RSS

Dharma Menundukkan Adharma (Galungan) Konsep Awatara.. 

31 Okt
Dharma Menundukkan Adharma (Galungan) Konsep Awatara.. 

Sarasamuscaya 47..ye tu dharmmasuyante,  bhuddimohanwita janah,  apatha gacchatam tesam-anuyatapi pidyate.. Dan orang yg ingkar dalam pelaksanaan dharma serta cenderung berbuat jahat,  pasti neraka akan ditemuinya.. 

Begitu agungNya kedharmaan itu,  IA tak akan pernah kalah,  dan IA akan selalu menang yg ditandai dengan adaNya kemunculan pelbagai utusan juga hadirat dari sang Ilahi hyang widdhi itu sendiri.. 

Sebagaiamana galungan hari kemenangan dharma yg didahului dengan munculnya sang kala tiga yg menguji dengan membawa ujian kegelapan,  dasa mala sad ripu juga sapta timira sebagai bahan perenungan diri.. 

Seperti bagian dasa mala.. 

  1. Tandri, artinya orang yang malas, suka makan, dan tidur saja. Tidak tulus hanya ingin melakukan kejahatan.
  2. Kledaartinya berputus asa, suka menunda dan tidak mau memahami maksud orang lain.
  3. Leja, artinya berpikir gelap, bernafsu besar, dan gembira melakukan kejahatan.
  4. Kutila, artinya menyakiti orang lain, pemabuk dan penipu.
  5. Kuhaka, artinya pemarah, suka mencari-mencari kesalahan orang lain, berkata sembarangan, dan keras kepala.
  6. Metraya, artinya berkata menyakiti hati, sombong, iri, dan suka menggoda istri orang.
  7. Megata, artinya berbuat jahat, berkata yang manis tetapi pamrih.
  8. Ragastri, artinya bernafsu dan suka memperkosa.
  9. Bhaksa Bhuana, artinya suka menyakiti orang lain, penipu dan hidup berfoya-foya melewati batas.
  10. Kimburu, artinya penipu dan pencuri terhadap siapa saja tak pandang bulu, pendengki dan irihati.

Sad ripu,  kama moha mada matsarya krodha lobha.. 

https://linggashindusbaliwhisper.com/2014/05/25/sad-ripu-dalam-bhagawadgita-dan-hubungannya-pada-maya/

Atau sapta timira yg merupakan tujuh kegelapan secara detail adalah

Dhana timiram dimana materi adalah hal utama dalam hidup,  bukan dharma.. 

Guna timiram dimana hanya kepintaran yg diakui sebagai yg utama, bukan dharma

Kulina timiram,  keturunanlah yg paling utama.. 

Sura timiram,  karena minuman keraslah orang dihormati dan melupakan keluarga

Kasuran timiram,  karena keberanianlah yg utama, bukan dharma.. 

Yowana karena umurlah paling utama,  bukan kebijaksanaan dharma..

Surupa,  karena rupalah yg paling utama.. 

https://linggashindusbaliwhisper.com/2015/04/02/sapta-timira-tujuh-kegelapan-yang-berdasarkan-sarasamuscaya/

Kesadaran akan ujian itu akan membawa manusia pada kesadaran diriNya tentang dharma itu sendiri.. Di mana dharma adalah yg akan selalu menang pada akhirnya dan setiap harinya,  walau sang adharma merasa menang,  karena pada dasarnya tidak ada rasa menang dari seorang yg dharma.. Itu adalah sebuah kepastian saja.. 

Sarasamuscaya 48 ..adharmarucayo mandastiryaggatiparayanah,  kroccham yonimamuprapyana windanti sukham. Janah.. Selain itu orang yg angkuh dan adharma,  setelah pergi ke alam neraka ia akan menjelma menjadi binatang seperti kerbau kambing,  jika penjelmaannya meningkat, ia bisa menjadi orang nista menderita dibelenggu penyakit menyedihkan jauh dari kesenangan.. 

Maka bgitu disebutkan pula dharma lah yg membuat manusia menuju pada kebahagiaan kekal juga terlepas dari kedukkaan dunia.. 

Seseorang yg menjadikan dharma sebagai tamengnya,  jalan hidupnya,  juga sebagai diriNya sendiri,  maka IA disebut sebagai utusan bhatara dharma itu sendiri,  sbegaimana juga para leluhur2 yg telah hadir dan ada pada berbagai kesempatan memberikan penjelasan tentang tattwa juga kedigjayaan dharma itu sendiri.. 

Mpu bharadah pernah menghancurkan keadharmaan Nyai girah,  Mpu kuturan yg menyatukan pelbagai aliran dalam bentuk wewantenan yg dirumuskan maha rishi markandeya.. Dibawah mpu bahradah ada mpu tantular tentang persatuan siwa budha,  dan juga dang hyang sidhimantra yang mnyuarakan pengabdian di basukihan bersama anakNya ida Sangkul Putih yg mengalahkan keadharmaan MayaDanawa..atau juga dang hyang Asmranatha yg menyebutkan sabdo palwan,  juga sidakarya oleh dang hyang astapaka,  dan sampai universalitas pemahaman dharma pada wetu telu oleh dang hyang nirartha.. Bhagawan wararuci dengan sarasamuscayaNYa dan sebagaiNya.. 

Pada dasarnya beliau2 itu,  atau yg lainnya disebut bhatara lelangit adalah awatara yg telah terdeteksi oleh sejarah nusantara,  yg memberi prmbelajaran tentang dharma.. Dan karena pembelajaran itulah,  bisa kita mengucapkan dengan yakin dan lantang.. 

Satyam eva jayatyam.. 

Gwar.. Selamat galungan kuningan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Oktober 2017 in agama, budaya

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: