Tag: globalisme dan agama

Kembali Menuju “Aku”..sebuah perjalanan(kah)?

Sangkan Paraning Dumadi Perjalanan menuju kata “Aku”. Terkadang bisa dianggap sebagai sesuatu yang abstrak,seabstrak jiwa yang melayang-layang mencari tempat akhirnya. Seperti sebuah pemahaman atau ilmu “Sangkan Paraning Dumadi”. Bagaimana mengenal diri,bagaimana mengenal “Aku” dan kembali menuju pulang. Ataukah menemukan jalan itu dulu, lalu berjalan menuju rumahNya. Hanya sebuah filosofi saja, namun seperti

Ego manusia yang memberi takdir kepada manusia lainnya…

Apa teriakan bermakna?? Di saat menyata pada emosi… Yang lebih besar dari takdir manusia itu sendiri.. Takdir sebagai mahluk budi dharma ??? ——————————————————————- Apa kau bisa membuat mereka yang telah tiada?? Apa kah akan kau katakan, ..ini air mani , mana telurnya?? Lalu siapa itu yang kau takdirkan, Mati?? Siapa

Berjapa Shiwa pada jaman Akhir(kaliyuga)!!!…

Untuk pertama,disebutkanlah bagaimana bumi terbentuk dan berlanjut dengan berbagai perubahan jaman, menjadi jaman yang sekarang ini. Diyakini pula bagi semua, bahwa jaman ini adalah jaman kaliyuga ..yaitu jaman dengan 75% negatif dan 25% positif.. Hal ini sungguh pun berbeda dengan jaman2 yang lainnya…Jika dilihat satu persatu ada jaman kertha yuga

Agama Damai di Masa Depan

Agama yang Damai di Masa Depan             Agama sebagai suatu kata yang dapat berarti pedoman seseorang untuk berperilaku, terutama dengan hubungannya kepada Tuhan sebagai pemilik semesta. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, agama berasal dari kata sansekerta yaitu sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa

Ngaben Massal dalam Konteks “Ajeg Bali”.

Ngaben Massal dalam Konteks “Ajeg Bali”              Upacara Ngaben sebenarnya adalah upacara yang sangat dikenal di Bali, dan bahkan dikenal juga oleh umat lain atau juga sampai dikenal oleh dunia. Ngaben pada dasarnya adalah suatu upacara yadnya yang menjadi bagian dari pitra yadnya. Pitra yadnya

WordPress.com.