RSS

Sang buddhi (dharma)  Penyaring Pikiran dalam Ranah Atma Tattwa

22 Okt
Sang buddhi (dharma)  Penyaring Pikiran dalam Ranah Atma Tattwa

Om sahadjanathaka buddhi dharmika,  mayapada sarwa aji karma yamatakha sabda,  tinanduk manacika sudha amritam, tatujonipun jagaditha kamoksan.. Aum.. 

Manusia lahir pada dasarnya adalah diberi tugas tertentu untuk bisa melepaskan diri dari jasad manusia itu sendiri,  dalam kashanah jiwanya menuju kelepasan.. Kelepasan yg berarti ketidakterikatan akan sisi materialitas semesta yg berisikan suka bagya duka lara rogha,  smpai nanti bertemu (yama) pati.. 

Manusia lahir dari sancita karmaNya,  sancita karma yang terkandung dalam maya guna tattwa,  satwik rajas tamas.. Dan melinkupi seluruh semesta dan srcara adil memberikan karma pahala itu kepada aeaeorang itu.. 

Secara konsep,  manusia secara universal terdiri dari citta budhi manas(mahat) ahamkara.. Yg paling dekat dengan dunia luar adalah ahamkara atau ego itu sendiri yg masuk pada penerimaan manas atau pikiran sebagai penguasa indriya.. Ego adalah diri yg masih terbelenggu keinginan,  yg dapat dikendalikan melalui vairaghya sesana..dgn melalui brata panca yama niyama…. 

Buddhi sebagai penyaring itu,  akan berkembang dngan baik ktika “rasa” telah memberikan prilaku yg ksama,  mudita,  karuna,  upeksa,  maitri (catur pramita),  dan memahami kebenaran jnana dalam pencapaian atas Sang Mutlak itu sendiri..Hal ini akan membuat buddhi berkembang dan menjadi penyaring yg kokoh atas kehendak manas (mahat)  pikiran.. 

Buddi kemudian dianggap sebagai intelektualitas dari itu,  yg menuju pada kesadaran atman,  intelektualitas yg lebih besar dari pikiran itu sendiri.. Pikiran lahir karena belenggu maya pada lewat tri gunaNya satwik rajas tamas.. Dalam konsep awatara,  maka dijelaskan awatara setelah kalki lahir adalah maya guna itu sendiri.. Maya guna yg brisikan satwik rajas tamas sbagai pemisah antara kebajikan,  keaktivan dan kegelapan atau tamasik.. Ini yg akan selalu menguji manusia akibat dari hasil perbuatan mereka terdahulu.. 

Ktika energi maya kemudian bisa disaring melalui buddhi,  maka yg tercantumkan pada citta (tabungan karma) adalah pahala baik saja,  ktika buddhi berkembang.. Dan akhirnya mengikis karmapala buruk itu sendiri. Dharmika Budhi tercatat pada srsmsucya adalah bahwa hnya dharma lah yg melebur dosa tri loka ini.. Maka ktika habis,  smpailah pada kesadaran turyapada.. Memahami atman.. 

Atman yg telah terpahami,  maka tersadarkanlah IA itu pada peleburan karma2 buruk,  dan muncul khasanah intuitif yg memberikan pembelajaran semesta.. Karena persatuan penyadaran atman itu,  ibarat brhman atman aikyam juga lalu mahaguru rishi yg memberikan contoh kesadaran2 akan hal itu.. Juga sbagai kesadaran bhuana agung alitan yang aikyam pula.. Dan hidup ini hnya sebuah tugas mulia sbagai sang maha guru itu sndiri.. 

Om ksama sahampurnam jayathakam mahaguna tattwa pujamkha.. Aum.. 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Oktober 2017 in doa, filosofi

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: