RSS

Dewata nawa sangha dalam Sapta Cakra.. 

16 Okt
Dewata nawa sangha dalam Sapta Cakra.. 

Om ya cakra natakha pujamkha,  wasudhewaki pashupatakha mahayantrakha,  waisnawakha brahmin sidhanta yanatakha,  mahakalkiya mahantrakhi pujamkha.. Niya Aum..

Patut sekali disadari ketika dalam memahami cakra bersama dengan karakteristiknya juga, adalah sebuah kesatuan yg universal dalam keberpahamanNya,  sebagaimana ktika dihubungkan dalam konsep dewata nawa sangha.. Atau pun berdasarkan materi atau ruangNya yg mampu divisualisasikan dan bahkan dapat diimplementasikan dalam metode yantra tantra mudra itu sendiri..

Disadari kembali dewata nawa sangha adalah suatu kesatuan tentang arah2 mata angin yg dimaknai juga sebagai dasa aksaraNya yg berkumandang penuh pada arah2 yg berada pada sapta cakra yang terpusat..

Mengenai juga pembalutan ida pinggala sumsumha adalah juga mengandung konsep dari sapta cakra sendiri..

Dari bawah adalah pertiwi yg berwarna merah adalah brahma prajapati yg menguasai hidup dan juga kematian beserta semua di dalamNya sebagai tempat hidupNya,  ini juga berkuasa maha jnana saraswati mahadewi prawati sebagai pratiwi itu sendiri.. Dalam aksara adalah bang di arah selatan.. Cakra muladhara..

Dari itu ke atas bernama cakra manipura air. Yg berkuasa adalah hyang rudra dan menguasai hormon2 yg ada di daerah seluruh tubuh,  dalam hal ini juga bhtra waruna waisnawa yg menguasai air..dan dari cakra muladhara kluar juga Ida nadi yg dikuasai oleh maheswara berkuasa atas cahaya cinta kasih dri bhtara surya.. Manipura sendiri beraksara mang berada di arah naritri..

Kemudian naik lagi berwarna kuning adalah mahadewa yg berisikan cakra swadisthana dengan aksara Tang,  bersama dgn agni IA merupakan penguasa arah barat sebagai lambang pengharapan dan motivasi..

Kemudian naik lagi berwarna Hijau itu adalah anahata yg berisikan dewata sangkara dewam dan juga bhatara wayu dgn lambang nang..   angin brisikan cinta juga kasih yg disebrkan bersama benih kebajikan,  dan akhirnya dri swadisthana kluarlah sumsumha pujamkha yg menuju kebawah dan ke atas yg dibalut oleh bhatara Iswara yg bersuara sang..

Kemudian naik lagi menuju namaNya aksara Sing adalah bhtra shywambu pasupatya dgn suara kosong sunia atau om yg dimaknai dalam mantra juga Japa.. Dari ini (ketika berjapam) maka kluarlah pinggala yg dibalut oleh warna hitam bercakra senjataNya disebut juga wisnu waisnawa dewam dgn aksara Ang,  maka lengkap itu berputar di dalam tubuh yg bernama sumsumha ida pinggala juga lima cakra utama..

Kemudian naik lagi ke atas ke wilayah Ing dan Yang,  maka ktika mengthui bahwa ida pinggala dikuasai oleh dua bhatara chandra dan surya,  maka terbukalah cakra di antara lelata (kedua alis)  yg disebut Ajna mata ketiga yg berisikan aksara Yang berwarna ungu,  adalah penyatuan dri sumsumha ida pingala..pink putih hitam yg artinya mengetahui sesuatu yg belum diketahui.. Lalu……….. …

Terakhir masuk ke atas dan menyebar ke seluruh cakra,  dan diberkati oleh cakra mahkota yg beraksara ING di “pintuNya”, maka berwarna warnilah sumsumha dan bergeraklah ida pinggala sbagai shiva sidha ananta.. Ang Ung Mang Namah dan juga seluruh dasa aksara,  sa ba ta a i na ma si wa ya..
Om kstantwyah kayiko waciko manaso dosah,  tat pramadat ksma swhamam,  prema ksma ya mudita karuna upeksa shantii om..

Guswar

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Oktober 2017 in budaya, doa, filosofi

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: