RSS

Arsip Bulanan: Oktober 2017

Dharma Menundukkan Adharma (Galungan) Konsep Awatara.. 

Dharma Menundukkan Adharma (Galungan) Konsep Awatara.. 

Sarasamuscaya 47..ye tu dharmmasuyante,  bhuddimohanwita janah,  apatha gacchatam tesam-anuyatapi pidyate.. Dan orang yg ingkar dalam pelaksanaan dharma serta cenderung berbuat jahat,  pasti neraka akan ditemuinya.. 

Begitu agungNya kedharmaan itu,  IA tak akan pernah kalah,  dan IA akan selalu menang yg ditandai dengan adaNya kemunculan pelbagai utusan juga hadirat dari sang Ilahi hyang widdhi itu sendiri.. 

Sebagaiamana galungan hari kemenangan dharma yg didahului dengan munculnya sang kala tiga yg menguji dengan membawa ujian kegelapan,  dasa mala sad ripu juga sapta timira sebagai bahan perenungan diri.. 

Seperti bagian dasa mala.. 

  1. Tandri, artinya orang yang malas, suka makan, dan tidur saja. Tidak tulus hanya ingin melakukan kejahatan.
  2. Kledaartinya berputus asa, suka menunda dan tidak mau memahami maksud orang lain.
  3. Leja, artinya berpikir gelap, bernafsu besar, dan gembira melakukan kejahatan.
  4. Kutila, artinya menyakiti orang lain, pemabuk dan penipu.
  5. Kuhaka, artinya pemarah, suka mencari-mencari kesalahan orang lain, berkata sembarangan, dan keras kepala.
  6. Metraya, artinya berkata menyakiti hati, sombong, iri, dan suka menggoda istri orang.
  7. Megata, artinya berbuat jahat, berkata yang manis tetapi pamrih.
  8. Ragastri, artinya bernafsu dan suka memperkosa.
  9. Bhaksa Bhuana, artinya suka menyakiti orang lain, penipu dan hidup berfoya-foya melewati batas.
  10. Kimburu, artinya penipu dan pencuri terhadap siapa saja tak pandang bulu, pendengki dan irihati.

Sad ripu,  kama moha mada matsarya krodha lobha.. 

https://linggashindusbaliwhisper.com/2014/05/25/sad-ripu-dalam-bhagawadgita-dan-hubungannya-pada-maya/

Atau sapta timira yg merupakan tujuh kegelapan secara detail adalah

Dhana timiram dimana materi adalah hal utama dalam hidup,  bukan dharma.. 

Guna timiram dimana hanya kepintaran yg diakui sebagai yg utama, bukan dharma

Kulina timiram,  keturunanlah yg paling utama.. 

Sura timiram,  karena minuman keraslah orang dihormati dan melupakan keluarga

Kasuran timiram,  karena keberanianlah yg utama, bukan dharma.. 

Yowana karena umurlah paling utama,  bukan kebijaksanaan dharma..

Surupa,  karena rupalah yg paling utama.. 

https://linggashindusbaliwhisper.com/2015/04/02/sapta-timira-tujuh-kegelapan-yang-berdasarkan-sarasamuscaya/

Kesadaran akan ujian itu akan membawa manusia pada kesadaran diriNya tentang dharma itu sendiri.. Di mana dharma adalah yg akan selalu menang pada akhirnya dan setiap harinya,  walau sang adharma merasa menang,  karena pada dasarnya tidak ada rasa menang dari seorang yg dharma.. Itu adalah sebuah kepastian saja.. 

Sarasamuscaya 48 ..adharmarucayo mandastiryaggatiparayanah,  kroccham yonimamuprapyana windanti sukham. Janah.. Selain itu orang yg angkuh dan adharma,  setelah pergi ke alam neraka ia akan menjelma menjadi binatang seperti kerbau kambing,  jika penjelmaannya meningkat, ia bisa menjadi orang nista menderita dibelenggu penyakit menyedihkan jauh dari kesenangan.. 

Maka bgitu disebutkan pula dharma lah yg membuat manusia menuju pada kebahagiaan kekal juga terlepas dari kedukkaan dunia.. 

Seseorang yg menjadikan dharma sebagai tamengnya,  jalan hidupnya,  juga sebagai diriNya sendiri,  maka IA disebut sebagai utusan bhatara dharma itu sendiri,  sbegaimana juga para leluhur2 yg telah hadir dan ada pada berbagai kesempatan memberikan penjelasan tentang tattwa juga kedigjayaan dharma itu sendiri.. 

Mpu bharadah pernah menghancurkan keadharmaan Nyai girah,  Mpu kuturan yg menyatukan pelbagai aliran dalam bentuk wewantenan yg dirumuskan maha rishi markandeya.. Dibawah mpu bahradah ada mpu tantular tentang persatuan siwa budha,  dan juga dang hyang sidhimantra yang mnyuarakan pengabdian di basukihan bersama anakNya ida Sangkul Putih yg mengalahkan keadharmaan MayaDanawa..atau juga dang hyang Asmranatha yg menyebutkan sabdo palwan,  juga sidakarya oleh dang hyang astapaka,  dan sampai universalitas pemahaman dharma pada wetu telu oleh dang hyang nirartha.. Bhagawan wararuci dengan sarasamuscayaNYa dan sebagaiNya.. 

Pada dasarnya beliau2 itu,  atau yg lainnya disebut bhatara lelangit adalah awatara yg telah terdeteksi oleh sejarah nusantara,  yg memberi prmbelajaran tentang dharma.. Dan karena pembelajaran itulah,  bisa kita mengucapkan dengan yakin dan lantang.. 

Satyam eva jayatyam.. 

Gwar.. Selamat galungan kuningan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Oktober 2017 in agama, budaya

 

Tag: , , , ,

Atma tattwa dan Psikologi Modern (ala Carl Jung) 

Atma tattwa dan Psikologi Modern (ala Carl Jung) 

Om namaste om.. 

Hindu dalam pemahaman atma tattwa,  sebetulnya secara tersadarkan merupakan konsep pembelajaran atas psikologi manusia itu yg dikembangkan secara gamblang oleh freud atau carl gustav jung.. Dalam hal ini melalui psikoanalisa yg memberi pemahaman tentang apa yg terjadi di “dalam” manusia itu.. 

Atma tattwa berdasarkan konsep citta budhi manas ahamkara,  mengajarkan tentang bagaimana keadaan “luar” ibarat fenomena gunung es yg menjelaskan “persona”(jung)  yaitu keadaan yg diperlihatkan oleh seseorang itu kepada dunia.. Persona yg merupakan topeng sebagai alat2 sandiwara manusia yg diperlihatkan kepada sesamanya.. 

Dan jung mengatakan,  bahwa yg “tidak terlihat” itu adalah seperti samudra besar yg berisi “penuh” atas kesadaran manusia yg kompleks juga arketipe arketipe manusia yg universal.. Arketipe yg berupa kesadaran kolektif atau universal yg ajaibnya hampir sama di setiap belahan negara.. Ini seperti juga sejalan dgn konsep dri kebijaksanaan hindu tentang keadaan jagra,  svapvna, susupta atau pun turiya pada yg berhubungan erat dgn keadaan sadar,  mimpi (sebagai simbol arketipe manusia),  tidur pulas,  juga diantaranya (yg nanti akan diulas pda tulisan selanjutnya)  

Arketipe itu misalnya konsep IBU mother,  Child anak kecil,  The creator, The Sidekick,  the wise old man,  the explorer,  the snake, the hero yg terdefinisikan seperti myth yg telah lama ada dan selalu ada,  sprti utusan tuhan awatara,  anak tuhan (ganesha atau kristus), bapa the father Shiva,  the mother Theresha pratiwi atau legenda Kanjeng ibu juga mahenjo daro harappa terracota,  bhisma sang pahlawan dan sebagainya.. INi adalah arketipe arketipe yg membentuk kesadaran supra atau ketidaksadaran personal akan “diri” itu sendiri.. 

Kembali pada atma tattwa,  maka kebersadaran di “dalam” terbagi atas citta buddhi manas ahamkara,  yg (mungkin)  akan terkombinasikan secara kompleks atas arketipe2 tersebut.. Dalam hal ini,  kebersadaran “dalam” terbentuk atas dunia luar (ego ahamkara)  lalu terbentuk atas memori masa lalu juga tradisi (citta atas dasar samsara) kmudian itu akan membukakan persona atas keberpahaman dalam buddi dan manas.. Buddi sendiri adalah rasa atau juga intelektualitas yg berkembang atas dasar jnana juga dharma keberagungan arketipe simbol Ilahi seperti the father the mother the creator the hero the wise old man the mentor yg merupakan arketipe hyang agung.. Semakin lekat manusia akan jnanaNya atau ilmuNya,  maka IA akan semakin sering mengumandangkan wacana visualisasi keilahian di atas.. 

Di bagian lain adalah manas atau mahat ada “alat” dari atman untuk mengambil atau mendapatkan informasi dari ahamkara atau pun dari citta yg akan diolah oleh buddhi jnana,  ini adalah “Sidekick” yg mengolah the shadow itu sendiri yg selalu hadir untuk menguji, menganalisa juga sebagai alat untuk memperdayai membuat persona,  sampai dalam pengetahuan akan bahwa citta dan ahamkara (ego)  adalah sesuatu hal yg sama sahadja.. 

Kebersadaran lampau tentang the creator adalah IA yg mencipta,  IA yg sebagai IBU IA yg sebagai juga guru dan anak, dan yg lainnua  adalah yg “sejatinya” bisa digali dgn jnana itu sendiri.. Ini sendiri juga merupakan simbolisasi akan kekuatan atman jihwantam yg layak ditandai sebagai “persona” sesungguhnya,  perjalanan atas “hidup” manusia itu sendiri.. 

Aham brhman asmi, brhman atman aikyam,  agung alitan buana aikyam adalah (bisa jadi)  perjalanan akhir manusia.. 

Bacaan : art &jung Buntje harbunangin

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Oktober 2017 in doa, filosofi

 

Tag: , , , ,

Sang buddhi (dharma)  Penyaring Pikiran dalam Ranah Atma Tattwa

Sang buddhi (dharma)  Penyaring Pikiran dalam Ranah Atma Tattwa

Om sahadjanathaka buddhi dharmika,  mayapada sarwa aji karma yamatakha sabda,  tinanduk manacika sudha amritam, tatujonipun jagaditha kamoksan.. Aum.. 

Manusia lahir pada dasarnya adalah diberi tugas tertentu untuk bisa melepaskan diri dari jasad manusia itu sendiri,  dalam kashanah jiwanya menuju kelepasan.. Kelepasan yg berarti ketidakterikatan akan sisi materialitas semesta yg berisikan suka bagya duka lara rogha,  smpai nanti bertemu (yama) pati.. 

Manusia lahir dari sancita karmaNya,  sancita karma yang terkandung dalam maya guna tattwa,  satwik rajas tamas.. Dan melinkupi seluruh semesta dan srcara adil memberikan karma pahala itu kepada aeaeorang itu.. 

Secara konsep,  manusia secara universal terdiri dari citta budhi manas(mahat) ahamkara.. Yg paling dekat dengan dunia luar adalah ahamkara atau ego itu sendiri yg masuk pada penerimaan manas atau pikiran sebagai penguasa indriya.. Ego adalah diri yg masih terbelenggu keinginan,  yg dapat dikendalikan melalui vairaghya sesana..dgn melalui brata panca yama niyama…. 

Buddhi sebagai penyaring itu,  akan berkembang dngan baik ktika “rasa” telah memberikan prilaku yg ksama,  mudita,  karuna,  upeksa,  maitri (catur pramita),  dan memahami kebenaran jnana dalam pencapaian atas Sang Mutlak itu sendiri..Hal ini akan membuat buddhi berkembang dan menjadi penyaring yg kokoh atas kehendak manas (mahat)  pikiran.. 

Buddi kemudian dianggap sebagai intelektualitas dari itu,  yg menuju pada kesadaran atman,  intelektualitas yg lebih besar dari pikiran itu sendiri.. Pikiran lahir karena belenggu maya pada lewat tri gunaNya satwik rajas tamas.. Dalam konsep awatara,  maka dijelaskan awatara setelah kalki lahir adalah maya guna itu sendiri.. Maya guna yg brisikan satwik rajas tamas sbagai pemisah antara kebajikan,  keaktivan dan kegelapan atau tamasik.. Ini yg akan selalu menguji manusia akibat dari hasil perbuatan mereka terdahulu.. 

Ktika energi maya kemudian bisa disaring melalui buddhi,  maka yg tercantumkan pada citta (tabungan karma) adalah pahala baik saja,  ktika buddhi berkembang.. Dan akhirnya mengikis karmapala buruk itu sendiri. Dharmika Budhi tercatat pada srsmsucya adalah bahwa hnya dharma lah yg melebur dosa tri loka ini.. Maka ktika habis,  smpailah pada kesadaran turyapada.. Memahami atman.. 

Atman yg telah terpahami,  maka tersadarkanlah IA itu pada peleburan karma2 buruk,  dan muncul khasanah intuitif yg memberikan pembelajaran semesta.. Karena persatuan penyadaran atman itu,  ibarat brhman atman aikyam juga lalu mahaguru rishi yg memberikan contoh kesadaran2 akan hal itu.. Juga sbagai kesadaran bhuana agung alitan yang aikyam pula.. Dan hidup ini hnya sebuah tugas mulia sbagai sang maha guru itu sndiri.. 

Om ksama sahampurnam jayathakam mahaguna tattwa pujamkha.. Aum.. 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Oktober 2017 in doa, filosofi

 

Tag: , , , , , ,

Dewata nawa sangha dalam Sapta Cakra.. 

Dewata nawa sangha dalam Sapta Cakra.. 

Om ya cakra natakha pujamkha,  wasudhewaki pashupatakha mahayantrakha,  waisnawakha brahmin sidhanta yanatakha,  mahakalkiya mahantrakhi pujamkha.. Niya Aum..

Patut sekali disadari ketika dalam memahami cakra bersama dengan karakteristiknya juga, adalah sebuah kesatuan yg universal dalam keberpahamanNya,  sebagaimana ktika dihubungkan dalam konsep dewata nawa sangha.. Atau pun berdasarkan materi atau ruangNya yg mampu divisualisasikan dan bahkan dapat diimplementasikan dalam metode yantra tantra mudra itu sendiri..

Disadari kembali dewata nawa sangha adalah suatu kesatuan tentang arah2 mata angin yg dimaknai juga sebagai dasa aksaraNya yg berkumandang penuh pada arah2 yg berada pada sapta cakra yang terpusat..

Mengenai juga pembalutan ida pinggala sumsumha adalah juga mengandung konsep dari sapta cakra sendiri..

Dari bawah adalah pertiwi yg berwarna merah adalah brahma prajapati yg menguasai hidup dan juga kematian beserta semua di dalamNya sebagai tempat hidupNya,  ini juga berkuasa maha jnana saraswati mahadewi prawati sebagai pratiwi itu sendiri.. Dalam aksara adalah bang di arah selatan.. Cakra muladhara..

Dari itu ke atas bernama cakra manipura air. Yg berkuasa adalah hyang rudra dan menguasai hormon2 yg ada di daerah seluruh tubuh,  dalam hal ini juga bhtra waruna waisnawa yg menguasai air..dan dari cakra muladhara kluar juga Ida nadi yg dikuasai oleh maheswara berkuasa atas cahaya cinta kasih dri bhtara surya.. Manipura sendiri beraksara mang berada di arah naritri..

Kemudian naik lagi berwarna kuning adalah mahadewa yg berisikan cakra swadisthana dengan aksara Tang,  bersama dgn agni IA merupakan penguasa arah barat sebagai lambang pengharapan dan motivasi..

Kemudian naik lagi berwarna Hijau itu adalah anahata yg berisikan dewata sangkara dewam dan juga bhatara wayu dgn lambang nang..   angin brisikan cinta juga kasih yg disebrkan bersama benih kebajikan,  dan akhirnya dri swadisthana kluarlah sumsumha pujamkha yg menuju kebawah dan ke atas yg dibalut oleh bhatara Iswara yg bersuara sang..

Kemudian naik lagi menuju namaNya aksara Sing adalah bhtra shywambu pasupatya dgn suara kosong sunia atau om yg dimaknai dalam mantra juga Japa.. Dari ini (ketika berjapam) maka kluarlah pinggala yg dibalut oleh warna hitam bercakra senjataNya disebut juga wisnu waisnawa dewam dgn aksara Ang,  maka lengkap itu berputar di dalam tubuh yg bernama sumsumha ida pinggala juga lima cakra utama..

Kemudian naik lagi ke atas ke wilayah Ing dan Yang,  maka ktika mengthui bahwa ida pinggala dikuasai oleh dua bhatara chandra dan surya,  maka terbukalah cakra di antara lelata (kedua alis)  yg disebut Ajna mata ketiga yg berisikan aksara Yang berwarna ungu,  adalah penyatuan dri sumsumha ida pingala..pink putih hitam yg artinya mengetahui sesuatu yg belum diketahui.. Lalu……….. …

Terakhir masuk ke atas dan menyebar ke seluruh cakra,  dan diberkati oleh cakra mahkota yg beraksara ING di “pintuNya”, maka berwarna warnilah sumsumha dan bergeraklah ida pinggala sbagai shiva sidha ananta.. Ang Ung Mang Namah dan juga seluruh dasa aksara,  sa ba ta a i na ma si wa ya..
Om kstantwyah kayiko waciko manaso dosah,  tat pramadat ksma swhamam,  prema ksma ya mudita karuna upeksa shantii om..

Guswar

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Oktober 2017 in budaya, doa, filosofi

 

Tag: , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: