ilmu pengethuan adalah dasar, agar manusia bisa menjadi manusia yg bermanfaat untuk kemajuan peradaban manusia itu sendiri..Pengetahuan adalah juga jalan pembebasan mnuju jnana yg sidhi..Dalam niti sastra disebutkan sebagai berikut:

Sargah II-7..

Hemani sang manukti dumadak tika tan ana guna..Yowana rupawan kula wisala tika pada hana..Denika tanpa sastra ran ateja wadana makucem..Lwir sekaring sami murub abang tan hana wanginika…

Artinya : sangat disayangkan, jika org yg kaya tapi tak disangkanya bodoh dan tidak berilmu. Meskipun masih muda, rupawan dan berasal dari keluarga penguasa tetapi tidak berilmu,tentu kusam dan tiada bersinar, seperti kapuk hutan, merah merang tapi tidak berbau harum..

Begitulah mereka yg tidak berilmu, walaupun dalam keadaan yg rupawan, berharta, dan anak penguasa, tetap saja bahwa ia tidak berwibawa dan dihargai, maka ilmu adalah sesuatu yg penting yg melindungi seseorang dalam jalan dharma pada khidupannya..(sarasamuscya)..

3. Satya ..Yang berarti setia kepada janji, ucap, kewajiban dalam kehidupannya.. Disebutkan mereka yg ingkar pada janji itu tidak layak dianggap sebagai manusia yg berbudhi..Seperti dalam nitisastra disebutkan ..

Sargah I-8..

Yan ring paksi tinucca kaka hinaran papatmaka ng candala. Ring sarwamrega gardabheka hinaran tuccatmaka ng candala..Ring buddhiki, tinucca candala si kopangde hilangning ksama, ring durmitta cinandaleng jana kador tang candala trinucap..

Artinya : diantara burung, maka gagak yg paling hina dan buruk hatinya..Di binatang kaki empat, keledai dianggap nista..Tentang watak, maka suka murka adalah yg dianggap rendah tak kenal belas kasih..Yang terendah melebihi ketiga hal tersebut, ialah org yg tidak menepati janji pada sahabat..

Maka sebuah kesetiaan adalah hal yg sangat berharga, sebagaimana dalam hindu disebutkan lima macam satya, panca satya..Yaitu satya mitra, satya semaya, satya hredaya, satya laksana, satya wacana..

Untuk jelasnya bisa dilihat pada link brikut:

https://linggahindusblog.wordpress.com/2015/04/18/panca-satya-jalan-terpilih-untuk-kertha-yuga/
4. Awyawaharika..yang berarti hidup tidak terikat pada keduniawian, sederhana dan cinta kedamaian..bersahaja…Dalam niti sastra disebutkan pula konsep awyawaharikam dalam sargah berikut:

Sargah III-3..

Anitya tikanang hurip mwam i wayah kasugihan atilat nda tan sthiti..Ikang surata sanggameka kadi langgeng apuhara wiyoga lana..Adharma kalawan sudharma guna muda wedi wedi kasuran utama..Sadharda hananing sarira tumuwuh tekani pati manut nda tan hilang..

Artinya : Hidup ini tidak kekal, usia muda dan kekayaan hanya akan meninggalkan kita, dan tidaklah abadi..Adapun kenikmatan saat bersenggama seakan2 terasa kekal, namun kenyataannya masih bisa berakhir dgn penceraian..Kehidupan yg rusak dan tertata baik, kepandaian dan kebodohan, ketakutan yg amat sangat dan keberanian yg tiada bandingnya, semua selalu berdampingan dalam diri manusia, tumbuh dalam diri hingga maut menjemput, dan itulah yg tidak akan hilang…

Maka sejatinya tidak ada yg sejati di dunia ini dan pasti akan sirna, yg seharusnya dibawa mati adalah pahala baik agar mnjadi jalan di dkhidupan setelah mati, dan bahkan memberi manfaat di dunia nyata ini..

5.Asteya yaitu tidak mencuri..

Dalam.niti sastra disebutkan sbagai berikut:

Sargah XV-6

Mwang wadwa tinggalakena pwa tekap narendra..Kopa pragalba tuwi tan hana mardhawanya..Nityeki lalana taman hana matra denya..Sakteng pirak kanaka ngisti dhana pwa tansah..

Artinya : hamba yg harus dilepas raha, yaitu mereka yg suka marah, terlampui beranu serta tak kenal rasa halus, yg suka menuruti hawa nafsu dgn tiada batasnya..Dan yg terlalu suka uang dan emas menghasratkan kekayaan..

Dalam hal ini sebuah sikap Lobha ripu adalah yg membuat seseorang mencuri, krna ingin kekayaan dan berlebihan tidak sederhada dan suka pada kemewahan..Hal ini yg akan menjadi pengganjal hidupnya kelak, baik dalam lingkungan keluarga, kerja, pemerintahan, perkawanan, bisnis dan semuanya..

Itu adalah konsep susila dalam Panca Yama Brata..berdasarkan prilaku keseharian..Maka ada selanjutnya Panca Nyama Brata yg berarti lima macam pengendalian diri dari dalam untuk melksanakan ketaatan dan disiplin memperbaiki diri..

Isi dari Panca Nyama Brata adalah sebagai berikut :

1. Akrodha artinya tidak marah atau mampu mengendalikan emosi agar diri tidak mengeluarkan amarah yg berlebihan..Dalam nitisastra disebutkan sebagai berikut:

Sargah II-13..

Hawya maninda ring dwija darindra dumadak atemu, ..Sastra tininda denira kapataka tinemu magong..Yan kita ninda ring guru patinta maparek atemu. lwirnika wangsa patra tumibeng watu remek apasah..

Artinya :janganlah mencela pandita pemuka agama, perbuatan itu mendatangkan penderitaan bagimu, Jika mencela buku suci, mendapatkan kamu sengsara di neraka..Jika mencela guru suci maka akan segera kamu menemui ajal..Kesemuanya bagai piring pecah dihempaskan ke batu..

Begitulah bagaimana ketika mulut tak mampu dijaga dan terburu nafsu mengungkap sesuatu yg semestinya bisa disimpan..Kemarahan akan membawa mu pada bencana saja..

2.Guru Susrusca taat pada guru..Guru yg memberikan kita pembelajaran untuk hidup itu sendiri..Untuk bisa survive dan bermanfaat mengisi kehidupan yg singkat ini..Sebagai contoh umum dalam hindu terdiri dari beberapa guru..

Guru rupakam yaitu orang tua, guru pengajian yaitu guru di sekolah atau institusi pendidikan, guru wisesa yaitu pemerintah dan para pemimpin, dan juga guru swadyaya yaitu Tuhan itu sendiri atau guru semesta..Pada salah satu ajaran Sikh, disebutkan bahwa hubungan antar manusia itu sebatas guru dan murid..Kapan seseorang menjadi guru, dan kapan ia menjadi seorang murid, saling memberikan pemahaman dan ajaran satu sama laiannya..Pawongan yg harmonis..

Pada nitisastra maka disebutkan sebagai berikut :

Sargah V-1..

Taki-takining sewaka guna widya..Simara wisaya rwang puluh ing ayusya..Tengah i tuwuh san-wacana gegon-ta..Patilaring atmeng tanu paguroken..

Artinya: Tekunlah berlatih ketika sedang menuntut ilmu.Jika sudah berumah tangga maka bersiaplah untuk memadu cinta..Jika sudah setengah tua, berpeganglah pada ajaran ucapan yg baik..Hanya tentang lepasnya atman dri tubuh ini kita harua berguru..

Maka tahapan2 kehidupan akan sampai pada berguru pada atman, pada sang hyang urip itu sendiri, bahwa seluruhNya ilmuNya jnanaNya, berada pada peti ananda margaNya yg berlapis wicaksana, kejujuran, dan berbudhi pekerti..Guru yg sejati..semesta itu sendiri..

3. Saucam..yaitu kebersihan diri kesucian hati..

Dalam nitisastra menyebutkan sebagai berikut :

Sargah IV.3  .

Hawyagyangaku sura pandita widhagda ri harepani sang mahardika..Sang yodheng rana sora denika satus wilangika sira tosni aang wani..Sakwehing wwang apaksa pandita sahasra pupulakena sora denika..Yekin pandita nama yogya gurun sabhuwana sira tosni sang wiku..

Artinya : janganlah tergesa-gesa mengaku paling berani, suci pandai di muka orang besar yg bijaksana..Barang siapa yg dapat mengalahkan seratus pahlawan, baru dinamakan pahlawan sesungguhnya. Kumpulkanlah seribu org yg terkenal sbagai orang suci, barulah ia boleh disebut suci, Ia patut disebut guru dunia: Ia adalah biku yg terutama..

Maka rendah hatilah dan menjaga diri, bahwa ada langit di atas langit, sejatinya bahwa menyucikan diri dgn merendahkan hati…Tentunya adalah hal yg memberikan ruang kewibawaan itu sendiri..Untuk dapat menjadi seseorang yg bermanfaat..

4.Aharalaghawa..artinya mengendalikan nafsu atas makan-makanan..

Dalam hal ini rakus akan makanan, akan membuat diri terkena penyakit2 yg membahayakan..Tentunya mengendalikan diri untuk makan seperlunya dan membebaskan diri dari keinginan berlebih akan membuat diri lebih sehat..Tentunya makanan dipengruhi juga oleh tri guna..mana satwik rajas tamas, keseimbangan itu dan kebijaksanaan dalam mengambil mana yg perlu adalah kewisesaan tersendiri….Dalam niti sastra ditemukan sebagai berikut :

Sargah II-12

Hawya mamukti sang sujana kasta pisita tilaren..Kasmalaning sarira ripu wahya ri dalem aparek..Lwirnika kasta mangsa musika sregala wiyung ula..Krimi kawat makadinika papahara hilangaken..

Artinya : orang yg baik jgnalah memakan daging yg tidak suci atau kotor dan busuk..Ia harus menjauhi segala hal yg hanya akan mendekatkan kotoran dengan dirinya secara lahir dan batin..Daging yg tidak baik yaitu  daging tikus, anjing, katak, ulat, ulat , cacing, Demikian makanan yg seharusnya dihindari olehnya..

Maka dapat disimpulkan makanan yg tamasik, akan juga membuat diri yg memakannya menimbulkan sifati yg tamasik..Gelap..Karena makanan mempunyai pengaruh besar pada suksma dan stula sariram..Makanan yg satwik akan menuju pada citta budhi..cakra visudha-ajna-sahasraha..Makanan rajas memengaruhi cakra lainnya trgntung dri sifati makanan itu..apa brsifat vayu,apah,teja,pertiwi..dan jga memengarhui amahkara dan manas..unthk berkarma marga..Makanan tamasik yg masih bisa dinikmati, adalah saat berhura2, berpesta..Namun hidup tidak selamanya berpesta krna manusia punya kewajiban..

5. Apramada artinya tidak ingkar pada kewajiban..

Sejatinya kewajiban dri seorang hindu, adalah mengenal tattwa, mengamalkan susila, dan melaksanakan upacara..Dalam hal ini upacada adalah panca yadnya, susila etika adlah tentang mengenal diri budhi yg berlandaskan dharma, serta tattwa mengenal memahami panca sraddha..Ini merupakan hal yg membuat diri mnjdi seorang hindu..Dalam niti sastra disebutkan :

Sarga XI-2

Kramaning dadi wwang ana ring bhuwana pahutanganta ring praja..Ri sirang munindra nguwineh sang atithi gamaneka sambaraman..Athawa muwah swa-pita rahyang amara rena yogya kingkingen..Panahurta ring pitara potraka luputakening yamalaya..

Artinya : manusia di atas dunia ini memiliki kewajiban terhadap sesamanya. Orang suci apalagi tamu wajib diberlakukan dengan hormat..Terlebih lagi kewajiban kepada orang tua kpada org suci, dan para dewata, hrus selalu diingat..Sebagai anak kita berkewajiban melepaskan pitara kita dri kediaman Hyang bhtra Yamadipati..

Maka mreka yg sadar akan kewajivannya, akan melakukan apa yg sehrusnya menjdi tujuan hidupnya itu sendiri..Bersifat dharmaning kstriya mahottama, dharma raksatah bahwa brsikap brsifat ksatriya dalam melaksanakan dharma sbagai pembela penyebar dharma itu sendiri..bahwa sanatana dharma memang benar abadi..

Swaha shanti..suci nirmala ida hyang budhi sidhanta..om

Untuk link lain yg menghubungkan panca yama nyama brata dgn sad ripu klik..

https://linggahindusblog.wordpress.com/2015/03/31/panca-yama-niyama-bratha-pengendali-sad-ripu/

Gwr februari akhir..2017

Sumber : kakawin nitisastra ..teks terjemahan komentar..Miswanto paramita 2015..

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 26 Februari 2017 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: