RSS

Sekilas Sembah-Hyang dan Pemanfaatan “surudan”..

19 Mei

Om jagathanatha swaha pujanatha.. Om ksma sahampurnah sahadja lokhanatha.. Om hyang saraswathanatha jnana japam.. Om jana lokhanatana soham.. 

Bersembah hyang,  makna yg secara sakral berarti menghubungkan batiniah dgn ilahiah dengan berbagai CitraNya,  sebagai hyang mahanatha sunyam, yg akan menyeluruh utuh sebagai samastha secara sekala dan juga niskala-natha.. 

Dalam konsep hindu hal tersebut merupakan kelekatan akan tri kona dan juga tri maya guna.. tri kona yaitu upeti sthtii pralina,  ang ung mang namah penciptaan pemeliharaan (proses)  dan peleburan… 

Dalam memaknai kata sembah-hyang adalah pada konsep bebantenan,  maka sejatinya adlah saat membuat banten,  nues nyait metanding,  itu sudah dalam bntuk sembah-hyang,  krna jnana sidhi ada disitu,  trmasuk jga pncarian pemikiran bahan2Nya.. 

Lalu pada saat menghaturkan ngantebang, maka proses itulah sedang dimulai yg artinya sembah-hyang dengan gerak berjalan naik tangga dan sebagaiNya,  yg akhirnya dihaturkan dgn dupa sbagai agnii upasaksi kpada mayaguna dewathanatha,  ini adalah proses pasupatya sesiapa itu dipersembahkan sbagaimana adaNya.. 

Dan itu bermakna sekali saat persembahan itu dilaksanakan,  kmudiab selanjutNya adalah nyurud dewa hyang merthaning jihwa.. Konsep pengelolaan iu yg penting sbagai nglungsur merta yg ada,  krna semua adalah merthanathaNya sahaja… 

Contoh:

Bunga2 surudan yg ada bisa dibakar dgn itu maka abunya bisa direkatkan di bntuk serta dibri wewangian mnjadi pengasapan,  mertha ning laksmi sedana ada disana jua.. Bekas 2 dupa katik2nya dapat dipryascita (krna sang citta adalah suci adaNya)  dan pada akhirnya bisa dipakai semat…

Lalu yg lain yg telah dilungsur maka ada sisa basi yg tidak sanggup disantap manusia bisa diberikan babi, dan babi menjadi mertha saat disemblih.. Dan jika punya kebun bunga,  hal itu bisa menjadi penyubur ketika ditanam sbagaimana adaNya.. Krna ibu bumi tak mngenal adaNya sampah.. Itu laksmini natha yg bergerak.. 

https://linggahindusblog.wordpress.com/2015/03/24/maya-yg-memasuki-di-sapta-serta-tri-dosha/
Dan bgitulah konsep sattwika guna pafa persembah-hyangan dalam pebantenan.. 

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: