marilah katakan Ia adalah satu sahaja…
maka marilah katakan Ia milik sesuatu sahaja…
dan rebahkan diri pada suatu keseimbangan makna…
dan sikap-sikap cinta melebihkanNya…
terasa bagai suatu kebanggan akan Ia yang hanya sendiri sahaja…
langitan…ayahanda…Ia di atas sana…
bagai para pemberani yang menghendaki kedaulatan atas Ia…
hanyalah satu sahaja di muka dunia…
junjung segalaNya pada suatu laksa…
hancurkan yang lecehkan sang WIRA CHARIta…
penghancuran segala penghancuran…
hmmm harumkan (kah)…IA…
namun sampai kapan pemusnahan bergantung pada suatu pengikut…
dan dogma-dogma pembenaran…
dan di satu sisi…
panthenugraha wacana…
hendaki Ia menghilang bagai suatu rahasia menggenap asa…
dan suatu waktu pembebasan akan merahga jiwa…
bumi…dogma bumi…
di setiap garam2 laut adaNya..
di setiap butir dan bulir air adaNya..
di setiap renyah rampaian pasir adaNya…
di setiap lelaku dan kiasan cerita dunia ada Nya…
maka siapa di atas sana..??
mengapa kau bela..dan kami berbela sungkawa…
aaah..biarkan suatu karma berjalan pada suatu rahga dunia kita….
toh biarkan sahaja…
kita ada dunia yang harus diberikan segelas air merahga….
semua punya segala peran-peran tertakdirkan…
biarkan-biarkan…resapkan…
cahaya kesunyatan..kesujatian…
semua adalah kenyataan..
salam..
gwar…
(upanishad pembebasan)…
diambil dari sajak facebook karya penulis…


Tinggalkan Balasan ke maze seven Batalkan balasan