Month: November 2017

THE BIG BANG THEORY

Sebelum segalanya ada dan tercipta, tidak ada apa-apa, yang ada hanyalah “sesuatu”. Sesuatu itu adalah bentuk energi kebiruan yang sangat dalam, serta memiliki kesadaran. Dalam dunia spiritual, Energi dengan kesadaran disebut sebagai JIWA. Jiwa ini tak berbentuk, tidak berbau, tanpa jenis kelamin, abadi, dan tak terbatas. Inilah yang disebut dalam

MENGAPA PELINGGIH SEBAGAI STANA PARAMASIWA PADA PADMA TIGA BERWARNA HITAM?

Pelinggih Padma Tiga di Pura Besakih sebagai sarana untuk memuja Tuhan sebagai Sang Hyang Tri Purusa yaitu jiwa agung alam semesta. Purusa artinya jiwa atau hidup. Tuhan sebagai jiwa dari Bhur Loka disebut Siwa, sebagai jiwa Bhuwah Loka disebut Sadha Siwa dan sebagai jiwa dari Swah Loka disebut Paramasiwa. Pelinggih

PARA KETURUNAN DHAKSA (1)

SERI PURANA Brahma Purana (Bagian 6) KETURUNAN DHAKSA Istri Daksha bernama Asikli, Asikli melahirkan lima ribu anak laki-laki. Mereka dikenal sebagai Haryashvas. Haryashvas ditakdirkan untuk menguasai dunia. Tapi Rsi Agung Narada menemui Haryashvas dan berkata, “Bagaimana kalian bisa memerintah dunia jika kalian bahkan tidak tahu seperti apa Dunia itu? Apakah

Sebuah Kajian : Apakah Aswatama adalah Nabi Ibrahim?

Aswatama anak seorang Brahmana yang bernama Pendeta Drona, yang menjadi gurunya pangeran Kuru (Pandawa dan Korawa). Aswatama beribukan Dewi krepi, yang menurut legendanya adalah jelmaan Bidadari Wilotama. Diberi nama Aswatama karena bentuk telapak kaki nya mirip telapak kaki kuda (tidak punya jari-jari kaki), dan berambut seperti rambut kuda. hal ini

ASAL USUL PRAJAPATI

SERI PURANA Brahma Purana (Bagian 5) Asal Usul Prajapati “……Di garis Dhruva ada seorang raja bernama Prachinavarhi. Prachinavarhi memiliki sepuluh anak laki-laki, yang dikenal dengan nama Prachetas. Prachetas ini dalam tugasnya seharusnya menjaga dunia dan menjadi pengaturnya, tapi sepertinya prachetas tidak terlalu tertarik pada hal-hal duniawi semacam itu. Mereka pergi

Sapta Resi yang Berstana di Bintang Tujuh

SERI PURANA Brahma Purana (Bagian 4) “…Untuk melanjutkan proses penciptaan, Brahma melahirkan seorang pria dan seorang wanita dari tubuhnya sendiri. Pria itu bernama Svayambhuva Manu dan wanita itu bernama Shatarupa. Manusia adalah keturunan Manu. Itulah alasan mereka dikenal sebagai manava. Manu dan Shatarupa Memiliki tiga putra bernama Vira, Priyavrata dan

Hubungan Antara Maya dengan Jiwa

Maya sangat membantu dalam pembebasan jiwa dari keterikatan. Anava (kebodohan/ketidaktahuan/kegelapan), karma dan maya (Prakirti/materi/tubuh) dikatakan sebagai “malas” dari Sang jiwa. Dari ketiga hal tersebut, anava adalah penyebab kelahiran berulang jiwa, dengan mengikis ketidaktahuan sedikit demi sedikit, Maya membantu jiwa terbebas dari ketidaktahuan dan terbebas dari kelahiran berulang. Yang mendorong jiwa

Indahnya Kematian

Lepaskan dan biarkan aku terbaring, dan jangan biarkan air matamu mengering Biarkan aku tenang memasuki loka tanpa berpaling, dan biarkan daku pergi dalam damai tanpa tangisan nyaring. Biarkan aku istirahat di ranjang ini, mataku telah lelah melihat dan menjalani, seperti layaknya hatiku yang telah lelah berlari, dan akhirnya sampai pada

Salah Satu Percakapan Terindah Sepanjang Masa

Sebelum perang Kurukhetra terjadi, telah tumbuh kegelisahan pada diri Shri Krishna karena kehadiran Karna di pihak Kaurava. Krishna tidak takut dengan Bhisma yang perkasa, karena dia tahu bahwa Bhisma telah melakukan dosa (dengan menculik tiga putri, yaitu putri Kashi – Amba, Ambika, Ambalika) dan apa yang telah dilakukan oleh Bhisma

14 Negara Era Modern, Yang Terlibat Dalam Perang Mahabharata

Perang Mahabharata atau Perang di Kurukshetra terjadi pada tahun 3138 SM (5.155 tahun yang lalu). Perang Mahabharata dimulai pada Mrugashirsha Shukla Ekadashi (hari ke 11 di bulan ke 2 tahun Hindu), dan berlangsung hingga 18 hari. Nama Kurukshetra diberikan untuk menghormati Raja Chandravanshi Kuru- ke 1 yang lahir di bawah

WordPress.com.