RSS

Pengaruh Tri Guna Maya terhadap Buddhi dalam Jnana Tattwa..

08 Des

Om jnana yoga yantranamakha om

Disebutkan bahwa sattwika yang memengaruhi manusia, maka hal itu akan membawa manusia pada peningkatan kualitas kelahirannya..Dalam wraspatti tattwa dikatakan akan menuju kamoksan yg merupakan kebahagiaan tanpa batas..

Dalam hal ini sattwika merupakan bagian dari tri guna maya, yaitu yg lainnya adalah Rajas tamas yang dikatakan akan membuat manusia terlahir menjadi hewan tumbuhan atau masuk dalam neraka yang kelam..

Buddhi sendiri adalah disebut sebagai akal, yg bersama2 dgn ahamkara sebagai ego juga citta adalah wujud kasar purusha yg dikatakan sbagai intuisi..manah dimasukkan kepada buddhi..maka buddhi adalah dasar untuk menuju pada sebuah keadaan yg terbahagiakan ktika mengenal dan dimasuki sattwika, yg lain sprti rajas dan tamas maka bisa membuat manusia turun derajatnya..

Dalam jnana tattwa, pengaruh tri guna sangat besar bagi evolusi manusia untuk menuju kelepasan..dan pengaruh itu dibagi menjadi tiga ruang lingkup besar atas nama tri guna tersebut..Jnana tattwa menyebutkan sebagai berikut :

bila ada buddhi sattwa, sangat menekankan pada hakikat kebijaksanaan, mengamati baik2 sastra, melaksanakan kesamyagjnanan, Sang Hyang Tri Purushalah kelahiran Sattwa yang demikian. Apabila buddhi sattwa sangat menekankan pada hakikat Brata tapa yoga samadhi, maka Pancarsilah kelahiran yang demikian. Bila buddhi sattwa sangat menekankan pada hakikat puja,arcana, japa, mantra dan puji2an terhadap bhatara, maka saptarsi lah kelahiran Sattwa yg demikian. Apabila buddhi sattwa tidak mengindahkan baik dan buruk, namun kasih sayang pada semua mahluk, Dewarsi kelahiran sattwa yang demikian. Apabila sattwika sangat menekankan terhadap hakikat dharma, kirti yasa kebajikan, maka Dewalah kelahiran Sattwa yang demikian. Apabila buddhi sattwa sangat menekankan pada keberanian, keperwiraan, ketangkasan, tidak mempedulikan bahaya, sangat rela iklas pada jiwanya, sombong hendak membunuh mengalahkan dirinya sendiri dengan kasih sayangnya, bhaktinya, tak bingung dalam berprilaku, hanya tenang pikirannya, pikirannya semata mata jernuh, bila akan melaksanakan ketetapan hatinya keberaniannya, maka Widyadaralah kelahiran sattwa yang demikian, apabila buddhi sattwa menekankan pada hakikat keindahan ,senang bunyi-bunyian yg menyebabkan telinga senang, setiap yg indah didatanginya maka ghandarwalah kelahiran sattwa itu…

Disebutkan juga buddhi yg terpengaruhi rajah adalah sebagai berikut :

  • Danawa rajah adalah buddhi rajah ketika ia diberi kata2 tak layak ia marah, dan ia menahan itu karena ada orang lain dan kemudian menangis maka ia kelahiran danawa rajah namanya
  • Daitya rajah adalah ketika buddhi rajah diberi kata tidak baik ia marah namun kemudian ia menjauh dan sambil berkata “paling hebat seharusnya aku ini” ia dapat merendahkanku, ia mengira aku penakut, hanya karena enggan bertengkar, krna aku sayang kebaikan..
  • Raksasa rajah ktika budhi rajah diberikan kata tidak baik kemudian ia marah, gemetar badannya, seketika ia menyerang, lancang kata2nya, lancang tangan, kaki menjerit meraung, dan berkata seenaknya saja..

Dan buddhi tamah adalah sebagai berikut :

  • Bhutayaksa tamah adalah ia tidak resah pada apa yg dimakan, kenyang dengan secabik sayur dan sekepal nasi, seteguk air, atau tuak maka puas hatinya..
  • Kelahiran bhutadengen tamah adalah memilih apa yg dimakan, bukan emas yg diinginkan, gemerlapan ditolaknya namun ktika bertemu makanan sejuklah hatinya..
  • Kelahiran bhutakala tamah dimana ttidak memilih apa yg diingininya, smua daging yg dipandang tak layak dimakan asal membuat kenyang..
  • Kelahiran bhuta paisacha mau makan makanan yg tidak enak gelisah resah ke barat ke timur, dan tertipu lesu namun masih tergila-gila, dan dipasang telingannya ktika mendengar ada makanan.

Dijelaskan selanjutnya adalah sebagai berikut tentang bagaimana sang atman akhrinya mnuju moksah, surga , neraka, atau jatuh menjadi binatang..

  • Ketika bhutayaksa bertemu dengan Dewarsi, Saptarsi, Pancarsi, Tri purusa terang bercahaya buddhi itu maka atman akan mencapai kamoksaan.. 
  • Ketika.bhuta dengen bertemu dengan daitya, widyadara, dewata terang bercahaya buddhi itu, maka iru mnyebabkan mencapai surga..
  • Ketika bhutakala bertemu raksasa, gandharwa bercahaya buddhi itu maka menyebabkan ia lahir menjadi manusia..
  • Namun apabila bhutapaisaca bertemu dengan raksasa terang bercahaya buddhi itu maka atma jatuh ke neraka..
  • Dan ktika hanya.bhutapaisaca yg bercahaya buddhi itu, maka akan menjadi binatang..

Begitulah yang terjelaskan di jnana tattwa, semoga bisa menjadi cermin diri untuk selalu meningkatkan diri sebagai manusia yang memahami arah tujuan akhir pdaNYA..

Guswar des 2017

Kalvatar regions books..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Desember 2017 in agama, sastra

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: