RSS

Arsip Bulanan: September 2017

Nihilisme Zaratustra, Tuhan telah mati

Sunya lokham pujamkha.. Aum.. 

Nietczhe dalam buku filsafatNya yaitu tuhan telah mati,  mengisyaratkan banyak makna mndalam tentang suatu hal.. Bagaimana IA menggambarkan bahwa Tuhan dianggap sebagai pembawa bencana atas kemanusiaan,  dan pada akhirnya IA tiada lagi.. 

Dalam konsep nirguna brhman,  memang semua berasal dari ketiadaan dari nihil dari kosong,  bahwa dari kosong itulah nirguna,  maka potensi tetap ada (TAO) beryoga IA menjadikan sesuatu itu ada.. 

Namun dalam konsep NIHilisme zaratustra,  disebutkan Ia berteriak2 di pasar dan mengatakan Tuhan telah mati, tuhan telah mati,  ditertawakan IA.. Lalu kemana manusia berdoa dan menyuarakan isi hatinya,  dan memang Tuhan adalah moralitas itu sendiri yg dimana para pencariNya para penebar paham kemanusiaan,  mnyatakan Tuhan itu ada dalam moralitas.. 

Sangat benar sekali ktika mengatakan (di jaman ini)  tuhan telah mati..Lebih baik tidak ada Tuhan yg dipergunakan nama2Nya untuk kekuasaan dan disalahgunakan sebagai perlindungan atas nama agama.. Agama sendiri sangat berbeda dri Tuhan.. Agama adalah jalan untuk menujuNya dgn berbagai kisah buruk bijak baik upacara mitos dan sebagaiNya..Itu yg terjadi di semesta ini, moralitas atas keburukan adalah bagian agama, sbagai percontohan janganlah dilakukan..

Ketika di pasar atau tempat lain,  yg penuh kebobrokan moral,  Tuhan memang telah mati,  tak ada Tuhan dalam kejahatan,  tak ada pelindung bagi mereka yg terlibat amoralitas.. Bersumpah atas agama (atas kitab suci)  malah akan membuat hari pembalasan menjadi semakin nyata.. 

Tuhan adalah pelindung yg adil,  tak pernah ada cerita ketidakadilan Tuhan atas ciptaanNya.. Dan amoralitas adalah keadaan tanpa Tuhan,  juga memberikan celah ruang untuk “waktu-kala” membereskan mereka,  cepat lambat lama atau selamanya.. 

Bhgwadgita mnyebutkan ttg keadilanNya sbagai bhakta,  Injil menyatakan ttg berita baik agar kuat akan ujian2Nya,  quran mnyatakan hari pembalasan akan tiba.. Tuhan itu mgkin diangga tiada,  dan memang tak ada,  namun ada pada mereka yg pantas terlindungi,  ketika suatu gerakan kala yg menyiarkan menyuarakan hari pembalasan.. 

Gwar sept 2017

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 September 2017 in filosofi

 

Tag: , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: