RSS

Hirarki Maslow serta Juga konsep Cakra.(jga sedikit tentang konsep kehinduan) 

19 Jul
Hirarki Maslow serta Juga konsep Cakra.(jga sedikit tentang konsep kehinduan) 

Om cakra yanathaka…yamyatamaka.. Mahayakundalikha sahasrahanata om.. 

Maslow adalah seorang humanis psikologi dri amerika yg mnemukan teori tentang. Hirarki kebutuhan manusia,  dalam hal ini disebutkan sebagai bagaimana motivasi manusia dalam menemukan sesuatu itu untuk dirinya di khidupan.. Apakah yg menjdi kepentingan dia dalam kehidupan ini, serta mengapa itu mnjdikan dia berkpribadian sprti itu.. 

Pada dasarnya humaniora behavior adalah baginya dapat dipolakan mnjdi sebuah hirarki yg ktika ditarik benang merah,  sangat berhubungan pula sangat erat pada konsepsi yg telah juga ada.. Pola-pola ini bukan suatu kebetulan,  tpi mrupakan sbuah keaktualan pencapaian dari seseorang untuk menjadi sumbangsih besar dalam kehidupan itu sendiri.. 

Hal inilah yg mencerminkan konsep pertama di hirarki itu yaitu self actualisation atau aktualisasi diri.. Yang berada sebagai puncak sesuai juga oleh sbuah kitab torah(atau zabur-sya agak lupa)  yg mnyebutkan.. 

“mereka yg menemukan rahasiaNya adalah para raja-raja dunia” aktualasi terbesar dalam kehidupan diri manusia itu.. 

Para nabi rishi utusan2 saint atau juga para teoritis (untuk sains)  baik sbagai dalam bidang ontologis epistemologis atau aksiologis,  maka sejatinya itu juga sbuah perjalanan mncari kekekalan daya akal manusia itu sendiri.. 

Self realization yg dalam bahasa rishi adalah mengenal atman juga lapisan2Nya serta yg lainNya,  adalah jalan kebebasan pula untuk “melepas” kan suksma dri stula sarira juga “kemelekatan”..Namun masih menginjak bumi.. Ini sbuah tantangan sndiri bagi para pejalan, penikmat, kehidupanNya.. 

Di warna merah adalah bagian yg terbawah dari khidupan dimana menyuarakan tentang basic needs,  seperti juga sandang papan pangan,  yg mnjdi kebutuhan utama dan ktika pada cakra sesuai dgn warnaNya adalah cakra dasar yg memberikan diri agar selalu mengingat tentang itu..Basic needs ini dalam suatu kehidupan yg tanpa sebuah pegangan (baca:moralitas) akan mnjdikan IA sbagai kaum kanibal jua… Namun dalam konsep bahwa manusia adalah yg tak terpisah dari pncarian artha (untuk basic needs itu) hendaknya mampu menguasai diriNya sbagai yg masih mnjadi manusia.. Sang Karmin yg tak akan kekurangan, ktika Ia tetap memiliki kebaikan.. 

Sarsamscya.. Sugra ida wararuci.. Sang dharma sentana tinenten wenten pacang ngarasa ten medue,  makrana Iya madharma lan ring napike iya nenten wnten,  sinah sang dharma sentana ring dije manten lakar metrima ring pasemetonanNyane,  sekadi ida sang tat twam asih asuh waranugraha.. 

Kmudian selanjutnya adalah tentang keamanan diri,  pada dasarnya ini masih brhubungan dgn cakra dasar dan juga cakra orange sacral,  abagai sang rudra.. Pada dasarnya ktika ia melindungi dan dilindungi oleh kedharmaanNya,  maka adakah tempat yg Ia merasa takut?!? 

Sbagaimana laku bubuksah yg mncritakan Ia hendak dimakan oleh harimau (sang shiva bhtra guru)  dan ia memberikan seluruh hidupnya dan dijamu IA sblum siap dimakan,  pada akhirnya IA pun sang bubuksah selamat, tegakah orang yg brniat mnyakiti,  kmudian malah dibrikan ia tubuhnya sndiri?  Bahkan saat ia benar tak ada pun,  apa seorang yg dharma akan mati dan tidak ia dikenang?

Yg lain adalah love belonging,  artinya memiliki dan ingin dicintai sbagaimana Ia disbut dalam cakra anahata dan masuk jga ke cakra solar plexus.. ketakuan akan kehilangan sesuatu itu adalah sbuah kecemasan yg berlebihan,  apa kah yg kita pernah punya? Apa kita pernah punya? Lalu siapa itu yg kita punya? Hidup urip udara teja matahari api dan juga kesehatan (yg prsntase trbesar krna psikologis diri saja).. Smoga kita dikalangan yg brsyukur.. 

Esteem adalah harga diri,  harga diri itu adalah sbuah hal yg tidak krusial sama sekali,  krna saat kita mrasa sbagai sang bhakta (yg pnya kwajiban untuk menjalani titahNya)  maka harga diri adalah kesemuan dan ktkka mngthui bahwa jiwa adalah sesuatu yg dihargai dgn konsep nilai yg sangat berbeda oleh semesta, lalu kenapa risau? 

Srsmsucya.. Singgih patut sane ngapatihike sang jnana niku iya sang dharma sawidji.. Bahwa yg mnjadi plindung jnana adalah sang dharma.. 

Kmudian mnjdi masuk ke wilayah self actualisation,  apa kah sang karmin sang rajendra sang jnanin akan tiada dihargai, ktika mereka membrikan diriNya(manah, rasa-buddhi,  citta acintya, jg ahangkara)  yg IA brikan padaNya.. Lalu IA pun mnjdikan kita Anak2Nya.. 

Apakah itu aktualisasi diri?  Maka itulah bagian cintaNya.. Idealitas yg membahasakan kebahagiaan tanpa batas.. Dgn mmbrikan seluruh diri pada semesta untuk dituntun.. 

Ini sangat brhub dgn cakra ajna lan wisudha.. Jnanin adlah sang guru yg mmbrikan penjelasan.. karmin adalah mengaktualisasikan itu,  rajendra adalah sbuah cara mnuju sanyasinkha bhiksukah..

Akhir kata smiga bahagilah semesta
Salam gwar

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juli 2017 in budaya, filosofi

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: