Month: Oktober 2012

Ego manusia yang memberi takdir kepada manusia lainnya…

Apa teriakan bermakna?? Di saat menyata pada emosi… Yang lebih besar dari takdir manusia itu sendiri.. Takdir sebagai mahluk budi dharma ??? ——————————————————————- Apa kau bisa membuat mereka yang telah tiada?? Apa kah akan kau katakan, ..ini air mani , mana telurnya?? Lalu siapa itu yang kau takdirkan, Mati?? Siapa

Perwujudan dan Sujud pada Suatu Kekuatan Agung Akhir Jaman “Kalvatar”..

Seperti yang telah kita tahu, bahwa sekarang hari ini esok dan kemarin kita telah menapaki sebuah jaman yang memang sangat berat dan sangat melelahkan, bagi mereka yang benar-benar menjalaninya secara berbudi dharma. Yaitu sebuah jaman kaliyuga. Jaman di mana memang kejahatan (adharma) memiliki lebih banyak pengikut dari pada mereka yang

Hubungan Fungsional Atas Pensifatan Tuhan pada Tri murti (Hindu) dengan Asma ul Husna (islam)

BAB I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Apa yang kita hadapi pada jaman sekarang. Tidaklah bisa dipungkiri bahwa dunia memang sudah terasa sesak dengan berbagai kekerasan serta pembunuhan, caci maki dan fitnahan, serta pola pikir yang cenderung pesimis dan memiliki nilai negatif atas apa-apa yang menjadi pedoman keyakinan itu sendiri.

Mengejawantahkan Takdir, Nasib, Misteri Ilahi dengan Sebutan Pahala dari Karma

Sebuah renungan….. Takdir….. Apakah rahasia diri…Yang terbelenggu…oleh Rasa Benci, Kesusahan, dan Terlahir… Sebagai sesuatu yang memiliki “Nilai”…. Bagaimana misteri itu terjadi, jika sebenar-benarnya… Sukma melingkupi kehadirat Transendensial Khalik yang Memiliki… Nama Waishnam Al Basit…(maha pemurah wahai Wisnu)… Bahwa itu adalah apakah Sancita Karmapala…. dan itu wahai semua adalah bagian dari..

Sandingan Konsep “Seven Deadly Sins” Konsep Sad ripu serta Sad Atatayi

Dosa dan Pahala tidak akan pernah habisnya dibicarakan manusia sebagaimana ia menjadi suatu titik ketakutan dan sisi etika dan membentuk pula suatu moralitas tersendiri dari pemeluk suatu keyakinan. Setiap agama apa pun pada dasarnya memiliki suatu filsafat (tattwa), etika(susila), serta tentu saja ritual (upacara) yang menjadi simbol atau ciri khas

Berjapa Shiwa pada jaman Akhir(kaliyuga)!!!…

Untuk pertama,disebutkanlah bagaimana bumi terbentuk dan berlanjut dengan berbagai perubahan jaman, menjadi jaman yang sekarang ini. Diyakini pula bagi semua, bahwa jaman ini adalah jaman kaliyuga ..yaitu jaman dengan 75% negatif dan 25% positif.. Hal ini sungguh pun berbeda dengan jaman2 yang lainnya…Jika dilihat satu persatu ada jaman kertha yuga

WordPress.com.