RSS

Pashupati (mematikan sifati hewan)  dalam Konsep Panca Maya Kosha

30 Mei

Om hyang parama kawi sinampura, ledang Ida hyang jnana saraswati,  nenten purun antuk kawikanan kawisesan Ida sang Maha Shakta.. Tinemu bagya shanti, sirna papa rogha lara lan salah pati.. Om.. 

Pashupati,  mengenai konsep yg dijelaskan pada divinitasNya,  maka sbagai bagian bahasa sanskrit adalah pashu dikatakan dimaknai sebagai kata hewan. Dan pati adalah bahasa yg dapat diartikan sebagai mati sirna lebur.. 

Maka dapat dikatakan bahwa pashupati adalah bagian untuk menyomia meleburkan sifat kehewanan yg ada pada maya rajasik tamasik dan membentuk sisi jaya sbagai manusia yg beridep itu sendiri.. 

Dalam hal lain pashupati adalah sbuah konsep dimana manusia (atau sesuatu anima) memiliki sifati maya triguna yg sejatinya adalah bagian yg terlepas sehrusnya dari sang purusha jihwa.. Purusha yg mrupakan bagian kesadaran akan Atman yg slalu aikyam dgn brhman,dan juga kesadaran tentang antahkarana sarira dan jalan ananda wibhuti.. Pencerahan.. 

Mengenai PancaMaya Kosa maka dikatakan bahwa manusia terdiri dari lima unsur,  anna prana mano vijnana dan ananda maya kosa.. Maka berturut adalah badan stula sarira fisik anna maya kosa, badan mental prana maya kosa,  badan pikiran keputusan manomaya kosa,  dan badan vijnana maya kosa badan kebijaksanaan.. Dalam hal ini makanan serta duniawi adalah anna maya kosa, etheris atau badan mental adalah prana maya kosa yg diisikan asupan makanan berupa tapa mantra serta kekuatan untuk menyelsaikan menyesuaikan diri jiwhatman dgn alam prakerti,  kmudian ada mano maya kosa yg diasupi makanan penyerahan iklas kepada Nya untuk menjaga kesucian bermanacika,  serta masuk vijnana maya kosa yg diasupi makanan jnana sidhi itu sendiri.. Yg trhubung dgn atman sbagai kesadaran mutlak tntang kebahagiaan kekal.. 

Tubuh hewan yg tak brisikan idep atau sbuah kebijaksanaan,  hanya trdiri dari anna prana mano maya kosa tanpa vijnana,  krna vijnana adalah ttg jnanaNya yg hanya bisa dibrikan sedikit pngthuan dri sang jnana saraswati ghanapatya brhmika itu sndiri kepada manusia,  maka manusialah yg menjadi penentu semesta.. Semua berada pada kehendak dari mahluk yg bernama manusia,  dan juga manusia saja yg mampu membentuk dunia seperti maunya,  yaitu sebagai replika surga atau malah neraka loka.. 

Dalam semesta terdapat semuanya Maya, sebagai panca maha butha,  baik itu dalam anima dinamisme pada wujud arca dan sebagainya,  tentunya adalah itu mnjdi bagian semesta yg tidak terdapat sesuatu yg “hidup”…Masih menjadi maujud tamasik..lembam diam tanpa makna,  atau jga rajasik yg digunakan sbagai hal2 yg profan,  tanpa sakralitas.. maka dari itu sifati itu akan di”pati”kan mnjdi sattwika yg sakral dan “hidup”..

Manusia adalah mahluk yg memiliki jnana inelektualitas citta buddhi yg dapat membuat manas pikiran terfokus untuk menyirnakan profanitas dri sesuatu itu.. Dalam hal ini dgn tujuan sattwika, maka sesuatu itu mnjdi sakral,  yg nantinya akan terjadi sbuah tugas tanggung jawab antara keduaNya kpada dewata ..Bertaksu dan menjdi keindahan yg sakral dan “pingit”..Rasa si pemasupathi akan berada di itu dmana vijnana maya kosa membuat sang rajas tamas mnjdi sattwika guna.. 

Untuk menjalani ini,  maka suatu pemaknaan atas kebercerahan sang pemasuphati sbagai abdiNya adalah memahami bahwa diriNya adalah manusia yg memiliki panca maya kosa yg berbeda.. Idep yg hadir dalam jnana vjnana maya kosa yg terbedakan dri mahluk lain,  yg hanya terdiri dari mano prana anna dan urip.. Dan dgn ini bhakta itu memiliki juga koneksi atas semesta dan tentunya pada jnana sidhi memerlukan proses yg panjang..Dan krna IA seorang yg telah mematikan pashu dalam diriNya berwisesa segara teja wayu akasa sujud hring pratiwi.. Nuju dharma laksana shantii rahayuu.. 

Om pasupatya puja ya namaha,  metu Iya saking pratiwi panca maha butha,  tinedun hring buddhi citta.. Sang dang hyang jagat parama wisesa sidhi,  ngamolihang katakson hring bhuana,  sarwa prani hitankarah.. Om
Gwar.. Mei akhir 2017

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: